Anda di halaman 1dari 20

FORMULIR

PEMENUHAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN / PERSYARATAN

Tanggal Terbit
PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang Rev. Hal Nomor Dokumen
00 Apr-18 1/11 FM.01/HPI/01/07/01/01

Status Pemenuhan
PERATURAN
PERUNDANGAN DAN On
No JUDUL METODE EVALUASI Sudah Belum (0- Keterangan
PERSYARATAN Pasal Ayat PERIHAL Process
LAINNYA (100%) 50%)
(51-99%)

PERATURAN PERUNDANGAN DAN PERSYARATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)


A. PERATURAN PERUNDANGAN
Undang-Undang
UU No. 01 thn 1970 Keselamatan Kerja 2 1, 2, dan 3 Pemberlakuan undang-undang keselamatan A 1
kerja dalam segala tempat kerja

3 1 dan 2 Syarat-syarat keselamatan kerja A 1 Telah Diterapkan


8 1 Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja baru A 1 Data medical check up dikoordinasikan ke
dokter perusahaan, perekrutan dilakukan
oleh kantor pusat

8 2 pemeriksaan kesehatan secara berkala A 1 1 tahun sekali


9 1-4 Pembinaan A 1 Pelatihan dan pembinaan berkelanjutan
Bagian Keuangan dan SDM
9 1 Kewajiban menunjukan dan menjelaskan A Telah dilakukan sosialisasi K3 melalui Job
kepada tenaga kerja baru tentang kondisi dan Desk Education untuk Tenaga Organik
bahaya di tempat kerja, mengharuskan semua pindahan dari JICT dan pemasangan
1
pengaman dan APD, serta cara dan sikap keja rambu/himbauan/safety dan evaluasi secara
yang aman berkala
1
9 2 Mempekerjakan setelah yakin memahami K3 A Pelatihan dan pembinaan berkelanjutan
1 Bagian Keuangan dan SDM
10 1 Pembentukan P2K3 A 1 Telah di buat Surat Keputusan General
Manager Cabang Pelabuhan Palembang
Nomor : HK.01/30/4/1/D1.3/GM/C.Tpk-18
Tentang Pembetukan Tim P2K3

11 1 Melaporkan setiap kecelakaan A 1 Laporan investigasi insiden dan evaluasi


tindak lanjut serta tindakan korektif
12 a-e Kewajiban dan hak tenaga kerja A 1 Perjanjian kerja bersama
13 - Kewajiban bila memasuki tempat kerja A Pemakaian APD / id card sesuai lokasi kerja
1

14 a-c Kewajiban pengurus A Peyediaan APD yang layak pakai


1 danmemberikan pemahaman daser K3 di
tempat kerja

Kewajiban menjaga Keamanan, Keselamatan, A


Lalu lintas dan Tersedia sign batas keceparan dan peta
2 UU 22 Tahun 2009 23 1 dan 2 Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan 1
Transportasi lokasi
Angkutan Jalan
3 UU 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan - A Kontrak kerja Cabang Palembang

4 c Perlindungan tenaga kerja dalam A 1 Perjanjian kerja bersama


mewujudkan kesejahteraan tenaga kerja
86 1 Perlindungan atas K3, moral dan kesusilaan, A 1 Jaminan kesehatan/BPJS dan Kegiatan
perlakuan yang sesuai dengan harkat dan Keagamaan lain
martabat manusia serta nilai-nilai agama

86 2 Penyelenggaraan K3 untuk melindungi A 1 Telah di buat Surat Keputusan General


keselamatan pekerja guna mewujudkan Manager Cabang Pelabuhan palembang
produktivitas yang optimal Tentang Pembetukan Tim P2K3

4 UU 17 Tahun 2008 Pelayaran 123 c Pengangkutan Limbah, bahan berbahaya, dan A 1 Pengoperasian Reception Facilities
beracun di perairan

Keputusan Presiden / Peraturan Pemerintah:


5 Keppres RI No. 22 thn Penyakit Yang Timbul 2 - Mendapat jaminan kecelakaan kerja 1 Jaminan kesehatan / BPJS
1993 Akibat Hubungan Kerja 3 2 Pengecualian untuk penyakit yang timbul A 1 Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
setelah tiga tahun berakhirnya hubungan
kerja

6 PP No. 7 Tahun 1973 Pengawasan Atas N/A A Peneerapan dalam seleksi dan evaluasi
Peredaran, vendor
Penyimpanan dan
Penggunaan Pestisida

7 Peraturan Pemerintah Penerapan Sistem Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K3 A 1


Republik Indonesia No. Manajemen
50 Tahun 2012 Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja

8 PP RI No. 44 Tahun 2015 Penyelenggaraan NA A - -


program jaminan
kecelakaan kerja dan
jaminan kematian bagi
Pekerja Harian Lepas,
Borongan, dan Pekerja
waktu tertentu dibidang
Konstruksi

Keputusan / Peraturan Menteri (Keselamatan


Kerja):
9 Kepmenaker RI No. Kep- Pemanfaatan Pelayanan - A 1 Setiap pegawai didaftarkan sebagai peserta
147/MEN/1998 Kesehatan Bagi Program JAMSOSTEK
JAMSOSTEK

10 Kepmenaker RI No. Kep- Penanggulangan 2 1-4 Kewajiban mencegah, mengurangi, dan A 1 Penyediaan sarana dan prasarana tanggap
186/MEN/1999 Kebakaran di Tempat memadamkan kebakaran darurat.
Kerja
4 1 Klasifikasi tingkat potensi kebakaran A 1 Penyediaan APAR sesuai denah lokasi
3-6 Pembentukan Unit Penanggulangan A 1 Tersedia mobil PMK, tim tanggap darurat
Kebakaran(Fire Warden) kebakaran

7 - 10 Tugas dan syarat unit penanggulangan A 1 Jobdesc Tim Pengendali Keadaan Darurat
kebakaran telah dikomunikasikan
15 - Pengawasan A 1 Dilakukan pemeriksaan rutin oleh Tim PMK
11 Kepmenaker RI No. Pedoman Diagnosis Dan 2 Pedoman ini digunakan untuk menetapkan A 1 Pemeriksaan MCU secara berkala
25/MEN/2008 Penilaian Cacat Karena diagnosis dan penilaian cacat karena
Kecelakaan Dan kecelakaan dan penyakit akibat kerja guna
Penyakit Akibat Kerja memperhitungkan kompensasi yang menjadi
hak tenaga kerja

