Anda di halaman 1dari 9

SISTEM IMUN

MATA KULIAH PATOFISIOLOGI

Dosen Pengampu: Ainun Sajidah,S.Kep.,Ns.,M.Biomed.

Oleh:

Amellia Zahratunisa

P07120119007

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN

JURUSAN DIPLOMA III KEPERAWATAN

2019/2020
Sistem Imun

Pengertian Sistem Imun

Sistem imun atau sistem kekebalan adalah sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang
bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari
pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen. Sementara itu, respons
kolektif dan terkoordinasi dari sistem imun tubuh terhadap pengenalan zat asing disebut respons
imun. Agar dapat berfungsi dengan baik, sistem ini akan mengidentifikasi berbagai macam
pengaruh biologis luar seperti dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan
zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel dan jaringan organisme yang sehat agar
tetap berfungsi secara normal.

a. Limfatik primer atau sentral


Limfatik primer teridiri dari 2 organ, yaitu
1. Sumsum Tulang
Sumsung tulang terdapat di dalam hampir semua jenis tulang, terutama tulang pipa.
Sumsum tulang merah merupakan tempat hematopoesis. Hematopoesis merupakan
proses diferensiasi sel stem menjadi sel darah mieloid dan limfoid. Sel limfoid
nantinya akan berkembang menjadi sel limfosit T, limfosit B, dan NK sel. Limfosit B
kemudian mengalami maturasi disini. Sedangkan, limfosit T akan menuju Thymus
dan bermaturasi disana
2. Kelenjar Thymus
Thymus merupakan organ yang terletak di mediastinum tubuh. Limfosit T yang
menuju Thymus nantinya akan menjadi matur dan imunokometen sehingga siap
menuju organ limfatik sekunder.
b. Limfatik sekunder
Limfatik sekunder merupakan tempat pemberhentian sel B dan Sel T yang sudah
mengalami maturasi di limfatik primer. Sehingga nantinya Sel T akan melakukan
proliferasi dan spesifikasi pajanan. Pada kondisi terpapar patogen tertentu kemungkinan
akan mengalami perbesaran. Organ limfatik sekunder terdiri atas 3, yaitu:
1. Limfonodus
Limfonodus merupakan tempat pertemuan berbagai saluran limfe dan terdapat
banyak sekali di tubuh (sekitar >600) berbentuk nodular. Tempat yang banyak
terdapat limfonodus adalah di sekitar leher, axila, dan selangkang. Sehingga jika
terjadi infeksi dari beberapa antigen seperti virus, bakteri, jamur dll. Dapat
mengakibatkan pembengkakan.
2. Limpa
Limpa merupakan organ limfatik terbesar dan terletak di cavum abdominal dexter
posterior diafragma, fungsi limpa:
- Sebagai tempat cadangan darah
- Menghancurkan sel darah merah yang sudah tua.
- Mengatur siklus zat besi
- Menyimpan sel monosit sel darah putih.
3. Tonsila
Letak tonsila ada di 3 tempat yaitu tonsila lingualis (facies dorsalis radix linguae),
tonsila pharingeal (dinding dorsal nasopharing), dan tonsila palatina (arcus
glosopalatinus dan pharingopalatinus). Fungsi tonsila adalah sebagai pertahanan
tubuh.

Fungsi Sistem Imun


1. penangkal “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh;
2. untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh
yang telah tua;
3. sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi, atau ganas, serta
menghancurkannya.

Pertahanan Tubuh Alami


- Pertahanan fisik: kulit
- Pertahanan Mekanik: rambut hidung, silia
- Pertahanan Kimia: air mata, mukus, saliva
- Pertahanan Biologis: bakteri alami
Tahapan Aktivitas Sel Pertahanan Tubuh Dalam Menghadapi Zat Asing
Pengenalan Antigen
1. Sel-sel darah putih akan mengenali antigen / zat asing kemudian menandai bentuk
molekul protein dan molekul lain pada permukaan sel dapat dibedakan antara sel diri
sendiri dan bukan diri sendiri (sel asing)
2. Komunikasi antar sel
Leukosit yang sudah mengenali molekul asing (misalnya berupa bakteri maupun
mikroorganisme lain) selanjutnya menginformasikan kepada sel-sel pertahanan tubuh
lain bahwa antigen telah datang. Komunikasi antar sel tersebut diperantarai oleh
sitokin (suatu protein yang disekresi oleh sel bernukleus)
3. Mengalahkan Penyerang
Sel penyerang / antigen akan dilemahkan dengan protein spesifik yang diproduksi oleh
sel pertahanan tubuh yang disebut antibody. Antibodi akan mengikat antigen sehingga
mudah dihancurkan oleh leukosit

