Anda di halaman 1dari 12

Nama : Dwi Bagas Okta Ambon Rinanda

Nim : 190711637317
Mata kuliah : Ilmu Negara
Offering: B/HKn 2019

Teori Susunan Negara


Negara kesatuan
Negara kesatuan lebih dikenal dengan uni (Inggris) atau eenheidstaats (Jerman). Bentuk Negara
Kesatuan adalah bentuk negara yang terdiri dari satu negara saja betapun besar dan kecilnya, dan
ke dalam maupun keluar merupakan kesatuan.
Dapat dikatakan pula bahwa negara kesatuan negara kesatuan adalah negara yang kekuasaan
untuk mengurus seluruh pemerintahan ada ditangan pemerintah pusat atau negara yang
pemerintah pusatnya memegang/mengendalikan kedaulatan sepenuhnya baik kedalam maupun
keluar. Negara kesatuan memiliki ciri–ciri yaitu hanya ada satu UUD, satu kepala negara, satu
kabinet, satu parlemen
Pembagian wewenang dalam negara kesatuan dapat diklasifikasikan pada dua hal, yakni: a) pada
negara kesatuan organisasi dari bagian-bagian pada negara kesatuan pada garis besarnya telah
ditentukan oleh pembuat undang-undang di pusat; b) pada negara kesatuan, wewenang secara
terperinci terdapat pada propinsi-propinsi, dan residu powernya ada pada pemerintah pusat
negara kesatuan.
Adapun ciri-ciri negara kesatuan adalah:
1. Negara kesatuan mewujudkan kebulatan tunggal, mewujudkan kesatuan unity.
2. Negara kesatuan hanya mempunyai satu negara dengan hanya mempunyai satu pemerintahan,
satu kepala negara, satu badan legislatur bagi seluruh daerah negara.
3. Negara kesatuan merupakan negara tunggal yang monosentris (berpusat satu).
4. Hanya ada satu pusat kekuasaan yang memutar seluruh mesin pemerintahan dari pusat sampai
ke pelosok-pelosok, hingga segala sesuatunya dapat diatur secara sentral, seragam dan senyawa
dalam keseluruhannya.
5. Pengaturan oleh pusat kepada seluruh daerah tersebut lebih bersifat koordinasi saja namun
tidak dalam pengertian bahwa segala-galanya diatur dan diperintahkan oleh pusat.
Negara federal
Akar kata federalisme yang berasal dari bahasa Latin feodus memang berarti serikat atau aliansi.
Berbagai wujud federalisme bisa ditemukan di dunia saat ini. Salah satu wujudnya yang paling
populer adalah negara serikat (united state; Bundestaad).
Ada beberapa istilah yang sering disebut, yang terkait dengan bentuk negara federal. Istilah-
istilah ini antara lain yaitu; federasi, federal, federalisme, maupun federalisasi, yang sebenarnya
mempunyai makna yang berbeda.
a. Negara federal (serikat) adalah tata cara kenegaraan yang mengasumsikan adanya negara
dalam negara. Kemudian dijelaskan bahwa negara federal terjadi pembagian wewenang antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat dalam hal ini hanya berwenang
dalam urusan moneter, pertahanan keamanan (atas ancaman dari luar), dan berbagai urusan luar
negeri yang berkaitan dengan negara secara utuh. Negara federal adalah negara yang merupakan
gabungan dari beberapa negara yang berdiri sendiri, masing-masing dengan perlengkapannya
yang cukup, dengan kepala negara sendiri, dengan pemerintahan sendiri, dan dengan badan-
badan legislatif dan yudikatif sendiri;
b. Federalisme adalah faham atau prinsip yang menganjurkan pembagian negara atas bagian-
bagian yang berotonomi penuh menguasai urusan dalam negeri atau wilayah otonominya; artinya
ada pendelegasian wewenang yang sistematis dari kekuasaan di tingkat atas menuju kekuasaan di
tingkat bawah, dalam satu kesatuan wadah dan aturan;
c. Federalisasi adalah sebuah proses dimana terjadi alur kesepakatan-kesepakatan secara
struktural tentang ide pembentukan negara federal di antara pihak-pihak, daerah-daerah atau
negara-negara untuk membentuk negara federal;
d. Federasi adalah sifat yang menunjukkan bahwa sebuah negara tersebut menerapkan ciri-ciri
sebagai negara federal.
Dengan demikian dalam penggunaan istilah di atas seharusnya dalam konteks yang tepat
sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran atau bahkan diskursus yang tidak henti-henti.
Pengertian negara federal adalah negara yang merupakan gabung-gabungan dari beberapa negara
yang berdiri sendiri, masing-masing dengan perlengkapannya yang cukup, dengan kepala negara
sendiri, dengan pemerintahan sendiri, dan dengan badan legislatif dan yudikatif sendiri.
