Anda di halaman 1dari 11

BAB III.

PRAKIRAAN
PRAKIRAAN DAMPAK PENTING

Prakiraan dampak penting yang dilakukan adalah pada parameter-parameter lingkungan yang
terkena dampak penting hipotetik sesuai dengan hasil pelingkupan (scoping) Dampak-dampak
penting hipotetik terhadap lingkungan yang akan diprakirakan dampaknya secara rinci dapat
dilihat pada ……….
Prakiraan dampak penting, yang akan dilakukan terdiri atas 2 (dua) tahapan yaitu :
 Prakiraan Besaran Dampak (Magnitude).
Prakiraan besaran dampak (magnitude) dilakukan untuk mengetahui apakah suatu dampak
lingkungan tersebut berdampak besar, sedang atau kecil dengan cara menilai berapa besar
perubahan Skala kualitas lingkungan dari kondisi yang akan datang dengan adanya proyek
dengan kondisi yang akan datang tanpa adanya proyek, atau Besaran Dampak
(Magnitude) = (EQ Dp(Skala) – EQ Tp(Skala)).
 Penentuan Tingkat Kepentingan Dampak (Importance)
Setelah dilakukan prakiraan besarnya dampak lingkungan, kemudian dampak-dampak
tersebut ditentukan tingkat kepentingan dampaknya (importance), apakah suatu
dampak lingkungan tersebut bersifat penting atau tidak penting dengan mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor : 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (khususnya Pasal 5 Ayat 1) dan Keputusan Kepala Bapedal Nomor 056
Tahun 1994 Tentang Pedoman Umum Mengenai Ukuran Dampak Penting, yaitu :
a). Jumlah Manusia Yang Akan Terkena Dampak.
b). Luas Wilayah Persebaran Dampak.
c). Intensitas dan Lamanya Dampak Berlangsung.
d). Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak.
e). Sifat kumulatif dampak.
f). Berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak.

a. Bentang lahan

 Rona awal bentang lahan pada lokasi konstruksi sementara EQ Tp(Skala)). = 3


 Rona awal bentang lahan pada Pembangunan Fasilitas keamanan dan Kesehatan EQ
Tp(Skala)). = 4
 Rona awal bentang lahan pada Pembangunan Laboratorium EQ Tp(Skala)). = 4
 Rona awal bentang lahan pada Pemotongan lereng EQ Tp(Skala)). = 4
 Rona awal bentang lahan pada Pemotongan lereng EQ Tp(Skala)). = 5
 Rona awal bentang lahan pada Pembuatan jalan konstruksi EQ Tp(Skala)). = 5
Kegiatan Konstruksi sementara
Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan tahapan-
tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan saat ini
masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan bentang lahan.
Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin pembangunan dari
Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi pembangunan adalah milik masyarakat
merupakan lahan pertanian, sehingga dipastikan sudah mengalami perubahan tata
guna lahan, bentuk lahan berbukit/bergelombang. Berdasarkan Skala kualitas
lingkungan kondisi yang demikian tergolong sedang (Skala 3).
Kegiatan ini merupakan Pembersihan dan perataan lahan serta penggalian lahan
untuk pondasi bangunan yang menyebabkan hilangnya vegetasi sehingga terjadi
gangguan flora dan fauna serta terjadinya erosi. Luas lahan yang dibersihkan
berdasarkan luas rencana pembangunan sementara seluas 100 x 50 m2.
Material hasil pembersihan dan perataan lahan berupa tegakan kayu dan semak
belukar diangkut disekitar lokasi bangunan pada daerah datar dengan menggunakan
alat dorong Bulldoser serta secara manual, sedangkan material galian berupa tanah
pucuk dan tanah bawah (sub soil) yang dikupas disimpan bagian pinggir lokasi
bangunan yang akan digunakan kembali sebagai bahan timbunan untuk meratakan
pada saat bangunan selesai dipondasi.
Kegiatan penggalian pondasi dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga
lokal. Untuk menghindari erosi dan limpasan air permukaan maka pihak pemrakarsa
akan membangunan saluran drainase disekeliling rencana pembangunan yang akan
dirancang dengan mempertimbangkan aspek kestabilan lahan, hidrolgi serta
diselaraskan dengan tofografi disekitarnya.
Kegiatan pembangunan dilokasi tersebut apabila tidak memperhatikan teknik dan
pengubahan bentuk lahan yaitu dengan memperhatikan kestabilan lahan, hidrologi
dan bentuk struktur dan jenis batuan penyusun dilokasi tersebut maka akan rawan
terjadi kecelakaan berupa longsoran tanah dilokasi pembangunan dan sekitarnya.
Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan terjadi pembukaan bentuk lahan yang
parah, sehingga skala kualitas lingkungan dikategorikan buruk (nilai 1). Besaran
Dampak (Magnitude) = (1– 3) = - 2 maka disimpulkan bahwa dampak kegiatan
pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak negati(-)
kecil
Skala Kualitas Lingkungan (SKL) dibedakan atas 5 (lima) skala, yaitu:
Sangat kecil =1
Kecil=2
Sedang=3
Besar =4
Penentuan tingkat kepentingan dampak terhadap bentang lahan pada kegiatan
pembangunan konstruksi sementara didasarkan pada :
Kriteria Dampak Keterangan Penilaian
No
Penting
1 Jumlah manusia yang semua pekerja pembersihan lahan, penting
terkena dampak kontraktor bangunan serta masyarakat
sekitar proyek akan terkena dampak
yaitu kemungkinan terjadinya
longsoran dan erosi tanah.
2 Luas wilayah karena adanya wilayah yang penting
persebaran dampak mengalami perubahan yang mendasar

