Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS E-COMMERCE

STUDI KASUS PADA


TRAVELOKA

Nama : Cartika
NPM : 18110013
Prodi : D4 Administrasi Bisnis Sektor Publik
DAFTAR ISI

GAMBARAN UMUM TRAVELOKA .......................................................................................................... 1


TIPE APLIKASI E-COMMERCE TRAVELOKA ............................................................................................. 2
TIPE TRANSAKSI BISNIS E-COMMERCE TRAVELOKA ............................................................................. 3
MEKANISME TRANSAKSI PEMBAYARAN ............................................................................................... 3
COST TRANSPARENCY DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN .................................................................. 5
SISTEM KEAMANAN KOMUNIKASI DALAM TRAVELOKA ...................................................................... 6
GAMBARAN UMUM TRAVELOKA
Traveloka didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.
Ide bisnis ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan
pesawat, terutama disaat ia hendak pulang ke Padang dari Amerika Serikat. Pada awalnya
konsep Traveloka hanya berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket
pesawat dari berbagai situs lainnya. Pada pertengahan tahun 2013, Traveloka kemudian
berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat dimana pengguna dapat melakukan
pemesanan di situs resminya. Pada bulan Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa
Traveloka akan segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel. Pada bulan Juli 2014, jasa
pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka. Hingga tahun 2020 ini, Traveloka semakin
giat menambah fitur-fiturnya bahkan hingga pembuatan Visa. Berikut fitur yang ditawarkan
oleh Traveloka:

1. Transports

2. Accommodation

1
3. Thing to Do

4. Payments, Vouchers & Top-Ups

5. Travel Guide & Add-ons

TIPE APLIKASI E-COMMERCE TRAVELOKA


Dilihat berdasarkan jenisnya, Traveloka dikategorikan sebagai e-commerce dengan prinsip B-
to-C atau Business to Customer karena pelanggan utama yang menggunakan jasa Traveloka

2
adalah konsumen akhir. Sementara jika dilihat berdasarkan jenis aplikasi yang dipergunakan,
Traveloka dikategorikan sebagai tipe I-Market dan Customer Care.
Dalam sebagian fiturnya, Traveloka membuka peluang bagi pemilik properti, pemilik rental
mobil, shuttle bus, tour & travel dan restoran untuk menjadi partner dalam menyediakan
jasanya. Berdasarkan prinsip I-Market yaitu perusahaan menyediakan berbagai informasi
lengkap mengenai seluruh produk atau jasa yang ditawarkan melalui internet dengan harapan
ada pelanggan yang melakukan pemesanan atau pembelian terhadap produk atau jasa
tersebut, maka Traveloka dapat dikategorkan sebagai tipe I-Market.

Namun, selain itu Traveloka juga dapat dikategorikan sebagai tipe Customer Care karena
menerapkan prinsip memberikan pelayanan (supports and services) yang prima sehingga
mempertinggi atau meningkatkan loyalitas konsumen. Hal ini dapat terlihat dari semakin
berkembangnya fitur yang disediakan Traveloka untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.

TIPE TRANSAKSI BISNIS E-COMMERCE TRAVELOKA


Tipe transaksi yang digunakan Traveloka termasuk pada tipe Aggregation Community yaitu
Traveloka sebagai perusahaan aggregator menerapkan peraturan-peraturan yang harus
ditaati baik oleh mitra maupun konsumen agar terjadi mekanisme transaksi yang efektif,
efisien dan terkontrol dengan baik.

Sumber: Don Tapscott, 1998

MEKANISME TRANSAKSI PEMBAYARAN


Secara umum, mekanisme transaksi pembayaran Traveloka sama dengan mekanisme
transaksi pembayaran pada e-commerce lainnya. Langkah pertama konsumen memilih
produk yang akan dibeli. Setelah konsumen memilih produk yang akan dibeli, konsumen
akan diarahkan pada formulir pengisian pembayaran untuk menentukan metode
pembayaran. Terakhir adalah dengan melakukan pembayaran sesuai konfirmasi

3
pembayaran yang dikirimkan oleh Traveloka. Berikut adalah alur atau skema transaksi
Traveloka:

