Anda di halaman 1dari 6

UJIAN TENGAH SEMESTER II 2018-2019

GD2206 Hukum dan Perundangan Geospasial

1. Jelaskan makna Esensi Hukum dan kaitannya dengan Hukum dan Perundangan Geospasial?
Jawab :
Hukum merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat seperangkat aturan dan norma-norma
yang mengatur tingkah laku manusia dan dikenai sanksi jika melanggarnya, yang dilegitimasi oleh
suatu kekuasaan atau kesepakatan. Berdasarkan esensi hukum, jika dikaitkan dengan Hukum
Perundangan Geospasial, maka dapat dilihat bahwa dalam informasi geospasial juga dibutuhkan
hukum untuk mengatur hal-hal didalamnya, tujuan dari adanya hukum perundangan dalam
informasi geospasial antara lain yaitu untuk menjamin ketersediaan dan akses terhadap informasi
geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan, mewujudkan keberdayagunaan dan
keberhasilgunaan dalam penyelenggaraan informasi geospasial melalui kerjasama, koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi, dan mendorong penggunaan informasi geospasial dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

2. Jelaskan penerapan Hirarki Hukum dan kaitannya dengan Hukum dan Perundangan Geospasial!
Berikan contoh yang tidak sesuai dengan Hirarki Hukum!
Jawab :
Hirarki atau tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia merujuk ke Pasal 7 ayat (1)
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang
terdiri atas :
a. UUD 1945
b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
c. UU/ Peraturan Pemerintah Pengganti UU
d. Peraturan Pemerintah
e. Peraturan Presiden
f. Peraturan Daerah Provinsi
g. Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota.
Apabila dikaitkan dengan Hukum dan Perundangan Geospasial, maka dapat dijelaskan bahwa setiap
Hukum dan Perundangan yang terkait dengan Informasi Geospasial haruslah memiliki kesesuaian
dengan Hierarki Hukum di Indonesia, agar selama pelaksanaannya pun memiliki keselarasan.
Contoh yang tidak sesuai dengan Hirarki Hukum di Indonesia adalah UU Nomor 4 Tahun 2011
tentang IG yang sebagian besar ketentuan pasal merupakan aturan teknis pemetaan. Hanya
sebagian kecil yang mengatur masalah pembatasan hak dan kewajiban warga Negara secara umum
yang merupakan materi muatan UU, yaitu Pasal 23 Ayat (4), Pasal 50, Pasal 52, Pasal 55 dan Pasal
56. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar materi muatan UU ini berisi pedoman dalam pemetaan,
yang merupakan materi muatan PUU di bawah UU. UU ini tidak tepat dituangkan dalam jenis UU.
Namun demikian, mengingat pentingnya masalah IG bagi perencanaan pembangunan bidang
ekonomi, sosial, budaya dan ketahanan nasional yang berhubungan dengan ruang kebumian, maka
IG dapat dituangkan dalam jenis Peraturan Pemerintah (jika dapat dianggap sebagai pelaksanaan
dari UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP) atau Peraturan Presiden (jika lebih menekankan pada
penataan kelembagaan penyelenggara IG, dan bukan dalam rangka melaksanan UU di atasnya).

3. Jelaskan konsep dasar apa yang terdapat dalam UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi
Geospasial! Dimana peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika!
Jawab :
Konsep dasar yang terdapat dalam UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial sebagian
besar ketentuan pasal merupakan aturan teknis pemetaan dan sebagian kecil mengatur tentang hak
dan kewajiban setiap orang terkait dengan Informasi Geospasial.
Peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika terkait dengan Informasi Geospasial adalah berperan
dalam pembangunan data spasial guna menunjang pembangunan negara.

4. Jelaskan konsep dasar apa yang terdapat dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang!
Dimana pern keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika!
Jawab :
Konsep dasar yang terdapat dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yaitu
ketentuan pasal merupakan aturan tentang teknis penataan ruang dan hak beserta wewenang dari
Pemerintah Daerah dalam pelaksanaannya serta hal-hal lainnya terkait dengan Penataan Ruang.
Peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika terkait dengan Penataan Ruang yaitu dalam
penerapa SIG, untuk mewujudkan pengembangan suatu wilayah dengan penggunaan SIG atau GIS
sebagai analisis keruangan maupun waktu.

