Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan
keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagai
suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan
masyarakat. Efektifitas dan keberhasilan pembangunan terutama ditentukan
oleh dua faktor, yaitu sumber daya manusia, yakni (orang-orang yang terlibat
sejak dari perencanaan sampai pada pelaksanaan) dan pembiayaan.
Diantara dua faktor tersebut, yang paling dominan adalah faktor sumber
daya manusia nya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari
aparat penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi. Korupsi
merupakan salah satu kejahatan jenis white collar crime atau kejahatan kerah
putih. Kejahatan kerah putih mampu menarik perhatian masyarakat karena para
pelakunya adalah orang-orang yang dipersepsikan oleh masyarakat sebagai
orang-orang terkenal atau orang terpandang yang menyalahgunakan jabatan,
kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki untuk memperkaya diri sendiri atau
orang lain dengan cara melawan hukum sehingga dapat merugikan keuangan
negara atau perekonomian negara.
Timbulnya kejahatan sejenis seperti ini menunjukan bahwa sudah tidak
hanya kemiskinan saja yang menjadi penyebab timbulnya kejahatan, melainkan
faktor kemakmuran dan kemewahan pun dapat menjadi faktor pendorong
orang-orang melakukan kejahatan.
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah
menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik warung mencatat
pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang pada
warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan
dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang
dagangan dan kebutuhan operasional di warungnya. Maka, pada dasarnya
pemilik warung tadi telah menerpkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan

1
di bidang akuntansi tentu semakin luas dan kompleks jika dihadapkan pada
bisnis dengan skala yang lebih besar.
Seperti ilmu-ilmu lainya, ilmu akuntansi juga berkembang sesuai
perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Selain itu, faktor kebutuhan
juga ikut serta dalam perkembangan akuntansi itu sendiri. Akan tetapi, baik
akuntansi maupun ilmu-ilmu lain tidak berkembang dengan sendirinya tanpa
adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong akuntansi tersebut
berkembang dan bertahan hingga sekarang.
Perkembangan akuntansi sangat erat kaitannya dengan perkembangan dunia
usaha. Akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan
melakukan pencatatan hitungan itu. Hal ini  bisa dilihat pada pertengahan abad
ke-14, dimana pedagang-pedagang di Genoa sering membuat catatan harta
yang dibawa sewaktu berangkat berlayar dan catatan harta yang ada pada
waktu akhir pelayarannya. Kemudian membandingkan hasilnya untuk
menghitung laba atau rugi dari kegiatan perdagangannya. Seperti yang kita
ketahui akuntansi ini mulai dikenal sebagai suatu ilmu baru pada saat Lucas
Paciolo mengarang buku yang berjudul Summa deArithmetica, Geometrica,
Proportioni et Proportionalita, dimana dalam buku itu ada beberapa bagian
yang membahas tentang  perhitungan keuagan bagi para pengusaha. Oleh
karena itu, beliau dikenal sebagai Bapak Akuntansi. Maka dari itu, kita
harusnya bersyukur, karena berkat pengetahuan dan ilmu beliau, sekarang kita
bisa belajar ilmu akuntansi. Di akhir abad ke-15 peran Romawi sebagai pusat
perdagangan mulai berkurang dan berpindah ke negara-negara jalur
perdagangan baru seperti Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris. Selanjutnya
pada abad ke-19 berkembang revolusi industri di daratan Eropa. Perubahan
teknologi industri ini berdampak pula pada perkembangan ilmu akuntansi dan
muncul konsep  penyusutan/depresiasi. Kemudian seiring adanya penemuan
benua Amerika, maka para  pengusaha Eropa berpindah ke Amerika. Dan pada
akhir abad ke-19 berkembang perusahaan- perusahaan besar di Amerika.

2
Berdasarkan penjelasan di atas makan penulis menyimpulkan judul dari
makalah ini adalah “Sejarah Perkembangan Akuntansi Pada Periode
Revolusi Industri”.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas maka penulis merumuskan masalah dari makalah
ini, yaitu “Bagaimana Sejarah Perkembangan Akuntansi Pada Periode Revolusi
Industri”.

1.3. Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan dari makalah ini
yaiyu “untuk mengetahui sejarah perkembangan akuntansi pada periode
revolusi industri”

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Singkat Revolusi Industri


Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana
terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur,
pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang
mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi
Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa
Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh dunia.
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia,
hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri,
khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-
rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua
abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di

3
dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh
pemenang Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama
kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan
yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi
sebelumnya.
Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan
dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan
tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin
yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya
mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan
peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan
dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api. Adanya
peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang
berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-
besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya
populasi di kota-kota besar di Inggris.
Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-
kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada
sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan
momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di
akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan
perkembangan pembangkit tenaga listrik.

2.2. Perkembangan Akuntansi Pada Periode Revolusi Industri


Timbulnya Revolusi Industri pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif
terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang
perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang
organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang itu diatur tentang
kemungkinan  perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar
uang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Perusahaan dapat
dibentuk oleh kumpulan beberapa orang yang  bekerja bersama-sama dalam
satu badan. Keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan,  baik sebagai