Sedangkan CF. Strong memberikan maksud tentang negara federal adalah suatu negara di dalam
ruang lingkup yang sama mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang sama. Dicey mengatakan
bahwa negara federal adalah: “A federal state is political contrivance intended to reconsile
national unity and power with the maintenance of state rights”.
Jadi negara federal adalah suatu model atau sistem politik yang dipakai untuk menggabungkan
keutuhan negara dan kekuasaan dengan tetap melindungi atau mengakui hak-hak negara bagian.
Di dalam negara federal pun terdapat wewenang yang dipegang masing-masing negara bagian.
Menurut Krunenburg, pembagian wewenang antara pemerintah pusat federal dengan pemerintah
negara bagian terjadi dengan dua cara:
a. Pouvoir constituant
Bahwa negara-negara bagian berwenang untuk membuat Undang-undang dasarnya sendiri,
menentukan bentuk organisasinya sendiri, dalam batas-batas yang tidak bertentangan dengan
konstitusi dari negara federal seluruhnya.
b. Residu power atau reserved power
Bahwa wewenang pembuat Undang-undang Pemerintah Pusat Federal ditentukan secara
terperinci, sedangkan wewenang lainnya ada pada negara-negara bagiannya.
Jadi dalam negara federal itu bisa saja wewenang yang diserahkan Pemerintah Pusat (federal)
ditentukan secara limitatif terlebih dahulu dalam konstitusinya ataupun sebaliknya dalam
konstitusi negara federal ditentukan secara limitatif wewenang yang diserahkan kepada negara
bagian sedangkan sisanya adalah wewenang pemerintah pusat federal.
Untuk melihat jenis negara federal, Daniel membedakan negara federal dalam tiga jenis, yakni:
a) negara dalam sistem federal murni yang tegas merumuskan negaranya sebagai federal; b)
negara dalam bentuk federal arragement, yang tidak memaklumkan diri sebagai federal tetapi di
dalam sistem pemerintahannya otonomi yang begitu kuat sehingga jauh lebih dekat dengan
sistem federal; c) bentuk negara dengan pemerintahan yang disebut sebagai associated states.
Negaranya sudah jadi tapi untuk hidup sendiri-sendiri sulit sehingga mereka membentuk
associated states.
Jadi dari pengertian di atas maka bentuk negara federal yang diterapkan di Amerika, Australia
maupun Malaysia dan negara-negara lainnya adalah bentuk negara dalam asti yang
sesungguhnya atau federal murni (the real federal states). Sedangkan bentuk negara lain yang
secara nyata dalam kosntitusinya tidak menyebut satu istilah pun mengenai bentuk negara federal
namun dalam menjalankan pemerintahannya memakai prinsip-prinsip negara federal senyatanya
bentuk negara yang demikian menurut Daniel sebagai sebuah bentuk negara federal arrangement
(unreal federal states). Mengenai bentuk negara federal yang tidak nyata ini nantinya dapat
diketahui dari negara yang secara eksplisit dalam konstitusinya memakai bentuk negara lain
(misalnya kesatuan), namun melaksanakan prinsip federal (artinya ada pembagian wewenang
antara pemerintah pusat dan daerah). Sedangkan bentuk yang ketiga dinamakan sebagai bentuk
associated statesi, sebenernya merupakan bentuk perkembangan dari berbagai negara federal
yang dikenal sebagai negara konfederasi. Intinya bahwa dalam negara konfederasi ini masing-
masing negara sepakat untuk bergabung dan menyerahkan beberapa urusannya dalam
konfederasi tersebut, namun rakyat dari negara-negara yang bergabung tersebut tidaklah
mempunyai kewajiban secara langsung untuk terikat atas aturan yang dibuat oleh konfederasi
tersebut kecuali dinyatakan dan diterima dalam konstitusi selanjutnya. Model demikian ini sering
juga dikatakan sebagai Organisasi Internasional.
Adapun ciri-ciri negara federal dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Adanya pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dan negara-negara bagian menurut
sistem enumerasi kekuasaan.
2. Berlakunya dua konstitusi yaitu konstitusi negara federal dan konstitusi negara bagian.
3. Adanya penerapan sistem pemisahan kekuasaan dalam tiga bidang kekuasaan yaitu eksekutif,
legislatif, dan yudikatif yang mempunyai kedudukan sama tinggi.
4. Adanya peradilan yang dapat menyelesaikan adanya perselisihan antara negara federal dan
negara bagiannya.