3 Intensitas dampak dan karena dampak berlangsung selama penting


lamanya dampak kegiatan pembersihan lahan sampai
pembangunan , dan dapat
menyebabkan terjadinya
kecelakan/kematian akibat longsoran
tanah.

4 Jumlah komponen Dapat menimbulkan dampak lanjutan penting


lingkungan lain yang pada peningatan erosi, sedimen sungai
terkena dampak dan penurunan biota perairan
5 Sifat kumulatif dampak Dampak bersifat kumulatif karena penting
bersifat kumulatif sehingga
menyebabkan terjadinya erosi
peningkatan sedimen sungai serta
terganggunya biota darat dan perairan.

6 Berbalik dan tidak Dampak tidak dapat dipulihkan karena penting


berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan tidak dapat
dikembalikan seperti semula

Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak,
maka tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada
kegiatan pada kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak penting,
yang berdasarkan pada 6 (enam) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai ukuran
dampak penting adalah bersifat penting. Sehingga perlu mendapat perhatian guna
menekan dampak negatif yang timbul tersebut.
Pembangunan Fasilitas keamanan dan Kesehatan
Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan tahapan-
tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan saat ini
masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan bentang lahan.
Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin pembangunan dari
Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi pembangunan adalah milik masyarakat
merupakan lahan pertanian, sehingga dipastikan sudah mengalami perubahan tata
guna lahan akan tetapi perubahan bentuk lahan relative kecil. Berdasarkan Skala
kualitas lingkungan kondisi yang demikian tergolong kecil (Skala EQTp=4).
Kegiatan ini merupakan Pembersihan dan perataan lahan serta penggalian lahan
untuk pondasi bangunan yang menyebabkan hilangnya vegetasi sehingga terjadi
gangguan flora dan fauna serta terjadinya erosi. Luas lahan yang dibersihkan
berdasarkan luas rencana pembangunan sementara seluas 20 x 10 m2.
Material hasil pembersihan dan perataan lahan berupa tegakan kayu dan semak
belukar diangkut disekitar lokasi bangunan pada daerah datar dengan menggunakan
alat dorong Bulldoser serta secara manual, sedangkan material galian berupa tanah
pucuk dan tanah bawah (sub soil) yang dikupas disimpan bagian pinggir lokasi
bangunan yang akan digunakan kembali sebagai bahan timbunan untuk meratakan
pada saat bangunan selesai dipondasi.
Kegiatan penggalian pondasi dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga
lokal. Untuk menghindari erosi dan limpasan air permukaan maka pihak pemrakarsa
akan membangunan saluran drainase disekeliling rencana pembangunan yang akan
dirancang dengan mempertimbangkan aspek hidrolgi serta diselaraskan dengan
tofografi disekitarnya.
Kegiatan pembangunan dilokasi tersebut apabila tidak memperhatikan teknik dan
pengubahan bentuk lahan yaitu dengan memperhatikan, hidrologi dan bentuk struktur
dan jenis batuan penyusun dilokasi tersebut maka akan rawan terjadi kecelakaan
berupa longsoran tanah dilokasi pembangunan dan sekitarnya. Berdasarkan hal
tersebut maka disimpulkan terjadi pembukaan bentuk lahan yang sedang, sehingga
skala kualitas lingkungan dikategorikan sedang (nilai 3). Besaran Dampak
(Magnitude) = (3– 4) = - 1 maka disimpulkan bahwa dampak kegiatan
pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak negati(-)
sangat kecil