Pengawasan Instalasi 2-7 Instalasi penyalur petir harus memenuhi A 1 sertifikat instalasi penyalur petir
Penyalur Petir persyaratan
10 1-4 Penerima A 1 sertifikat instalasi penyalur petir
15 - 22 Syarat penghantar penurunan A 1 Pengukuran tahanan listrik (Ohm)
28 - 29 Pembumian A 1 Pemeliharaan oleh Bagian Teknik dan Sistem
Informasi cabang Palembang
Permenaker RI No. Per.
12 31 Pengukuran tahanan pembumian 1
31/MEN/2015
49A - Pembuatan, pemasangan, dan / atau 1
Pembuatan, pemasangan, dan / atau
49B perubahan instalasi penyalur petir harus
perubahan instalasi penyalur petir harus
dilakukan pemeriksaan da pengujian pleh
A dilakukan pemeriksaan da pengujian oleh
pengawas ketenagakerjaan spesialis k3 listrik
Bagian Teknik dan Sistem Informasi cabang
atau ahli k3 bidang listrik
Palembang

50 - 54 Pemeriksaan dan pengujian 1


keselamatan dan N/A
Permenaker RI No.
13 Kesehatan Kerja Lift
32/MEN/2015
untuk Pengangkutan
10 1 pemeriksaan dan pengujian oleh pengawas A 1 Sertifikat laik instalasi listrik dan sertifikasi
ketenagakerjaan spesialis k3 listrik atau ahli ahli K3 Listrik
k3 bidang listrik
Perubahan Atas
Peraturan Menteri 2 Pemeriksaan dan Pengujian dilakukan A 1 Sertifikat laik instalasi listrik
Ketenagakerjaan Nomor sebelum penyerahan kepada pemilik /
Permenaker RI No. pengguna , setelah ada perubahan /
14 12 Tahun 2015 Tentang
33/MEN/2015 perbaikan dan secara berkala
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Listrik
di Tempat Kerja 3 Hasil pemeriksaan dan pengujian digunakan A 1 Sertifikat laik instalasi listrik
sebagai bahan pertimbangan pembinaan dan
atau tindakan hukum oleh pengawas
ketenagakerjaan

15 Permenaker RI No. Per. Pesawat Angkat dan 2 - Persyaratan bahan konstruksi serta A Sertifikat Laik Pakai Pesawat Angkat dan
05/MEN/1985 Angkut perlengkapan dari pesawat angkat dan angkut 1 - Angkut

3 1 Informasi beban maksimum A 1 - Informasi SWL tertera


3 2-4 Cara operasional A 1 Manual dan prosedur tersedia
4 - Pesawat angkat dan angkut dilayani oleh A
operator dengan kemampuan dan ketrampilan 1 -
khusus

5 1 dan 2 Ruang lingkup A 1 -


6 - Macam-macam peralatan angkat A 1 Daftar peswat angkat angkut
9 1-4 Persyaratan tali baja A 1 - Maintenance berkala
18 - Sandi Isyarat A 1 Manual dan prosedur tersedia
20 - 27 Semua ayat Prosedur pengangkatan A 1 SOP Alat Angkat angkut
102 - Forklift dilarang dijalankan A Monitoring sertifikat laik operasi pesawat
1 - angkat angkut Mitra
105 - Jalur kerja forklift A pemisahan jalur alat angkat angkut dengan
1 - pedestrian
107 - Dilengkapi lampu penerangan & peringatan A 1 - Lampu penerangan tersedia
112 - Forklift harus dilengkapi dengan atap
pelindung. 1 -
A Telah dilakukan
113 - Garpu setinggi 15 cm dari lantai/jalan. 1 -
138 1-5 Pemeriksaan dan pengujian 1 -
16 Permenaker No. 38 Keselamatan dan Pengusaha wajib menerapkan syarat-syarat A Telah diberlakukan dan akan ditingkatkan
Tahun 2016 Kesehatan Kerja K3 pesawat tenaga dan produksi sesuai konsistensinya. Namun, sertifikat masih
Pesawat tenaga dan dengan peraturan ini mengacu pada Permenaker No. 04 Tahun
produksi 1 - 1985 (Ketika masa sertifikat habis akan
mengacu pada pertauran ini).

17 Permenaker No. 37 Keselamatan dan Pengusaha wajib menerapkan syarat-syarat A Telah diberlakukan dan akan ditingkatkan
Tahun 2016 Kesehatan Kerja Bejana K3 Bejana tekan dan Tanki timbun konsistensinya. Namun, sertifikat masih
Tekan dan Tanki Timbun 1 mengacu pada Permenaker No. 01 Tahun
1982

18 Permenaker RI No. Instalasi Alarm 2 - Berlaku untuk perencanaan, pemasangan, 1


Per.02/MEN/1983 Kebakaran Automatik pemeliharaan, dan
pengujian instalasi alarm kebakaran
automatik di tempat kerja

3 1-4 Pemasangan detektor

20 Perlengkapan panel
21 Penempatan panel
23 Dipasang isyarat Instalasi Fir Alarm Dilakukan oleh Bagian
26 Penyusunan indikator Teknik dan Sistem Informasi serta Hukum &
A
30 1-3 Tanda pada panel Pengendalian Internal (PMK) Cabang
Palembang
31 1- 2 Gambar instalasi
32 - Penggunaan simbol
33 1- 4 Buku akte pengesahan dan buku catatan
44 1- 3 Dilengkapi lonceng
45 1- 5 Ketentuan lonceng
57 - 60 - Pemeliharan & pengujian
61-66 - Sistem deteksi panas
68 1-2 Ketentuan letak detektor asap
69 - Pemasangan detektor asap
19 Permenakertransa RI Syarat-syarat 4 - 10 Syarat Pemasangan : A
No. Per-04/MEN/1980 Pemasangan & 11 - 13 Pemeliharaan A APAR, ada ceklist pemeriksaan APAR oleh
Pemeliharaan APAR 1 PMK Pelabuhan
14 Petunjuk cara pemakaian A 1 SOP dan buku pedoman pemakaian
15 Pengujian secara berkala A 1 maintenance dan check list bulanan
18 - 23 Pengisian kembali A 1 Pemeliharaan APAR secara berkala
20 Permenakertrans No. 8 Alat Pelindung Diri 2 1 Pengusaha wajib menyediakan APD A 1 Telah dilakukan Proses Pengadaan
Tahun 2010 4 1 Pekerjaan yang wajib menggunakan APD
5 Wajib memeasang dan mengumumkan rambu
- rambu mengenai APD
6 1 Pekerja wajib menggunakan APD
2 Pekerja berhak menuntut APD yang layak
7 Perawatan APD
8 Pembuangan APD yang rusak harus sesuai UU
yang berlaku
Fungsi dan jenis APD
21 Permenakertrans No. 9 Tentang Operator 3 Pengusaha dilarang memperkerjakan operator A 1 Sertifikat Laik Pakai Pesawat Angkat dan
Tahun 2010 Pesawat Angkat dan yang tidak memiliki SIO Angkut & SIO Operator
Angkut

