Anda di halaman 1dari 13

PERTEMUAN 1:

Energi dan Magnet

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai Energi , prinsip energi Konsep energi
anda harus mampu:
1.1 Memahami Energi
1.2 . Memahami Prinsip Energi
1.3 Memahami Magnet

B. URAIAN MATERI
Tujuan Pembelajaran 1.1:
Energi
DASAR KONVERSI -EL
Dasar konversi energy listrik adalah ilmu yang mempelajari segala permasalahan yang
berhubungan dengan proses terjadinya konversi energy listrik, baik yang menyangkut
sifat – sifat dan pemakaian piranti (alat) konversi yang azas kerjanya berdasarkan aliran
electron dalam benda padat atau aliran electron dalam konduktor
Perananan Utama Energi Listrik
• Dalam kehidupan sehari – hari
• Dalam bidang industry dan pabrik sebagai tenaga penggerak mesin – mesin
produksi penerangan dan sebagainya.
• Dalam kehidupan rumah tangga sebagai salah satu kebutuhan pokok di samping
kebutuhan sandang, pangan dan papan
• Dalam Teknik Tenaga Listrik dikenal Dua Macam Arus.
1)Arus searah (Direct Current = DC)
2) Arus bolak – balik (Alternating Current , AC)

Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor).
Sebaliknya Konversi Energi dari mekanik menjadi listrik (generator) berlangsung
melalui media medan magnet.

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 1


Energi yang diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sementara akan tersimpan
pada media medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi bentuk energi
lainnya. Dengan demikian medan magnet selain berfungsi sebagai tempat
penyimpanan energi juga sekaligus sebagai media untuk menggandeng proses
perubahan energi

1.1 Apa itu energi?


• Darimana energi yang dipergunakan untuk memberikan penerangan ?
• Apakah mobil memerlukan lebih banyak energi saat terparkir di garasi atau saat
berjalan di jalan raya dengan kecepatan 60 km/jam

Prinsip Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan
• Energi berasal dari berbagai sumber
• Beberpa jenis energi memiliki kemampuan konversi dari satu jenis menjadi jenis
yang lain.
• Energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, namun dapat dilestarikan
(konservasi)
• Jumlah energi di alam semesta selalu konstan
• Tugas seorang engineer adalah memahami prinsip energi dan dapat membangun
sistem untuk memantau aliran energi

1.2 Konsep Energi


Energi memiliki kapabilitas untuk melakukan Kerja (Work).
Konsep Kerja secara sempit didefinisikan melalui Hukum Newton II tentang gerak
Kerja (Work) W =F x d
F adalah gaya (N)
D adalah jarak (m)
• Energi, (E), sama dengan unit Kerja = Work, W

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 2


E=W
dalam sistem imajiner kita kan mengubah energi menjadi Kerja. Jumlah kerja yang
dihasilkan setara dengan energi yang ada.

Konservasi Energi

Berdasarkan Gb., tugas seorang engineer adalah membangun sistem.


• Sistem dapat berupa sebuah mesin, berupa perahu layar, pemotong rumput, ketel
listrik, crane, dll.
• Sebuah sistem memiliki garis batas yang terhubung ke alam semesta (universe).
• Anda harus menggunakan ketrampilan dan pengetahuan sebagai seorang engineer
untuk membangun batasan sistem (control boundary) sehingga aliran energi dapat
dipantau dan mengendalikan keseimbangannya
Konservasi energi tidak berarti harus mematikan lampu atau menentang
penggunaan mobil sport canggih.
• Konservasi energi akan mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmiah yang berlaku
sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan di sebuah negara.
• Ada tiga kata yang selalu diingat, Energi adalah kekal.
Energi adalah Kemampuan untuk melakukan Kerja.