Kriteria Dampak Keterangan Penilaian


No
Penting
1 Jumlah manusia yang semua pekerja pembersihan lahan, penting
terkena dampak kontraktor bangunan serta masyarakat
sekitar proyek akan terkena dampak
yaitu akibat peningkatan erosi dan
sedimentasi aliran sungai.
2 Luas wilayah karena adanya wilayah yang penting
persebaran dampak mengalami perubahan yang mendasar

3 Intensitas dampak dan Dampak yang ditimbulkan Tidak penting


lamanya dampak intensitasnya kecil serta dampak
berlangsung hanya berlangsung pada
saat proyek berjalan

4 Jumlah komponen Dapat menimbulkan dampak lanjutan penting


Kriteria Dampak Keterangan Penilaian
No
Penting
lingkungan lain yang pada peningatan erosi, sedimen sungai
terkena dampak dan penurunan biota perairan
5 Sifat kumulatif dampak Dampak bersifat kumulatif karena penting
bersifat kumulatif sehingga
menyebabkan terjadinya erosi
peningkatan sedimen sungai serta
terganggunya biota darat dan perairan.

6 Berbalik dan tidak Dampak tidak dapat dipulihkan karena penting


berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan tidak dapat
dikembalikan seperti semula
Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak,
maka tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada
kegiatan pada kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak penting,
yang berdasarkan pada 5 (lima) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai ukuran
dampak penting adalah bersifat penting. Sehingga perlu mendapat perhatian guna
menekan dampak negatif yang timbul tersebut.

Pembangunan Laboratorium
Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan tahapan-
tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan saat ini
masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan bentang lahan.
Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin pembangunan dari
Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi pembangunan adalah milik masyarakat
merupakan lahan pertanian, sehingga dipastikan sudah mengalami perubahan tata
guna lahan akan tetapi perubahan bentuk lahan relative kecil. Berdasarkan Skala
kualitas lingkungan kondisi yang demikian tergolong cukup (Skala EQTp=4).
Kegiatan ini merupakan Pembersihan dan perataan lahan serta penggalian lahan
untuk pondasi bangunan yang menyebabkan hilangnya vegetasi sehingga terjadi
gangguan flora dan fauna serta terjadinya erosi. Luas lahan yang dibersihkan
berdasarkan luas rencana pembangunan sementara seluas 5 x 10 m2.
Material hasil pembersihan dan perataan lahan berupa semak belukar diangkut
disekitar lokasi bangunan pada daerah datar dengan menggunakan alat dorong
Bulldoser serta secara manual, sedangkan material galian berupa tanah pucuk dan
tanah bawah (sub soil) yang dikupas disimpan bagian pinggir lokasi bangunan yang
akan digunakan kembali sebagai bahan timbunan untuk meratakan pada saat
bangunan selesai dipondasi.
Kegiatan penggalian pondasi dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga
lokal.
Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan terjadi pembukaan bentuk lahan yang
sedang, sehingga skala kualitas lingkungan dikategorikan sedang (nilai 3). Besaran
Dampak (Magnitude) = (3– 4) = - 1 maka disimpulkan bahwa dampak kegiatan
pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak negati(-)
sangat kecil