4 Jumlah operator harus sesuai dengan jumlah


alat yang dimiliki
Syarat - syarat kualifikasi Alat angkat - angkut

22 Keputusan Menteri Bendera Keselamatan Bentuk dan ukuran bendera A 1 Pemasangan bendera K3
Tenaga Kerja RI No. Kerja Arti dan makna lambang pada bendera
1135/MEN/1987
22 Keputusan Menteri Bendera Keselamatan A Pemasangan bendera K3
Tenaga Kerja RI No. Kerja
1135/MEN/1987
Cara pemasangan bendera
23 Peraturan Menteri Kualifikasi dan syarat- 3 dan 4 Semua ayat Kualifikasi Operator dan Syarat-Syarat A 1 Monitoring SIO untuk Mitra telah dilakukan
Tenaga Kerja RI No. Per- syarat Operator Keran Operator Keran Angkat himbauan tertulis dan meeting
01/MEN/1989 Angkat

8 dan 10 Semua ayat Kewenangan dan kewajiban Operator A Sudah ada safety inspection terhadap
Operator alat b.m
11 - Ketentuan Hukum bagi Operator A Sudah ada safety inspection terhadap
Operator alat b.m
12 1-3 Kewajiban Operator memiliki sertifikat A Kewajiban memiliki SIO bagi para Operator
alat b/m
24 Instruksi Menteri Tenaga Pengawasan Khusus K3 Syarat Keselamatan Kerja Penanggulangan 1
Kerja No. Ins. Penanggulangan Kebakaran
11/M/B/1997 Kebakaran
Tindakan/upaya mengurangi tingkat A Tim pengendali Keadaan Darurat
keparahan resiko kerugian dan jatuhnya
korban jiwa

Perencanaan sistem proteksi kebakaran A 1 Ada Instalasi Proteksi kebakaran


(Proteksi kebakaran pasif dan aktif)
Perencanaan instalasi proteksi kebakaran
Pemasangan sistem proteksi kebakaran
Pemeriksaan, pengujian setempat dan
evaluasi
25 Permen ESDM No. 36 Pemberlakuan SNI 1 1 Memberlakukan SNI 0225-2011 mengenai PUIL A 1 Komposisi instalasi listrik yang digunakan sudah
Tahun 2014 (Standar Nasional 2011 dan SNI 0225:2011/Amd:2013 mengenai standart SNI
Indonesia) 0225-2011 PUIL 2011 Amandemen 1
mengenai Persyaratan
Umum Instalasi Listrik 2 Pemberlakuan wajib A Adanya kontrol yang ketat oleh Bagian Teknik &
Sistem Informasi terhadap rekanan pemasangan
(PUIL 2011) dan Standar instalasi listik
Nasional Indonesia (SNI)
02225:2011/Amd 1:2013 A
Mengenai Persyaratan
2 2 Pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh A Telah bekerja sama
Umum Instalasi Listrik
Dirjen Ketenagalistrikan bekerja sama dengan
2011 (PUIL 2011)
instansi terkait
Amandemen 1 sebagai
standar wajib. 3 2 Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia A Telah memmenuhi PUIL 2011
2000 (PUIL 2000) dinyatakan tidak berlaku
lagi

26 Surat Keputusan Pedoman Pelaksanaan Peraturan Pelaksanaan A 1 Prosedur dan SK tim telah diterapkan
Direktur Jenderal Penanganan
Perhubungan Laut No. Bahan/Barang
UM.48/4/2-01 tanggal Berbahaya Di Seluruh Pelaksanaan Operasional A telah dilakukan
27 Februari 2001 Pelabuhan Indonesia Prosedur Darurat Penanganan Barang A Sign/himbauan dan sosialisasi secara berkala
Berbahaya di Pelabuhan
Daftar Nama-nama Bahan/Barang Berbahaya A simbol dan label DG

27 Permenaker Trans RI No. Pertolongan Pertama 2 2 Memberikan P3K kepada tenaga kerja secara A 1 Telah tersedia kotak P3K dan Checlist P3K
PER. 15/MEN/VIII/2008 Pada Kecelakaan Di cepat dan tepat
Tempat Kerja
2 1 Penunjukan petugas dan fasilitas P3K di A 1 Tim P3K tersertifikasi
tempat kerja
28 Permenkes No.56 Tahun Penyelenggaraan 8 2 a,b Kompetensi dokter yang melakukan fasilitas A 1 Bukti sertifikat dokter higinene perusahaan
2016 Penyakit Akibat Kerja pelayanan PAK dan kesehatan kerja atau bukti pelatihan
diagnosis dan tata laksana PAK
28 Permenkes No.56 Tahun Penyelenggaraan
2016 Penyakit Akibat Kerja

13 1-4 Pelayanan kesehatan Penyelenggara A 1 Laporan PAK & KAK ke dinas Kesehatan
pelayanan PAK wajib melakukan pencataan Kabupaten/kota, dinas kesehatan Propinsi
khusus kasus diduga PAK dan Kasus Penyakit dan menteri kesehatan
Akibat Kerja