Perbedaan Sifat Respon Imun Spesifik dan Nonspesifik


1. Respon Imun spesifik
Resistensi tidak Berubah oleh infeksi, spesifitas umumnya efektif terhadap semua
mikroorganisme, sel yang penting yaitu Fogosit, Sel NK, Sel K, molekul yang penting
Lizosim, Komplemen, interferon, komponen yang larut Peptida antimikrobal dan protein,
respon time Menit/jam, Selalu siap.
2. Respon Imun nonspesifik
Resistensi Membaik oleh infeksi berulang (memori), spesifitas Spesifik untuk
mikroorganisme yang sudah mensensitisasi sebelumnya, sel yang penting yaitu Limfosit,
molekul yang penting Antibodi Sitokin, komponen yang larut antibodi, respon time Hari
(lambat) Tidak siap sampai terpajan alergen, arus ada pajanan sebelumnya. Respon imun
nonspesifik terbagi menjadi 2 yaitu pertahanan lapis pertama dan pertahanan lapis kedua.
1. Pertahanan lapis pertama
- Kulit (menyekresi asam lemak dan keringat yang mengandung garam
sehingga menghambat laju bakteri)
- Membran mukosa (saluran pernapasan yang menyekresi lendir akan
menangkap bakteri)
- Sekresi alami (Liur dan air mata mengandung lisozim. Asam di lambung
dapat membunuh bakteri yang masuk lewat makanan. ASI (air susu ibu)
mengandung laktoperoksidase. Cairan sperma mengandung spermin.)
- Bakteri alami (Secara normal pada kulit, saluran pencernaan, dan saluran
kelamin terdapat beberapa jenis bakteri alami yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri patogen)

2. Pertahanan lapis kedua


- Fagosit dan sel pembunuh alami (yg mampu menghancurkan materi asing, ex.
neutrofil & monosit)
- Protein komplemen (ketika antibodi terbentuk, prot komplementer akan
menempel pd mikrob)
- Interferon (bbrp sel menyekresi interferon utk membuat sel kebal terhadap
partikel virus)
- Sitokin (pembawa pesan antarsel utk kekebalan, bkrjasama dgn SSP & sist
jaringan lain. Sel dapat merespons pesan jika sitokin punya reseptor yang
cocok)
- Inflamasi (reaksi akibat timbulnya infeksi dan terbukanya arteriol di sekitar
daerah yang terluka sehingga suplai darah ke daerah yang terluka meningkat.
Dikontrol oleh enzim dan beberapa komponen lainnya, seperti serotonin,
platelet, dan basofil).

Respon imun spesifik

Melibatkan limfosit B dan limfosit T

a. Limfosit B
Limfosit B dibentuk pada sumsum tulang kuning yang mengalami pembelahan atau
diferensiasi menjadi sel plasma dan sel limfosit B ( didalam tubuh limfosit B jumlahnya
mencapai 30% ). Sel plasma yang terbentuk bertugas menyekresikan antibody ke dalam
cairan tubuh. Adapun limfosit B memori berfungsi menyimpan informasi antigen.

b. Limfosit T

Limfosit T dibentuk dibentuk disumsum tulang akan tetapi pematangan llimfosit T terjadi
di kelenjar timus, setelah mengalami pematangan limfosit T dan limfosit B akan masuk
kedalam system peredaran limfatik, oleh karena itu sel – sel limfotik banyak ditemui pada
peredaran darah limfatik,sumsum tulang, kelenjar timus, kelenjar limpa, amandel, darah
dan system pencernaan.

Tipe Limfosit Jenis Limfosit Fungsi

Limfosit  B ( sel  B ) Sel B plasma Membentuk antibody.


Sel B pengingat Mengingat antigen yang pernah masuk kedalam
tubuh.
Sel B pembelah Membentuk sel B plasma dan sel B pengingat.
Limfosit T ( sel  T ) Sel T pembunuh Menyerang pathogen yang masuk kedalam tubuh,
sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara
langsung.
Sel T pembantu Menstimulasikan pembentukkan jenis sel T lainnya
dan sel B plasma serta mengaktifasikan makrofag
untuk melakukan fagositosis.
Sel T Supresor Menurunkan dan menghentikan respon imun
dengan cara menurunkan produksi antibody dan
mengurangi aktifitas sel T pembunuh.

