Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP DASAR MOTIVASI


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
PSIKOLOGI INDUSTRI
Khasbunalloh

Disusun oleh :

Arif Rahman Aji (181010800244)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


Fakultas Teknik
Universitas Pamulang
Tangerang Selatan
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
member petunjuk, bimbingan dan saran, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
Psikologi Industri.

Makalah ini tersusun dari berbagai sumber reverensi baik dari media cetak
maupun internet. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu dalam
proses pembelajaran. Penulis menyadari bahwa makalah yang sudah penulis
kerjakan masih sangat jauh dari kata sempurna, Oleh karena itu kritik, saran serta
pendapat dari Bapak Khasbunalloh yang bersifat membangun selalu penulis
harapkan dengan tujuan supaya tugas - tugas yang selanjutnya dapat penulis
kerjakan dengan lebih baik lagi.

Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada Bapak Khasbunalloh


yang telah member bimbingan dan arahan hingga tersusunnya makalah ini.
Apabila ada salah kata penulis ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................ii

Daftar isi....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang............................................................................................1

1.2   Rumusan Masalah.......................................................................................1

1.3   Tujuan Penulisan.........................................................................................1

1.4 Manfaat Penulisan.......................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Array...........................................................................................2

2.2 Deklarasi Array.............................................................................................2

2.3 Macam-macam Jenis Array...........................................................................3

2.3.2. Array Multidimensi..............................................................................3

2.3.1. Array Satu Dimensi..............................................................................4

BAB III KESIMPULAN..........................................................................................6

Daftar Pustaka..........................................................................................................7
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang paling penting
dalam suatu organisasi untuk menjalankan kegiatan-kegiatan perusahaan,
maka diperlukan karyawan yang mempunyai kemampuan dan motivasi yang
tinggi. Salah satu faktor penting yang dapat mendorong karyawan secara
produktif yaitu adanya motivasi untuk berprestasi, dengan kata lain, sistem
penilaian prestasi kerja yang baik dapat meningkatkan motivasi kerja
karyawan.

Menurut French dan Raven, sebagaimana dikutip Stoner, Freeman, dan


Gilbert (1995) dalam Sule dan Kurniawan, motivasi adalah sesuatu yang
mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu. Motivation is the
set of forces that cause people to behave in certain ways.

Memotivasi ialah mengajak karyawan/orang lain agar mengikuti arah


kemauan pimpinan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah
menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan
tersebut. Amstrong mendefinisikan motivasi sebagai perilaku yang
berorientasi tujuan. Karyawan merasa termotivasi, apabila merasa
tindakannya mengarah pada suatu pencapaian tujuan dan imbalan berharga
yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan mereka

Karyawan yang termotivasi adalah mereka yang sangat mengerti tujuan


tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut. Karyawan akan
termotivasi dengan sendirinya sepanjang mereka menuju ke tujuan yang ingin
mereka capai. Inilah bentuk motivasi yang paling baik.

Robbins mengemukakan motivasi sebagai proses yang ikut menentukan


intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran.
Intensitas terkait dengan seberapa keras seseorang berusaha. Akan tetapi,
intensitas yang tinggi kemungkinan tidak akan menghasilkan kinerja yang
diinginkan jika upaya itu tidak disalurkan ke arah yang menguntungkan
organisasi. Oleh karena itu, harus dipertimbangkan kualitas upaya itu maupun
intensitasnya. Upaya yang diarahkan ke sasaran dan konsisten dengan sasaran
organisasi adalah hal yang seharusnya diusahakan segenap pihak dalam
organisasi. Pada akhirnya, motivasi memiliki dimensi berlangsung lama. Ini
adalah ukuran tentang berapa lama seseorang dapat mempertahankan
usahanya. Individu-individu yang termotivasi tetap bertahan dengan
pekerjaannya dalam waktu cukup lama untuk mencapai sasaran mereka.
Motivasi diibaratkan sebagai jantungnya manajemen karyawan.
Mangkuprawira dan Aida menyatakan bahwa motivasi merupakan dorongan
yang membuat karyawan melakukan sesuatu dengan cara dan untuk mencapai
tujuan tertentu. Tidak ada keberhasilan mengerjakan sesuatu, seperti
mengelola karyawan, tanpa adanya motivasi, baik dari manajer maupun dari
karyawan.

