Anda di halaman 1dari 6

RESUME CAHAYA

Cahaya adalah bentuk pancaran energi yang memiliki kapasitas atau kemampuan untuk
merangsang sensasi penglihatan sedangkan sinar biasanya digunakan untuk menunjukkan bentuk
energi gelombang elektromagnetik, mis : sinar X, sinar gamma dan sinar kosmis.
1. SIFAT DAN TINGKAH LAKU CAHAYA
a. Sifat esensial cahaya
i. Perambatan Cahaya, Cahaya merambat dari suatu tempat ke tempat lain.
Sebagai contoh cahaya lampu senter, cahaya bergerak dalam satu arah,
berkas cahaya bergerak kira-kira dalam satu garis lurus.
ii. Warna Cahaya Th. 1666 Isaac Newton melakukan percobaan: berkas
cahaya matahari dilewatkan dalam suatu prisma glass. Kesimpulan :
cahaya matahari merupakan campuran warna cahaya Berdasarkan Teori
Elektromagnetik, diperoleh hubungan warna cahaya,
iii. Kecepatan cahaya Metoda berdasarkan panjang gelombang Tahun 1907
Edward B. Rosa dan N. Ernest Dorsey berdasarkan teori elektromagnetik
→ kec. cahaya pada ruang vakum merupakan kebalikan dari akar kuadrat
permeabilitas vakum magnetik dengan permitivitas listrik → diperoleh
kecepatan cahaya 299.710 km/det
iv. Interferensi cahaya Apabila dua gelombang cahaya saling menindih
(super posisi) dalam sebuah ruang pada waktu yg sama maka akan terjadi
interferensi.
v. Momentum. Louis de Broglie (1892) menyatakan bahwa cahaya
merupakan gelombang dan partikel.
b. Sifat cahaya yg berhubungan dg pengukuran
1. Fluks cahaya (arus cahaya)
a. Satuan : lumen
b. Sumber cahaya memancarkan energi elektromagnetik dg
berbagai Panjang gelombang pada daerah cahaya tampak
dan tidak tampak
c. Daerah cahaya tampak : panjang gelombang 400 – 700 ηm
(4000 – 7000 A)
d. Kepekaan mata terhadap cahaya bervariasi
e. Kepekaan mata thd panj gelombang 5500 A (hijau kuning)
→ nilai 100%
f. Panjang gelombang 5000 A atau 6200 A, nilai 30%
g. Sensasi visual karena cahaya tampak tergantung :
 energi cahaya/waktu yg mengenai mata
 panjang gelombang cahaya
2. Intensitas cahaya
Sumber cahaya selalu memancarkan energi ke segala arah. Daya
yang diberikan oleh suatu sumber cahaya dinyatakan sebagai
intensitas cahaya. Intensitas cahaya tergantung jumlh lumen &
pancaran dalam suatu daerah yg melalui sudut pancaran Sudut
pancaran cahaya :
Ω = A/R2
Dimana:
A = Bagian dari luas permukaan yg terkena cahaya
R = Jari-jari bola
Ω = sudut pancaran dlm satuan steradian
Intensitas cahaya
I = F/ Ω
Dimana: F = fluks cahaya
Ω= sudut pancaran (steradian )
I = lumen/steradian (candela)
3. Efikasi pencahayaan
Disebut juga efisiensi pencahayaan (luminous efficiency) yaitu perbandingan antara
power output (total fluks cahaya) dengan total power input. Power input sebanding
dengan radiant fluks dari cahaya listrik
K = F total/ P ;
Dimana: Ftotal = fluks cahaya (lumen)
P = watt
K = lumen/watt
4. Kuat penerangan (illuminance)
Kuat penerangan suatu permukaan didefinisikan sbg total fluks cahaya yg datang (F) per
luas permukaan. Rumusnya:
E=F/A;
Dimana: F = fluks cahaya (lumen)
A = m2
E = lumen/m2 atau luks (Lx)
Jika lebih dari 1 sumber cahaya :
E tot = E1 + E2 + …….. + En
=ΣE
= 1/A (Σ F)