Konsep Gaya dan Kerja


Gaya (Force) adalah variabel yang dapat diartikan sebagai dorongan atau tarikan
yang diukur dengan neraca pegas atau suatu benda dalam grafitasi. Satuan gaya
(SI) dinyatakan dalam Newton

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 3


Kerja didefinisikan sebagai perkalian antara Gaya dan jarak dimana gaya
diterapkan.Jarak diukur dalam arah yang sama dengan arah gaya.Satuan Kerja
adalah Joule (SI) = kg.m2/s2.
Energi disimpan untuk melakukan kerja (bensin ,menjalankan kendaraan; energi
yang tersimpan dalam tubuh .dilepaskan untuk bekerja, dll)
Daya (Power) adalah seberapa cepat sebuah pekerjaan dapat diselesaikan atau
seberapa banyak Energi yang dibutuhkan untuk melakukan Kerja.
Daya = laju perubahan energi
Satuan (SI) = Watt
1 Watt = 1 Joule/s

Jenis-Jenis Energi
• Energy Kinetik = energi akibat gerakan
• Energi Kinetik (EK) = energi massa dalam gerakan garis lurus ;
• Energy Thermal = panas
• Energi potensial (EP)= energi akibat posisi
• Energi Potensial (EPG) = Energi potensial grafitasi
• Energi Kimia
• Energi elektromagnetik

a. Contoh Energi Kinetik (Ek)


Berapakah Energi kinetik (Ek) dari sebuah mobil dengan massa 1.0 x 103 kg yang
berjalan kecepatan 65 miles/hour atau 29 m/s ?
Diketahui
massa 1.0 x 103 kg,
kecepatan 29 m/s
Ditanya :
Ek mobil?
Jawab
Rumus Ek =1/2mv2
= ½ (1.0 x 103 kg) ( 29 m/s )2= 4.2050 x 105 Joule

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 4


b.Contoh Thermal Energy
Jika jumlah atom dalam 1 mol gas adalah 6.022 x 1026, berapa banyak atom gas
yang menempati ruang 1.00 cm3, pada tekanan 1,00 x 105 N/m2, pada suhu 0oC
(273oK) ?
Diketahui:
R=8314 J/(kgmol.K)
1 kg mol gas berisi 6.022 x 1026 molekul
Ditanya :
n = …… atom dalam 1 kg gas,
pada ρ = 1,00 x105 N/m2
T = 273oK
Dimana n = …… atom dalam 1 kg gas,
pada ρ = 1,00 x105 N/m2 , T = 273oK
Gunakan
Rumus ρ. V=NRT (jumlah mol) konversikan N ke n (jumlah Atom)
Jawab:

c. Energi Elektromagnetik

d. Contoh energi Elektromagnetik

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 5


Sebuah baterai menopang penurunan tegangan 3,0 V di sebuah bola lampu kecil
dan menghasilkan arus 0,1 A yang melewati bola lampu. Berapa daya yang
diperlukan oleh bola lampu?
Diketahui:
tegangan (V) bola lampu =3,0 V,
Arus yang melewati bola lampu (I)=0,1 A
Ditanya
Daya : Daya ( P)?
Jawab
Daya P = V x I
P = 3,0 V x 0,1 A = 0,3 Watt

Konversi Energi
Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
Contoh, energi listrik dapat diubah menjadi energi gerak Karena semua jenis energi
dapat dinyatakan dalam satuan yang sama, joule, konversi ini dapat dinyatakan secara
kuantitatif dalam model sederhana.
Contoh 1
Satu galon bensin dapat menyediakan 1.30 x 105 kJ energi kimia. Jika semua energi
kimia tersebut dikonversikan dalam TKE dari sebuah mobil, berapa banyak bensin
yang dikonversikan dalam TKE jika mobil tersebut 65 mil/jam (mph) di jalan raya.
Diketahui:
Bensin yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil kecepatan 65 mph (29 m/2)
Ek kendaraan = 4.2 x 102 kJ pada 65 mph, energi yang terkandung dalam bensin
1.30 x 105 kJ/galon
Ditanya
Ek, kendaraan = energi kimia bensin
Jawab
misal x = jumlah bensin yang dibutuhkan (galon)
x = 1.30x105 [galon][kJ/galon] x = 0,0032 galon