Suit dan Almasdi berpendapat bahwa motivasi adalah alat pendorong yang
menyebabkan seseorang merasa terpanggil dengan segala senang hati untuk
melakukan suatu kegiatan yaitu untuk dapat memberikan sesuatu yang terbaik
dalam pekerjaan.

Menurut Rita, Richard dan Ernest (1991) dalam Hariandja, motivasi


diartikan sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku
atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan
dalam bentuk usaha yang keras atau lemah.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan


memelihara perilaku manusia. Handoko mengemukakan motivasi sebagai
keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.

Memperhatikan berbagai pandangan tentang motivasi dari berbagai ahli,


Gibson, Ivancevich dan Donelly menyimpulkan bahwa:
a) Para teoritisi menyajikan penafsiran-penafsiran yang sedikit berbeda
tentang motivasi dan mereka menitikberatkan faktor-faktor yang berbeda-
beda.
b) Motivasi berkaitan dengan perilaku kinerja
c) Motivasi mencakup pengarahan ke arah tujuan, dan
d) Dalam hal mempertimbangkan motivasi, perlu memperhatikan faktor-
faktor fisikologikal, psikologikal, dan lingkungan sebagai faktor-faktor
penting.
          Mengacu dari berbagai batasan tentang motivasi tersebut di atas, maka
yang dimaksud motivasi dalam hal ini adalah dorongan melakukan usaha
tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian konsep dasar motivasi
2. Bagaimana konsep dasar motivasi
3. Teori-teori motivasi

1.3 Tujuan penulisan


1. Menegetahui pengertian konsep dasar motivasi
2. Mengetahui bagaiaman konsep dasar motivasi
3. Mengetahui teori-teori motivasi
BAB II
Pembahasan

2.1 Pengertian Konsep Dasar Motivasi

Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Motif dikatakan sebagai daya penggerak  dari dalam dan
di dalam subjek untuk melakukan aktivitas aktivitas tertentu demi mencapai
suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan suatu kondisi intern
(kesiapsiagaan). Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai
“daya penggerak yang telah menjadi aktif” (Sardiman. 2007).

Berelzon dan Steiner  mengemukakan bahwa “is an inner state that


energizer, activates, or moves (hence ‘motivation’), and that directs or
channels behavior toward goals” (adalah suatu keadaan dari dalam yang
memberi kekuatan, yang menggiatkan, atau yang menggerakan, sehingga
disebut ‘penggerakan’ atau ‘motivasi’, dan yang mengarahkan atau
menyalurkan perilaku ke arah tujuan) (Affandi, 2007).

Eysenck dan kawan kawan merumuskan sebagai suatu proses yang


menentukan tingkatan kegiatan, intensitas dan konsistensi, serta arah umum
dari tingkah laku manusia merupakan konsep yang rumit dan berkaitan
dengan  konsep konsep lain seperti minat, konsep diri,sikap dan
sebagainya. (Slamento, 2010).

Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang


kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap
suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Tujuan adalah yang
membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu. (Slamento, 2010).
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan. (Sardiman. 2007)

Dari urian diatas dapat disimpulkan bahwa motovasi adalah daya


penggerak dari dalam diri yang memberi kekuatan, yang menggiatkan serta
arah umum dari tingkah laku manusia terhadap suatu tujuan.

2.2 Macam macam motivasi

Berbicara tentang jenis dan macam motivasi dapat dilihat dari berbagai
sudut pandang. Sardiman mengatakan bahwa motivasi itu sangat bervariasi
yaitu:
1)    Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya

a)    Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir

b)    Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena


dipelajari.