Sel B
• Memiliki imunoglobin pada permukaannya. Imunoglobin adalah protein yang dapat
mengidentifikasi antigen.

• Imunoglobin setiap jenis sel B memiliki struktur yang spesifik dan hanya mengenali satu
jenis antigen.

• Jadi, ketika sel B telah mengidentifikasi antigen, maka sel B bereplikasi dengan cepat
menghasilkan sel khusus yang disebut sel plasma, untuk menghasilkan antibodi yang
akan dilepas ke cairan tubuh.

Macam-macam antibodi/imunoglobin

No Tipe Antibodi Fungsi

1 IgM Aglutinasi, mengaktifkan protein komplemen,


merangsang fagositosis mikrob oleh makrofaga
2 IgG Mengaktifkan protein komplemen dan makrofag,
memelihara janin (fetus) dari serangan penyakit.

3 IgA Mengikat mikrob (pada daerah permukaan saluran


pernapasan dan saluran makanan), mencegah mikrob
masuk ke tubuh, mengeluarkan mikrob dari dalam
tubuh bersama nukleus dan sekresi lainnya.

4 IgD Mengaktifkan sel B.

5 IgE Proteksi terhadap serangan parasit dan bersama IgG


mengikat serta mengusir antigen alergi.

Struktur dan cara kerja anti bodi

• Produksi antibodi pada infeksi pertama kali disebut respons antibodi primer.
• Pada infeksi kedua, sistem imun merespons lebih cepat. Ini disebut respons antibodi
sekunder. Konsentrasi antibodi meningkat lebih banyak dan lebih cepat daripada saat
respons primer.

• Jumlah sel memori menurun setelah infeksi pertama, tetapi sel B memori dapat
dihasilkan dengan lebih cepat pada saat infeksi kedua.

Sel T

Setelah menemukan antigen yang cocok, sel T bereplikasi dengan cepat dan membentuk
memori. Sel T tidak membentuk antibodi. Sel T bekerja sama dalam sistem imun.
Imunitas yang melibatkan sel T dan fagosit disebut imunitas tingkat sel. Sel T penolong
(helper T cells: Th) membawa protein penanda kelas 2 akan mengenali fagosit tersebut
dan merangsang sel B untuk bereplikasi. Sel T sitotoksik (cytotoxic T cells: Tc) yang
bertugas membunuh sel tubuh yang terkena infeksi, dgn cara menyekresikan suatu
protein yg dpt melubangi membran sel.

Sebaran sel B dan sel T di dalam tubuh

Sel B dan sel T dibentuk pada jaringan limfoid primer, yaitu sumsum tulang dan timus.
Sel B dan sel T mengikuti aliran darah ke seluruh tubuh.

- Pencegahan Penyakit

Kekebalan tubuh

Aktif  alami (aktivasi karena infeksi patogen), buatan (injeksi antigen ke dalam tubuh atau
vaksinasi)

Pasif  alami (antibodi yang diberikan dari Ibu ke bayinya), buatan (antibodi diekstrak dari
individu lain kemudian disuntikkan ke tubuh orang lainnya atau serum)

- Pengobatan Penyakit dengan Antibiotik


Antibiotik merupakan senyawa kimia untuk melawan bakteri penyebab penyakit. Konsumsi
antibiotik kepada suatu individu secara terus menerus dapat menyebabkan menurunnya
kemampuan antibiotik dalam melawan penyakit, disebabkan meningkatnya jumlah bakteri yang
resisten terhadap antibiotik tersebut.

Imunitas

Imunitas terbagi menjadi 2:

1. Aktif
- Alami
Antibodi diproduksi setelah terpapar
- Induksi
Antibodi diproduksi setelah diimunisasi toksoid atau agen infeksi yang sudah dibunuh
atau sudah diberi perlakuan
Imunitas aktif menghasilkan sel B memori dan Sel T memori.

2. Pasif
- Alami
Antibodi diperoleh oleh bayi melalui plasenta dan ASI
- Induksi
Antibodi diperoleh melalui injeksi imunoglobin
Imunitas pasif tidak menghasilkan memori.