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 6


1.2. Prinsip Dasar Induksi Magnet
1. 2. 1 Medan Magnet
Medan magnet adalah daerah yang ada di sekitar magnet dimana objek-objek magnetik
lain dapat terpengaruh oleh gaya magnetismenya. Benda magnetik selalu mencoba
untuk mengarahkan diri selaras dengan pengaruh medan magnet disekitarnya. Makin
kuat daya megnetisme yang dimiliki oleh suatu benda, maka makin luas pula cangkupan
medan magnetnya. Medan magnet tidak dapat dilihat, namun dapat dijelaskan dengan
mengamati pengaruh magnet pada benda lain. Seperti dengan cara menaburkan serbu
besi disekitar magnet, serbuk-tersebut besi tersebut akan membentuk sebuah pola garis-
garis lengkung. Pola garis-garis lengkung yang terbentuk ini merupakan pola garis-garis
medan magnetik yang disebut garis gaya magnetik. Garis – garis medan magnet tersebut
memiliki sifat sebagai berikut :
1. Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan
2. Garis-garis gaya magnet selalu keluar dari kutub utara (N) dan masuk ke kutub
selatan (S) magnet
3. Garis-garis gaya magnet rapat berarti medan magnetnya kuat
4. Garis-garis gaya magnet renggang berarti medan magnetnya melemah

Gambar 2.1 Pola garis-garis gaya magnet

1.2.2 Fluks Magnet


Fluks magnet adalah merupakan garis-garis medan magnet yang berasal dari kutub utara
sumber magnet yang menembus bidang datar secara tegak lurus atau membentuk sudut
kemiringan tertentu (θ). Secara matematis fluks magnet dirumuskan dengan persamaan

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 7


Gambar 2.2 Arah garis medan magnet;
(a) Arah tegak lurus dan
(b) Arah yang membentuk sudut θ terhadap permukaan bidang
Apabila garis garis medan magnet tidak tegak lurus dengan bidang datar maka sudut
θ) mempengaruhi besarnya fluks magnet yang dirumuskan dengan persamaan :

Dengan :
Φ = Fluks magnetik (Weber)
B = Medan magnet (Wb/m2, T)
A = Luas permukaan (m2)
θ = Sudut antara garis gaya magnet dengan permukaan bidang (θ0)

1.2.3 Hukum Faraday Pada Induksi Magnet


Menurut Hukum Faraday apabila sebuah magnet digerakkan keluar masuk disekitar
kumparan atau lilitan kawat sehingga terjadi perubahan fluks magnet yang memotong
kumparan, maka pada ujung kawat tersebut akan timbul arus dan tegangan listrik. Arus
dan tegangan pada ujung kawat tersebut disebut sebagai gaya gerak listrik (GGL). Besar
kecilnya GGL tergantung dari 3 hal berikut :
1. Banyaknya lilitan kawat atau kumparan
2. Kecepatan magnet dalam menginduksi kumparan
3. Kekuatan magnet yang digunakan
Besarnya gaya gerak listrik (GGL) yang menimbulkan arus listrik sebanding dengan
laju perubahan fluks magnetik yang melalui kumparan. Secara matematis dapat
dirumuskan dengan persamaan :

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 8


Dengan :
Ei = Gaya gerak listrik induksi (Volt)
N = Banyak lilitan kumparan
ΔΦ = Perubahan fluks magnet (Weber)
Δt = Perubahan waktu (sekon)