Bentuk bentuk negara


1. Negara Serikat (Federasi)
Pengertian dari negara serikat adalah suatu negara yang terdiri atas beberapa negara bagian
dengan mempunyai satu buah pemerintah federasi yang mana bertugas untuk mengendalikan
kedaulatan negara tersebut. Keseluruhan dari negara bagian tersebut diatur dengan peraturan
yang mengatur tentang pembagian kewenangan antara pemerintah federal dan pemerintah negara
bagian. Hal ini dapat diartikan juga bahwa setiap negara bagian mempunyai pemerintah dan
konstitusi sendiri. Meski demikian yang menjalankan hubungan internasional dengan pihak luar
negeri tetaplah menjadi kewenangan negara federal.t
Pada bentuk negara serikat (federasi) hal yang berkaitan dengan keuangan, keamanan, dan
peradilan biasanya diurus oleh pemerintah federal. Contoh negara federasi adalah Amerika
erikat, Argentina, Kanada, Australia, Swiss dan Afrika Selatan adalah contoh negara serikat
(federasi), Selain itu bentuk negara malaysia adalah federasi yang juga menjadi contoh negara
federasi. Perlu diketahui juga bahwa negara-negara bagian ini tidak selalu mempunyai nama
yang sama. Di Afrika Selatan, negara bagian bernama provinsi seperti juga halnya dengan
Kanada dan Argentina. Di Swiss, namanya lander atau canton. Setiap bentuk negara memiliki
cirinya masing-masing. Begitu pula dengan bentuk negara federasi. Di bawah ini adalah
beberapa ciri dari negara federasi. Masing-masing negara bagian boleh membuat dasar
hukumnya sendiri. Meski demikian, dasar hukum dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian
harus selaras dengan dasar hukum dari negara federal. Masing-masing negara bagian mempunyai
pemerintahan sendiri termasuk kepala negara beserta kabinetnya, serta anggota parlemen.
Masing-masing negara bagian boleh mempunyai bendera negara bagiannya sendiri. Negara
federal memiliki kedaulatan keluar dan ke dalam negara bagian atau yang disebut dengan
limitatif. Ini juga menegaskan bahwa negara bagian tidak memiliki kedaulatan, tetapi kekuasaan
sebenarnya tetaplah dimiliki oleh negara bagian.

2. Negara Kesatuan
Bentuk negara kesatuan merupakan bentuk negara terbanya di seluruh dunia, jumlahnya sekitar
separuh Negara di dunia. Undang-undang dasar negara kesatuan memberikan kekuasaan penuh
kepada pemerintahan pusat untuk melaksanakan kegiatan hubungan luar negeri.
Sebuah negara kesatuan betapapun luas otonomi yang dimiliki oleh propinsi-propinsinya,
masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan luar negeri merupakan wewenang pemerintah
pusat dan daerah pada prinsipnya tidak boleh berhubungan langsung dengan negara luar.
Indonesia, Jepang dan Prancis adalah contoh negara kesatuan dan bentuk negara semacam ini
biasanya tidak menimbulkan kesulitan dalam hubungan internasional. Setiap bentuk negara
memiliki cirinya masing-masing. Begitu pula dengan bentuk negara Kesatuan. Di bawah ini
adalah beberapa ciri dari negara Kesatuan.
Masing-masing negara kesatuan di dunia hanya memiliki satu bendera dan satu Undang-Undang
Dasar sebagai dasar hukumnya. Negara kesatuan hanya mempunyai satu pemerintah pusat
dengan beberapa daerah kekuasaan di bawahnya. Dalam pemerintahan negara kesatuan hanya
memiliki 1 dewan perwakilan rakyat Negara kesatuan hanya membuat satu kebijakan yang
berkaitan dengan bidang politik, sosial, ekonomi, dan keamanan.