4
informasi maupun sebagai pertanggungjawaban. Perkembangan ekonomi di
Inggris ini juga menular ke USA termasuk juga mengenai bentuk
perusahaannya. Beberapa masalah yang menimbulkan diperlukannya akuntansi
adalah perkembangan ilmu yang  berjalan sedemikian cepat, kegiatan ekonomi
pun berkembang demikian cepat dan menimbulkan  berbagai teknik dan
penerapan sistem akuntansi di antara perusahaan-perusahaan sehingga masalah
perbandingan dan kebenaran (kewajaran) laporan keuangan menjadi
permasalahan. Keadaan ini menimbulkan prasangka negatif bahwa manajemen
dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kehendak dan
kepentingannya sehingga dia dapat memanipulasi laporan keuangan dan
akibatnya laporan keuangan dianggap kurang bernilai dan sampai puncaknya
tahun 1930 pada masa depresi berat di USA. Akhirnya USA membentuk SEC
(Security Exchange Commission) sebagai salah satu lembaga yang banyak
mendorong tercapainya suatu  prinsip akuntansi yang baku. Dari lembaga ini
dan dari lembaga lainnya muncullah konsep, teori, dan perumusan-perumusan
yang sistematis tentang teori akuntansi. Dari sejak awal ilmu akuntansi tentu
terus berkembang baik akuntansi yang dimaksudkan untuk kepentingan
internal, pribadi atau manajemen sampai pada akuntansi keuangan untuk
kepentingan publik. Pemicu perkembangan pesat ilmu akuntansi ini dapat
dianggap disebabkan karena munculnya gelombang scientific management dan
bertambah meluasnya kepemilikan dan keterlibatan berbagai pihak dalam
manajemen perusahaan.
Belum banyak kajian yang membahas perkembangan ini, namun seorang
penulis Leo Herbert dalam artikelnya di The GAO Review (Fall 1972, p 31)
dengan judulGrowth Of Accountability Knowledge 1775-1975 menjelaskan
perkembangan akuntansi sebagai berikut :
Tahun 1775: Pada tahun ini mulai dikenal pembukuan baik single entry
maupun yang double entry.
Tahun 1800: Pada tahun ini dan sampai tahun 1875 masyarakat menjadikan
neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam menilai perusahaan.

5
Tahun 1825: Pada periode ini mulai dikenal pemeriksaan keuangan (Financial
Auditing).
Tahun 1850: Pada tahun ini laporan Laba Rugi menggantikan posisi Neraca
sebagai laporan yang dianggap lebih penting. Pada periode ini perkembangan
ilmu auditing semakin cepat dan audit dilakukan atas catatan pembukuan dan
laporan.
Tahun 1900: Di USA mulai diperkenalkan Sertifikasi Profesi yang dilakukan
melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional. Kemudian dalam periode ini
juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan laporan tentang pajak. Cost
Accounting mulai dikenal termasuk laporan dan statistik biaya dan produksi.
Tahun 1925: Banyak perkembangan yang terjadi tahun ini antara lain sebagai
berikut.
a. Mulai dikenal Akuntansi Pemerintahan serta pengawasan dana
pemerintah
b. Teknik-teknik analisis biaya juga mulai diperkenalkan.
c. Laporan keuangan mulai diseragamkan.
d. Norma Pemeriksaan Akuntansi juga mulai dirumuskan.
e. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai
dikenalnyaPunch Card Record.
f. Akuntansi untuk perpajakan mulai diperkenalkan.
Pada tahun1950-1975 banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan
akuntansi, yaitu sebagai berikut.

a. Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan komputer untuk


pengelolaan data.
b. Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP) sudah dilakukan.
c. Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
d. Jasa-jasa perpajakan seperti Konsultan Pajak dan Perencanaan Pajak
mulai ditawarkan profesi Akuntansi.
e. Management Accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk
kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang pesat.

6
f. Muncul jasa-jasa manajemen seperti Sistem Perencanaan dan
Pengawasan.
g. Perencanaan manajemen mulai dikenal demikian juga Management
Auditing.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
perkembangan industri dengan terjadinya Revolusi industri di eropa yang
berawal dengan ditemukannya mesin uap yang menyebabkan peraliahan
dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan
tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan
mesin yang berbasis menufaktur. Dengan beralihnya dari industri yang kecil
menjadi industri yang berbasis manufaktur maka dibutuhkan modal yang

7
lebih besar dan bank-bank bermunculan untuk membiayai kebutuhan itu.
Pada tahun 1800 ada 80 bank di London dan total 400 bank di seluruh
negeri itu. Pada tahun 1773 London Stock Exchange dibentuk dan tidak
lama kemudian diikuti oleh New York Exchange pada tahun 1792. Abad ke-
19 dan awal abad ke-20 menjadi saksi ekspansi besar-besaran dalam
industri, khususnya di Amerika Serikat dan Inggris.

Timbulnya Revolusi Industri pada tahun 1776 juga menimbulkan efek


positif terhadap perkembangan akuntansi. Dengan semakin kompleksnya
kegiatan perusahaan dan semakin banyak nya pihak yang terlibat didalam
suatu perusahaan, maka keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan
keuangan,  baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Dan juga Kebutuhan akan modal yang besar, yang menghendaki adanya
pemisahaan antara investor dan manajer, berarti bahwa salah satu tujuan
utama akuntansu haruslah pelaporan kepada pemilik yang tidak ikut serta
dalam kegiatan usaha sehari-hari. Informasi keuangan, yang sebelumnya
disiapkan terutama untuk penggunaan manjerial, semakin diperlukan oleh
para pemegang saham, investor, kreditor, dan pemerintah. Jadi, penghasilan
sebagai imbalan kepada investor harus dibedakan dari pengembalian modal
kepada pemilik
Leo Herbert dalam artikelnya di The GAO Review (Fall 1972, p 31) dengan
judulGrowth Of Accountability Knowledge 1775-1975, juga
menjelaskanperkembangan akuntasni pada tahun 1975 mulai dikenal
pembukuan baik single entry maupun yang double entry yang mana masih
di kerjakan secara manual hingga pada tahun 1975 akuntansi mulai
menggunakan komputer untuk pengelolahan data dan Perumusan prinsip
akuntansi (GAAP) sudah dilakukan.

8
9