2. Fenomena cahaya
a. Emisi cahaya
Pada proses ini suatu foton diemisi dimana energinya terletak diantara 2 buah atom yang
mempunyai frekuensi tertentu sesuai dengan frekuensi cahaya. Agar terdapat sejumlah cahaya yg
diemisi, diperlukan sejumlah atom yg mengalami transisi dari energi yg tinggi ke tingkat energi
yg rendah.
b. Absorpsi dan Transmisi Cahaya.
Berkas cahaya melewati materi → sebagian energi cahaya akan hilang melalui eksitasi
atom dari materi tsb, bahkan berubah menjadi panas → Proses ini dikenal sbg Absorpsi
→Tergantung jenis gelombang dan panjang gelombang cahaya serta jumlah materi (zat). Ada
berbagai jenis substansi yg memperlihatkan absorpsi selektif thd panj gel. Sebagai
c. Sketer Cahaya
Proses pengurangan sejumlah cahaya yg melewati substansi karena proses sketer atau
hamburan cahaya. Berbeda dengan absorpsi, cahaya tidak berkurang tetapi mengalami
pembalikan arah
d. Refleksi Cahaya
e. Refraksi (pembiasan) Cahaya :Bila cahaya melewati medium, mis dari udara ke gelas, maka
kecepatan akan berubah yg menyebabkan lintasan cahaya menjadi lekuk.
Fenomena ini dikenal dg nama refraksi.
f. Dispersi :Bila cahaya melewati prisma akan mengalami refraksi dan terpisah menjadi
beberapa komponen warna. Peristiw ini dikenal dg nama dispersi
g. Difraksi :Merupakan penyebaran berkas cahaya setelah melewati tepi suatu hambatan
tertentu setinggi satu meter dari lantai.
Jarak tertentu tersebut dibedakan berdasarkan luas ruangan sebagai berikut:
a. Luas ruangan kurang dari 10 meter persegi: titik potong garis horizontal panjang dan
lebar ruangan adalah pada jarak setiap 1(satu) meter.
b. Luas ruangan antara 10 meter persegi sampai 100 meter persegi: titik potong garis
horizontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak setiap 3 (tiga) meter.
c. Luas ruangan lebih dari 100 meter persegi: titik potong horizontal panjang dan lebar
ruangan adalah pada jarak 6 meter

RESUME PANAS RADIASI


 Temperatur Efektif (TE) Yaglou hampir sama dengan persepsi temperatur apabila
seseorang yang berkeringat masuk ke dalam ruangan yang disegarkan udaranya. Bahkan
pada temperatur tinggi orang dapat merasa dingin karena terjadinya penguapan keringat
yang membasahi badan dan bajunya. Sebaliknya garis Koch menunjukkan ciri-ciri
persepsi temperatur bagi orang yang sudah lama berada di dalam ruangan yang
disegarkan udaranya, sehingga tidak merasakan pengaruh kelembaban udara.
 Pengaruh panas radiasi terhadap manusia, bisa dijelaskan sebagai berikut : Sebuah bola
hitam, dimana didalamnya dipasang sebuah termometer dan diletakkan di tengahtengah
ruangan sebagai pengganti orang. Jika sebuah termometer (bola kering) lain dipasang
juga di di dalam ruang tersebut, maka perbedaan temperatur antara bola hitam dan bola
kering menunjukkan besarnya panas radiasi.
 Dalam lingkungan yang dingin saluran darah akan mengerut untuk mengurangi kerugian
panas yang diakibatkan oleh radiasi dari kulit. Oleh karena itu permukaan kulit menjadi
lebih dingin. Sebaliknya dalam lingkungan yang panas, saluran darah akan mengembang
sehingga radiasi dari kulit akan bertambah beasr. Jika lebih panas lagi, tubuh akan
berkeringat dan proses penguapan keringat
 Temperatur operatif didefinisikan sebagai temperatur rata-rata dari temperatur radiasi
rata-rata dan temperatur udara kering ruangan. Untuk kecepatan udara yang rendah
( V =0,1 m/detik)
 Iklim kerja (panas) merupakan salah satu faktor lingkungan fisik yang pengaruhnya
cukup dominan terhadap kinerja sumber daya manusia bahkan pengaruhnya tidak
terbatas pada kinerja saja melainkan dapat lebih jauh lagi, yaitu pada kesehatan dan
keselamatan tenaga kerja. Untuk itu diperlukan standar mengenai pengukuran iklim
kerja (panas) dengan parameter indeks suhu basah dan bola.
 Iklim kerja (panas) hasil perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan Gerakan
udara dan panas radiasi.
 Suhu basah alami (natural wet bulb temperature) adalah suhu penguapan air yang
pada suhu yang sama menyebabkan terjadinya keseimbangan uap air di udara, suhu
ini diukur dengan termometer basah alami dan suhu tersebut lebih rendah dari suhu
kering
 Suhu kering (dry bulb temperature) adalah suhu udara yang diukur dengan
termometer suhu kering
 Suhu bola (globe temperature) adalah suhu yang diukur dengan menggunakan
termometer suhu bola yang sensornya dimasukkan dalam bola tembaga yang dicat
hitam, sebagai indikator tingkat radiasi
 Indeks suhu basah dan bola (wet bulb globe temperature index) merupakan parameter
untuk menilai tingkat iklim kerja yang merupakan hasil perhitungan antara suhu
kering, suhu basah alami dan suhu bola.