3. Perserikatan Negara (Konfederasi)


Konfederasi merupakan gabungan dari sejumlah Negara melalui sejumlah perjanjian
internasional yang memberikan wewenang tertentu kepada konfederasi. Dalam bentuk gabungan
ini, negara-negara anggota konfederasi semuanya tetap merupakan negara-negara yang berdaulat
dan berada pada subjek hukum internasional. Karena pada hakikatnya konfederasi atau
perserikatan negara bukanlah merupakan negara itu sendiri, melainkan suatu gabungan dari
negara-negara yang sudah merdeka. Biasanya perserikatan/konfederasi ini dibentuk dengan
tujuan tertentu, misalnya untuk membentuk pertahanan bersama, atau utuk urusan politik luar
negeri.
Meskipun terbentuk dari gabungan beberapa negara, negara konfederensi tidak sama dengan
negara federal. Negara-negara yang tergabung dalam konfederasi memiliki kedaulatan penuh,
sedangkan negara-negara bagian yang tergabung dalam negara federal tidak berdaulat.
Untuk diketahui negara dengan bentuk konfederasi hanya bertahan sampai abad 19 saja. Negara
yang dulunya berbentuk konfederasi lama kelamaan beralih ke bentuk federal, contohnya negara
Swiss. Negara tersebut dulunya berbentuk konfederasi, tetapi sejak tahun 1848 Swiss cenderung
menggunakan sistem federal dimana hubungan internasional diselenggarakan oleh pemerintah
pusat.

4. Negara Netral
Bentuk negara yang selanjutnya yakni negara netral. Negara netral adalah negara yang
membatasi dirinya untuk tidak melibatkan diri dalam berbagai sengketa yang terjadi dalam
masyarakat internasional. Netralitas ini mempunyai beberapa arti dan haruslah dibedakan
pengertian netralitas tetap, netralitas sewaktu-waktu dan politik netral (netralitas positif).
Netralitas tetap adalah negara yang netralitasnya dijamin dan dilindungi oleh perjanjian-
perjanjian internasional seperti Swiss dan Austria,
Netralitas sewaktu-waktu adalah sikap netral yang hanya berasal dari kehendak negara itu sendiri
(self imposed) yang sewaktu-waktu dapat ditanggalkannya. Swedia misalnya, selalu mempunyai
sikap netral dengan menolak mengambil ikatan politik dengan blok kekuatan manapun. Tiap kali
terjadi perang, Swedia selalu menyatakan dirinya netral yaitu tidak memihak kepada pihak-pihak
yang berperang. Netralitas Swedia tidak diatur oleh perjanjian-perjanjian internasional, tetapi
dalam kebijaksanaan yang sewaktu-waktu dapat saja ditanggalkannya. Dengan berakhir perang
dingin, Swedia dan juga Finlandia ikut menjadi anggota Uni Eropa semenjak 1 Januari 1985.
Politik netral atau netral positif yang kebijaksanaannya dianut oleh negara-negara berkembang
terutama yang tergabung dalam gerakan non blok. Negara-negara tersebut bukan saja tidak
memihak kepada blok-blok kekuatan yang ada tetapi juga dengan bebas memberikan pandangan
dan secara aktif mengajukan saran dan usul penyelesaian atas masalah-masalah yang dihadapi
dunia demi tercapainya keharmonisan dan terpeliharanya perdamaian dalam masyarakat
internasional.
Negara netral juga memiliki tiga segi yang menjadi dasar-dasar politiknya. Ketiga segi tersebut
tediri dari:
Segi sosiologis : Dalam segi sosiologis dijelaskan bahwa negara netral menilai segala sesuatu
secara objektif demi terwujudnya keseimbangan dan perdamaian. Hal tersebut merupakan suatu
kewajiban sosial yang bersumber dari latar belakang negara yang bersangkutan.
Segi yuridis : Dalam segi yuridis dijelaskan bahwa negara yang bersifat netral mempunyai
instrumen hukum yang membahas tentang pengakuan negara-negara lain atas peran Indonesia
dalam gerakan non blok netralitas tersebut.
Segi politik : Dalam segi politik ini dijelaskan bahwa negara netral tetap merupakan negara
menjalankan politik secara seimbang dan melindungi negara tertentu agar tidak diperebutkan
oleh negara besar lainnya.

