Anda di halaman 1dari 2

Lanjut ke konten

September 15, 2014 Naufal Haidar Farras


Resensi Cerpen : Aku Mencintaimu Dengan Bismillah (Tugas Sekolah)

Identitas Cerpen

Judul Cerpen : Aku Mencintaimu Dengan Bismillah


Nama Pengarang : Benny Can
Sumber : cerpenku.com

Pendahuluan

Benny Can memilki nama panjang Benny Candra Adinata. Beliau lahir dan menetap di
Dungkek, Sumenep, Jawa Timur. Beliau adalah Penyelenggara PKBM AL-ITQAN di Dungkek,
dan juga aktif mengajar sebagai guru di SDN Dungkek 1 Jawa Timur. Aktif menulis
cerpen sejak bulan Mei 2013 dan 11 judul cerpen dipublikasikan di Radar Madura dan
Jawa Pos. Beliau juga aktif menulis puisi sejak SMA dengan 3 judul yang di
publikasikan di media yang sama. Apabila ingin menghubungi beliau bisa menghubungi
di 081703354654.

Isi Cerpen (Sinopsis)

Rendi adalah seorang pria yang digambarkan sangat romantis, ia memiliki seorang
kekasih bernama Shekar, suatu hari mereka berdua pergi ke sebuah pantai, di
keindahan pantai saat matahari terbenam, Rendi menyatakan cintanya kepada Shekar
dengan mengatakan “Shekar, aku mencintaimu dengan Bismillah”. Tak lama setelah itu
Yuli, kawan Rendi, datang untuk berbicara sejenak. Rendi dan Yuli pun berbicara
jauh dari Shekar. Yulis pun memberitahu bahwa Shekar tidak akan bisa punya anak
karena Rahim nya diangkar untuk penyembuhan tumor. Rendi pun terkejut dan bertanya
kepada Shekar. Shekar pun sedih dan berlari, namun Rendi mengatakan “Aku memulai
cinta ini dengan bismillah dan tak mungin berhenti sebelum amin mengamini. Jadi tak
ada alasan untukku meninggalkanmu sebelum Tuhan mengamini semua mimpi-mipiku untuk
bersamamu mengikat janji suci dengan ikatan halal. Jantung ini berdetak serasa
separuh jantung adalah jantungmu. Mata ini, jika kau tatap ada ketulusan. Peluklah
aku rasakan kesungguhan. Shekar, masalah anak itu belakangan, yang terpenting
adalah bagaimana kita sebisa mungkin minikmati pelaminan bersama”. Shekar pun
tersenyum sambil menjawab “Jangan tinggalkan aku”.

Analisis Unsur Intrinsik

Tema : Cinta dan Kesetiaan

Latar : Pantai di sore hari

Alur : Maju

Tokoh : Rendi, Shekar, Yuli

Perwatakan :

Rendi : Penyabar, menerima kenyataan dengan lapang dada.


Shekar : Kekasih Rendi, mencoba menerima kenyataan tidak bisa hamil.
Yuli : Pemberi informasi tentang Shekar kepada Rendi

Sudut Pandang : Orang pertama pelaku utama.

Amanat : Terima lah kenyataan dengan lapang dada, karena disetiap musibah pasti
terdapat hikmah yang dapat diambil

Analisis Unsur Ekstrinsik

Nilai Moral : Cobalah terima kenyataan dengan lapang dada, karena Allah memberi

cobaan yang sesuai dengan kemampuan makhluknya.

Nilai Sosial : Tetap hargai seseorang meskipun ia memiliki kekurangan, karena


dibalik

kekurangannya, biasanya tersimpan potensi yang sangat besar.

Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan :

Ending/penyelesaian ceritanya kurang jelas, dimana tidak diceritakan ketika mereka


akhirnya resmi menikah dan sebagainya, cerita hanya mentok sampai ke perasaan Yuli
ketika Rendi tetap menerimanya. Pembaca jadi merasa digantungkan.

Kelebihan :

Cerpen ini sarat akan makna, apabila direnungkan dengan baik akan membuat pembaca
menangis, terutama ketika Rendi yang tetap menerima Shekar meskipun tidak akan
mungkin akan mempunyai anak. Akan lebih menarik apabila cerita ini diangkat ke
dalam film.

Penutup

Cerpen ini merupakan cerpen yang bisa menjadi bahan untuk kita renungkan, dimana
ketabahan seorang Shekar yang diberi cobaan tidak bisa memiliki anak karena tumor
dan ketulusan Rendi dalam menerimanya, selain itu cerpen ini juga menggambarkan
bahwa kata Basmallah merupakan awal bagi segala hal. Meskipun penyelesaian cerpen
ini kurang jelas namun runtutan dan kejelasan ceritanya cukup membuat pembaca
tercengang.