Anda di halaman 1dari 19

1

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE AKUT


DIRUANG FLAMINGGO RSUD WANGAYA
TANGGAL 25-27 NOVEMBER 2019

Oleh :

Ni Kadek Adelia Candra Afsari

1914401012

D-III Keperawatan

Tahun Ajaran 2019/2020


2

1. Pengkajian

Pengkajian dilaksanakan pada tanggal 25 November 2019 pukul 12.00

Wita di ruang UGD RSUD Wangaya dengan teknik wawancara, observasi,

pemeriksan fisik dan catatan medik pasien.

a. Pengumpulan data

1) Identitas Pasien Penanggung (Anak)

Nama : Ny. S Tn. K

Umur : 50 th 39 th

Jenis kelamin : Perempuan Laki-laki

Agama : Hindu Hindu

Pendidikan : SD SMP

Pekerjaan : IRT Petani

Status : Kawin Kawin

Suku/Bangsa : Bali/Indonesia Bali/Indonesia

Alamat : Jl. Tukad Balian, Denpasar

No CM : 035537

MRS : 25 November 2019

2) Alasan dirawat

a) Keluhan Utama

(1) Saat Masuk rumah sakit

Pasien mengatakan diare sejak 2 hari yang lalu.


3

(2) Keluhan Saat Pengkajian

Pasien mengeluh diare, lemas dan mukosa bibir kering.

b) Riwayat Penyakit

(1) Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengatakan pada hari sabtu tanggal 23 November

2019 sekitar jam 08.00 Wita mengeluh frekuensi BAB

meningkat dan feses encer berlendir dengan frekuensi 4-5

kali setiap harinya.

Diagnosa Medis : Diare akut

(2) Riwayat Penyakit Sebelumnya

Pasien mengatakan sebelumnya belum pernah mengallami

sakit yang sama seperti mencret

(3) Riwayat Penyakit Keluarga

Pasien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang

menderita penyakit menular dan penyakit keturunan, seperti

osteoporosis, asma, diabetes, jantung, hipertensi, dll

3) Data Bio-Psiko-Sosial –Spiritual

a) Data Sosial

(1) Bernafas

Pasien mengatakan sebelum sakit, selama sakit dan saat

pengkajian tidak mengalami kesulitan dalam bernafas baik

dalam menarik maupun mengeluarkan nafas.


4

(2) Makan-minum

(a) Makan

Sebelum sakit pasien mengatakan tidak mengalami

kesulitan dalam makan dan selama sakit pasien

mengatakan nafsu makan menurun. Saat pengkajian

pasien masih mengatakan hanya makan 2-3 sdm.

(b) Minum

Sebelum sakit dan selama sakit pasien mengatakan tidak

mengalami gangguan dalam minum. Pasien biasa minum

± 7 – 8 gelas sehari (2100 - 2400 cc). Saat pengkajian

pasien mengatakan tidak mengalami kesulitan untuk

minum.

(3) Eliminasi

(a) Buang Air Besar (BAB) :

Sebelum sakit pasien mengatakan tidak mengalami

gangguan dalam BAB. Pasien mengatakan biasa BAB 1x

sehari dengan konsistensi lembek, warna kuning

kecoklatan dan bau khas feses. Dan selama sakit pasien

mengatakan bisa BAB 4-5 kali sehari dengan frekuensi

encer.

(b) Buang Air Kecil (BAK) :

Pasien mengatakan sebelum sakit pasien biasa BAK 4-5

kali sehari (600 – 1400 cc) dengan konsistensi warna


5

kuning jernih, bau urine normal. Dan selama sakit pasien

mengatakan frekuensi kencing frekuensi kencing normal

dengan konsistensi warna kuning jernih, bau urine normal

(4) Gerak aktivitas

Sebelum sakit dan selama sakit pasien mengatakan tidak

mengalami kesulitan dalam gerak aktivitasnya sehari-hari.

Saat pengkajian pasien mengatakan tidak leluasa melakukan

gerak aktivitas sehari-hari karena pasien sedang di rawat.