5. Trustee (perwalian)
Trustee adalah wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah perang dalam perang Dunia II dan
berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta negara yang menang perang.
Pemerintahan di daerah trustee melibatkan Dewan Perwalian PBB dengan tujuan untuk
mempertinggi kemajuan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan rakyat di daerah
tersebut menuju ke arah pemerintah sendiri. Hal ini selaras dengan hak menentuan nasib sendiri.
Tujuan utama sistem perwalian ialah untuk meningkatkan kemajuan wilayah perwalian menuju
pemerintahan sendiri.
Contohnya, Papua Nugini merupakan negara bekas negara jajahan Inggris berada dibawah
naungan PBB sampai dengan tahun 1975. Kemudian contoh berikutnya adalah mikronesia yang
merupakan negara trustee terakhir yang pada tahun 1994 dilepas Dewan Perwalian PBB.
Dalam Piagam PBB dicantumkan bahwa yang termasuk trustee adalah sebagai berikut:
Daerah yang dengan suka rela dilepaskan oleh negara yang menguasainya.
Daerah yang dilepaskan oleh negara yang kalah perang dalam PD II.
Daerah mandat yang lahir berdasarkan Perdamaian ersailles.

6. Koloni atau negara jajahan


Negara Koloni / Negara Jajahan adalah suatu daerah yang tidak diperintah oleh pemerintah dari
bangsa tersebut, tetapi diperintah oleh bangsa lain, dan seluruh urusan pemerintahan diatur
negara yang menjajah. atau negara koloni juga disebut sebagai suatu negara yang menjadi
jajahan negara lain. Jadi, daerah atau negara koloni tidak memiliki hak untuk menentukan nasib
sendiri karena nasibnya ditentukan oleh pemerintah negara yang menjajahnya. Contohnya,
Indonesia pernah menjadi koloni (negara jajahan) Belanda selama kurang lebih dari 350 tahun.

7. Protektorat
Protektorat adalah suatu negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang kuat.
Umumnya, negara yang dilindungi tidak dianggap berdaulat dan tidak merdeka. Hal-hal yang
berhubungan dengan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan pada negara perlindungnya.
Contoh negara bentuk protektorat adalah Maroko, Uni Indo-Cina (Vietnam, Kamboja dan Laos)
sebelum merdeka merupakan protektorat dari Prancis. Menurut Samidjo, SH, Protektorat dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:
Protektorat internasional adalah jika sebuah negara merupakan subyek hukum internasional.
Contohnya, Mesir pada saat menjadi protektorat Turki pada tahun 1917 dan Zanzibar pada saat
menjadi protektorat Inggris tahun 1890.
Protektorat Kolonial adalah protektorat yang menyerahkan urusan hubungan luar negeri,
pertahanan dan keamanan, serta dalam negeri pada negara perlindungnya. Negara protektorat
kolonial tidak menjadi subyek hukum internasional. Contoh: Brunei Darussalam sebelum
merdeka merupakan negara protektorat Inggris.

8. Dominion
Dominion adalah bentuk negara yang hanya terdapat dalam sejarah ketatanegaraan Inggris.
Bentuk negara ini mula-mula merupakan tanah jajahan Inggris, namun sekarang sudah menjadi
negara merdeka dan berdaulat dalam suatu gabungan negara yang diberi nama "The British
Commonwealth of Nation".
Dalam perkembangan zaman, ada beberapa negara jajahan Inggris yang merdeka dengan status
dominion seperti India dan Pakistan (meskipun sekarang dua negara tersebut telah mengubah
bentuk pemerintahan menjadi republik).
Akhirnya, bentuk dominion pun menjadi hilang. Karena yang duduk dalam The British
Commonwealth of Nation tidak hanya negara dominion saja maka The British Commonwealth
of Nation diubah menjadi Commonwealth of Nation. Anggota-anggota negara persemakmuran
itu antara lain Inggris, Malaysia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Australia, Kanada dan India.

