Anda di halaman 1dari 20

ILMU EKONOMI MIKRO

Oleh:

1. Putu Lisna Yanti (19110101108)


2. Ni Kadek Intan Mariani (19110101109)
3. Ni Luh Indah Puspa Yanti (19110101110)
4. Ni Luh Hari Erika (19110101119)

Program Studi Ilmu Ekonomi Mikro

Tahun ajaran 2019/2020


4.1 TEORI PERMINTAAN
Permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan
dan harga, berdasarkan ciri antara permintaan dengan harga barang dapat dibuat
dengan grafik kurva permintaan.
 beberapa penentu permintaan

permintaan seseorang atau masyarakat kepada suatu barang di tenyukan oleh


banyak factor seperti yang dinyatakan dibawah ini :

a. Harga barang itu sendiri


b. Harga barang lain yang berkaitan dengan barang tersebut
c. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
d. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
e. Cita rasa masyarakat
f. Jumblah penduduk
g. Ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan datang
 Harga dan permintaan

Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang


menyatakan “ makin rendah harga suatu barang maka makin banyak
permintaan terhadap barang tersebut”. Sebaliknya “makin tinggi harga suatu
barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut”.

 Daftar permintaan
Daftar permintaan ialah suatu table yang memberi gambaran dalam
angka- angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang
yang diminta oleh masyarakat.dalam gambaran itu jelas ditunjukkan
bahwa makin tinggi harga buku tulis “maka makin sedikit jumlah buku
tulis yang di minta dan sebaliknya semakin rendah harganya akan
semakin banyak buku tulis yang diminta”
Tabel 4.1

Keadaan Harga (ripuah) Jumlah yang diminta (unit)

P 5000 200
Q 4000 400
R 3000 600
S 2000 900
T 1000 1300

Gambar 4.1

D
5 P

Q
4

R
3

S
2

1 T
D

0 200 600 1000 1400


 Kurva permintaan
Kurva permintaan dapat didefinisikan sebagai suatu kurva yang
menggambarkan sifat hubungan anatara harga suatu barang tertentu
dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.
dalam menganalisis permintaan perlu di sadari anata dua istilah berikut
: permintaan dan jumlah barang yang diminta.
Apabila ahli ekonomi mengatkan “ permintaan” yang mereka
maksudkan adalah keseluruhan daripada kurva permintaan.jadi
permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan
anatara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan “jumlah barang yang
diminta” dimaksudkan sebagai banyaknya permintaan pada suatu
tingkat harga tertentu.

 Permintaan perseorangan dan permintaan pasar


Permintaan terhadapsuatu barang dapat dilihat dari dua sudut,yaitu
permintaan yang dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang
dilakukan oleh semua orang dalam pasar.oleh karena itu, dalam
analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan prseorangan dan
kurva permintaan pasar. Untuk memperoleh kurva permintaan pasar,
kurva permintaan berbagai individu dalam pasar harus di jumlahkan
Tabel 4.2

Harga jumlah yang diminta

Permintaan ali permintaan badu permintaan pasar


Rp 5000 10 + 10 = 20
4000 15 + 15 = 30
3000 30 + 20 = 50
2000 50 + 30 = 80
1000 70 + 45 = 115
/

4.1.1 Efek factor bukan –harga terhadap permintaan


Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara
harga suatu barang dengan jumlah barang yang diminta. Oleh karena itu,
untuk melengkapi analisi mengenai teori permintaan adalah perlu untuk
menganalisis bagaimana factor penting lainya dapat mempengaruhi
permintaan.

 HARGA BARANG BARANG LAIN


Hubungan antara suatu barang dengan jenis barang lainnya dapat dibedakan
menjadi tiga bagian : 1. Barang lain merupakan pengganti,2. Arang lain itu merupakan
pelengkap, 3. Kedua barang tidak mempunyai kaitan sama sekali barang netral.
1. BARANG PENGGANTI
Sesuatu barang yang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia
dapat menggantikan fungsi barang tersebut. Kopi dan teh dapat saling menggantikan
fungsinya. Seorang yang suka meminum teh selalu dapat menerima minuman kopi
apabila teh tidah ada. Sebaliknya seorang peminum kopi tidak akan menolak meminum
teh apabila kopi tidak ada. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan
barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah
maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
Dengan demikian apabila harga kopi turun maka permintaan terhadap teh akan
berkurang. Sebaliknya, apabila harga kopi naik maka permintaan terhadap teh akan
menigkat.
2. BARANG PELENGKAP
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka
barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Gula adalah
barang pelengkap kepada kopi atau teh karena pada umumnya kopi dan teh yang kita
minum harus dibubuhi gula. Kenaikan dan penurunan permi
3. BARANG NETRAL
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan
sama sekali. Maksudnya, perubahan permintaan dan harga beras tidak akan
mempengaruhi permintaan buku tulis begitu juga sebaliknya. Apabila dua macam barang
tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu
barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya.