Kriteria Dampak Keterangan Penilaian


No
Penting
1 Jumlah manusia yang semua pekerja pembersihan lahan, penting
terkena dampak kontraktor bangunan serta masyarakat
sekitar proyek akan terkena dampak.
2 Luas wilayah Luas wilayah persebaran dampak Tidak penting
persebaran dampak relatif kecil hanya disekitar lokasi
pembangunan

3 Intensitas dampak dan Dampak yang ditimbulkan Tidak penting


lamanya dampak intensitasnya kecil serta dampak
berlangsung hanya berlangsung pada
saat proyek berjalan

4 Jumlah komponen Dapat menimbulkan dampak lanjutan Tidak penting


lingkungan lain yang relatif kecil terhadap komponen
terkena dampak lingkungan lainnya.
5 Sifat kumulatif dampak Diperkirakan tidak menimbulkan Tidak penting
dampak bersifat kumulatif karena
intensitas dan lamanya dampak kecil.

6 Berbalik dan tidak Dampak tidak dapat dipulihkan karena penting


berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan tidak dapat
dikembalikan seperti semula
Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak,
maka tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada
kegiatan pada kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak tidak
penting, yang berdasarkan pada 4 (empat) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai
ukuran dampak penting adalah bersifat tidak penting. Tetapi perlu mendapat
perhatian guna menekan dampak negatif yang timbul tersebut.
Pemotongan lereng
Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan tahapan-
tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan saat ini
masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan bentang lahan.
Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin pembangunan dari
Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi pembangunan adalah milik negara berada
pada penguasaan Balai Besar DAS Jeneberang lahan masih dalam kondisi alami
(belum mengalami perubahan bentang lahan). Berdasarkan Skala kualitas lingkungan
kondisi yang demikian tergolong besar (Skala EQTp=5).

Kegiatan pemotongan lereng dilakukan pada yang bermorfologi berombak,


bergelombang, dan berbukit.
a. Bentuk Morfologi Berombak
Bentuk morfologi ini terdapat pada lokasi rencana tempat pembuangan I luasnya
64,058 m2. Lokasi ini merupakan bekas lokasi tempat pembuangan pada saat
konstruksi Waduk Bili-Bili. Volume yang dapat ditampung oleh tempat
pembuangan I, untuk tebal 6 m volumenya 213,784 m 3 dan bila tingginya 11 m
maka volumenya mencapai 509,939 m3.
b. Bentuk Morfologi Bergelombang
Bentuk morfologi ini terdapat di sekitar tempat pembuangan I dan kolam
pengendapan (Foto 1). Bentuk morfologi ini merupakan daerah yang telah
direvegetasi oleh proyek dan cukup berhasil, sekarang telah ditumbuhi oleh
vegetasi cukup rapat dan penutupan lahannya sangat baik.
c. Bentuk Morfologi Berbukit

Bentuk morfologi ini terdapat di kiri kanan genangan Waduk Bili-Bili. Morfologi
berbukit di sebelah kanan dibentuk oleh Moncong Serete’ne (273 m) dan di sebelah
kiri bagian dari Moncong Moncolloe (291 m) .Bentuk morfologi tersusun dari
batuan piroklastis, bila kondisi vegetasinya rusak merupakan daerah penyumbang
sedimen yang terdekat dengan waduk. Karena itu kelestarian vegetasi daerah ini
harus ditingkatkan secara terus menerus. Bentuk morfologi ini termasuk yang
rawan longsor

Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan terjadi pembukaan bentuk lahan yang
parah , sehingga skala kualitas lingkungan dikategorikan buruk (nilai 1). Besaran
Dampak (Magnitude) = (1– 5) = - 4 maka disimpulkan bahwa dampak kegiatan
pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak negati(-)
besar

Kriteria Dampak Keterangan Penilaian


No
Penting
1 Jumlah manusia yang Jumlah manusia yang terkena dampak Tidak penting
terkena dampak kecil dibanding dengan total manusia
Kriteria Dampak Keterangan Penilaian
No
Penting
yang berada disekitar lokasi proyek.
2 Luas wilayah karena adanya wilayah yang penting
persebaran dampak mengalami perubahan yang mendasar

3 Intensitas dampak dan karena dampak berlangsung selama penting


lamanya dampak kegiatan pembersihan lahan sampai
pembangunan , dan dapat
menyebabkan terjadinya peningkatan
erosi serta sedimentasi sungai
sehingga mengakibatkan
terganggunya biota perairan
4 Jumlah komponen Dapat menimbulkan dampak lanjutan penting
lingkungan lain yang pada peningatan erosi, sedimen sungai
terkena dampak dan penurunan biota perairan
5 Sifat kumulatif dampak Dampak bersifat kumulatif karena penting
bersifat kumulatif sehingga
menyebabkan terjadinya erosi
peningkatan sedimen sungai serta
terganggunya biota darat dan perairan.

6 Berbalik dan tidak Dampak tidak dapat dipulihkan karena penting


berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan tidak dapat
dikembalikan seperti semula

Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak,
maka tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada
kegiatan pada kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak penting,
yang berdasarkan pada 5 (5) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai ukuran
dampak penting adalah bersifat penting. Sehingga perlu mendapat perhatian guna
menekan dampak negatif yang timbul tersebut.
Pembuatan jalan konstruksi
Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan
tahapan-tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan
saat ini masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan
bentang lahan. Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin
pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi jalan konstruksi
terletak dibagian sisi kiri dan kanan sungai jeneberang pada areal pembangunan Sabo
Dam seri 8 yang terdiri dari 10 buah sabo dam. Lahan lokasi pembuatan jalan adalah
milik masyarakat merupakan lahan pertanian, sehingga dipastikan sudah mengalami
perubahan tata guna lahan akan tetapi perubahan bentuk lahan relative kecil.
Berdasarkan Skala kualitas lingkungan kondisi yang demikian tergolong cukup
(Skala EQTp=4).
Jika diketahui
- Panjang jalan tiap sisi sungai = 380 m x 10 sabu = 3800 m
- Panjang jalan ke dua sisi sungai = 3800 m x 2 = 7600 m
- Lebar jalan = 5 m
- Luas jalan = 7600 m x 5 m = 380.000 m2
- Tebal tanah yang diratakan = 0.5 m
- Volume tanah yang digali = 380.000 m2 x 0.5 m = 19.000 m3
- Jika diketahui berat jenis material lokasi = 1.2 ton/ m3
- Maka volume tanah yang digali = 1.2 ton/ m3x 19.000 m3 = 22.800 ton

Berdasarkan hal tersebut maka diperkirakan akan terjadi perubahan bentuk lahan
yang parah , sehingga skala kualitas lingkungan dikategorikan kurang (nilai 2).
Besaran Dampak (Magnitude) = (2– 4) = - 2 maka disimpulkan bahwa dampak
kegiatan pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak
negati(-) kecil