2.2 Kemagnetan
Kemagnetan adalah suatu sifat zat yang teramati sebagai suatu gaya tarik-menarik
antara kutub tidak sejenis atau gaya tolak-menolak antara kutub-kutub senama. Gaya
magnet tersebut paling kuat di dekat ujung-ujung atau kutub-kutub magnet. Semua
magnet memiliki dua kutub magnet yang berlawanan, utara (U) dan selatan (S). Apabila
sebuah magnet batang digantung, maka magnet tersebut akan menunjukan kutub selatan
bumi pada kutub utara magnet dan menunjukaan kutub utara bumi pada kutub selatan
bumi.
Kata magnet berasal dari Magnesia, nama suatu kota di kawasan Asia. Di kota inilah
orang-orang Yunani sekitar tahun 600 SM menemukan sifat magnetik dari mineral
magnetik. Magnet dapat dibuat dari bahan besi, baja, dan campuran logam lainnya.
Hingga saat ini, magnet banyak dimanfaatkan untuk perangkat elektronik, seperti bel
listrik, telepon, dan mikrofon. Berdasarkan asalnya, magnet dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam adalah magnet yang
ditemukan di alam, sedangkan magnet buatan adalah magnet yang sengaja dibuat oleh
manusia. Magnet buatan selanjutnya terbagi lagi menjadi magnet tetap (permanen) dan
magnet sementara. Magnet tetap adalah
magnet yang sifat kemagnetannya tetap (terjadi dalam waktu yang relatif lama).
Sebaliknya, magnet sementara adalah magnet yang sifat kemagnetannya tidak tetap atau
sementara.
1.2.4 Macam - Macam Magnet Permanen
a. Neodymun Magnets
Magnet neodymium, merupakan magnet tetap yang paling kuat. Magnet neodymium
(juga dikenal sebagai NdFeB, NIB, atau magnet Neo), merupakan sejenis magnet tanah
jarang, terbuat dari campuran logam neodymium. Tetragonal Nd2Fe14B memiliki
struktur kristal yang sangat tinggi uniaksial anisotropi magnetocrystalline (HA ~ 7 tesla

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 9


). Senyawa ini memberikan potensi untuk memiliki tinggi koersivitas (yaitu, ketahanan
mengalami kerusakan magnetik).
Sinter Nd2Fe14B cenderung rentan terhadap korosi. Secara khusus, korosi sekecil
apapun dapat menyebabkan kerusakan magnet sinter. Masalah ini dibahas dalam banyak
produk komersial dengan menyediakan lapisan pelindung.
Gambar 2.3

Gambar 2.3 Neodymun magnets


b. Samarium - Cobalt
Magnet Samarium-Cobalt adalah salah satu dari dua jenis magnet bumi yang langka,
merupakan magnet permanen yang kuat yang terbuat dari paduan samarium dan kobalt.
Mereka dikembangkan pada awal tahun 1970. Mereka umumnya-terkuat kedua jenis
magnet dibuat, kurang kuat dari magnet neodymium , tetapi memiliki peringkat
temperatur yang lebih tinggi dan lebih tinggi koersivitas. Mereka rapuh, dan rawan
terhadap retak dan chipping. Samarium-kobalt magnet memiliki produk-produk energi
maksimum (BH max)
yang berkisar dari 16 oersteds megagauss-(MGOe) menjadi 32 MGOe; batas teoretis
mereka adalah 34 MGOe. Jenis magnet ini dapat ditemukan di dalam alat-alat
elektronik seperti VCD, DVD, VCR Player, Handphone, dan lain-lain.

Gambar 2.4 Samarium – Cobalt magnets

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 10


c. Ceramic Magnet
Ferrites adalah senyawa kimia yang terdiri dari keramik bahan dengan besi (III) oksida
(Fe2O3) sebagai komponen utama. Bahan ini digunakan untuk membuat magnet
permanen, seperti core ferit untuk transformator, dan berbagai aplikasi lain. Ferit keras
banyak digunakan dalam komponen elektronik, diantaranya motor-motor DC kecil,
pengeras suara (loud speaker), meteran air, KWH-meter, telephone receiver ,circulator ,
dan rice cooker.

Gambar 2.5 Ceramic magnets

d. Plastic Magnet
Fleksibel (Karet) magnet dibuat dengan mencampur ferit atau bubuk Neodymium
magnet dan pengikat karet sintetis atau alami. Fleksibel (Karet) magnet dibuat dengan
menggulung atau metode ekstrusi. Magnet plastik dibuat karena keuntungan dari
magnet ini fleksibilitas, biaya rendah, dan kemudahan dalam penggunaan. Magnet
plastik biasanya diproduksi dalam bentuk lembaran strip atau yang banyak digunakan
dalam mikro-motor, gasket dan lain-lain. Ferit bahan fleksibel berbasis sering
dilaminasi dengan vinil dicetak putih atau berwarna.