 PENDAPATAN PARA PEMBELI


Pendapatan para pembeli merupakan factor yang sangat penting dalam
menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapat selalu
menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan
sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai
barang dapat dibedakan menjadi empat golongan : 1.barang inferior, 2. Barang
esensial, 3. Barang normal, 4.barang mewah.

1. BARANG INFERIOR
Adalah barang yang banyak diminati oleh orang-orang yang berpendapat
rendah. Contohnya : ubi kayu, karena jika orang-orang memiliki pendapatan yang
rendah maka mereka akan mengkonsumsi ubi kayu sebagai pengganti beras atau
makanan ringan. Kalau pendapatan meningkat maka konsumen mempunyai
kemampuan untuk membeli barang makanan lain.
2. BARANG ESENSIAL
Adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat
sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari makanan pokok masyarakat dan
pakaian yang paling utama.
3. BARANG NORMAL
Suatu barang yang dikatakan barang normal apabila ia mengalami
kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapat. Beberapa
contohnya adalah pakaian, sepatu, dan berbagai jenis peralatan rumah.ada dua
factor yang mempengaruhi barang-barang seperti itu permintaannya akan
mengalami kenaikan kalau pendapatan para pembeli bertambah, yaitu
pertambahan pendapat menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak
barang, dan pertambahan pendapat memungkinkan para pembeli menukar
konsumsi mereka dari barang yang kurang baik mutunya kepada barang-barang
yang lebih baik.
4. BARANG MEWAH
Jenis-jenis barang yang dibeli apabila pendapatan mereka relative tinggi
termasuk dalam golongan ini, seperti emas, intan, dan mobil.biasanya barang-
barang ini baru dibeli masyarakat apabila sudah dapat memenuhi kebutuhan yang
pokok seperti makana, pakaian, dan perumahan.

 BEBERAPA FAKTOR LAIN


Beberapa factor lain yang cukup penting perannya dalam mempengaruhi
permintaan terhadap suatu barang adalah distribusi pendapatan, cita rasa, jumblah
penduduk, dan ekspektasi mengenai keadaan masa depan.
1. DISTRIBUSI PENDAPATAN
Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan
terhadap berbagai jenis barang. Barang- barang yang digunakan oleh orang kaya
akan berkurang permintaannya, tetapi sebaliknya barang-barang yang digunakan
oleh orang yang berpendapatan rendah akan menglami kenaikan pendapat akan
bertambah prmintaanya. Misalnya , permintaan terhadap mobil mewah akan
berkurang tetapi permintaan terhadap rumah harga murah semakin bertambah.
2. CITA RASA MASYARAKAT
Cita rasa mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keinginan
masyarakat untuk membeli barang-barang. Pada tahun 1960-an sedikit sekali
orang yang suka menggunakan mobil-mobil buatan jepang. Tetapi semenjak
tahun 1970-an suasana sudah sangat berubah. Di berbagai Negara didunia
didapati mobil buatan jepang sangatlah populerdan banyak digunakan oleh orang-
orang. Contoh ini menggambarkan bagaimana perubahan cita rasa masyarakat
dapat mempengaruhi permintaan berbagai jenis barang.
3. JUMBLAH PENDUDUK
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan
pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh
perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang
yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat.
4. EKSPEKTASI TENTANG MASA DEPAN
Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang
akan datang mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga-
harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong merekan
untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada
masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalan bahwa lowongan kerja akan
bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan
mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi
permintaan.
4.1.2 “ GERAKAN SEPANJANG “ DAN PERUBAHAN KURVA PERMINTAAN

Hal ini dapat dilakukan dengan menerangkan perubahan permintaan kepada


dua pengertian, yaitu gerakan sepanjang kurva permintaan dan perpindahan
kurva permintaan.

 GERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN


Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang
diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.

 PERGESERAN KURVA PERMINTAAN

Kurva permintaan akan bergerak ke kanan atau ke kiri, yaitu seperti yang
digambarkan pada tabel, apabila terdapat perubahan permintaan yang ditimbulkan
oleh factor bukan-harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan ini akan
menyebabkan kurva permintaan pindah ke kanan atau ke kiri. Apabila factor-
faktor lain tidak mengalami perubahan, kenaikan pendapatan ini akan menaikkan
permintaan, yaitu pada setiap tingkat harga jumblah yang diminta menjadi
bertambah banyak.
4.2 TEORI PENAWAN DAN KURVA PENAWARAN

Terdapatnya permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan


transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujud hanya dapat dipenuhi apabila para penjual
dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut.

Pada tingkat ini analisis hanya dibatasi kepada menerangkan dua hal berikut :

 Sifat hubungan antara harga dan penawaran


 Factor-faktor penting yang mempengaruhi penawaran
 PENENTU-PENENTU PENAWARAN

Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat


harga ditentukan oleh beberapa factor. Yang terpenting adalaha :

1. Harga barang itu sendiri


2. Harga barang-barang lain
3. Biaya produksi
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
5. Tingkat teknologi yang digunakan

Dalam menganalisis mengenai pemintaan telah dinyatakan bahwa adalah tidak


mungkin untuk membicarakan secara sekaligus bagaiman permintaan dipengaruhi oleh
perubahan daripada factor yang menentukannya. Dalam menganalisis mengenai
penawaran, cara seperti itu juga perlu dilakukan. Denga memisalkan factor-faktor lain
tidak berubah atau ceteris paribus maka terlebih dahulu akan diperhatikan pengaruh
perubahan harga terhadap jumblah barang yang ditawarkan penjual.
 CIRI HUBUNGAN ANTARA HARGA DAN PENAWARAN

Harga suatu barang selalu dipandang sebagai factor yang sangat penting dalam
menentukan penawaran barang tersebut. Oleh karena itu, teori penawaran terutama
menumpukan perhatiannya kepada hubungan diantara tingkat harga dengan jumblah
barang yang ditawarkan.

1. HUKUM PENAWARAN

Adalah suatau pernyataan yang menjeskan tentang sifat hubungan antara harga
sesuatu barang dan jumblah barang tersebut yang ditawarkan para penjual. Dalam hukum
ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya apabila
harganya tinggi dan bagaimana pula keinginan untu menawarkan barang tersebut apabila
harganya rendah. Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi
harga sesuatu barang, maka semakin banyak jumblah barang tersebut akan ditawarkan
oleh para penjual. Sebaliknya semakin rendah sesuatu barang semakin sedikit jumblah
barang yang ditawarkan.

2. DAFTAR PENAWARAN

berdasarkan kepada hukum penawaran diatas, sekarang dapatlah dibuat suatu


gambaran mengenai jumblah penawaran sesuatu barang pada berbagai tingkat harga.

3. KURVA PENAWARAN

Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga
suatu barang tertentu dengan jumblah barang tersebut yang ditawarkan. Seperti ketika
menganalisis kurva permintaan, dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan
diantara dua pengertian, yaitu “penawaran” dan “ jumblah barang yang ditawarkan”.
Dalam analisis ekonomi penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Sedangkan
jumblah barang yang ditawarkan berarti jumblah barang yang ditawarkan pada suatu
tingkat harga tertentu.

TABEL 4.3

Daftar Penawaran Buku Tulis

Keadaan Harga (rupiah) Jumlah yang di tawarkan (unit)


A 5000 900
B 4000 800
C 3000 600
D 2000 375
E 1000 100
GAMBAR 4.5

KUERVA PENAWARAN BUKU TULIS

 PENGARUH FAKTOR BUKAN-HARGA TERHADAP PENAWARAN


Telah dinyatan bahwa penawaran sesuatu barang ditentukan oleh harga
barang itu sendiri dan juga oleh beberapa factor lainnya. Untuk melengkapi
analisis mengenai factor-faktor yang mempengaruhi penawaran, selanjutnya perlu
pula diteliti peranan factor-faktor lainnya dalam mempengaruhi jumblah barang
yang ditawarkan.

