Anda di halaman 1dari 8

Satuan Acara Penyuluhan

Mata Kuliah : Asuhan Keperawatan Komunitas

Pokok Bahasan : Edukasi Nutrisi dan Efek Samping Obat Hipertensi pada
Lansia

Sasaran : Ny. M

Tempat : Rumah Ny. M

Hari/ Tanggal : Jumat, 20 Maret 2020

Alokasi Waktu : 30 menit

Pertemuan ke :1

Pengajar : Mahasiswa PSIK

Tujuan Instruksional

- Tujuan Umum
Setelah menerima edukasi diharapkan Ny. M dapat mengetahui tentang nutrisi dan efek
samping obat hipertensi bagi lansia.
- Tujuan Khusus
Setelah menerima edukasi diharapkan Ny. M dapat mengerti dan menjelaskan kembali :
1. Nutrisi yang dibutuhkan lansia
2. Cara mengendalikan hipertensi pada lansia
3. Efek samping obat hipertensi yang dikonsumsi
A. Sub Pokok Bahasan
1. Nutrisi yang dibutuhkan lansia
2. Cara mengendalikan hipertensi pada lansia
3. Efek samping obat hipertensi yang dikonsumsi

B. Kegiatan Belajar Mengajar

N Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Mhs Metode Media


O
1. Pendahuluan 5 Menit Pembukaan : - Menjawab Ceramah
Memberi Salam Salam
Kontrak waktu -

Menjelaskan tujuan Mendengarkan

Pembelajaran dan

Menyebutkan Memperhatikan

materi/pokok
bahasan yang akan
disampaikan
2. Penyajian 20 Menit 1. Menjelaskan isi -Menyimak dan -Ceramah -Leafleat
materi penyuluhan: memperhatika - Tanya
a. Nutrisi yang n Jawab
dibutuhkan lansia - Mengajukan
b. Cara pertanyaan
mengendalikan - Menjawab
hipertensi pada Pertanyaan
lansia
c. Efek samping obat
hipertensi yang
dikonsumsi
2. Memberikan
kesempatan kepada
komunikan untuk
bertanya tentang
materi yang
disampaikan.
3. Memberikan
pertanyaan kepada
komunikan tentang
materi yang
disampaikan.
3. Penutup 5 Menit 1. Menyimpulkan - Mendengarkan - Ceramah
materi yang telah -Menjawab
disampaikan salam
2. Menyampaikan
terima kasih atas
perhatian dan
waktu yanga telah
diberikan kepada
peserta
3. Mengucapkan
salam