9. Mandat
Negara mandat merupakan sebuah negara yang awalnya adalah jajahan dari negara yang kalah
dalam Perang Dunia I yang kemudian diletakkan di bawah perlindungan suatu negara yang
menang perang dengan pengawasan dari Dewan Mandat Liga Bangsa-Bangsa. Ketentuan-
ketentuan tentang pemerintahan perwalian ini telah ditentukan dalam suatu perjanjian di
Versailles. Contohnya, Kamerun merupakan negara bekas jajahan Jerman menjadi mandat
Prancis.

10. Negara Kecil


Bentuk negara berikutnya yang akan kami jelaskan adalah negara kecil. Sesuai dengan
penamaannya, mereka yang memiliki bentuk negara kecil adalah negara-negara yang wilayah
kedaulatannya tidak begitu luas. Karena wilayah kedaulatannya tidak luas, maka jumlah
penduduknya pun tidak banyak atau sangat sedikit.
Meskipun berbentuk negara kecil, Negara-negara kecil ini semua mempunyai unsur konstitutif
seperti yang dipersyaratkan oleh hukum internasional untuk pembentukan suatu negara.
Walaupun semua negara-negara kecil ini merupakan negara-negara yang merdeka dan berdaulat,
tidak semuanya sanggup melaksanakan kedaulatan keluarnya, seperti mempunyai perwakilan
diplomatik dan konsuler dengan negara-negara lain atau menjadi anggota organisasi-organisasi
internasional. Pertimbangan terutama adalah karena mahalnya biaya pembukaan misi perwakilan
tetap di luar negeri, kekurangan personalia dan beratnya beban pembayaran kontribusi wajib
pada organisasi-organisasi internasional.
Negara-negara kecil juga tidak memiliki angkatan bersenjata dan pertahanan nasionalnya
diserahkan kepada negara tetangga. Tentu saja dengan catatan negara-negara kecil itu harus
memiliki kebijaksanaan luar negeri yang tidak bersebrangan dengan negara tetangganya.

11. Negara Terpecah


Berikutnya yakni bentuk negara terpecah. Bagaimana suatu negara bisa disebut negara terpecah ?
Negara disebut terpecah ketika suatu negara yang diduduki oleh beberapa negara yang berkonflik
pada Perang Dunia 2 dan mempunyai ideologi yang berbeda. Perbedaan ideologi tersebut terjadi
akibat perang dingin dan juga konflik antara blok timur dan blok barat. Sebuah negara yang
berbeda hakekat ideologi nya kemudian terpecah menjadi 2 negara dengan sistem
pemerintahannya masing-masing. Kedua negara tersebut cenderung saling mencurigai dan
bermusuhan satu sama lain. Terdapat 5 negara yang terpecah setelah perang dunia kedua. Kelima
negara tersebut adalah : Korea, Jerman, Cyprus, Vietnam dan Cina

12. Gabungan Negara-Negara Merdeka


Bentuk negara yang terakhir adalah Negara yang berisi Gabunga-gabungan dari negara-negara
yang sudah merdeka. Gabungan negara-negara merdeka mempunyai dua macam bentuk yaitu
Uni Riil dan Uni Personil.
Uni Riil, merupakan gabungan dua buah negara atau lebih yang terbentuk dari adanya perjanjian
internasional. Negara-negara tersebut memiliki satu kepala negara dan melaksanakan hubungan
internasionalnya secara bersama-sama. Dalam hal ini, Uni Riil merupakan subjek dari hukum
internasional. Sedangkan negara-negara yang berada di dalamnya mempunyai kedaulatan ke
dalam. Contoh dari penerapan uni riil di masa lalu yakni Uni Austria. Negara-negara timur
tengah seperti Mesir dan Suriah juga pernah bergabung dalam United Arab Republic. Selain itu,
Islandia dan Denmark juga pernah bergabung selama tahun 1918 sampai tahun 1944.
Uni Personil, Terbentuknya negara uni personil ini dapat terjadi bila dua negara merdeka
menggabungkan diri karena memiliki raja yang sama. Berbeda dengan Uni Riil, Dalam uni
personil setiap negara tetap merupakan subjek hukum internasional. Contoh-contoh dalam
sejarah adalah uni personil antara Luxemburg dan Belanda dari tahun 1815 sampai 1890,
kemudian Belgia dan negara merdeka Kongo dari tahun 1855 sampai 1908. Pada jaman sekarang
negara dengan sistem uni riil dan uni personil hanya mempunyai nilai sejarah saja dan praktis
tidak ada lagi negara yang berada di bawah sistem tersebut kecuali beberapa negara dalam
kerangka British Commonwealth of Nations yang mengakui Ratu Elizabeth II sebagai kepala
negaranya, seperti Australia dan Kanada.

