Anda di halaman 1dari 2

CLAVUS (MATA IKAN) : PENANGANAN

Clavus atau clavi (pleural) adalah kondisi yang sering ditemui di masyarakat, yang dikenal sehari-hari
sebagai mata ikan. Clavus termasuk salah satu dari jenis lesi hiperkeratotik, Clavus merupakan kondisi di
mana terjadi penebalan pada area epidermis dan memiliki inti pusat. Lesi kulit ini paling sering
ditemukan pada kaki dan disertai rasa sakit. Clavus terjadi karena gesekan berulang, tekanan, atau
trauma pada area spesifik kaki. Kalus atau kapal adalah lesi kulit hiperkeratotik lain yang mirip dengan
klavus, bedanya penebalan pada area epidermis ini memiliki batas yang kurang jelas dan juga dan
kapalan tidak memiliki inti sentral yang menyakitkan seperti clavus. Lansia dan yang aktif secara fisik
paling sering terkena clavus. Perawatan berfokus pada penenganan gejala dan modifikasi gaya hidup
untuk mencegah pembentukan clavus.

Diagnosa dasar clavus adalah pada lokasi clavus, gejala clavus, dan bentuk lukanya. Dermoscopy dapat
dilakukan untuk membedakan jneis lesi hiperkeratotik. Selain itu diagnose menggunakan Film sinar-X
dapat digunakan untuk mengidentifikasi tonjolan tulang yang berkontribusi dalam pembentukan lesi
kulit. Tindakan diagnose ini dilakukan agar dapat membantu dokter membuat keputusan apakah pasien
perlu dirujuk ke dokter spesialis bedah atau tidak.

Pengobatan Clavus (Mata Ikan)

Ada 3 point penting dalam pengobatan Clavus, sebagai berikut :

1. Meringankan gejala yang diderita pasien


Dalam meringankan gejala nyeri yang diderita pasien akibat Clavus, biasanya dokter akan
melakukan tindakan seperti menipiskan lesi dan menghilangkan inti sentral dari clavus. Pasien
juga dapat dianjurkan untuk mengurangi ukuran clavus di rumah dengan merendam kaki di air
hangat dan menggunakan batu apung untuk menghilangkan kulit-kulit mati yang menebal.
Pemberian asam salisilat 10-15% pada clavus juga dapat mengurangi rasa nyeri atau pemberian
obat topical lain seperti kortikosteroid yang diajurkan oleh dokter.
2. Menggunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai
Calvus terjadi dikarenakan gesekan dan tekanan yang berulang-ulang sehingga terjadi lesi
hiperkeratotik shingga menyebabkan nyeri. Untuk mengurangi gesekan dan tekanan
direkomendasikan pasien untuk menggunakan alas kaki yang nyaman dan pas. Menggunakan
alas kaki dengan ukuran yang tepat, lembut dan memiliki tumit rendah serta meminimalisir
kelembaban kaki.
3. Tindakan Operasi oleh ahli bedah
Jika pengobatan pada poin 1 dan 2 gagal, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter bedah
untuk menentukan tindakan yang tepat untuk mengurangi tekanan dan rasa nyeri.

Sumber : Kevin M. Pennycook; Tess A. McCready, Clavus, NCBI, 2019