C. Evaluasi
1. Ny. M mampu menjelaskan dan memahami nutrisi yang dibutuhkan lansia
2. Ny. M mampu menjelaskan dan memahami cara mengendalikan hipertensi pada
lansia
3. Ny. M mampu menjelaskan dan memahami efek samping obat hipertensi yang
dikonsumsi
D. Materi (Terlampir)
LAMPIRAN MATERI
1. NUTRISI YANG DIBUTUHKAN LANSIA
Banyak asupan zat gizi yang harus ditingkatkan agar lansia tetap sehat dan dapat
beraktivitas dengan baik. Namun beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya asam
lemak omega 3 (dapat diperoleh dari minyak ikan), perbanyak air putih, perhatikan
konsumsi garam, perhatikan asupan vitamin D dan kalsium.
a) Kalori
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang berusia
lanjut akan menurun sekitar 15-20%, disebabkan karena berkurangnya massa otot dan
aktivitas. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 30%
lemak dan sisanya karbohidrat.
b) Protein
Pada lansia terjadi penurunan massa otot, namun ternyata kebutuhan tubuh akan
protein tidak berkurang, bahkan harus ditingkatkan karena pada lansia efisiensi
penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang, disebabkan
pencernaan dan penyerapannya kurang efisien. Beberapa penelitian
merekomendasikan kebutuhan protein lansia ditingkatkan 12-14% dari kebutuhan
untuk orang dewasa
c) Lemak
lemak yang dianjurkan adalah 30% dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi
lemak yang terlalu tinggi (lebih dari 40%) dapat menyebabkan penyumbatan pada
pembuluh darah.
d) Karbohidrat dan Serat
Lansia tetap dianjurkan mengonsumsi serat. Sumber serat yang baik adalah sayuran,
buah-buahan dan biji-bijian utuh. Konsumsi suplemen serat tidak dianjurkan bagi
lansia karena dikhawatirkan konsumsi serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan
mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat. Lansia dianjurkan untuk mengurangi
konsumsi gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.
e) Vitamin dan Mineral
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya lansia kurang mengonsumsi vitamin
A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E. Kekurangan mineral yang
paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan
kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin
dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi
yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber
vitamin, mineral dan serat.
Selain itu, beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Perhatikan asupan asam lemak omega 3
Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3. Menurut AKG 2013, kebutuhan
omega 3 lansia adalah sebesar 1,6 gram. Perlu diwaspadai jika minyak ikan
dikonsumsi terlalu banyak (berlebihan/overdosis) maka dapat menurunkan kadar
vitamin E di dalam tubuh manusia.
2. Perhatikan asupan garam setiap harinya
Kebanyakan lansia menderita hipertensi sehingga penting untuk memperhatikan
asupan garam harian dan membatasi makanan yang asin.
3. Perbanyak asupan Vitamin D dan Kalsium
Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium dan pemeliharaan tulang. Selain itu,
suplemen vitamin D dapat mengurangi kejadian patah tulang nonvertebral pada pria
dan wanita lansia. Kombinasi kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan kepadatan
mineral tulang serta mengurangi risiko pinggul dan patah tulang belakang. Kalsium
dan vitamin D menjadi kebutuhan harian tertinggi pada wanita menopause dan laki-
laki lanjut usia, yaitu 1500 mg kalsium dan 400-800 IU vitamin D. Vitamin D dapat
diperoleh dari paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dari matahari meningkatkan
sintesis vitamin D3 (cholecalciferol) dalam kulit. Hal ini terjadi dalam waktu 15 menit
setelah terpapar dari sinar matahari. Vitamin D juga dapat ditemukan dalam beberapa
sumber makanan, termasuk susu, kuning telur, ikan laut, dan hati
4. Perhatikan asupan Vitamin B
Memasuki usia diatas 50 tahun, akan terjadi perubahan dalam produksi asam lambung
sehingga berdampak pada proses penyerapan vitamin B12

 
2. CARA MENGENDALIKAN HIPERTENSI PADA LANSIA
1. Olahraga teratur
Olahraga dapat meningkatkan kebugaran jantung untuk memompa darah tanpa harus
dipaksa bekerja keras. Artinya, detak jantung akan lebih rendah dan teratur. Pada
akhirnya, hal ini dapat menjaga elastisitas pembuluh darah untuk menurunkan dan
menstabilkan tekanan darah.Olahraga rutin juga dapat mengurangi kebutuhan untuk
minum obat. Pasalnya, olahraga dapat menurunkan tekanan darah sistolik mulai dari 4-9
milimeter merkuri (mm Hg), yang sama baiknya dengan manfaat mengonsumsi obat
hipertensi. Disarankan untuk rutin berolahraga intensitas sedang (seperti jalan kaki dan
bersepeda) selama 150 menit dalam seminggu. Umumnya, Anda bisa berolahraga
setidaknya selama 30 menit setiap hari, minimal untuk 3-5 hari dalam seminggu. Waktu
ini bisa Anda bagi-bagi dengan teratur setiap harinya.
Untuk mencegah atau mengatasi gejala hipertensi pada lansia, pastikan juga untuk
selalu melakukan aktivitas fisik yang ringan dan sederhana setiap hari. Misalnya, dengan
beres-beres rumah atau berkebun. Tidak hanya itu, aktivitas fisik secara teratur juga
membantu lansia mempertahankan berat badan yang sehat, yang merupakan cara lain
untuk mengontrol tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.