(5) Istirahat tidur.

Sebelum sakit pasien mengatakan tidak mengalami kesulitan

dalam tidur, pasien biasa tidur ( 7-8 jam), tidur malam pukul

22.00-06.00 wita dan kadang- kadang tidur siang selama ± 1-

2 jam,saat sakit pasien mengatakan tidurnya sering terjaga.

Pasien mengatakan tidur pada pukul 22.00 Wita dan

terbangun pada pukul 23.00 Wita karena pasien merasakan

nyeri pada perut bagian bawah. saat pengkajian pasien dalam

keadaan berbaring di tempat tidur.

(6) Kebersihan Diri

Sebelum sakit pasien mengatakan biasa mandi 2x sehari,

ganti pakaian 1x sekali, cuci rambut 1x seminggu, gosok gigi

2x sehari, selama sakit dan saat pengkajian pasien dalam

keadaan bersih. Pasien tampak dilap di tempat tidur oleh

keluarga. Kebersihan pasien cukup.


6

(7) Pengaturan Suhu Tubuh

Sebelum sakit, selama sakit mengatakan belum pernah

mengalami peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi dan

hasil pengkajian pasien mengalami peningkatan suhu tubuh.

b) Data Psikologis

(1) Rasa nyaman (Nyeri)

Sebelum sakit pasien mengatakan tidak pernah mengalami

gangguan rasa nyaman. Saat pengkajian pasien mengatakan

nyeri seperti ditusuk-tusuk, pada perut bagian bawah, skala

nyeri 3 dari 0-10 skala nyeri yang diberikan.

(2) Rasa aman (Cemas)

Sebelum sakit dan saat pengkajian pasien mengatakan merasa

aman karena ditemani oleh keluarganya.

c) Data Sosial

(1) Sosial

Pasien mengatakan hubungannya dengan keluarga, perawat,

begitu pula dengan pasien lainnya baik. Pasien tampak

kooperatif saat diberikan tindakan oleh perawat.

(2) Bermain dan rekreasi

Pasien mengatakan biasa jalan – jalan bersama keluarganya.

(3) Prestasi

Pasien mengatakan selama ini tidak pernah mempunyai

prestasi yang membanggakan.


7

(4) Pengetahuan

Pasien mengatakan kurang mengerti tentang keadaannya,

pengobatan dan lama perawatan.

d) Data Spiritual

Pasien beragama hindu dan biasanya melakukan

persembahyangan pada hari – hari tertentu. Seperti Purnama dan

hari – hari besar lainnya.

4) Pemeriksaan Fisik

a) Keadaan Umum

(1) Kesadaran : Compos Mentis

(2) Bangun tubuh : Sedang

(3) Postur tubuh : Tegak

(4) Keadaan kulit : Turgor kulit kurang elastis, sianosis tidak

ada, edema tidak ada , capilary refill 3

detik.

b) Gejala kardinal

Tekanan darah : 110/70 mmHg

Nadi : 78x/menit

Suhu : 38,5 ºC

Respirasi : 20x/menit

c) Ukuran – ukuran

Berat Badan sebelum sakit : 60 kg

Berat Badan saat pengkajian : 58 kg


8

Tinggi Badan : 160 cm

d) Keadaan Fisik

(1) Kepala : Keadaan kepala bersih, penyebaran rambut

merata, kebersihan cukup, benjolan tidak ada,

nyeri tekan tidak ada.

(2) Wajah : Bentuk simetris, pucat, edema tidak ada, nyeri

tekan tidak ada.

(3) Mata : Bentuk simetris, sklera putih, konjungtiva

enemis, pergerakan bola mata dapat melihat ke

segala arah, pupil isokor, reflek pupil +/+, nyeri

tekan tidak ada.

(4) Hidung : Bentuk simetris, penumpukan secret tidak ada,

pernafasan cuping hidung tidak ada, nyeri tekan

tidak ada.