2)    Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam


sardiman:

a)    Motif atau kebutuhan organis misalnya kebutuhan minum,


makan, bernafas, seksual, dan lain-lain.

b)    Motof-motif darurat misalnya menyelamatkan diri, dorongan


untuk membalas, dan sebagainya.

c)    Motif-motif objektif

3)    Motivasi jasmani dan rohani

a)    Motivasi jasmani, seperti, rileks, insting otomatis, napas dan


sebagainya.

b)    Motivasi rohani, seperti kemauan atau minat.

4)    Motivasi intrisik dan ekstrinsik

a)    Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau


berfungsi tidak perlu diransang dari luar, karena dalam diri
setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

b)    Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan


berfungsi karena adanya perangsang dari luar. (Sardiman.
2007)

Adanya berbagai jenis motivasi di atas, memberikan suatu gambaran tentang


motif-motif yang ada pada setiap individu.

Adapun bentuk motivasi yang sering dilakukan di kampus  adalah memberi


angka, hadiah, pujian, gerakan tubuh, memberi tugas, memberi ulangan,
mengetahui hasil, dan hukuman

Dari kutipan di atas, maka penulis dapat menjelaskan hal tersebut sebagai
berikut:

a)     Nilai
Memberikan nila artinya adalah sebagai satu simbol dari hasil aktifitas
anak  didik. Dalam memberi nilai ini, semua anak didik mendapatkan hasil
aktifitas yang  bervariasi. Pemberian angka kepada  anak didik diharapkan
dapat memberikan dorongan atau motivasi agar hasilnya dapat lebih
ditingkatkan lagi.

b)     Hadiah

Maksudnya adalah suatu pemberian berupa kenang-kenangan kepada


anak didik yang berprestasi. Hadiah ini akan dapat menambah atau
meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa karena akan diangap sebagai
suatu penghargaan yang sangat berharga bagi mahasiswa.

c)     Pujian

Memberikan pujian terhadap hasil kerja anak didik adalah sesuatu yang
diharapkan oleh setiap individu. Adanya pujian berarti adanya suatu perhatian
yang diberikan kepada mahasiswa, sehingga semangat bersaing mahasiswa
untuk belajar akan tinggi.

d)     Gerakan tubuh

Gerakan tubuh artinya mimik, parah, wajah, gerakan tangan, gerakan


kepala, yang membuat suatu perhatian terhadap pelajaran yang disampaikan
oleh guru. Gerakan tubuh saat memberikan suatu respon dari mahasiswa
artinya mahasiswa didalam menyimak suatu materi pelajaran lebih mudah
dan gampang.

e)     Tugas

Tugas merupakan suatu pekerjaan yang menuntut untuk segera


diselesaikan. Pemberian tugas kepada mahasiswa akan memberikan suatu
dorongan dan motivasi kepada anak didik untuk memperhatikan segala isi
pelajaran yang disampaikan.

f)      Ujian

Ujian adalah strategi yang paling penting untuk menguji hasil


pengajaran  dan juga memberikan motivasi belajar kepada siswa untuk
mengulangi pelajaran yang telah disampaikan dan diberikan oleh dosen.

g)     Mengetahui hasil

Rasa ingin tahu mahasiswa kepada sesuatu yang belum diketahui adalah


suatu sifat yang ada pada setiap manusia. Dalam hal ini siswa berhak
mengetahui hasil pekerjaan yang dilakukannya.
h)     Hukuman

Dalam proses belajar mengajar, memberikan sanksi kepada mahasiswa


yang melakukan kesalahan adalah hal yang harus dilakukan untuk menarik
dan meningkatkan perhatian mahasiswa. Misalnya memberikan pertanyaan
kepada mahasiswa yang bersangkutan.

