Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nurul Novtiana Sabilah

NIM : C1AA18086
Kelas : 2B / S1 Keperawatan

KASUS
Tn D usia 35 tahun, mempunyai dua orang anak, istrinya mengatakan, bahwa Tn D sudah lebih 7
bulan ini malas pergi bekerja, dan tidak mau lagi bergaul dengan orang lain masa bodo dengan
anaknya, lebih banyak diam dikamarnya dan tidak mau bertemu dengan siapapun orang yang
datang kerumahnya. Perhatian terhadap kebersihan diri kurang. Tn D suka tertawa sendiri,
bicara-bicara sendiri seperti ada teman bicaranya, kadang marah tanpa sebab, bicara kasar seolah
sedang berkelahi dengan seseorang , mata melotot sambil mengepal tangan. Dari hasil
pengkajian oleh perawat CMHN dari pasien: pasien tampak sedang duduk dikamarnya sambil
bicara dan tertawa sendiri, pandangan kearah tertentu seolah ada yang dilihat. Ketika ditanya,
pembicaraan pasien tidak nyambung sambil menunjuk kearah jendela dan masa bodo, acuh tak
acuh. Penampilan tidak rapih, baju kotor rambut kusut dan kuku panjang..

TUGAS
1) Dari kasus diatas menurut saudara diagosa keperawatan yang muncul adalah?
 Menurut saya, diagnosa yang dapat muncul yaitu:
a. Resiko tinggi terhadap kekerasan b.d instruksi dari halusinasi
b. Perubahan persepsi sensori b.d menarik diri
c. Kerusakan komunikasi verbal b.d kelainan pikiran yang tidak realistik
d. Kurang perawatan diri b.d regresi

2) Rencanakan dan demonstrasikan tindakan keperawatan untuk pasien dan keluarga.


 Rencana kepada pasien dan keluarga yaitu:
a. Resiko tinggi terhadap kekerasan b.d instruksi dari halusinasi
 Pertahankan agar lingkungan pasien pada tingkat stimulus yang rendah
(penyinaran rendah, sedikit orang dekorasi dan tingkat kebisingan).
 Observasi perilaku pasien setiap 15 menit.
 Singkirkan benda-benda yang dapat membahayakan dari lingkungan sekitar
pasien.
 Berikan obat-obatan sesuai program terapi farmakologi dan pantau efek
sampingnya.
b. Perubahan persepsi sensori b.d menarik diri
 Observasi pasien dari tanda-tanda halusinasi.
 Hindari menyentuh pasien sebelum mengisyaratkan kepadanya.
 Perlihatkan sikap menerima agar mendorong pasien untuk menceritakan isi
halusinasinya.
 Jangan dukung halusinasi pasien.
 Coba untuk mengalihkan pasien dari halusinasinya.
c. Kerusakan komunikasi verbal b.d kelainan pikiran yang tidak realistik
 Gunakan teknik validasi dan klarifikasi untuk mengerti pola komunikasi
pasien.
 Jika pasien tidak mampu dan tidak ingin berbicara, gunakan teknik mengatakan
secara tidak langsung.
d. Kurang perawatan diri b.d regresi
 Dukung pasien untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari sesuai tingkat
kemampuan pasien.
 Dukung kemandirian pasien tapi berikan pasien bantuan saat tidak mampu
melakukan beberapa kegiatan.
 Berikan pengakuan dan penghargaan positif untuk kemampuannya yang
mandiri.

3) Tegakkan diagnosis gangguan jiwa pada Tn.D, dan apa alasan saudara
 Menurut saya, diagnosis gangguan jiwa pada Tn.D adalah Skizofrenia tipe Residual.
Hal tersebut karena gejala-gejala yang dialami pasien dengan gangguan jiwa
Skizofrenia tipe Residual sesuai dengan DS dan DO yang didapat dalam kasus Tn.D,
seperti :
a. Alam perasaan tumpul, dimana Tn.D bersikap masa bodo pada anaknya dan acuh
tak acuh ketika ditanya oleh perawat CMHN.
b. Penarikan diri dari pergaulan sosial, dimana Tn.D tidak mau lagi bergaul dengan
orang lain, lebih banyak diam di kamarnya dan tidak mau bertemu dengan siapapun
yang datang ke rumahnya.
c. Pikiran tidak logis dan tidak rasional, dimana Tn.D sering berbicara sendiri dan
ketika ditanya oleh perawat CMHN jawaban Tn.D tidak nyambung.

4) Terapi yang harus diberikan pada Tn. D.dan bagaimana efek terapinya ?
 Terapi yang seharusnya di berikan kepada Tn.D yaitu:
a. Terapi farmakologi, yaitu terapi menggunakan obat antipsikotik (seperti
Chlorpromazine, Haloperidol) maupun obat antiparkinson seperti Triheksifenidil
sesuai resep dokter. Terapi ini bekerja dengan cara mengubah zat-zat kimia di dalam
otak yang dapat membantu mengurangi dan mencegah kekambuhan gejala-gejala
skizofrenia dan diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan mental penderita
skizofrenia tetap stabil.
b. Terapi psikoterapi, yaitu terapi kejiwaan atau perilaku atau terapi berbicara. Metode
ini dapat digunakan untuk mengenali masalah, mengerti perasaan dan menolong
membantu menemukan solusi untuk pasien.
c. Terapi keluarga, dilakukan sebagai pendamping pengobatan medis. Terapi ini
dilakukan agar keluarga dapat lebih memahami tentang masalah yang dihadapi pasien
serta bagaimana pengobatannya, tidak menyalahkan pasien dan memberikan
dukungan sosial terhadap pasien.

5) Efek samping pengobatan pada TN.D?


 Efek samping dari pengobatan yang diberikan tersebut seperti sedasi, gejala
parkinsonisme, antikolinergik dan hipotensi. Efek samping yang timbul bergantung
pada jenis obat dan dosis yang diberikan kepada pasien.

6) Jika terjadi efek samping obat yang diberikan, tindakan apa yang saudara lakukan.
 Jika terjadi efek samping obat, hentikan pemberian obat dan konsultasikan kepada
dokter.