(5) Telinga : Bentuk simetris, serumen tidak ada, pasien dapat

mendengar detak arloji 30 cm, nyeri tekan tidak

ada.

(6) Mulut : Bentuk simetris, mukosa bibir kering,

kebersihan cukup, perdarahan gusi tidak ada,

stomatitis tidak ada, pembesaran tonsil tidak

ada.

(7) Leher : Pembesaran kelenjar tiroid tidak ada, bendungan

vena jungularis tidak ada.


9

(8) Thorak : Bentuk simetris, pergerakan dada simetris,

retraksi otot dada tidak ada, wheezing -/-, ronchi

-/-, irama jantung S1 S2 tunggal regular, suara

jantung tambahan gallop tidak ada, suara

jantung tambahan murmur tidak ada.

(9) Abdomen : Bentuk simetris, bising usus 38x/menit, distensi

tidak ada, asites tidak ada, hypertimpani,

pembesaran hati tidak ada.

(10) Ekstremitas :

Atas Kanan : Pergerakan terkoordinir, edema ekstremitas

tidak ada, sianosis tidak ada, lesi tidak ada.

Atas Kiri : Terpasang Infus Pergerakan terkoordinir, edema

ekstremitas tidak ada, sianosis tidak ada, lesi

tidak ada.

Bawah : Pergerakan terkoordinir, edema ekstremitas ada,

sianosis tidak ada, lesi tidak ada.

Kekuatan otot : 444 555

555 555

(11) Genetalia : Kebersihan cukup, lesi tidak ada.

(12) Anus : Kebersihan cukup.


10

b) Analisa Data

TABEL 1

ANALISA DATA KEPERAWATAN Ny. S DENGAN MASALAH


KEPERAWATAN DIARE AKUT
DIRUANG FLAMINGGO RSUD WANGAYA
TANGGAL 25-27 NOVEMBER 2019

No Data Subyektif Data Obyektif Kesimpulan


1 2 3 4
1 Pasien mengatakan bab Pasien terlihat lemas, Diare
encer dan berlendir, mukosa bibir kering
dengan frekuensi 4-5
kali setiap sejak 2 hari TD : 110/70 mmHg
yang lalu N : 78x/menit
RR : 20 x/ menit
S : 38,5 C

2 Pasien mengatakan Suhu tubuh pasien Hipertermia


badannya panas meningkat

S : 38,5C

c. Rumusan Masalah Keperawatan

1) Diare

2) Hipertermia

Analisa Masalah

1) P = Diare

E = proses infeksi dan parasit

S = Pasien mengatakan bab encer dan berlendir, dengan frekuensi 4-5 kali
setiap sejak 2 hari yang lalu, pasien terlihat lemas, mukosa bibir kering.
11

Proses Terjadinya :

Karena peristaltik usus meningkat maka terjadi trosit yang cepat

pada usus besar, sehingga mengakibatkan kurangnya absorpsi air, hal ini

akan mengakibatkan feses menjadi cair dan tidak berbentuk di tambah lagi

tidak adanya nutrisi yang masuk. Keadaan ini akan mengakibatkan cairan

tubuh juga berkurang sehingga feses keluar berupa cairan.

Akibat jika tidak ditanggulangi : Dehidrasi, syok hypovolemik

2) P = Hipertermia

E = Faktor biologis

S = Pasien mengatakan badannya panas, suhu tubuh pasien meningkat,

Suhu : 38,5 C

Proses terjadinya:

Adanya infeksi atau cedera jaringan, kemudian terjadi inflamasi, dan

merangsang hipotalamus meningkatkan suhu tubuh sehingga suhu tubuh

meningkat.