2. Perhatikan asupan makanan


Mulailah membatasi asupan makanan berlemak dan tinggi garam agar hipertensi
dapat dicegah pada lansia. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran,
dan biji-bijian utuh dengan mengikuti pedoman diet DASH yang dibuat khusus untuk
orang-orang hipertensi, terutama pada lansia. Melalui diet DASH, seseorang disarankan
untuk makan tidak lebih dari seperempat sendok teh garam per hari. Sebagai
perbandingan, rata-rata orang makan sekitar empat sendok teh garam setiap hari, hampir
lima belas kali lebih dari porsi yang dianjurkan. Garam secara tidak langsung
meningkatkan volume darah dengan menambahkan air ke aliran darah, yang pada
akhirnya meningkatkan tekanan darah dan hipertensi pada lansia lebih mudah terjadi.
Berdasarkan berbagai penelitian, orang-orang normal yang menerapkan diet DASH
diketahui dapat menurunkan tekanan sistolik hingga 6 poin dan 3 poin dari tekanan
diastolik. Sementara orang-orang yang didiagnosis dengan hipertensi, tidak terkecuali
pada lansia, dapat menurunkan tekanan darah sistolik sampai 11 poin dan 6 poin pada
tekanan diastolik hanya dengan diet DASH.

3. Konsumsi obat hipertensi


Kebanyakan kasus hipertensi pada lansia harus ditangani dengan pemberian obat,
terutama jika peningkatan tensinya sudah cukup parah dan tidak bisa ditangani hanya
dengan pola hidup sehat. Meski begitu, Anda juga perlu membekali diri terhadap risiko
efek samping obat-obatan hipertensi, khususnya pada lansia. Untuk memantau tensi darah
Anda sekaligus menghindari risiko efek samping obat, kuncinya adalah dengan rutin
melakukan medical check up ke dokter.
4. Rutin cek tekanan darah
Mengecek tekanan darah secara rutin juga merupakan salah satu langkah mencegah
dan mengatasi hipertensi pada lansia. Sebaiknya, pengecekan darah tidak hanya dilakukan
di dokter atau pusat layanan kesehatan. Risiko terkena hipertensi dapat dikurangi apabila
melakukan pengecekan tekanan darah di rumah secara mandiri, tidak terkecuali pada
lansia. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter mengenai alat tensimeter yang sesuai
dengan kondisi hipertensi pada lansia.

3. EFEK SAMPING DARI OBAT HIPERTENSI YANG DIKONSUMSI

Obat-obatan antihipertensi cukup beragam dan terbagi ke dalam beberapa jenis, di


antaranya:

 ACE (angiotensin-converting enzyme inhibitors) inhibitor


 Alpha-2 receptor agonist
 Angiotensin II receptor blockers (ARB)
 Antagonis kalsium (calcium channel blockers)
 Diuretik
 Penghambat adrenergik perifer
 Penghambat alfa (alpha-blockers)
 Penghambat beta (beta-blockers)
 Penghambat renin.

Pemberian obat antihipertensi dari dokter ke pasien akan disesuaikan dengan penyebab
hipertensi, tingkat keparahan, kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, dan respons
tubuh pasien terhadap obat. Penderita hipertensi bisa hanya diberikan satu jenis obat saja
untuk menurunkan tekanan darah. Namun, tidak sedikit pasien yang membutuhkan lebih dari
satu atau beberapa kombinasi obat antihipertensi.

Efek Samping Obat Antihipertensi


Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Kebanyakan pasien dapat menoleransi
obat antihipertensi dengan baik. Namun pada beberapa kasus, beberapa obat antihipertensi
dapat menimbulkan sejumlah efek samping berupa:
1) Batuk
2) Sakit kepala, pusing, atau pening
3) Mual atau muntah
4) Diare atau konstipasi
5) Gugup
6) Ruam kulit
7) Lelah, lemah, mengantuk, dan kurang bertenaga
8) Berat badan turun drastis atau naik signifikan secara tiba-tiba.

Daftar Pustaka
Akhmalia, Novia. 2017. Apa Saja Kebutuhan Lansia. http://lagizi.com/apa-saja-
kebutuhan-gizi-lansia/. Diakses pada tanggal 20 Maret 2020.
Swari, Rizky Candra. 2018. Cara Mengelolah Hipertensi pada Lansia.
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hipertensi-tekanan-darah-tinggi/mencegah-
hipertensi-pada-lansia/. Diakses pada tanggal 20 Maret 2020.
AloDokter. 2018. Obat Anti Hipertensi. https://www.alodokter.com/obat-
antihipertensi. Diakses pada tanggal 20 Maret 2020.