Anda di halaman 1dari 7

Ciri-Ciri Pengelompokan Hewan berdasarkan Makanannya

Hewan yang dikelompokkan berdasarkan makanannya memiliki ciri yang


berbeda-beda. Ciri itulah yang nantinya akan membedakan antara hewan satu dengan
hewan lainnya.

Berikut ini adalah ciri hewan berdasarkan jenis makanannya :

1. Ciri Hewan Herbivora

Hewan pemakan tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan hewan
karnivora, hewan omnivora dan juga hewan lainnya. Setiap hewan memiliki ciri
khasnya sendiri-sendiri. Berikut ini adalah ciri-ciri hewan herbivora yang menjadi
pembeda dengan hewan lainnya:

Tidak bergigi taring – Salah satu ciri dari hewan herbivora adalah hewan ini
tidak memiliki gigi taring. Gigi taring tersebut ada pada hewan karnivora dimana
fungsinya adalah untuk merobek dan mengkoyak daging yang dimakannya. Karena
tidak memakan daging maka hewan herbivora tidak memiliki gigi taring.

Gigi geraham – Hewan herbivora memiliki gigi geraham dimana ciri dari
gigi itu adalah memiliki permukaan gigi yang bergelombang. Fungsi dari gigi
geraham tersebut adalah untuk menghaluskan makanan yang dimakannya sampai
lembut. Hewan herbivora memiliki kebiasaan akan mengunyah makanannya sampai
lembut dan halus terutama hewan dengan jenis mamalia yang memiliki. Gigi pada
hewan geraham kebanyakan adalah gigi geraham sehingga daun bisa diumatkan lebih
mudah dan lebih cepat.

Gigi seri – Hewan pemakan tumbuhan akan memiliki gigi seri yang tajam
dimana gigi seri itu bertugas untuk memotong dedaunan. Sebelum dikunyah
menggunakan gigi geraham, dedaunan itu akan dipotong-potong terlebih dahulu di
dalam mulut sebelum akhirnya dihaluskan.
2. Ciri Hewan Karnivora

Hewan karnivora adalah hewan pemakan daging yang suka memangsa hewan
lain. Karnivora dibagi menjadi beberapa macam yaitu karnivora yang memiliki kaki
empat, karnivora yang termasuk dalam unggas, karnivora pemakan serangga,
karnivora pemakan ikan dan karnivora pemakan hewan herbivora.

Berikut ini adalah ciri hewan karnivora yang harus diketahui :

Gigi taring – Ciri utama dari hewan karnivora adalah hewan ini memiliki gigi
taring yang berfungsi untuk mengkoyak daging yang dimakan. Gigi taring sangat
tajam sehingga memungkinkan hewan karnivora untuk bisa mengkoyak daging
dengan cepat dan juga mudah.

Cakar tajam –  Cakar tajam juga menjadi ciri dari hewan karnivora sebab
hewan karnivora akan mudah untuk menangkap mangsa menggunakan cakar yang
tajam tersebut. Cakar yang tajam bisa mencegkeram mangsanya dengan kuat
sehingga mangsa tidak akan bisa melarikan diri.

Indera yang baik – Hewan karnivora memiliki indera yang baik sehingga
indera itu bisa digunakan untuk memudahkan hewan itu dalam menangkap
mangsanya. Tidak mengherankan jka hewan karnivora bisa mencium mangsanya dari
jarak kejauhan, selain itu indera penglihatannya pun berfungsi dengan baik, indera
pedengaran hewan tersebut pun juga cenderung bagus untuk mendengar suara
pergerakan hewan yang akan dimangsanya tersebut.

Memikiki racun – Untuk hewan karnivora jenis tertentu dilengkapidengan


racun yang bisa digunakan untuk memangsa hewan lain. Jika burung elang, singa,
harimau memiliki cakar yang tajam untuk menangkap mangsanya. Hewan karnivora
dengan jenis ular yang tidak memiliki cakar tajam dilengkapi dengan bisa dan racun
yang bisa digunakan untuk meracuni mangsanya. Ular juga memiliki gigi taring yang
kuat seperti harimau, macan dan hewan karnivora lainnya.
Gigi geraham yang tajam – Khusus hewan karnivora, gigi geraham yang ada
pada hewan karnivora juga memiliki ketajaman yang tinggi seperti gigi taring. Fungsi
gigi geraham itu berguna untuk mengunyah daging hewan beserta tulang-tulangnya.
Gigi geraham pada hewan karnivora lebih tajam dibandingkan dengan gigi geraham
pada hewan herbivora.