1. HARGA BARANG LAIN


Telah diterangkan dalam membahas teori permintaan bahwa barang-
barang ada yang saling bersaing (barang-barang pengganti) satu sama
lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena kenaikan biaya
produksi diluar negeri maka buku tulis yang diinpor betambah mahal
harganya.
2. BIAYA UNTUK MEMPEROLEH FAKTOR PRODUKSI
Pembayaran kepada factor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang
sangat penting dalam proses produksi berbagai perusahaan. Pengeluaran
tersebut mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan biaya
produksi. Tanpa adanya kenaikan produktivitas dan efisensi, kenaikan
factor-faktor produksi akan menaikkan biaya produksi.
3. TUJUAN PERUSAHAAN
Dalam teori ekonomi selalu dimisalkan perusahaan berusaha
memaksimumkan keuntungan. Dengan pemisalan ini tiap perusahaan
tidak berusahan untuk menggunakan kapasitas memproduksinya secara
maksimal,tetapi akan menggunakannya pada tingkat kapaitas yang
memaksimimkan keuntungannya. Dalam bab-bab yang kemudian akan
dapat dilihat bahwa keuntungan maksimal dicapai bukan pada kapasitas
produksi mencaoai maksimum. Tujuan yang berbeda-beda tersebut
menimbulkan efek yang berbeda terhadap penentuan tingkat produksi.
Dengan demikian penawaran suatu barang akan berbeda sifatnya
sekitarnya terjadi perubahan dalam tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

4. TINGKAT TEKNOLOGI
Tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam
menentukan banyaknya jumblah barang yang dapat ditawarkan. Kenaikan
produksi dan perkembangan ekonimi yang pesat di berbagai Negara
terutama disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin moderent
dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang kemajuan teknologi
menimbulkan dua efek, yaitu produksi dapat ditambah dengan lebih
cepat , dan biaya produksi semakin murah. Dengan demikian
keuntungan menjadi bertambah tinggi. Berdasarkan kepada kedua akibat
ini dapatlah ditimbulkan bahwa kemajuan teknologi cenderung untuk
menimbulkan kenaikan penawaran.

 GERAKKAN SEPANJANG KURVA PENAWARAN DAN


PERGESERAN KURVA PENARAWAN

Pada mulanya kurva penawaran adalah S.titik A menggambarkan bahwa pada waktu harga
adalah P jumah barang yang di tawarkan adalah Q. sekiranya harga turun menjadi P1 hubungkan
diantara harga dan jumlah yang ditawarkan jika pindah ke titik B. berarti ini sekarang jumlah
yang di tawarkan hanyalah sebanyak Q1.perubahan ini menggambarkan gerakkan sepanjng
kurva penawaran

Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat pula berlaku sebagai akibat dari pergeseran
kurva penawaran

GAMBAR 4.6
Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran Dan Pergeseran Kurva Penawaran
 PENENTUAN HARGA DAN JUMLAH YANG DI PERJUAL
BELIKAN

Harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang di perjual belikan, ditentukan oleh
permintaan dan penawaran barang tersebut oleh karena itu untuk menganalisis mekanisme
penentuan harga dan jumlah barang yang di perjual belikan, secara serentak perlulah dianalisis
permintaan dan penawaran terhadap suatu barang tertentu yang wujud di pasar.

 MENENTUKAN KESEIMBANGAN SECARA ANGGKA

Sekarang dapatlah dibandingkan permintaan dan penawaran buku tulis pada berbagai tingkat
harga. Didapati ada tiga keadaan yang mungkin didapati. Keadaan yang pertama adalah keadaan
kelebihan penawaran adalah jumblah yang ditawarkan dipasar adalah melebihi kedaan yang
diminta para pembeli. Keadaan ini berlaku apabila harga melebihi Rp 3000. Pada tingkat harga
sebesar Rp 3000 yang berlaku adalah keadaan dimana permintaan sama dengan penawaran, yaitu
pada harga tersebut jumblah yang ditawarkan para penjual sama dengan yang diinginkan
pembeli. Keadaan yang ketiga adalah keadaan kelebihan perintaan, yaitu jumblah yang diminta
para pembeli melebihi daripada yang ditawarkan para penjual. Ia wujud pada waktu harga kuran
dariRp 300.

