Anda di halaman 1dari 6

PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN

Pada Kegiatan belajar ini Anda akan mempelajari tentang perhitungan volume pekerjaan
meliputi pekerjaan struktur, arsitektural, mekanika elektrikal, dan plumbing proyek konstruksi
bangunan gedung

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA


KEGIATAN (CPMK)
1. Mengetahui metode dalam perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi
2. Menghitung harga satuan upah
3. Menghitung harga satuan bahan
4. menghitung harga satuan alat

POKOK-POKOK MATERI
1. Metode perhitungan harga satuan pekerjaan
2. Perhitungan harga satuan upah
3. Perhitungan harga satuan bahan
4. Perhitungan harga satuan alat

MATERI PEMBELAJARAN
Untuk mencapai capai di atas, silahkan Anda pelajari dan pahami seluruh materi berikut:

A. Metode Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan


Analisa harga satuan pekerjaan adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan
konstruksi yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja, dan
peralatan dengan harga bahan bangunan, standart pengupahan pekerja dan harga sewa / beli
peralatan untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan konstruksi. Analisa harga satuan
pekerjaan ini dipengaruhi oleh angka koefisien yang menunjukkan nilai satuan
bahan/material, nilai satuan alat, dan nilai satuan upahtenaga kerja ataupun satuan pekerjaan
yang dapat digunakan sebagaiacuan/panduan untuk merencanakan atau mengendalikan
biaya suatu pekerjaan. Skema harga satuan pekerjaan, yang dipengaruhi oleh  faktor
bahan/material, upah tenaga kerja dan peralatan dapat dirangkum paada gambar 1.

Dalam skema diatas dijelaskan bahwa untuk mendapatkan harga satuan pekerjaan maka
harga satuan bahan, harga satuan tenaga, dan harga satuan alat harus diketahui terlebih
dahulu yang kemudian dikalikan dengan koefisien yang telah ditentukan sehingga akan
didapatkan perumusan sebagai berikut :
Upah : harga satuan upah x koefisien (analisa upah)

Bahan : harga satuan bahan x koefisien (analisa bahan)

Alat : harga satuan alat x koefisien (analisa alat)

maka didapat :

HARGA SATUAN PEKERJAAN = UPAH + BAHAN + PERALATAN

Metode dalam analisis harga satuan pekerjaan ada 2, yaitu:

1. Metode BOW
2. Metode berdasarkan SNI (Peraturan Mentri PUPR No. 28 Tahun 2016)
A. Biaya Proyek
Perencanaan biaya untuk suatu proyek adalah prakiraan keuangan yang merupakan dasar
untuk pengendalian biaya proyek serta aliran kas proyek tersebut. Pengembangan dari hal
tersebut diantaranya adalah fungsi dari estimasi biaya, anggaran, aliran kas, pengendalian
biaya, dan profit proyek tersebut. Biaya yang diperlukan pada suatu proyek dapat mencapai
jumlah yang  sangat besar dan tertanam dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena
itu perlu dilakukan identifikasi biaya proyek dengan tahapan perencanaan biaya proyek
meliputi, tahap pengembangan, tahap desain konstruksi, dan tahap pelaksanaan. dalam hal
ini pihak yang terlibat yaitu pemilik (owner), konsultan, dan kontraktor. 

B. Jenis-Jenis Biaya Proyek Konstruksi


Biaya konstruksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan suatu  proyek.
Kebijakan pembiayaan biasanya dipengaruhi oleh kondisi keuangan  perusahaan yang
bersangkutan. Biaya konstruksi dibagi menjadi 2, yaitu biaya langsung dan biaya tidak
langsung.

Biaya Langsung

Biaya langsung merupakan seluruh biaya yang berkaitan langsung dengan fisik proyek,
yaitu meliputi seluruh biaya dari kegiatan yang dilakukan diproyek (dari persiapan hingga
penyelesaian) dan biaya mendatangkan seluruh sumber daya yang diperlukan oleh proyek
tersebut. Biaya langsung meliputi Biaya bahan/ material, Biaya upah kerja (tenaga), Biaya
alat, Biaya subkontraktor, Biaya lain-lain.

Biaya Tak Langsung

Biaya tidak langsung merupakan seluruh biaya yang terkait secara tidak langsung, yang
dibebankan kepada proyek. Biaya Tak Langsung meliputi, biaya pemasaran, biaya overhead
di kantor pusat/ cabang (bukan overhead kantor proyek), pajak (tax), biaya resiko (biaya tak
terduga) dan keuntungan kontraktor.
C. Perhitungan Biaya Pada Tahapan Proyek
Estimasi biaya dilakukan beberapa kali selama perencanaan maupun saat proyek
berlangsung. Estimasi pada tiap tahap, akan sangat mempengaruhi performa estimasi tahap
berikutnya. Pada tahap pertama, estimasi biaya dipergunakan untuk mengetahui berapa
besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek atau investasi, selanjutnya estimasi
biaya berkembang, yaitu memiliki fungsi dengan spektrum yang amat luas dalam
merencanakan  dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan,
maupun waktu. Eastimasi pada tiap tahapan meliputi:

1. Estimasi untuk perencabaan konseptual


2. Estimasi untuk studi kelayakan
3. Estimasi untuk engineering dan desain
4. Estimasi untuk konstruksi
5. Estimasi untuk change order

Untuk tiap-tiap tahapan estimasi tersebut tingkat keakurasian bergantung pada


ketersediaan infromasi, sehingga keakurasian bertambah sesuai dengan tingkatan tahapan
proyek. Seperti pendapat Jamshid Sodikov, keaurasian estimasi biaya meningkat seiring
dengan berjalannya tahapan proyek yang diakibatkan oleh bertambah detailnya informasi
yang tersedia.