5. Jelaskan konsep dasar apa yang terdapat dalam UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok
Dasar Agraria (UUPA)! Apakah UUPA tersebut sudah mengatur tentang Kadaster Kelautan?
Jawab :
Konsep dasar yang terdapat dalam UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok
Argaria yaitu ketentuan pasal merupakan aturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
pemanfaatan sumber daya agraria nasional di Indonesia.
UUPA tersebut masih dalam proses kajian dalam implementasi kadaster kelautan di Indonesia.

6. Jelaskan tentang Urusan Pemerintahan yang terdapat dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah! Dimana peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika!
Jawab :
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 klasifikasi urusan pemerintahan terdiri dari 3 urusan yakni
urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum.
Urusan pemerintahan absolut adalah urusan Pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan
Pemerintah Pusat. Urusan pemerintahan konkuren adalah Urusan Pemerintahan yang dibagi antara
Pemerintah Pusat dan Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota. Urusan pemerintahan umum
adalah Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Presiden sebagai kepala pemerintahan.
Peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika adalah dalam perumusan, penetapan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pekerjaan umum, serta dalam konsolidasi lahan dan penataan
ruang secara umum.
7. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang UU Batas Wilayah! Dimana peran keilmuan Teknik Geodesi
dan Geomatika!
Jawab :
ndang-Undang tentang Wilayah Negara diperlukan untuk memberikan kejelasan dan kepastian
hukum kepada seluruh rakyat Indonesia tentang wilayah negaranya. Undang-Undang Nomor 43
tahun 2008 tentang Wilayah Negara berisi pengaturan wilayah negara yaitu wilayah daratan,
perairan pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial beserta dasar laut, dan tanah di
bawahnya laut, hingga ruang udara di atasnya, termasuk yang juga penting adalah sumber kekayaan
yang terkandung di dalamnya. UU tentang wilayah negara juga mengenalkan kepada kita apa itu
Wilayah Yurisdiksi dan Batas Wilayah Yurisdiksi. Wilayah Yurisdiksi adalah wilayah di luar Wilayah
Negara yang terdiri atas Zona Ekonomi Eksklusif, Landas Kontinen, dan Zona Tambahan di mana
negara memiliki hak-hak berdaulat dan kewenangan tertentu lainnya sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan dan hukum internasional. Batas Wilayah Yurisdiksi adalah garis
batas yang merupakan pemisah hak berdaulat dan kewenangan tertentu yang dimiliki oleh negara
yang didasarkan atas ketentuan peraturan perundang-undangan dan hukum internasional.
Peran keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika adalah dalam penjamin ketersediaan dan akses serta
pengolahan data dan informasi geospasial.
UJIAN TENGAH SEMESTER II 2017-2018
GD2206 Hukum dan Perundangan Geospasial

1. Sebutkan 4 permasalahan strategis dalam pembangunan data dan informasi spasial dalam
perencanaan pembangunan nasional?
Jawaban:
a. Ketimpangan antar wilayah menjadi salah satu isu strategis yang menjadi prioritas
pembangunan nasional. Angka ketimpangan antar wilayah masih sangat tinggi. Kemiskinan di
kawasan timur Indonesia sebesar 18,01 persen, kawasan barat Indonesia 10,33 persen, dan
perkotaan 7,02 persen. Sementara ketimpangan pendapatan perdesaan 0,324 dan perkotaan
0,4.
b. Pemanfaatan Ruang. Pemanfaatan ruang belum sesuai dengan peruntukannya menyebabkan
terjadinya korban bencana alam dan hambatan pembangunan infrastruktur.
c. Kepastian hukum ha katas tanah dan ketimpangan pemilikan, penguasaan, penggunaan, dan
pemanfaatan tanah. Cakupan bidang tanah bersertifikat yang masih rendah dan ketimpangan
kepemilikan lahan antara rumah tangga tani dan pemilik lahan.
d. Ancaman Bencana. Tingkat risiko bencana di Indonesia sangat tinggi. Mayoritas pemukiman dan
infrastruktur dibangun di area rawan bencana