Bentuk Pemerintahan Negara


Bentuk Pemerintahan negara Teori klasik
1. Monarki
Monarki adalah bentuk dari pemerintahan yang dipimpin oleh raja atau ratu sebagai pemegang
kekuasaan negara. Monarki juga termasuk bentuk dalam pemerintahan tertua di dunia, lho.
Setiap raja dan ratu ini memiliki julukannya masing-masing seperti di Jepang, raja dipanggil
dengan sebutan Kaisar, Brunei Darussalam dengan sebutan Sultan, dan sebutan Yang di-Pertuan
Agong di Malaysia.

2. Tirani
Sekilas, tirani sama seperti monarki yang kekuasaan negaranya dipegang oleh satu orang. Tapi,
teman-teman, tirani dijalankan dengan sewenang-wenang secara otoriter dan absolut. Contoh
negara yang pernah menjalankan bentuk tirani adalah Adolf Hitler di Jerman dan Joseph Stalin
dari Uni Soviet.
3. Aristokasi
Jika monarki dan tirani dipegang oleh satu orang, berbeda dengan aristokrasi yang dipegang oleh
beberapa orang. Orang-orang tersebut memiliki peranan penting seperti halnya kaum
cendikiawan. Pada tahun 1700-an, Prancis pernah menganut aristokrasi dimana kekuasaan yang
mereka miliki ditunjukkan untuk kepentingan umum, lho.
4. Oligarki
Seperti aristokrasi, kekuasaan dalam oligarki juga dipegang oleh beberapa orang, teman-teman.
Tetapi, yang memiliki peranan dalam oligarki dibedakan berdasarkan kekayaan, keluarga,
ataupun militer. Negara yang pernah menganut bentuk oligarki salah satunya adalah Afrika
Selatan yang berakhir pada tahun 1994 ketika Nelson Mandela menjabat sebagai presiden.
5. Demokrasi
Dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak setara dalam mengambil keputusan. Oleh
karena itu, kita juga mengenal istilah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat yang dicetuskan
oleh Abraham Lincoln. Karena memang, dalam demokrasi pemegang kekuasannya adalah
rakyat.
6. Teknokrasi
Tidak hanya politisi yang memiliki kekuasaan dalam suatu negara, ternyata pakar teknis juga
memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan negara, lho. Yap, teknokrasi adalah bentuk
dari pemerintahan dimana pakar teknis mempunyai kekuasaan. Dalam teknokrasi, para
pengambil keputusan akan dipilih berdasarkan seberapa jauh mereka menguasi bidang tertentu
seperti insinyur, ilmuwan, dan profesional kesehatan.
7. Timokrasi
Timokrasi adalah bentuk dari pemerintahan dengan ideal tertinggi negara diatur oleh para
pemimpin yang memiliki kehormatan dan kelayakan. Timokrasi ini merupakan lawan dari
kepemimpinan yang berdasarkan kelas, keturunan, kekuasaan, dan hak istimewa.
8. Kleptokrasi
bentuk pemerintahan
bentuk dalam pemerintahan dimana pemegang kekuasaan menggunakan posisinya untuk
mencuri kekayaan negara atau korupsi. Mereka mengambil pajak yang berasal dari rakyat untuk
memperkaya kelompok tertentu atau dirinya sendiri. Semakin massal tindak korupsi yang
dilakukan pejabat publik, maka negara tersebut semakin merujuk kepada kleptokrasi. Waduh,
gawat, ya!
9. Oklokrasi
bentuk pemerintahan Amerika Serikat pada tahun 1930-an
Oklokrasi terjadi saat negara dalam anarki massa dengan pemerintahan yang tidak legal, Squad.
Mereka memiliki kekuasaan senjata dalam jumlah besar, sehingga rakyat lain menjadi takut.
Pada tahun 1930-an, Amerika Serikat hampir masuk ke dalam kategori ini dimana keluarga
mafia mengendalikan negara secara ilegal dan inkonstitusional.
10. Plutokrasi
bentuk pemerintahanKetimpangan antara orang kaya dengan orang miskin
Ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin sangat telihat pada plutokrasi. Hal ini karena
bentuk dalam pemerintahan tersebut disetir oleh orang-orang kaya yang tercipta dari suatu
kondisi ekstrem. Mereka tidak hanya menguasi sumber ekonomi dan politik, tetapi juga sumber
militer seperti senjata, dan lain-lain. Negara yang memiliki sumber daya alam seperti minyak dan
logam mulia berpotensi mengalami jenis pemerintahan ini, lho. Karena pada umumnya, badan
yang mengontrol sumber daya tersebut ingin mempertahankan kondisi yang menguntungkan
mereka.
Bentuk Pemerintahan Negara Modern
Republik Absolut
Ciri republik absolut adalah pemerintahan diktator tanpa ada pembatasan kekuasaan. Penguasa
mengabaikan konstitusi dan untuk melegitimasi kekuasaannya digunakanlah partai politik.
Dalam pemerintahan ini parlemen memang ada namun tidak berfungsi.
Republik Konstitusional
Ciri republik konstitusional adalah presiden memegang kekuasaan kepala negara dan kepala
pemerintahan dengan batasan konstitusi yang berlaku di negara tersebut dan dengan pengawasan
parlemen. Bentuk Pemerintahan Indonesia adalah republik konstitusional.
Republik parlementer
Ciri Republik Parlementer adalah presiden hanya sebagai kepala negara. Namun, presiden tidak
dapat diganggu-gugat. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana menteri yang
bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam sistem ini kekuasaan legislatif lebih tinggi daripada
kekuasaan eksekutif