Akibat jika tidak ditanggulangi : Kejang demam

2. Diagnosa Keperawatan

1) Diare berhubungan dengan proses infeksi dan parasite ditandai dengan


pasien mengatakan bab encer dan berlendir, dengan frekuensi 4-5 kali
setiap sejak 2 hari yang lalu, pasien terlihat lemas, mukosa bibir
kering.
2) Hipertermia berhubungan dengan faktor biologis ditandai dengan

pasien mengatakan badannya panas, suhu tubuh pasien meningkat,

Suhu : 38,5 C
12

3. Perencanaan

a. Prioritas masalah keperawatan berdasarkan keluahan utama yang

dirasakan oleh pasien:

1) Diare

2) Hipertermia

TABEL 2
RENCANA KEPERAWATAN PASIEN NY. MW DENGAN MASALAH
KEPERAWATAN DIARE AKUT
DIRUANG FLAMINGGO RSUD WANGAYA
TANGGAL 25-27 NOVEMBER 2019

Diagnosa
Hari/
N Keperawat Rencana Rencana
Tanggal/ Rasional
o an Tujuan Tindakan
Jam
(DX)
1 2 3 4 5 6
1 Senin, Diare Setelah 1. Observas 1. Mengetahui
. 25 berhubunga diberikan i keadaan TTV pasien
Novembe n dengan asuhan umum dan
r 2019 proses keperawatan dan TTV keadaan
Pkl. infeksi dan selama 3x24 pasien umum
14.00 parasite jam setiap 8 pasien.
Wita ditandai diharapkan jam.
dengan gangguan 2. Mengetahui
pasien eliminasi 2. Observas karateristik
mengataka fekal (diare) i pasien
n bab encer pasien frekuensi
dan berkurang , 3. Memfasilita
berlendir, dengan konsisten si dalam
dengan kriteria hasil: si, warna BAB
frekuensi 1. Diare bab
4-5 kali pasien pasien 4. Dengan
setiap sejak berkurang setiap 1 x memberika
2 hari yang menjadi sehari n
lalu, pasien 1-2 kali pendidikan
terlihat sehari 3. Bantu diet rendah
lemas, 2. Konsisten pasien serat pasien
mukosa si feses dalam mengetahui
bibir pasien eliminasi tentang
kering. lembek BAB cara- cara
13

1 2 3 4 5 6
dan tidak pengobatan
berlendir. 4. Berikan diare
3. Pasien HE 5. Melindungi
tidak tentang duodenum
tampak diet dari asam
lemas rendah lambung
4. Mukosa serat dan untuk
bibir setiap 1 menangani
pasien hari gastritis.
tidak sekali
kering
5. Kolabora
si dalam
pemberia
n
sucralfat
sirup per
oral 3x 1
sendok
makan
56
14

3. Pelaksanaan

TABEL 3
TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN NY. MW DENGAN MASALAH
KEPERAWATAN DIARE AKUT
DIRUANG FLAMINGGO RSUD WANGAYA
TANGGAL 25-27 NOVEMBER 2019

Hari/Tanggal/ No Tindakan Evaluasi Paraf


Jam (Dx) Keperawatan
1 2 3 4 5
Senin, 1. Mengobservasi TTV TD=110/70mmhg
25 November dan keadaan umum N= 78 X/menit
2019 pasien S = 38, 5ºC
Pkl. 14.00 R = 20X/menit
Wita
Pasien masih
tampak lemas,
dan mukosa bibir
kering
14.30 Wita 1 memberikan HE Pasien sudah
tentang diet rendah mengerti tentang
serat setiap 1 hari pendidikan yang
sekali diberikan

1. mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan

22.00 Wita 1 Mengobservasi TTV TD=120/70mmhg


dan keadaan umum N= 78 X/menit
pasien S = 37 ºC
R = 20X/menit

Pasien masih
tampak lemas,
dan mukosa bibir
kering

1 mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan
15

Selasa, 26 1 Mengobservasi TTV TD=120/70mmhg


November dan keadaan umum N= 78 X/menit
2019 Pkl. pasien S = 36, 5ºC
06.00 Wita R = 20X/menit

Pasien tampak
tidak lemas, dan
mukosa bibir
tidak kering

1 mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan

07.00 wita 1 memberikan HE Pasien sudah


tentang diet rendah mengerti tentang
serat setiap 1 hari pendidikan yang
sekali diberikan

