Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Jalan Rumah Sakit Kabupaten Aceh Tamiang Kode Pos 24476
Telepon IGD 0641-32115, Faximil 0641-332983
e-mail: rs_tamiang@yahoo.co.id
http://rsud@acehtamiangkab.go.id

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG
NOMOR : TAHUN 2020

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN
DI RSUD KABUPATEN ACEH TAMIANG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

Menimbang : a. Bahwa untuk upaya meningkatkan mutu pelayanan dan


keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Aceh Tamiang.
b. Bahwa dalam pelaksanaan seperti pada huruf (a) perlu diatur dan
ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran.
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
5. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129 / MENKES / PER / II /
2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290 / MENKES / PER / III /
2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 / MENKES / PER /IX/
2010 tentang Standar.
9. Pelayanan Kedokteran; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1691/MENKES / PER / VIII / 2011 tentang Keselamatan Pasien
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
KESATU : Kebijakan Pelayanan Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.
KEDUA : Sasaran Keselamatan Pasien pada diktum KESATU terdiri dari :
Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien.
Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai (high-alert medications)
Sasaran IV : Kepastian tepat lokasi,tepat-prosedur, tepat-
pasien operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Di tetapkan di Karang Baru


pada tanggal, 06 Februari 2020 M
12 Jumadilakhir 1441 H

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG,

TENGKU DEDY SYAH,


Lampiran : Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
Nomor : ...
Tanggal : 06 Februari 2020 M
12 Jumadilakhir 1441 H

RINCIAN PELAYANAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

1. Ketepatan Identifikasi Pasien


a. Semua pasien Rumah Sakit harus diidentifikasi dengan sedikitnya dua cara
yaitu : nama pasien dan tanggal lahir dan atau nomor rekam medik.
b. Untuk pasien rawat inap, IGD (True Emergency) dan Hemodialisa
diidentifikasi menggunakan gelang identitas yang memuat informasi
minimal 2 dari 3 identitas yaitu nama dan tanggal lahir dan atau nomor
rekam medik.
c. Semua pasien diidentifikasi sebelum pemberian obat, darah dan produk
darah, sebelum pengambilan darah atau spesimen lain untuk pemeriksaan
klinis, sebelum pemberian pengobatan dan tindakan/prosedur.

2. Peningkatan Komunikasi Efektif


a. Perintah lisan dan melalui telepon dituliskan secara lengkap oleh penerima,
dibacakan ulang oleh penerima dan dikonfirmasi bahwa perintah yang
ditulis dan dibacakan ulang adalah akurat.
b. Ketentuan di butir (a) di atas berlaku juga untuk pelaporan hasil
pemeriksaan CITO/ Kritis.
c. Isi perintah, nama lengkap dan tanda tangan pemberi perintah, nama
lengkap dan tanda tangan penerima perintah, tanggal dan jam dicatat di
Rekam Medik (Lembar RM4).
d. Perintah lisan yang menyebutkan obat-obatan yang termasuk NORUM/
LASA harus dieja huruf demi huruf.

3. Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai (High Allert


Medication)
a. Obat obatan NORUM (nama obat rupa obat mirip)/LASA (Look Alike Sound
Alike) diidentifikasi, disimpan di tempat terpisah dan diberi label yang jelas.
b. Elektrolit Konsentrat hanya disimpan di Instalasi Farmasidan ICU, diberi
label yang jelas dan disimpan dengan cara membatasi akses (restrict acces )
untuk mencegah pemberian yang tidak disengaja/kurang hati-hati.

4. Kepastian Tepat-Lokasi, Tepat-Prosedur, Tepat-Pasien Operasi


a. Penandaan lokasi operasi melibatkan pasien dengan tanda yang mudah
dikenali, harus dibuat oleh orang yang akan melakukan tindakan dan
harus dibuat saat pasien terjaga/sadar.
b. Lokasi operasi ditandai pada semua kasus termasuk sisi (lateraly), struktur
multipe (jari tangan dan kaki, lesi), atau multiple level (tulang belakang).
c. Penandaan lokasi operasi termasuk juga prosedur medis dan tindakan gigi
yang dilakukan di luar kamar operasi.
d. Gunakan checklist untuk mem-verifikasi pra operasi tepat-lokasi, tepat-
prosedur dan tepat-pasien.
e. Tim operasi mendokumentasikan prosedur “sebelum insisi/time out” tepat
sebelum dimulainya prosedur/tindakan pembedahan.

5. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan


a. Seluruh petugas rumah sakit harus bisa melakukan cuci tangan (hand
higiene)yang tepat, sesuai dengan pedoman dari WHO (WHO Guidelines on
Hand Higiene in Health Care).
b. Kebersihan tangan (hand higiene) dilakukan pada saat :
1) Sebelum kontak dengan pasien.
2) Setelah kontak dengan pasien.
3) Sebelum tindakan aseptik.
4) Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien.
5) Setelah kontak dengan area lingkungan pasien.

6. Pengurangan Risiko Pasien Jatuh


a. Asesmen awal resiko jatuh harus diakukan terhadap semua pasien rumah
sakit, sejak dari kedatangannya, dan dilakukan asesmen ulang bila
diindikasikan terjadi perubahan kondisi.
b. Asesmen risiko jatuh pada pasien dewasa menggunakan skala MORSE,
sedangkan pada anak-anak menggunakan skala HUMPTY DUMPTY.
c. RSUD Kabupaten Aceh Tamiang mempunyai panduan langkah-langkah
pengurangan risiko jatuh pada pasien.
d. Kejadian pasien jatuh dicatat dan dilaporkan kepada TIM KPRS Rumah
Sakit, untuk dianalisa, dievaluasi dan ditindak lanjuti.

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG

TENGKU DEDY SYAH,