2. Apa tujuan dari Undang-undang No.4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial?
(Tahun 2014)

3. Sebutkan ruang lingkup penyelenggaraan informasi geospasial?


(Tahun 2014)

4. Sebutkan jenis informasi geospasial dasar (IGD) menurut undang-undang no.4 tahun 2011 tentang
Informasi Geospasial?
Jawaban:
IGD meliputi :
a. Jaring control geodesi, meliputi
 JKHN: digunakan sebagai kerangka acuan posisi horizontal untuk IG. Koordinat JKHN
ditentukan dengan metode pengukuran geodetic tertentu, dinyatakan dalam system
referensi koordinat tertentu, dan diwujudkan dalam bentuk tanda fisik. JKHN diklasifikasikan
berdasarkan tingkat ketelitian koordinat horizontal.
 JKVN: digunakan sebagai kerangka acuan posisi vertikal untuk IG. Tinggi JKVN ditentukan
dengan metode pengukuran geodetic tertentu, dinyatakan dalam system referensi
koordinat tertentu, dan diwujudkan dalam bentuk tanda fisik. JKVN diklasifikasikan
berdasarkan tingkat ketelitian vertical.
 JKGN: digunakan sebagai kerangka acuan posisi gaya berat untuk IG. JKGN ditetapkan
dengan metode pengukuran geodetic tertentu, mengacu pada titik acuan gaya berat absolut
dan diwujudkan dalam bentuk tanda fisik. JKGN diklasifikasikan berdasarkan tingkat
ketelitian gaya berat. Setiap orang menjaga tanda fisik jaring control geodesi.
b. Peta dasar, berupa: Peta Rupabumi Indonesia; Peta Lingkungan Pantai Indonesia; dan Peta
Lingkungan Laut Nasional.
Peta Rupabumi Indonesia, garis pantai ditetapkan berdasarkan garis kedudukan muka air laut
rata-rata. Pada Peta Lingkungan Pantai Indonesia dan Peta Lingkungan Laut Nasional, garis
pantai ditetapkan berdasarkan kedudukan muka air laut surut terendah. Garis pantai ditentukan
dengan mengacu pada JKVN.

IGD diselenggarakan secara bertahap dan sistematis untuk seluruh wilayah NKRI dan wilayah
yurisdiksinya. IGD dimutakhirkan secara periodic dalam jangka waktu tertentu.
UJIAN TENGAH SEMESTER II 2013-2014
GD2206 Hukum dan Perundangan Geospasial

1. Sains adalah suatu cara untuk memahami fenomena-fenomena di alam secara terorganisir,
sistematik, dan melalui berbagai metode saintifik yang terbakukan.
Teknologi adalah metode pengaplikasian ilmu-ilmu sains untuk mempermudah kehidupan dengan
memanfaatkan alam.
Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur
tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan.
Kaitan ketiganya adalah sains perlu dipahami oleh manusia untuk mempermudah mempelajari
keadaan alam dan memanfaatkannya untuk membuat teknologi yang bisa mempermudah suatu
kegiatan tanpa mengganggu keseimbangan alam diperlukan hokum untuk mengatur dan menjaga
keseimbangan alam

2. Hukum sebagai sistem pemaksaan berarti hukum memaksa setiap orang untuk tidak melakukan
suatu hal yang secara alamiah memang berdampak negative
Hukum sebagai sistem norma berarti hukum mengatur setiap orang untuk tidak melakukan suatu
hal yang didasari oleh kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dan menjadi dasar hukum

3. Penyelenggaraan IG dilakukan melalui kegiatan:


a. pengumpulan DG; b. pengolahan DG dan IG; c. penyimpanan dan pengamanan DG dan IG; d.
penyebarluasan DG dan IG; dan e. penggunaan IG.

4. Undang-Undang ini bertujuan untuk: a. menjamin ketersediaan dan akses terhadap IG yang dapat
dipertanggungjawabkan; b. mewujudkan penyelenggaraan IG yang berdaya guna dan berhasil guna
melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi; dan c. mendorong penggunaan IG dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.