Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN (

Metode Sahli, Cyanmet,Talquist, Cara


Spektrofotometri dan bahan makalah )
07.41 Posted by Cari ilmu kuy No Comments
1. PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN

Dua cara untuk pemeriksaan Hemoglobin yaitu : 


A. Cara Kolorimeteri 

1. Metoda Sahli 

Cari Ilmu Kuy

Prinsip : 
Hb + HCl  Hematin HCl (asam Hematin) yang berwarna Coklat, kemudian dibandingkan
dengan warna standar. 

Alat-alat : - Haemometer Sahli


- Vaccinostyle / autoklik
- Spuit
Bahan : - Darah kapiler / vena Pasien 
- Alkohol 70%
- Kapas 
- HCl 0,1 N
- Aquadest 

Prosedur : - Isi tabung Hemometer dengan HCl 0,1 N sampai angka 2


- Lakukan pengambilan darah kapiler atau vena pasien
- Darah dihisap dengan pipet Hb sampai tanda batas (20 ul).
- Masukkan kedalam tabung yang berisi HCl 0,1 N. 
- Campur merata dan tunggu sampai 3-5 menit. 
- Tambah aquadest tetes demi tetes sampai warnanya sama dengan warna standar. 

Kelemahan : - Kurang teliti, kesalahan besar 


- Warna asam hematin tidak stabil 
- Warna standar dapat berubah (tidak stabil)
- Tabung tidak selalu sama 
- Pengamatan mata setiap orang berbeda-beda

Normal : Laki-laki = 13,5 – 18,0 gr% 


Perempuan = 11,5 – 16,5 gr%.

2. Metoda Talquist

Cari Ilmu Kuy

Prinsip : Membandingkan warna darah dengan warna dengan  Skala warna. 


Alat-alat : - Buku standar Talquist 
- Vaccinostyle 
- Kertas saring 
Bahan : - Darah pasien 
- Alkohol 70% 
- Kapas 
- Aquadest 

Prosedur : - Bersihkan jari pasien dengan alkohol 70% 


- Tunggu sampai kering, kemudian tusuk dengan Vacinostyle 
- Darah yang keluar isap dengan kertas saring 
- Setelah kering dibandingkan warnanya dengan yang standar warna Talquist. 

Normal : laki-laki = 13,5  – 18,0 gr%


Perempuan = 11,5  – 16,5 gr%.

B. Cara Spektrofotometri 
1. Metoda Drabkin’s (Sianmethaemoglobin)
Cari Ilmu Kuy

Prinsip : Darah ditambah larutan yang berisi potasium cyanide dan potasium Ferricyanide
(Drabkins). Ferricyanide akan mengubah ion Fe dari bentuk Ferro (++) menjadi bentuk ferri (++
+) membentuk methemoglobin, yang kemudian tergabung dengan potassium cyanide
membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. 

Nilai Normal : Laki-laki = 14,0 – 18,0 g/dL


Perempuan = 12,0 – 16,0 g/dL

Alat-alat : - Spectrofotometer  
- Vaccinostyle / autoklik
- Spuit
- Tabung reaksi 
- Clinnipet 20 ul 
Bahan : - Darah kapiler / vena pasien 
- Alkohol 70% 
- Kapas 
- Aquadest 
- Reagen Drabkin’s 
- Pottasium ferricyanide (K3 Fe(CN)6 0,20 gr.
Fungsi: Merubah hemoglobin (Hb) menjadi MetHemoglobin
- Pottasium cyanide (KCN) 0,05 gr.
Fungsi: Merubah Methemoglobin menjadi Sianmethemoglobin.
- Sodium Bicarbonat (NaHCO3) 1, 00gr
Fungsi: mempercepat lisisnya eritrosit dan mengurangi kekeruhan.
- Aquadest sampai 1 liter (add). 

Prosedur : - Isi tabung dengan larutan drabkin’s 5 ml.


- Bersihkan jari pasien dengan alkohol 70%
- Lakukan pengambilan darah kapiler atau vena pasien
- Darah dihisap dengan pipet Hb sampai tanda batas (20 ul).
- Masukkan kedalam tabung yang berisi larutan drabkin’s
- Campur merata dan tunggu minimal 5 menit.
- Ukur pada spektrophotometer dengan panjang gelombang 540 nm. 
- Baca pada kurva standar atau dikalikan dengan faktor.  
Cara pembuatan kurva standar : 

1. Perhitungkan dahulu kadar Hb darah dalam larutan standar yang akan digunakan (karena
larutan standar dibuat dari 20 ul darah ditambah 5 ml. Drabkin’s sehingga pengenceran 251 kali,
kadar yang tertulis dalam sampul di kali 251 = kadar Hb. Darah dalam larutan standar. 
2. Buat paling sedikit 3 macam larutan dengan kadar Hb yang berlainan dengan cara
mengencerkan larutan standar dengan drabkin’s (mis.  5, 10, 15 dan 20 gr/dL). 
3. Baca absorbansi larutan tersebut pada panjang gelombang 540 nm (sebagai blangko digunakan
drabkin’s). 
4. Gambarkan hasil tersebut pada kertas grafik, kadar Hb pada ordinat dan absorbansi pada
absisnya.  Tentukan satu titik dari nilai rata-rata dan rata-rata kadar Hb. Kemudian tarik garis
dari titik tersebut melalui titik nol. (titik-titik tersebut akan terletak pada garis lurus kurva
tersebut).
5. Hitung faktor kurva standar, dengan cara membagi nilai rata-rata kadar Hb dengan nilai rata-
rata Absorbance kadar Hb. Tersebut. 

Misal : 
- Kadar HiCN dari standard Hb 5, 10, 15 dan 20 (total=50)
- Baca absorbance HiCN tersebut pada panjang gelombang 540 nm (mis di dapat : 0,136, 0,272,
0,408, 0,544 (total 1,36)
- Jumlah kadar HiCN kemudian dibagi dengan jumlah kadar absorbancenya (50 : 1,36 = 36,8) 
FAKTOR. 
- Atau rata-rata kadar HiCN dibagi dengan rata-rata absorbancenya.   (12,5 : 0,34 = 36,8).