Sumber: Khairunnisa, dkk, 2017

4
COST TRANSPARENCY DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN
Traveloka bekerjasama dengan hampir seluruh maskapai penerbangan dan bernegosiasi
untuk mendapatkan harga khusus sehingga Traveloka dapat menjual harga lebih rendah dari
harga normal. Dalam penentuan harga ini, Traveloka mendapat keuntungan sebanyak 5% dari
setiap penjualan tiket atau voucher. Margin yang diperoleh Traveloka tergolong kecil, namun
dengan intensitas pemesanan yang sangat tinggi maka Traveloka dapat meraup keuntungan
yang besar. Selain itu, kerjasama yang luas dengan beberapa pihak juga membuka peluang
besar bagi Traveloka untuk menyediakan produk dengan harga yang jauh lebih rendah dari
platform lainnya. Seperti kerjasama yang dibangun dengan pihak bank dalam memberikan
potongan harga seperti di bawah ini:

5
Prinsip Cost Transparency yang diterapkan Traveloka sangat membuat nyaman para
konsumennya. Traveloka menyediakan fitur yang memungkinkan konsumen untuk
membandingkan harga untuk setiap maskapai atau hotel seperti gambar di bawah ini:

SISTEM KEAMANAN KOMUNIKASI DALAM TRAVELOKA


Traveloka menerapkan berbagai macam sistem keamanan yang ditujukan untuk melindungi
konsumen dan partner dalam bertransakti. Berikut sistem keamanan yang digunakan oleh
Traveloka:

1. Notifikasi Login

Ketika konsumen masuk, Traveloka akan memberi tahu konsumen kapan dan
perangkat yang digunakan untuk memeriksa jika pengguna yang masuk adalah
konsumen tersebut. Proses ini terjadi secara instan saat akun konsumen sedang
diakses.

2. Autentikasi Dua Faktor

Traveloka akan meminta konsumen untuk memasukkan password Traveloka dan kode
verifikasi di setiap masuk ke aplikasi. Proses dua langkah ini memastikan bahwa hanya

6
konsumen tersebutlah yang dapat mengakses akunnya. Traveloka & partner tidak
akan pernah meminta kode verifikasi konsumen di luar website dan aplikasi Traveloka.

3. Autentikasi Biometrik

Teknologi Traveloka memungkinkan konsumen untuk menggunakan sidik jari atau


wajah untuk autentikasi akun. Jenis keamanan ini dinilai lebih aman dan personal.

4. Verifikasi KTP

Jika ada yang mencoba mengubah password konsumen, Traveloka akan memastikan
identitasnya dengan meminta memasukkan nomor KTP yang tersimpan pada akun
konsumen tersebut.

7
5. Nonaktifkan Akun

Jika ada aktivitas akun yang tidak dikenali, konsumen dapat menonaktifkan akun
untuk sementara. Traveloka akan menyimpan informasi konsumen ketika login
kembali. Konsumen juga dapat menonaktifkan akun dengan menghubungi Customer
Service.

6. Traveloka Secret Code (PayLater)

Demi memastikan keamanan dan kenyamanan pembelian konsumen dengan


PayLater, kini setiap pembelian dengan PayLater membutuhkan konfirmasi melalui
koder rahasia yang akan dikirimkan melalui SMS ke nomor telepon yang telah
dimasukkan saat melakukan pendaftaran awal PayLater.

7. Enkripsi 256-bit

Data kartu kredi konsumen selalu aman, dilindungi dan dirahasiakan dengan enkripsi
256-bit. Traveloka juga menggunakan sistem yang disebut “tokenization” dimana
data sensitif diganti dengan identifikasi unik yang disebut “token” sehingga
pembayaran dapat diproses dengan aman.

8. Fraud Management System

Traveloka menggunakan sistem berlapis demi menjamin keamanan transaksi.


Melalui fraud management system, Traveloka memonitor dan mereview setiap

8
transaksi yang terjadi. Hal tersebut membuat Traveloka dapat mengidentifikasi dan
mencegah transaksi fraud yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.