29 Setiap Pimpinan Kantor dan/atau Pengelola 1


3 1 Gedung wajib menyelenggarakan K3
StandarKeselamatan Perkantoran. Penggunaan kursi yang ergonomis,
Permen Kesehatan No.
dan Kesehatan Kerja A ttersedianya toilet disetiap lantai dan area
48 tahun 2016 I 7 Ergonomi di ruang perkantoran
Perkantoran kerja
Pencatatan dan pelaporan kejadian
24 3
kecelakaan atau penyakit akibat kerja
30 Permenkes No. 57 Tahun Rencana Aksi Nasional Pengendalian dampak merkuri terhadap kesehatan A 1 Fasilitas bebas merkuri
2016 Pengendalian Dampak dan dalam rangka mendukung dan penghapusan
Kesehatan Akibat Pajanan merkuri di Indonesia Tahun 2016-2020
Merkuri Tahun 2016-2020

31 Keputusan Menteri Hari Keselamatan Kerja Penetapan tanggal 2 Januari sebagai Hari A 1 Telah dilakukan setiap tahun
Tenaga Kerja RI No. Nasional Keselamatan Kerja Nasional
Kep. 245/MEN/1990
32 Kep. Dirjen Pembinaan Sertifikasi Kompetensi Syarat kompetensi K3 listrik bagi Tekhnisi 1
Hubungan Industrial dan Keselamatan Dan Sertifikasi teknisi listrik dan lembaga Dilakukan oleh Bagian Teknik dan Sistem
Pengawasan Kesehatan Kerja Tehnisi penyelenggaraannya A
Informasi cabang Palembang
Ketenagakerjaan No. Listrik
Kep. 311/BW/2002 Tanggung jawab Teknisi Listrik
33 Permenaker RI No. Per. Syarat-syarat N/A
03/MEN/1999 Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Lift
Untuk Pengangkutan
orang Dan Barang

Keputusan / Peraturan Menteri (Kesehatan Kerja):


34 Permenaker RI No. Kep- Nilai Ambang Batas 3 1-2 NAB kebisingan dan Kuat Cahaya A 1 Dalam Proses
13/MEN/2011 Faktor Fisika di Tempat 7 1-3 Pengukuran & penilaian A
Kerja
35 Permenaker RI No. Per- Tata Cara Pelaporan 2-5 Tata cara pelaporan kecelakaan A 1 Sebagai acuan
03/MEN/1998 dan Pemeriksaan 6 Pemeriksaan kecelakaan A
Kecelakaan
36 Permenaker RI No. Per- Sistem manajemen K3 2 - Sasaran dan tujuan Sistem Manajemen K3 A 1 Target Zero
05/MEN/1996 3 1-2 Penerapan Sistem Manajemen K3 A
5 1-4 Audit Sistem Manajemen K3 A Ada audit internal dan eksternal berkala
7 1-3 Mekanisme pelaksanaan audit A Ada audit internal dan eksternal berkala
8 dan 9 - Sertifikasi Sistem Manajemen K3 A Diterapkanberdasarkan OHSAS 18001:2007

37 Kepmenaker RI No. Kep- Diagnosis dan Pelaporan 2-3 Diagnosis A 1 Form Laporan PAK
333/MEN/1989 Penyakit Akibat Kerja 4 Pelaporan
38 KepMennaker RI No. Pencegahan dan 2 1 Pengusaha wajib melakukan upaya A 1 Medical check up, himbauan dan sosialisasi
KEP.68/MEN/2004 Penanggulangan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di
HIV/AIDS Di Tempat tempat kerja
Kerja
38 KepMennaker RI No. Pencegahan dan 2 1
KEP.68/MEN/2004 Penanggulangan
HIV/AIDS Di Tempat
Kerja
2 Untuk melaksanakan upaya pencegahan dan A Bekerjasama dengan Otoritas Pelabuhan dan
penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan dalam POKJA
sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 HIV- Aids untuk sosialisasi bahaya AIDS dan
pengusaha wajib:mengembangkan kebijakan pencegahannya.
tentang upaya pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS,
mengkomunikasikan kebijakan sebagaimana
dimaksud diatas dengan cara
menyebarluaskan informasi dan
menyelenggarakan pendidikan dan latihan,
memberikan perlindungan kepada
pekerja/buruh dengan HIV/AIDS dari tindak
dan perlakuan diskriminatif, menerapkan
prosedur K3 khusus untuk pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan
peraturan UU dan standart yang berlaku

39 Permenaker RI No. Per- Panitia Pembina 2 1-2 Pembentukan P2LK3 1


04/MEN/1987 Keselamatan dan 3 1-3 Keanggotaan P2LK3 1
Kesehatan Kerja Serta
4 1 TUGAS p2k3 A 1 Telah diimplementasikan
Tata Cara Penunjukan
Ahli Keselamatan Kerja 5 1 Pengangkatan Ahli K3 1
12 Laporan kegiatan P2K3 1
40 Permenakertrans RI No. Pelayanan Kesehatan 1 a Tujuan Pelayanan Kesehatan atau usaha A 1 Jaminan Pelayanan Kesehatan
Per-03/MEN/1982 Kerja Kesehatan
2 - Tugas pokok pelayanan kesehatan A 1
2 - Pemerikasaan Kesehatan sebelum kerja, A Ada pemeriksaan kesehatan berkala untuk
pemeriksaan berkala & pemeriksaan purna penyelam
bhakti

3 1 dan 2 Pengaturan penyelenggaraan program A Adanya jaminan Kesehatan/BPJS/Jamsostek


jaminan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga
kerja

4 1-2 Penyelengaraan pelayanan kesehatan kerja, A Asuransi & Klinik Perusahaan


batas maksimal rawat inap (>60 hr)
37 Permenaker RI No. Per- Kewajiban Melapor 2-3 Wajib lapor PAK A 1 Digunakan sebagai acuan bila ditemukan
01/MEN/1981 Penyakit Akibat Kerja penyakit akibat kerja
4 Tindakan preventif A General Check Up
5 Kewajiban tenaga kerja A
6 Latihan & penyuluhan A
40 Permenakertrans No. Pemeriksaan Kesehatan 2 1-7 Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja A 1 penerimaan pegawai dilakukan oleh kantor
Per. 02/Men/1980 Tenaga Kerja dalam pusat
Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja 3 1-8 Pemeriksaan kesehatan berkala
4 Melaporkan PAK bila ditemukan
5 1-4 Pemeriksaan kesehatan khusus
5 2b Pemeriksaan kesehatan purna bakti
dilaksanakan tiga bulan sebelum memasuki
masa pensiun