Memiliki paruh yang tajam – Untuk hewan karnivora seperti burung bangau
dan burung pelikan dibekali kemampuan berupa paruh yang tajam. Burung bangau
dan pelican adalah hewan pemangsa ikan, paruh yang tajam itu berguna untuk
merobek tubuh ikan sehingga ikan tersebut bisa dimangsa dengan mudah.

3. Ciri Hewan Omnivora

  Hewan omnivora adalah pemakan segala yang bisa memakan tumbuhan dan
juga bisa memakan daging. Manusia pun juga termasuk dalam pemakan segala.
Berikut ini adalah ciri-ciri hewan omnivora yang harus kita ketahui :

Gigi taring – Hewan dengan jenis hewan omnivora dilengkapi dengan gigi
taring. Fungsi dari gigi taring pada hewan omnivora adalah untuk mengoyak daging
hewan yang dimangsanya. Hewan omnivora akan mengunyah daging yang
dimakannya menggunakan gigi taring.

Gigi seri – Hewan omnivora juga dilengkapi dengan gigi seri yang tajam.
Sebelum dikoyak menggunakan gigi taring, daging yang masuk ke dalam mulut
hewan tersebut akan di potong menggunakan gigi seri.

Gigi geraham – Ketika memakan sayuran, gigi yang digunakan oleh hewan
omnivora adalah gigi geraham. Fungsi dari gigi geraham itu adalah untuk melumat
dan menghaluskan sayuran yang dimakannya.

Gigi berfungsi dengan baik – Gigi pada hewan omnivora memiliki tiga jenis
gigi yang berbeda, namun ketiga gigi tersebut akan berfungsi dengan baik ketika
mengunyah makanan. Sehingga masing-masing gigi akan menjalankan fungsinya
masing-masing dengan cara yang baik.

4. Ciri Hewan Pemakan Biji-Bijian

Hewan pemakan biji-bijian memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh
hewan lainnya. Hewan pemakan biji-bijian memiliki ciri yang berbeda sebab hewan
tersebut hanya bisa memakan biji-bijian saja dan tidak bisa memakan selain bii-
bijian. Berikut ini adalah ciri-ciri hewan pemakan biji-bijian:

Bentuk paruh – Hewan pemakan biji-bijian bisa dilihat dari bentuk


paruhnya. Bentuk paruh dari hewan pemakan biji-bijian adalah memiliki paruh yang
pendek, paruh tersebut juga lebih tebal dibandingkan dengan paruh burung lain.
Tidak hanya itu saja, paruh pada hewan pamakan biji-bijian pun memiliki bentuk
paruh yang rucing. Fungsi dari paruh yang runcing itu adalah berfungsi untuk
membelah biji-bijian sehingga bisa mudah untuk dimakan.

Kaki yang langsing – Bentuk kaki pada burung pemakan biji-bijian memiliki
bentuk yang langsing. Hal itu dikarenakan bentuk kaki tersebut bermanfaat untuk
bertengger di dahan pohon padi atau di pohon yang lainnya.

Ciri-Ciri Hewan berdasarkan Tempat Hidupnya

Hewan yang hidup di darat, air dan juga hidup di dua alam memiliki ciri
khasnya masing-masing. Sayangnya tidak semua orang bisa mengetahui ciri-ciri dari
hewan tersebut.

Berikut ini adalah ciri-ciri hewan berdasarkan tempat hidupnya:

1. Ciri Hewan Darat

Hewan darat memiliki ciri-ciri seperti berikut ini:


Bentuk tubuh – Hewan darat memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda, hal
itu dikarenakan bentuk tubuh hewan akan menyesuaikan dengan tempat hidupnya.
Bentuk tubuh hewan itu akan menyesuaikan dengan lingkungan tempat hidupnya.

Bernafas menggunaan paru-paru – Ciri lainnya adalah sistem pernafasan


hewan yang ada di darat adalah bernafas menggunakan paru-paru. Semua hewan
darat mayoritas akan menggunakan pernafasan paru-paru seperti sapi, kelinci,
kambing dan masih banyak lagi lainnya.