Kriteria Dampak Keterangan Penilaian


No
Penting
1 Jumlah manusia yang Semua manusia yang beraktivitas penting
terkena dampak (bertani) disekitar proyek akan terkena
dampak.
2 Luas wilayah karena adanya wilayah yang penting
persebaran dampak mengalami perubahan yang mendasar
seperti pada aliran sungai
3 Intensitas dampak dan karena dampak berlangsung selama penting
lamanya dampak kegiatan pembersihan lahan sampai
pembuatan jalan dan dapat
menyebabkan dampak lanjutan.
4 Jumlah komponen Dapat menimbulkan dampak lanjutan penting
lingkungan lain yang pada peningatan erosi, sedimen sungai
terkena dampak dan penurunan biota perairan
5 Sifat kumulatif dampak Dampak bersifat kumulatif karena penting
bersifat kumulatif sehingga
menyebabkan terjadinya erosi
Kriteria Dampak Keterangan Penilaian
No
Penting
peningkatan sedimen sungai serta
terganggunya biota darat dan perairan.

6 Berbalik dan tidak Dampak tidak dapat dipulihkan karena penting


berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan tidak dapat
dikembalikan seperti semula
Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak,
maka tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada
kegiatan pada kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak penting,
yang berdasarkan pada 6(enam) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai ukuran
dampak penting adalah bersifat penting. Sehingga perlu mendapat perhatian guna
menekan dampak negatif yang timbul tersebut.

Pembangunan Giant sand Trap


Berdasarkan rona awal, PT. BB akan melakukan kegiatannya sesuai dengan
tahapan-tahapan pekerjaan berdasarkan studi kelayakan. Pekerjaan yang dilakukan
saat ini masih bersifat perencanaan sehingga belum pernah terjadi pengubahan
bentang lahan. Pengubahan bentang lahan dilakukan setelah mendapat izin
pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Lahan lokasi pembangunan Giant
ST adalah milik masyarakat sekitar yang dipergunakan untuk pemasangan pondasi
atau tiang pancang Giant ST yang merupakan lahan pertanian milik masyarakat
merupakan lahan pertanian, sehingga dipastikan sudah mengalami perubahan tata
guna lahan akan tetapi perubahan bentuk lahan relative kecil. Berdasarkan Skala
kualitas lingkungan kondisi yang demikian tergolong cukup (Skala EQTp=4).

Berdasarkan hal tersebut maka diperkirakan akan terjadi perubahan bentuk lahan
yang ringan , sehingga skala kualitas lingkungan dikategorikan sedang (nilai 3).
Besaran Dampak (Magnitude) = (3– 4) = - 1 maka disimpulkan bahwa dampak
kegiatan pembangunan bangunan sementara terhadap bentang lahan adalah dampak
negati(-) sangat kecil

Kriteria Dampak Keterangan Penilaian


No
Penting
1 Jumlah manusia yang Jumlah manusia yang terkena dampak Tidak penting
Kriteria Dampak Keterangan Penilaian
No
Penting
terkena dampak kecil dibanding dengan total manusia
yang berada disekitar lokasi proyek.
2 Luas wilayah karena luas wilayah persebaran Tidak penting
persebaran dampak dampak perubahan bentang lahan
adalah kecil

3 Intensitas dampak dan Dampak terjadi hanya pada penting


lamanya dampak pemasangan tiang pancang serta
berlangsung hanya selama kegiatan
pemancangan berlangsung.
4 Jumlah komponen Tidak menimbulkan dampakpada Tidak penting
lingkungan lain yang komponen lainnya karena lahan
terkena dampak terganggu relatif kecil.
5 Sifat kumulatif dampak Tidak akan menimbulkan dampak Tidak penting
komulatif karena lahan yang
digunakan terbatas
6 Berbalik dan tidak Dampak dapat dipulihkan karena Tidak penting
berbaliknya dampak pengubahan bentuk lahan terbatas
pada lokasi pondasi Giant ST
Dengan memperhatikan berbagai kriteria dan penting atau tidak pentingnya dampak, maka
tingkat kepentingan dampak (importance) dari perubahan bentang lahan pada kegiatan pada
kegiatan bangunan sementara dapat dikatagorikan dampak penting, yang berdasarkan
pada 6(enam) dari 6 (enam) kriteria pedoman mengenai ukuran dampak penting adalah
bersifat tidak penting.