6 1-4 Rencana dan laporan A Laporan dari rs pelabuhan


41 Permen Perburuhan No. Syarat Kesehatan, 1 - Tempat kerja terbuka dan tertutup, tidak A 1 Pengukuran intensitas cahaya ruang kantor'
7 Thn 1964 Kebersihan Serta termasuk di kapal, pesawat terbang, kereta
penerangan dalam api dan angkutan umum lainnya serta rumah
Tempat Kerja sakit, apotik yang dibawah pengawasan Dep.
Kesehatan dan Dep. Hankam

2-5 Syarat-syarat bangunan dan ruangan tempat A 1 Pengukuran intensitas cahaya ruang kantor'
kerja
penerangan dalam
Tempat Kerja

3 Jalanan dan sampah A 1 Penyediaan tempat sampah terpilah dan


safety sign
6 Syarat kakus A 1 Tersedia
7 Tempat mandi / locker A 1 Tersedia
9-10 Tempat duduk buruh, tempat istirahat, A 1
tempat berhias, penerangan, sirkulasi udara
dan masuknya cahaya siang ke tempat kerja

11-12 Jendela-jendela, lobang-lobang atau dinding A 1 Sudah ada fasilitas yang memadai berkaitan
gelas pencahayaan dengan persyaratan Undang-Undang
dimaksud

13 Lampu darurat pada tempat kerja malam hari A 1 Sudah ada fasilitas yang memadai berkaitan
dengan persyaratan Undang-Undang
dimaksud

14 kadar penerangan / kuat cahaya A 1 Sudah ada fasilitas yang memadai berkaitan
dengan persyaratan Undang-Undang
dimaksud

42 Surat Edaran Menaker Ambang Batas Faktor Pengukuran NAB A 1 Pengukuran emisi udara,
No. SE-13/MEN/2011 Kimia di Udara
Lingkungan Kerja

43 Kep Men Kes No. 715 Persyaratan Hygiene Seluruh pasal A 1 Digunakan sebagai acuan untuk memilih jasa
Tahun 2003 Sanitasi Jasaboga catering dan pengendalian kantin terminal
penumpang

44 Per Men Kes No. 492 Persyaratan Kualitas Air Seluruh pasal A 1 Air minum menggunakan AMDK
Tahun 2010 Minum
45 Peraturan Menteri Tata Cara Penunjukan 3-8 Semua ayat Tata cara penunjukan Ahli K3 A 1 Telah tersertifikasi sebanyak 2 (dua)
Tenaga Kerja RI No. Kewajiban & Wewenang Pegawai yang masih berlaku
Per.02/MEN/1992 Ahli K3
9 dan 10 Semua ayat Kewajiban dan wewenang Ahli K3 A 1 Telah tersertifikasi sebanyak 2 (dua)
Pegawai yang masih berlaku
46 Kepmenaker RI No. Kep. Pemanfaatan Pelayanan Pelayanan kesehatan terhadap gangguan yang A 1
General Check Up
147/MEN/1989 Kesehatan Bagi Program timbul akibat pekerjaan
Jaminan Pemeliharaan
Lingkungan kerja, meningkatkan kesehatan A 1
Kesehatan Jamsostek
badan, kondisi mental dan kemampuan fisik,
memberikan pengobatan dan perawatan

2-4 Tetap memberikan pelayanan kesehatan dan A 1 Kepersertaan BPJS Kesehatan


wajib mengikuti program jaminan
pemeliharaan Jamsostek

Pencegahan dan pengobatan terhadap A Kepersertaan BPJS Kesehatan


penyakit umum dan penyakit akibat kerja,
P3K, pendidikan kesehatan tenaga kerja dan
latihan petugas K3, serta rehabilitasi

47 Permenaker No. 9 Tahun Keselamatan dan 2-3 keselamatan dan kesehatan kerja dalam A 1 Adanya Ijin kerja di ketinggian dan APD
2016 Kesehatan Kerja sesuai risiko kerja diketinggian
pekerjaan pada ketinggian wajib
dalam Pekerjaan pada memenuhi persyaratan k3
Ketinggian 4-5 semua ayat A 1 Adanya Ijin kerja di ketinggian dan APD
sesuai risiko kerja diketinggian
Pengusaha atau pengurus wajib memastikan
pekerjaan dalam kondisi kerja tidak
membahayakan keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja dan orang lain, melaksanakan
penilaian risiko dalam aktifitas atau kegiatan
pekerjaan pada ketinggian
6-9 Semua ayat A 1 Ada Prosedur Tanggap Darurat dan
Pengusaha / Pengurus wajib mempunyai rencananya
prosedur kerja, adanya pembatasan daerah
berbahaya, memastikan tidak ada benda
jatuh yang menyebabkan cidera atau
kematian, membuat rencana tanggap
darurat secara tertulis
10 1-2 A 1 Adanya Ijin kerja di ketinggian dan APD
Pengusaha/pengurus wajib memastikan sesuai risiko kerja diketinggian
dan melaksanakan teknik bekerja aman
untuk mencegah tenaga kerja jatuh dari
ketingggian
21 1 A 1 Adanya Ijin kerja di ketinggian dan APD
sesuai risiko kerja diketinggian
Pengusaha dan/ atau pengurus wajib
menyediakan APD secara cuma cuma dan
memastikan tenaga kerja menggunakan
APD yang sesuai dengan pekerjaannya
48 Permenaker No 10 Program Kembali Kerja 2-3 1 dan 3 Setiap pekerja yang mengalami kecelakaan A 1 Pengukuran dan pengendalian lingkungan
tahun 2016 kerja dan/ atau penyakit akibat kerja dapat kerja masih dalam proses
memperoleh manfaat program kembali
kerja
49 Permenaker No 5 Keselamatan dan 2-3 semua ayat Pengusaha/pengurus wajib melaksanakan A 1 Pengukuran dan pengendalian lingkungan
tahun 2018 Kesehatan Kerja syarat-syarat K3 di Lingkungan Kerja kerja masih dalam proses
Lingkungan Kerja

5 1-2 Pengukuran dan pengendalian lingkungan A 1 Proses pengukuran dan pengendalian


kerja lingkungan kerja masih dalam proses
3 Penerapan Higiene A 1 Telah diterapkan
7 7-8 Upaya Administratif dan penggunaan APD A 1 Adanya prosedur dan pengadaan APD