Gambar 2.6 Plastic magnets


e. Alnico Magnets
Alinco magnet adalah magnet paduan yang mengandung Alumunium (Al), Nikel (Ni),
Cobalt (Co). Karena dari tiga unsur tersebut magnet ini sering disebut Alinco.

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 11


Sebenarnya magnet alinco ini tidak hanya mengandung ketiga unsur saja melainkan ada
beberapa unsur mengandung besi dan tembaga, tetapi kandungan besi dan tembaga
tersebut relatif sedikit.
Jenis magnet ini dapat ditemukan di dalam alat-alat motor (kipas angin, speaker, mesin
motor). Magnet ini juga sering dijumpai dalam lab sekolahan bahkan dapat ditemukan
pada sepatu kuda yang berfungsi untuk meningkatkan daya lari kuda.

Gambar 2.7 Alnico magnet

2.2.2 Karakteristik Magnet Permanen


Material magnetik diklasifikasikan menjadi dua yaitu material magnetik lemah atau soft
magnetic materials maupun material magnetik kuat atau hard magnetic materials.
Penggolongan ini berdasarkan kekuatan medan koersifnya dimana soft magnetic atau
material magnetik lemah memiliki medan koersif yang lemah sedangkan material
magnetik kuat atau hard magnetic materials memiliki medan koersif yang kuat. Hal ini
lebih jelas digambarkan dengan diagram histerisis atau hysteresis loop sebagai loop.

Gambar 2.8. Histeresis material magnet;


(a) Soft magnetic, (b) hard Magnetic
Diagram histeresis diatas menunjukkan kurva histeresis untuk material magnetic lunak
pada gambar (a) dan material magnetik keras pada gambar (b). H adalah medan
magnetik yang diperlukan untuk menginduksi medan berkekuatan B dalam material.
Setelah medan H ditiadakan, dalam specimen tersisa magnetisme residual Br, yang
disebut residual remanen, dan diperlukan medan magnet Hc yang disebut gaya koersif,

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 12


yang harus diterapkan dalam arah berlawanan untuk meniadakannya. Magnet lunak
mudah dimagnetisasi serta mudah pula mengalami demagnetisasi dan diperlukan medan
Hc yang kecil untuk menghilangkannya. Magnet keras adalah material yang sulit
dimagnetisasi dan sulit di demagnetisasi. Karena hasil kali medan magnet (A/m) dan
induksi (V.det/m2) merupakan energi per satuan volume, luas daerah hasil integrasi di
dalam loop histerisis adalah sama dengan energi yang diperlukan untuk satu siklus
magnetisasi mulai dari 0 sampai +H hingga –H sampai 0. energi yang dibutuhkan
magnet lunak dapat dapat diabaikan; medan magnet keras memerlukan energi lebih
banyak sehingga pada kondisi-ruang, demagnetisasi dapat diabaikan.
1.2.5 Perbandingan Magnet Permanen
Magnet permanen merupakan komponen utama untuk menghasilkan medan magnet
pada celah udara. Medan magnet inilah yang kemudian akan diinduksikan pada
kumparan stator untuk menjadi tegangan listrik. Sebagai penghasil medan magnet
utama, medan magnet pada rotor merupakan medan magnet permanen yang kuat.
Permanen magnet tidak memiliki kumparan penguat dan tidak menghasilkan desipasi
daya elektrik. Pada bahan ferromagnetik, permanen magnet dapat digambarkan oleh B-
H hysteresis loop. Permanen magnet juga disebut sebagai hard magnetic material, yang
artinya material ferromagnetik yang memiliki hysteresis loop yang lebar. Histeresis loop
yang lebar menunjukkan sedikitnya pengaruh induksi dari luar terhadap magnet tersebut
(flux residu besar). Ada 3 jenis pembagian material magnet permanen yang biasa
digunakan pada mesin elektrik, yaitu :
1. Alnicos (Al, Ni, Co, Fe)
2. Ceramics (ferrites), seperti barium ferrite BaO x 6Fe2O3 dan strontium ferrite SrO x
6Fe2O3
3. Rare-earth material, seperti samarium-cobalt SmCo dan neodymium- iron- boron
NdFeB.

C. TUGAS

Juhana,ST.MT Knversi Energi Page 13