Tidak berselaput – Ciri kaki pada hewan yang ada di darat adalah tidak
memiliki selaput. Hal itu dikarenakan kaki tersebut akan digunakan untuk berjalan di
atas tanah, jika ada selaputnya hal itu akan menyusahkan hewan tersebut untuk
menginjak tanah dan berjalan di atas tanah.

Hidup di darat – Ciri paling nyata dari hewan yang tinggal di darat adalah
hewan-hewan tersebut menginjak tanah dan hidup di darat. Semua hewan yang
kakinya menginjak tanah disebut dengan hewan darat.

Mencari makanan – Hewan yang hidup di darat mayoritas akan mencari


makanannya di darat meskipun ada salah satu jenis hewan yang mencari makanannya
di sungai. Hewan seperti burung bangau dan juga burung pelikan adalah hewan
karnivora yang mencari makannya di air, sebab makanan burung-burung tersebut
adalah ikan yang ada di perairan.

Memiliki daun telinga –  Kebanyakan hewan yang hidup di darat dia akan
memiliki daun telinga, hal itu dikarenakan hewan yang ada di darat akan
menggunakan daun telinga untuk mendengarkan pergerakan mangsa yang ada di
sekitarnya.

Tidak bisa berenang – Hewan yang ada di darat pada umumnya tidak bisa
berenang, meskipun ada hewan darat yang bisa berenang karena terpaksa. Jika bisa
berenang, kemampuan berenang hewan itu berbeda dengan hewan yang tinggal di air.
2. Ciri Hewan Air

Hewan yang hidup di air memiliki ciri yang berbeda dengan hewan yang hidup di
darat. Berikut ini adalah ciri hewan yang hidup di air :

Insang – Sistem pernafasan pada hewan yang hidup di air akan menggunakan
insang. Bentuk insang berbeda dengan paru-paru, insang itulah yang bisa membuat
hewan yang ada hidup di air masih bisa bernafas meski berada di dalam air.

Sirip – Hewan yang ada di air juga ada yang dilengkapi dengan sirip. Sirip
tersebut berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh ketika di dalam air.
Keseimbangaan pada tubuh ikan sangat bagus karena memiliki sirip seperti telinga di
sisi kanan dan kiri tubuhnya. Selain itu sirip ekor juga bermanfaat untuk menjaga
keseimbangan tubuh agar badan tidak oleng ke kanan maupun ke kiri.

Bernafas dengan paru-paru – Ada hewan air yang bernafas menggunakan paru-
paru. Hewan tersebut adalah ikan hiu, paus dan juga lumba-lumba.

Metamorfosis di air – Ciri hewan yang hidup di air adalah dia akan melakukan
metamorfosis di dalam air. Metamorfosis merupakan perubahan bentuk hewan dari
waktu ke waktu.

Tidak memiliki daun telinga – Ciri dari hewan yang hidup di air adalah dia
tidak memiliki daun telinga.

3. Ciri Hewan Yang Hidup Di Dua Alam

 Hewan yang hidup di dua alam memiliki ciri yang unik sebab dia bisa hidup di darat
maupun di air. Berikut ini adalah ciri khas hewan yang hidup di dua tempat :

Kulit berlendir – Hewan amfibi memiliki ciri khas yaitu kulit yang berlendir. Coba
anda pegang kulit katak dan juga hewan amfibi lainnya, kulit hewan itu licin karena
memiliki lendir.
Metamorfosis sempurna – Hewan amfibi seperti katak akan memiliki metamorfosis
sempurna dimulai dari telur katak sampai menjadi katak dewasa.

Jantung amfibi – Jantung amfibi memiliki bagian unik dimana bagian jantung itu
terdapat tiga ruangan. Ruangan itu adalah dua serambi jantung dan juga satu bilik
jantung.

Alat pernafasan yang berbeda – Ciri amfibi lainnya adalah hewan ini memiliki ciri
yang berbeda-beada. Sistem pernafasan yang berbeda-beda itu terlihat saat amfibi
masih dalam bentuk larva dan saat amfibi memasuki usia dewasa. Saat masih menjadi
larva, amfibi akan menggunakan insang sedangkan ketika menjadi katak dewasa
amfibi akan bernafas menggunakan paru-paru dan juga kulit.