2.3 Fungsi motivasi


Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi yaitu:

1)     Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau


motor yang melepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor
penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2)     Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak


dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan
kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3)     Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan perbuatanapa


yang harus    dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan
menyisihkan perbuatan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.seorang mahasiswa yang akan menghadapi ujian dengan
harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak
akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu atau membaca
komik, sebab tidak serasi dengan tujuan. (Sardiman. 2007)

2.4 Teori tentang motivasi


1)     Teori instink

Menurut teori ini setiap tindakan manusia diasumsikan seperti jenis


animal/binatang. Tindakan manusia itu dikatakan selalu berkaitan dengan
instink atau pembawaan. Dalam memberikan respon terhadap adanya
kebutuhan seolah olah tanpa dipelajari. Tokoh teori ini adalah
Mc.Dougall.

2)     Teori fisiologis

Teori  ini juga disebutnya “behavior theoris” menurut teori ini semua


tindakan manusia itu berakar pada tindakan pada manusia itu berakar
pada usaha usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan organic atau
kebutuhan untuk kepentingan fisik. Atau disebut kebutuhan primer,
seperti kebutuhan tentang makanan, minuman, udara, dan lain lain yang
diperlukan untuk kepentingan tubuh seseorang. Dari teori inilah muncul
perjuangan hidup, perjuangan untuk mempertahankan hidup, struggle for
survival.

3)     Teori psikoanalitik

Teori ini mirip dengan insting, tetapi lebih ditekankan pada unsur unsur
kejiwaan yang ada pada diri manusia. Bahwa setiap tindakan manusia
karena adanya unsur pribadi manusia yakni id dan ego. Tokon dari teori
ini adalah Freud. (Sardiman. 2007)

2.5 Proses Motivasi

Proses terjadinya motivasi menurut Zainun (2007 : 19) adalah disebabkan


adanya kebutuhan yang mendasar. Dan untuk memenuhi kebutuhan timbullah
dorongan untuk berperilaku. Bilamana seseorang sedang mengalami motivasi
atau sedang memperoleh dorongan, maka orang itu sedang mengalami hal
yang tidak seimbang.

Setiap manusia dengan berbagai kebutuhan tidak akan pernah puas dalam
memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu proses motivasi akan terus
berlangsung selama manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi.
Pada dasarnya proses terjadinya motivasi menunjukkan adanya dinamika
yang terjadi disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar dan untuk
memenuhinya terjadi dorongan untuk berprilaku.

Ranupandojo dan Husnan (2006 : 198) mengatakan dalam proses motivasi


terdapat empat komponen terjadinya motivasi yang terlihat dalam gambar
berikut ini :

Gambaran bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang


kekuatannya antara satu dan lainnya yakni antara satu individu dengan
individu lainnya berbeda-beda dan tidak sama, sehingga akan menimbulkan
dorongan kebutuhan yang tidak seimbang yang dilakukan dengan melalui
tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan, dan setelah
mencapai tujuan melalui tindakan tadi barulah akan terasa terpuaskan.

Jangka waktu yang tertentu akan timbul kebutuhan lagi untuk dipenuhi.
Apabila suatu kebutuhan yang sama timbul berulang-ulang dengan
berlangsungnya waktu maka yang berlaku adalah proses motivasi
sebagaimana gambar proses motivasi diatas, namun jika setiap kali timbul
kebutuhan baru, tetapi kebutuhan tersebut termasuk kedalam jenjang
golongan yang lebih tinggi tingkatannya, maka hal ini disebut jenjang
kebutuhan Maslow.

Jenjang kebutuhan Maslow menyatakan bahwa bila kebutuhan minimal


(fisiologis) saja belum terpuaskan, maka kebutuhan kelompok pertama ini
akan menuntut paling kuat untuk dipenuhi. Setelah kebutuhan fisiologis
terpuaskan, maka akan terasa adanya tuntutan dari kelompok kebutuhan
kedua (keamanan dan keselamatan kerja) dan seterusnya, kemudian
kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri.