Bentuk Negara Indonesia


Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dan lengkapmya disebut dengan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Dalam UUD tahun 1945 Pasal 1 ayat (1) disebutkan dengan jelas
bahwa Indonesia adalah NEGARA KESATUAN yang berbentuk Republik. Istilah lain dari
Negara Kesatuan ini adalah Eenheidstaat.
Bentuk Pemerintahan Indonesia
Indonesia menerapkan bentuk pemerintahan republik konstitusional sebagai bentuk
pemerintahan. Dalam konstitusi Indonesia Undang-undang Dasar 1945 pasal 1 ayat(1)
disebutkan "Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik".
Bentuk pemerintahan republik sebenarnya masih dapat dibedakan menjadi republik absolut,
republik parlementer dan republik konstitusional. Bentuk Pemerintahan Republik Konstitusional
yang diterapkan di Indonesia memiliki ciri pemerintahan dipegang oleh Presiden sebagai kepala
pemerintahan yang dibatasi oleh konstitusi (UUD). Pasal 4 ayat(1) UUD 1945 dijelaskan
"Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang
Dasar." Presiden dibantu oleh wakil presiden saat menjalankan tugas dan kewajiban. Di negara
yang menggunakan bentuk pemerintahan republik konstitusional, kekuasaan presiden sebagai
kepala negara dan kepala pemerintahan tidak diwariskan. Terdapat masa jabatan tertentu dan
ketika masa jabatan tersebut habis, untuk menentukan presiden selanjutnya dilakukan melalui
cara tertentu sesuai konstitusi yang berlaku. Di Indonesia cara memilih presiden adalah secara
langsung melalui Pemilihan Umum(PEMILU). Presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu
pasangan yang diusung partai politik atau koalisi parpol.
Presiden dibatasi oleh UUD1945 sebagai konstitusi yang menjadi ladasan utama menjalankan
pemerintahan. UUD adalah sebuah kontrak sosial antara rakyat dan penguasa. UUD mengatur
pembagian kekuasaan, menjalankan kekuasaan, hak dan kewajiban, dan aturan lain tentang
kehidupan bernegara