08.00 wita 1 Membantu pasien Pasien merasa


dalam eliminasi BAB nyaman setelah
BAB

1 Mengobservasi Frekuensi BAB


frekuensi, konsistensi
pasien sejak
dan warna BAB kemarin kurang
pasien setiap 1 kali
lebi 4-5 x/hari,
sehari warna feses
kuning,
konsistensi encer
14. 00 wita 1 Mengobservasi TTV TD=120/70mmhg
dan keadaan umum N= 78 X/menit
pasien S = 36, 5ºC
R = 20X/menit

Pasien tampak
tidak lemas, dan
mukosa bibir
tidak kering
16

1 mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan
22.00 wita 1 Mengobservasi TTV TD=120/70mmhg
dan keadaan umum N= 78 X/menit
pasien S = 36, 5ºC
R = 20X/menit

Pasien tampak
tidak lemas, dan
mukosa bibir
tidak kering

1 mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan
Rabu, 27 1 Mengobservasi TTV TD=120/70mmhg
November dan keadaan umum N= 78 X/menit
2019 pkl. pasien S = 36 ºC
06.00 R = 20X/menit

Pasien tampak
tidak lemas, dan
mukosa bibir
tidak kering

1 mengkolaborasi Obat sudah


dalam pemberian masuk, reaksi
sucralfat sirup 1 alergi tidak ada
sendok makan

07.00 wita 1 memberikan HE Pasien sudah


tentang diet rendah mengerti tentang
serat setiap 1 hari pendidikan yang
sekali diberikan
08.00 wita 1 Membantu pasien Pasien merasa
dalam eliminasi BAB nyaman setelah
BAB
17

1 Mengobservasi Frekuensi BAB


frekuensi, konsistensi pasien sejak
dan warna BAB kemarin kurang
pasien setiap 1 kali lebih 3-4 x/ hari
sehari Warna feses
kuning
Konsistensi encer
18

4. Evaluasi

TABEL 4

EVALUASI KEPERAWATAN PASIEN NY. MW DENGAN MASALAH


KEPERAWATAN DIARE AKUT
DIRUANG FLAMINGGO RSUD WANGAYA
TANGGAL 25-27 NOVEMBER 2019

Hari/ Diagnosa Keperawatan Evaluasi


Tanggal/
Jam
1 2 3

Rabu, Diare berhubungan dengan S = pasien mengatakan masih


27 proses infeksi dan parasite mengeluh diare 3-4 kali dalam
November ditandai dengan pasien sehari
2019 mengatakan bab encer dan O= Konsistensi feses pasien
Pkl. 08.00 berlendir, dengan frekuensi 4-5 masih encer, berwarna
Wita kali setiap sejak 2 hari yang kuning, pasien tampak tidak
lalu, pasien terlihat lemas, lemas dan mukosa bibir tidak
mukosa bibir kering kering
A= Tujuan 1,2, 3 belum tercapai,
tujuan 4,tercapai. Masalah
teratasi sebagian.
P= Lanjutkan rencana
keperawatan
19

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan tinjauan kasus dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: pada


pengkajian pasien Ny. S data yang ditemukan sudah seusai dengan tinjauan teori,
diagnosa keperawatan yang muncul dan ditemukan pada pasien Ny. S. Perencanaan
diawali dengan prioritas diagnosa keperawatan berdasarkan pada hal yang paling
mengancam keselamatan pasien dan selanjutnya disusun rencana perawatan untuk
menangani penyebab pelaksanaan tindakan perawatan sudah sesuai dengan rencana
yang telah disusun serta kondisi pasien dengan mempertimbangkan kemampuan
pasien dalam mengikuti program. Dalam melaksanakan tindakan perawatan penulis
bekerja sama dengan perawat di RSUD Wangaya ruang Flaminggo, dari 2 masalah
yang muncul, 1 masalah teratasi sebagian 1 yang belum teratasi dimana tujuan
tercapai sebagian yaitu diare.