2.6 Pemberian Motivasi Yang Efektif

Upaya memotivasi karyawan, seorang pimpinan harus mencari waktu


yang tepat sesuai situasi dan kondisinya. Situasi yang dapat dipilih oleh
pimpinan untuk memotivasi karyawan dilaksanakan secara terencana dalam
pertemuan atau rapat yakni seperti berikut :

a. Waktu memberikan tugas kepada bawahan.


b. Waktu mengecek bawahan
c. Waktu memberikan pengarahan untuk suatu tugas
d. Waktu pimpinan melakukan percakapan ringan dengan karyawannya
secara spontan dan santai.

Adapun pemberian motivasi yang efektif menurut Armstrong (2005 : 69)


yakni perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut ini :
a. Memahami proses dasar motivasi, model kebutuhan, sasaran, tindakan
serta pengaruh pengalaman dan harapan.
b. Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi motivasi, pola
kebutuhan yang mendorong kearah sasaran dan keadaan dimana
kebutuhan tersebut terpenuhi atau tidak terpenuhi. 
c. Mengetahui bahwa motivasi tidak dapat dicapai hanya dengan
menciptakan perasaan puas, karena banyak perasaan puas dapat
menimbulkan puas diri dan kelambanan.
d. Memahami bahwa disamping semua faktor diatas ada hubungan yang
kompleks antara motivasi dan prestasi kerja.

Motivasi akan menjadi lebih efektif jika didukung oleh beberapa kondisi
diantaranya seperti :
a. Memberikan insentif yang disesuaikan dengan sistem dan peraturan
yang berlaku
b. Menciptakan hubungan sosial yang penuh dengan kekeluargaan
c. Jaminan harapan masa depan demi keamanan bekerja
d. Memberikan penghargaan setiap kegiatan yang positif 
e. Memberikan kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri demi
kepentingan umum atau kelembagaan.
BAB III

Kesimpulan

Ada 2 pilihan ketika memproses sebuah kasus di dalam bahasa pemrograman


atau algoritma, jika melibatkan banyak variable dengan tipe data yang sama maka
sebenarnya bisa menggunakan array atau bisa juga tanpa menggunakan array,
namun cara paling praktis tentu saja lebih baik menggunakan array agar program
tidak terlalu panjang, tidak membebani programmer. karena tersedianya konsep
array untuk membantu programmer agar bisa menyederhanakan penulisan
program.
DAFTAR PUSTAKA

* Thoha, Miftah. 2004. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.


Raja Grafindo Persada: Jakarta.
* Robbin, P. Stephen. 2003. Perilaku Organisasi, Alih Bahasa, Tim Indeks.
Gramedia: Jakarta.
* Nimran, Umar. 2005. Perilaku Organisasi. Citra Media: Surabaya.
* Adair, Jhon. 2007. Pemimpin yang berpusat Pada Tindakan. Binarupa Aksara:
Jakarta.
* Chatab, Nevizond. 2007. Diagnostic Management, Metode Teruji
Meningkatkan Keunggulan Organisasi. Serambi Ilmu Semesta: Jakarta.
* Hasibuan, Malayu Sp. 2006. Dasar-dasar, Pengertian, dan Masalah Dalam
Manajemen. Bumi aksara, Edisi Revisi : Jakarta.
* Hani, Handoko T. 2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
BPFE: Yogyakarta.
* Mangkunegara, Anwar Prabu. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan, Cetakan keenam. Remaja Rosda Karya: Bandung.
* Buchari, Zainun. 2007. Manajemen dan Motivasi,  Edisi Revisi, Cetakan ke 3.
Balai Aksara: Jakarta.
* Randupandojo dan Suad Husnan. 2006. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar
dan Aplikasinya.  Raja Grafindo Persada: Jakarta.
* Amstrong, Michael. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan
PT.Elex Media Komputindo: Jakarta.