Tabel 4.4
Perhatikan pula sekarang sekiranya harga sangat rendah , misanya harga buku tulis adalah Rp
1000. Pada harga ini sebanyak 1300 buah buku diminta para pembeli, sedangkan para penjual
hanya bersedia menjual sebanyak 100 buah. Permintaan para pembeli yang tidak dipenuhi
tersebut ,atau kelebihan permintaan, menyebabkan para penjual menaikkan harga. Disamping itu
juga para pembeli banyak yang tersedia membeli buku tulis dengan harga yang lebih tinggi dan
akan mendorong kepada kenaikan harga. Keadaan yang sama akan wujud apabila harga satu
buku tulis adalah Rp 2000. Bagaimanakah interaksi diantara permintaan dan penawaran pada
harga Rp3000? Sbanyak 600 buku tulis diminta pembeli, dan penjual menawarkan jumblah yang
sama. Dengan demikian tidak terdapat kelebihan atau kekurangna permintaan dan penawaran.
Karena masing-masing pihak merasa puas dengan keadaan yang wujud, tidak terdapat perubahan
harga dan jumblah barang yang ingin diperjual belikan. Keadaan yang wujud tersebut adalah
keadaan yang kekal, dan dikenal sebagai keadaan keseinbangan atau ekuilibrium. Dan harga
yang diwujudkan dinamakan harga keseimbangan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan ialah: jumblah yang ditawarkan sama dengan
jumbalah yang diminta.

 MENENTUKAN KESEIMBANGAN SECARA GRAFIK

Kurva DD menggambarkan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran


buku tulis. Kedua kurva tersebut di lukis berdasarkan angka permintaan dan penawaran yang
terdapat dalam tabel 4.4. pada harga melebihi dari Rp. 3000 kurva penawaran berada di sebelah
kanan kurva permintaan : berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan
harga akan mengalami penurunan.pada harga kurang dari Rp.3000 keadaan yang sebalikknya
berlaku. Kurva permintaan berada di sebelah kurva penawaran, yang berarti permintaan melebihi
penawaran ketidak seimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu ia cenderung untuk
mengalami kenaikan. Pada harga Rp.3000 kurva permintaan dan penawaran saling berpotongan
yaitu di titik E perpotongan ini berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian
keadaan keseimbangan tercapai

 MENENTUKAN KEADAAN KESEIMBANGAN SECARA


MATEMATIKA

Dengan menggunakan tabel dan grafik, keadaan keseimbangan pasar dapat juga ditunjukan
secara matematika.

 PERSAMAAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Untuk keperluan tersebut perlulah ditentukan dua persamaan,yaitu persamaan permintaan dan
persamaan penawaran.

 Persamaan permintaan
Q =C-dP
 Persamaan penawaran
Q =-m + Np

Dimana:

i. C adalah suatu angga tetap. Nilainya menunjukkan jumlah


barang yang diminta apabila tingkat harga adalah 0. Nilai C
selalu positif.
ii. D adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu
negative ( -d ) karena kurva permintaan menurun dari kiri
ke kanan
iii. M adalah suatu anggka tetap. Nilainya menunjukkan
jumlah barang yang ditawarkan apabila tingkat harga
adalah 0. Biasanya nilai m adalah negatife (-m )
iv. N adalah kecondongan kurva penawaran .Nilainya selalu
positif karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
v. Q adalah kuantitas yang diminta,Q adalah kuantitas yang
ditawarkan dan P adalah tingkat harga.

Bahwa keseimbangan pasaran dicapai apabila kuantitas yang dimita sama dengan kuantitas yang
di tawarkan.Dengan demikian secara matematika, syarat keseimbangan yaitu :

Qd = Qs

Atau C- dp = -m + nP

 PERUBAHAN PRMINTAAN DAN PENAWARAN

Untuk bagaimana mlihat bagaimana tiap- tiap perubahan permintaan dan penawaran akan
mempengaruhi keadaan keseimbangan,dalam gambar 4.8