8 5 (d,e,g,h) Hasil pengukuran NAB dilakukan A 1 Telah diterapkan


pengendalian dengan melakukan : d.
Menyediakan ventilasi,e.menyediakan air
minum, g. Penggunaan baju kerja yang
sesuai, h.penggunaan apd yang sesuai

16 2 (b) Penggunaan Cahaya buatan A 1 Telah diadakan lampu LED


23 1 dan 3 (e) Pengukuran dan pengendalian faktor A 1 Telah diterapkan
ergonomi dengan : e. Mengatur waktu
kerja dan waktu istirahat
24 5 (a,b) Pengukuran dan pengendalian faktor A 1 Diadakan program diklat dan senam bagi
Psikologi dengan : a. Melakukan pekerja/pegawai
pemilihan, penempatan dan pendidikan dan
pelatihanbagi tenaga kerja, b.Melakukan
program kebugaran bagi tenaga kerja

26-27 1-2 Penerapan Higiene dan sanitasi pada A 1 Ada halaman dan saluran air dalam kondisi
gedung baik
28 1-2 A 1 Kondisi gedung/bangunan dalam keadaan
baik
33 1-2 Fasiltas kebersihan meliputi : a.Toilet dan A 1 kersedianya toilet, peralatan kebersihan
kelengkapannya, b.Loker c.tempat sampah,
d. Peralatan kebersihan
50 Keputusan Direktur Kelengkapan Dan Kelengkapan Identitas Ahli K3, Lencana Ahli A 1 Sudah ada Ahli K3, surat penunjukan dari
Jenderal Pembinaan Identitas Ahli K3 & Lencana Penegak Ketentuan K3 yang Depnaker, Lencana Ahli K3 & Lencana
Ketenagakerjaan No. Keselamatan Dan dikeluarkan oleh Depnakertrans RI Penegak Ketentuan K3
Kep-37/DJPPK/XI/2004 Kesehatan Kerja

PERATURAN DAERAH
49
51

PERSYARATAN LAINNYA
52 International Ship Keamanan Internasional Seluruh Pasal A 1
Security and Port untuk Kapal dan fasilitas
Facility (ISPS) Code Pelabuhan

53 SOLAS (International Keselamatan Jiwa di Pendekatan Istimewa Untuk Memantapkan A 1


Convention for Safety of Laut Keselamatan Maritim
Life at Sea)

Peraturan REFERENSI
54 International Ship Keamanan Internasional Seluruh Pasal A 1 Masih dalam proses
Security and Port untuk Kapal dan fasilitas
Facility (ISPS) Code Pelabuhan

55 SOLAS (International Keselamatan Jiwa di Pendekatan Istimewa Untuk Memantapkan A 1 Telah diterapkan
Convention for Safety of Laut Keselamatan Maritim
Life at Sea)
56 IMO IMDG-Code (2004 International Maritime General Provision Definition and Training A 1 Implementasi lapangan mengikuti pedoman
Edition) Incorporating Dangerous Goods Code Clasification 1 dimaksud
Amandemen 33-36
Dangerous Goods List and Limited Quantities, 1
exceptions volume 2
Packing and Tank Provisions 1
Consignment Procedures 1
Construction and Testing of Packing, 1
Intermediate Bulk Containers (IBCs), Large
Packing Portable Tanks, Multiple-Element Gas
Containers (MEGCs)

Provision Concerning Transport Operation 1


57 ISM Code (International - Every Company should develop, implement A 1 Has been implemented
Safety Management) and maintain a safety management system

The Safety Management Certificate A 1 Has been implemented


Chapter II-1 Construction - 1.1 Electrical installations shall be provided A 1 Have'nt been properly maintained yet.
Structure, subdivision
and stability, machinery
Chapter II-2 Construction - Fire
and electrical 2 General emergency alarm system shall be A 1 Have'nt been properly maintained yet.
protection,
installationfire used
detection and fire
Chapter IX Management for the 3 Safety Management Certificate A 1 Has been implemented
extinction
safe operation of ships - The safety management system shall be A 1 Has been implemented
maintained in accordance with the provisions
of the International Safety Management
Code.

* Metode Evaluasi
A = Review Dokumen B= Inspeksi c= Tes Rutin Sudah Belum
On Process Total
terpenuhi Terpenuhi
Status Pemenuhan
60 42 39 141
Persentase 43% 57% 0 100%

DIBUAT OLEH DISETUJUI OLEH


ADGM. PENG. MUTU DAN DGM. HUKUM DAN PENG. INTERNAL
PFSO
DAFTAR DAN EVALUASI PEMENUHAN PERATURAN PELAKSANA
NO. FM. SSE/04/03/01
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) & LINGKUNGAN REV: 03 Review Date Juni 2017

Bagian Yang Relevan Implementasi Status Pemenuhan


PERATURAN PERUNDANGAN TINDAK
No JUDUL Keterangan On
DAN PERSYARATAN LAINNYA Bab Pasal Ayat INTISARI Fasilitas Dokumen Sudah Belum LANJUT
Process
PERATURAN PERUNDANGAN DAN PERSYARATAN LINGKUNGAN
A. PERATURAN PERUNDANGAN
GENERAL

No: SK.46/Menlhk/Setjen/PLA.4/2/2017 tentang Izin


Setiap usaha dan/atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha dan/atau
lingkungan kegiatan Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
- 121 1 kegiatan tetapi belum memiliki dokumen AMDAL wajib menyelesaikan √ √
Oleh kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok
audit lingkungan hidup
dan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan


hidup dengan persyaratan:
a. memenuhi baku mutu lingkungan hidup dan
b. mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai Laporan UKL/UPL/DELH dilaporkan secara berkala (6
V 20 3 √ √
dengan kewenangannya bulan sekali) koordinasi dengan cabang

Setiap usaha dan/kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan


hidup wajib memiliki Amdal
SK.30/PTKL/PDLUK/Pla.4/2/2017 Tentang Pengesahan
Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) kegiatan
1 UU No. 32 Tahun 2009 Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Oleh kantor Otoritas 1
V 22 1 √ √
Pelabuhan Tanjung Priok oleh Kantor Otoritas
Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan PT. Pelabuhan
Indonesia II (Persero)

Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak


penting terhadap lingkungan hidup, ancaman terhadap ekosistem dan
kehidupan, dan/atau kesehatan dan keselamatan manusia wajib
V 47 1 √ √ Telah dilaksanakan dalam penerapan ISO 14001
melakukan analisis risiko lingkungan hidup

Pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk


melakukan audit lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kinerja Internal audit SML dilakukan secara berkala 6 bulan
V 47 2 √ √
lingkungan hidup sekali

Fasilitas dan dokumen telah tersedia dan Telah


Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan
VII 58-59 √ √ dilakukan juga sosialisasi dan penyediaan tempat OTP-SSE-01 (Done)
limbah B3 yang dihasilkannya
sampah dan sticker untuk Mitra

Setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib memiliki Amdal atau UKL-UPL
I 2 1 √ √
wajib memiliki Izin Lingkungan

Izin lingkungan dokumen lingkungan yang telah mendapat persetujuan No: SK.46/Menlhk/Setjen/PLA.4/2/2017 tentang Izin
sebelum tanggal 23 Februari 2012 dinyatakan tetap berlaku dan lingkungan kegiatan Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
2 PP RI No. 27 Tahun 2012 Izin Lingkungan - 73 - dipersamakan sebagai izin lingkungan √ √ 1
Oleh kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok
dan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan wajib mengajukan
permohonan perubahan izin lingkungan, apabila usaha dan/atau kegiatan
yang telah memperoleh izin lingkungan dilakukan perubahan yang
- 50 1,2,3 berpengaruh terhadap lingkungan hidup yang memenuhi kriteria √ √
perubahan sarana usaha dan/atau kegiatan.

1. Audit lingkungan hidup dilakukan terhadap usaha san/ kegiatan yang


memiliki dokumen lingkungan hidup Audit lingkungan secara berkala sesuai dengan
3 Permen LH No.3 tahun 2013 Audit Lingkungan Hidup III 16 1.2 √ √ 1
2. audit lingkungan hidup dapat dilakukan terhadap lebih lebih dari 1 penerapan ISO 14001
(satu) usaha dan / atau kegiatan yang berlokasi dalam 1 (satu) kawasan

Peraturan Menteri ini bertujuan memberikan pedoman pedoman


4 Permen LH No. 16 Tahun 2012 Pedoman dokumen Lingkungan Hidup 2 1
penyusunan lingkungan hidup
√ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL 1

5 PP No 66 Tahun 2014 Kesehatan Lingkungan 8 1-f Pemeriksaan Baku Mutu Lingkungan √ √ Hasil Lab Pengukuran Lingkungan Kerja 1

Dokumen Lingkungan Hidup bagi tahun bagi


kegiatan yang telah memiliki izin kegiatan tetapi
6 PerMen LH No. 14 Tahun 2010 Seluruh pasal Dokumen lingkungan Hidup √ √ 1
belum memiliki Analisis mengenai Dampak
Lingkungan
Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL
Jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib
7 Permen LH No. 05 Tahun 2012 memiliki Analisis Mengendai Dampak Lingkungan Seluruh pasal Dokumen lingkungan Hidup √ √ 1
Hidup

Tata Laksana Penilaian dan Pemeriksaan


8 Permen LH No. 08 Tahun 2013 Dokumen Lingkungan Hidup serta Penerbitan Seluruh pasal Dokumen lingkungan Hidup dan izin lingkungan hidup √ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL 1
Izin Lingkungan

Pelaporan UKL/UPL/DELH Secara berkala (Koordinasi


9 PerMen LH No.13 Tahun 2010 UKL-UPL Seluruh pasal Dokumen lingkungan Hidup dan izin lingkungan hidup √ √ dengan Cabang tanjung Priok) terakhir Desember 2016 1
menyesuaikan DELH

Pedoman Umum Standarisasi Kompetensi Standarisasi Kompetensi Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan Koordinasi SDM 1
10 PerMen LH No. 06 Tahun 2006 Seluruh Pasal √ √
Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan
Jenis Usaha/Kegiatan Wajib Amdal 1
11 Permen LH No. 5 Tahun 2012 Jenis Usaha/Kegiatan Wajib Amdal 4 √ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan


Tugas Pokok Pedal sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri
12 PermenHub No. PM 1 Tahun 2012 Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan Di II - III 2-5 √ √ Asdep K3 merangkap sementara untuk Lingkungan 1
Pendayagunaan Aparatur Negara
Lingkungan Kementrian Perhubungan

Wajib melakukan UKL/UPL 1


13 Kepmen LH No. 86 Tahun 2002 Pedoman Pelaksanaan UKL/UPL - 2 1-2 √ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL

Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Pedoman format pelaporan dalam pelaksanaan rencana pengelolaan 1
14 Kepmen LH No. 45 Tahun 2005 Semua Pasal lingkungan hidup
√ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL
RKL dan RPL
Pedoman penyusunan dokumen lingkungan 1
15 Instruksi Gub DKI Jakarta No. 178 Tahun 2008 Kewajiban Penyusunan Dokumen Lingkungan Semua Pasal √ √ Dokumen Evaluasi lingkungan Hidup/UKL UPL

Setiap Usaha atau Kegiatan yang wajib memiliki Amdal atau UKL/UPL, Pelaporan UKL/UPL/DELH Secara berkala (Koordinasi
I 2-3 wajib memiliki Izin Lingkungan √ √ dengan Cabang tanjung Priok) terakhir Desember 2016 1
menyesuaikan DELH
16 PerGUb DKI Jakarta No. 157 Tahun 2013 Izin Lingkungan
Pemegang Izin wajib menaati persyaratan dalam Izin dan membuat Pelaporan UKL/UPL/DELH Secara berkala (Koordinasi
IX 38 laporan pelaksanaan secara berkala 6bln sekali √ √ dengan Cabang tanjung Priok) terakhir Desember 2016 1
menyesuaikan DELH
Melaksaanakan penrapan PROPER dan ISO 14001 secara ISO 14001 tersertifikasi
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan berkelanjutan namun Proper belum
17 Per Men LH No 06 Tahun 2013 Seluruh Pasal Program PROPER √ √ 1 dilaksanakan.
dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Permen LH no. 03 tahun 2014 Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan


dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

PENGELOLAAN MARITIM

Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,


Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran dari Pengoperasian
III 4-12 √ √ sosialisasi bersama Mitra terkait pencegahan dan 1 Divisi SSE
Kapal
penanggulangan pencemaran
18 PP RI No. 21 Tahun 2010 Perlindungan Lingkungan Maritim

V 18-28 Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A

VIII 123 c Pengangkutan Limbah, bahan berbahaya, dan beracun di perairan Telah diterapkan
√ √ 1

III 48
Badan Usaha Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan wajib
menyediakan tempat penyimpanan atau penumpukan barang berbahaya
dan barang khusus untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu Tempat penyimpanan DG telah disediakan dan
lintas barang di pelabuhan serta bertanggung jawab terhadap penyusunan
√ √ 1
teerfasilitasi sistem kedaruratan
sistem dan prosedur penanganan barang berbahaya dan barang khusus di
pelabuhan

VII 73 1.2 Rencana Induk Pelabuhan mengacu pada IPC Pusat.