D. Rencana Anggaran Biaya


Rencana anggaran biaya (RAB) adalah besarnya biaya yang diperkirakan dalam pekerjaan
proyek yang disusun berdasarkan volume dari setiap item pekerjaan pada gambar atau
bestek.RAB diajukan oleh kontraktor pada saat terjadi penawaran, yang mana RAB ini dipakai
patokan bagi kontraktor untuk mengajukan penawaran. Biaya ini disamping tergantung pada
volume, juga sangat tergantung pada upah tenaga kerja dan karyawan, harga material yang
dibutuhkan dan jasa kontraktor serta pajak. Tujuan pembuatan RAB yaitu agar biaya
pembangunan yang dibutuhkan dapat diketahui sebelumnya, mengantisipasi kemungkinan
terjadinya kemacetan dalam proses pembangunan serta mencegah terjadinya pemborosan dalam
penggunaan sumber daya proyek. 

A. Diagram Batang (Bar Chart)


Diagram batang/balok merupakan rencana kerja yang paling sederhana dan sering
digunakan pada proyek yang tidak terlalu rumit serta mudah dibuat dan dipahami. Sampai
sekarang metode Bar Chart masih digunakan secara luas, baik berdiri sendiri maupun
dikombinasikan dengan metode lain yang lebih canggih misalnya dengan Kurva s. Hal ini
disebabkan karena kelebihan Bar Chart yaitu mudah dibuat dan dipahami sehingga sangat
berguna sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek (Suharto, 1999). Langkah-
langkah dalam pembuatan bar chat yaitu

1.
1. Menentukan jenis-jenis pekerjaan yang akan dilakukan,
2. Melakukan break down pekerjaan,
3. Menentukan durasi pekerjaan,
4. Menentukan urutan pekerjaan yang akan dilakukan, dan
5. Menggambar sesuai dengan durasi dan urutan pekerjaan

B. Jaringan Kerja Activiti On Arrow (AOA)/ Arrow


Diagramming Method (ADM)
Jaringan kena (Network Planning) merupakan sebuah alat manajemen yang diperlukan
dalam perencanaan dan pengawasan suatu proyek. Dalam penyusunan jaringan kerja,
dibutuhkan informasi tentang jenis-jenis pekerajan, logika ketergantungan antar kegiatan,
dan durasi masing-masing kegiatan berikut kebutuhan sumberdayanya. Cara Membuat
jaringan kerja untuk perencanaan dan proyek, harus memperhatikan beberapa faktor, yaitu:

1. Rencana
2. Waktu
3. Sumber daya
4. Biaya

C. Jaringan Kerja Activity On Node (AON)/ Presedence


Diagram Method (PDM)
Seperti halnya ADM, PDM sebuah alat manajemen yang diperlukan dalam
perencanaan dan pengawasan suatu proyek. Dimana setiap kegiatan akan saling
berhuubungan satu dengan yang lainnya. Penyusunannya memerlukan dibutuhkan
informasi tentang jenis-jenis pekerajan, logika ketergantungan antar kegiatan, dan
durasi masing-masing kegiatan berikut kebutuhan sumberdaya dalam proyek.
PDM merupakan salah satu bentuk penyajian grafis dari rencana kegiatan proyek
selain ADM. Precedence Diagram Method adalah metode jaringan kerja yang
termasuk dalam klasifikasi AON (Activity On Node). Dalam Metode ini kegiatan
dituliskan di dalam node yang umumnya berbentuk segiempat, sedangkan anak
panahnya sebagai penunjuk hubungan antara kegiatankegiatan yang bersangkutan.
Dengan demikian dummy yang merupakan tanda penting untuk menunjukkan
hubungan ketergantungan, di dalam PDM tidak diperlukan (Soeharto, 1995)

D. Kurva S
Kurva S merupakan salah satu metode perencanaan pengendalian biaya yang sangat
lazim digunakan pada suatu proyek. Kurva S merupakan gambaran diagram persen
komulatif biaya yang diplot pada suatu sumbu koordinat dimana sumbu absis (x)
menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu (y) menyatakan nilai persen
komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Tujuan penggunaan kurva S adalah:

 Bagi Kontraktor

Sebagai dasar memantau progress kerjaan fisik di lapangan yang selanjutnya sebagai dasar
untuk membuat tagihan pembayaran ke pemilik proyek

 Bagi pemilik proyek

Sebagai dasar memantau progress pekeriaan fisik di lapangan yang selanjutnya sebagai
dasar pembayaran ke kontraktor

Langkah-Langkah Penyusunan Kurva S:

1. Mengidentifikasi pekerjaan
2. Menentukan Urutan kegiatan
3. Menentukan durasi kegiatan
4. pendistribusikan biaya secara merata
5. menghitung jumlah kebutuhan biaya per periode
6. menghitung bobot pekerjaan
7. membuat kurva S sesuai kumulatif