 Efek pertambahan permintaan


Pergeseran kurva permintaan kekanan, yaitu dari DD menggambarkan berlakunya
pertambahan permintaan yaitu seperti yang ditunjukkan dalam grafik
(i)menyebabkan keseimbangan pindah dari E menjadi E1. Permindahan ini menunjukkan
bahwa kenaikan permintaan menyebabakan harga naik dari P ke P1 dan barang yang di
perjualbelikan bertambah dari Q ke Q1.
 Efek pertambahan penawaran
Dalam grafik (ii) ditunjukkan kurva penawaran bergeser dari SS menjadi S1 S1 dan
perubahan ini berarti penawaran telah bertambah. Kenaikan ini menyebabkan keadaan
keseimbangan menjadi berubah dari E ke E1. Berarti harga turun dari P menjadi P1 dan
jumlah yang di perjualbelikan bertambah dari Q menjadi Q1.
 KESIMPULAN
Berdsarkan kedua tersebut (i) pengurangan permintaan ( kurva permintaan bergeser ke
kiri ) menyebabkan harga turun dan jumlah barang yang di perjualbelikan kurang;
manakala (ii) pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri)
menyebabakanharga naik dan jumlah barang yang di perjualbelikan berkurang.
 PERUBAHAN SERENTAK PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Beberapa kemungkinan perubahan serentak permintaan dan penawaran yang dapat berlaku.
perubahan berlaku mungkin kearah yang sama yaitu sama –sama mengalami kenaikan atau sama
–sama menurun. Tiap-tiap perubangan tersebut terdapat efek yang berbeda kepada penawaran
harga dan jumlah barang yang di perjualbelikan.akibat pertambahan ini terhadap harga dan
jumlah barang yang di perjualbelikan ditunjukkan dalam gambar 4.9.

Pada mulanya permintaan masyarakat terhdap sesuatu barang ditunjukkan oleh kurva
DD,sedangkan penawaran barang itu oleh para penjual ditunjukan oleh kurvaa SS.dengan
demikian pada mulanya keseimbangan dicapai di titik E. berarti tingkat harga mencapai P dan
jumlah barang yang diperjualbelikan yaitu Q. pada masa berikunya penawaran bertambah
menjadi S1S1 dan serentak dengan perubahan ini permintaan mengalami kenaikan dan sekarang
menjadi D1D1. Perubahan itu menyebabkan (i) harga naik (dari P menjadi P1 ) dan jumlah (ii)
jumlah barang yang di perjualbelikan bertambah – dri Q menjadi Q1.

 Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat


harga tidak berubah.
 Apabila pertambahan kurang dari pertambahan penawaran harga akan merosot.

Kedua grafik ini ditunjukkan pada gambar 4.10

Grafik (i) dalam gambar 4.10 Dimana pertambahan dalam permintaan adalah sama dengan
pertambahan dalam penawaran. Perubahan ini menyebabkan harga tidak mengalami
perubahan yaitu tetap besar P. grafik (ii) menunjukkan keadaan di mana perubahan
penawaran melebihi perubahan permintaan. Perubahan ini menyebabkan harga menurun
yaitu P menjadi P1.
 EKULIBRIUM (KESEIMBANGAN PASAR)

Ekulibrium adalah keadaan yang menunjukkan baik konsumen maupun produsen telah
menyetujui hargabsatu barang, yaitu harga yang konsumen bersedia membeli untuk sejumlah
barang sama dengan harga yang produsen bersedia menjual untuk sejumlah barang tersebut.
Penjual dan pembeli biasanya akan selalu mengambil tindakan yang bertujuan untuk mencapai
keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Situasi dimana jumlah penawaran lebih besar
dari permintaan disebut dengan surplus. Sebaliknya situasi dimana jumlah permintaan lebih
besar dari penawaran disebut dengan kekurangan ( shortage ) setelah pasar sampai ke titik
ekulibrium penjual dan pembeli sama-sama puas dan hargapun tidak akan berubah lagi.

 SYARAT-SYARAT TITIK KESEIMBANGAN PASAR

Titik keseimbangan pasar bagi barang dan jasa tertentu harus memenuhui syarat sebagai berikut:

1. Hanya berlaku untuk nilai- nilai ( p dan q ) yang positif .


2. Hanya berlaku untuk titik yang memenuhi syarat bagi (sesuai dengan ciri-ciri dari )
kurva permintaan maupun kurva penawaran

Jadi keseimbangan pasar ada satu walaupun mungkin ada dua titik potong antara fungsi
permintaan dan fungsi penawaran ( secara matematis ) tetapi hanya ada satu titik potong antara
kurva permintaan dan kurva penawaran.