Setiap pelabuhan wajib memiliki Rencana Induk Pelabuhan. √ √ Telah tersedia sistem keamanan dan keselamatan lalu 1
lintas kapal di divisi SSE

87
Unit Penyelenggara Pelabuhan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 81 ayat (1) huruf b mempunyai tugas dan tanggung:
a. menyediakan dan memelihara penahan gelombang, kolam
pelabuhan, dan alur-pelayaran; Telah diterapkan dalam tugas dan tanggung jawab
19 UU 17 Tahun 2008 Pelayaran b. menyediakan dan memelihara Sarana Bantu NavigasiPelayaran;
divisi SSE dan Teknik. Untuk keamanan dan ketertiban
c. menjamin keamanan dan ketertiban di pelabuhan;
d. memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan;
√ √ melalui safety inspector dan safety agent. Dan untuk 1
e. menyusun Rencana Induk Pelabuhan, serta Daerah memelihara kelestarian lingkungan melalui program &
Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan sasaran lingkungan.
pelabuhan;
f. menjamin kelancaran arus barang; dan
g. menyediakan fasilitas pelabuhan

VIII 122 - Telah diterapkan


Setiap pengoperasian kapal dan pelabuhan wajib memenuhi
persyaratan keselamatan dan keamanan serta perlindungan √ √ 1
lingkungan maritim.

XII 234 Laporan UKL/UPL secara berkala dan melakukan


Pengoperasian pelabuhan wajib memenuhi persyaratan untuk
mencegah timbulnya pencemaran yang bersumber dari √ √ pengendalian dampak lingkungan berdasarkan IADL 1
kegiatan di pelabuhan.
Pengelola dapat menerima dan atau mengelola limbah yang berasal Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,
Divisi SSE &
5 dari kegiatan rutin operasional kapal dan atau kegiatan penunjang √ √ sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan 1
Manajemen TO
pelabuhan limbah

Tentang Fasilitas Pengumpulan dan


20 PERMENLH No.05 Tahun 2009 Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Kewajiban pengelola (sertifikat penyerahan dan penerimaan Divisi SSE &
Beracun di Pelabuhan 6 √ √ Sertifikat TPS dan neraca limbah 1
limbah) Manajemen TO

pelabuhan umum dan pelabuhan khusus wajib menyediakan Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,
Divisi SSE &
7 1 fasilitas pengelolaan limbah yang berasal dari usaha dan/atau √ √ sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan 1
Manajemen TO
kegiatan kapal limbah
Syarat Pengerukan dan Reklamasi Sesuai Dengan Rencana Induk
21 PermenHub No. PM 52 Tahun 2011 Pengerukan Dan Reklamasi II- III 4 - 22 √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A
pelabuhan
Perubahan Atas PermenHub no 52 Tahun 2011
22 PM. 74 Tahun 2014 1 Perizinan √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A
Tentang Pengerukan dan Reklamasi

Persyaratan Penanggulangan Pencemaran di Perairan &


Pelabuhan. ) Prosedur scbagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,
ayat (2)huruf a tcrdiri atas: sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan
Divisi SSE &
II 2,4,5 a. prosedur penanggulangan pencemaran tier 1; √ √ limbah dengan penyediaan secondary 1
Manajemen TO
b. prosedur penanggulangan pencemaran tier 2; containment, spill kit, perbaikan saluran drainase
dan dll.
c. prosedur pcnanggulangan pencemaran tier 3

Telah diterapkan dengan adanya tim


Setiap pelabuhan dan unit kegiatan lain wajib penanggulangan pencemaran dalam kontrol divisi
IV 7 All √ √ 1
memiliki personil penanggulangan pencemaran SSE. Pelatihan dan pembinaan personil dilakukan
secara berkala

Setiap pe1abuhan dan unit kegiatan lain wajib


memiliki pcralatan dan bahan.
(2) Pcralatan dan bahan scbagaimana dimaksud pada
Penanggulangan Pencemaran Di Perairan Dan ayat (1) paling scdikit terdiri atas: Penyediaan Oil Boom dan sarana mobilisasi
23 PermenHub No. PM 58 Tahun 2013
Pelabuhan a. alat pe10kalisir(oil boom); peralatan serta bahan penanggulangan Dalam proses
V 9 All √ √ 1
b. alat pcnghisap (skimmer); pencemaran (penyediaan spill kit, secondary penyediaan
c. alat pcnampung scmentara (temporary storage); containment dll bersama mitra)
d. bahan pcnycrap (sorbent); dan
e. bahan pcngurai (dispersant).

Setiap pelabuhan dan unit kegiatan lain wajib Dalam program


Telah diterapkan dengan melakukan latihan
VI 16 All melaksanakan latihan penanggulangan √ √ 1 perencanaan kerja
penanggulangan pencemaran secara berkala
penccmaran Divisi SSE

Pcrusahaan pcnanggulangan penccmaran yang tcIah


mcndapatkan persctujuan wajib:
a. mcmenuhi kcwajiban yang ditetapkan dalam surat Dalam proses
Telah diterapkan melalui pemenuhan kewajiban
28 pcrsctujuan; √ √ 1 pemenuhan dengan
perusahaan.
b. mcmatuhi pcraturan pcrundang-undangan; dan target 100%
c. melaporkan pclaksanaan kontrak dengan
pclabuhan atau unit kcgiatan lain

Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,


sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan
Pencegahan Pencemaran Oleh Minyak Dari Persyaratan dan Sertifikasi Peralatan Perlengkapan Pencegahan Divisi SSE &
24 Kep Menhub No. 86 Tahun 1990 II - III 3-10 √ √ limbah dengan penyediaan secondary 1
Kapal - Kapal Pencemaran Manajemen TO
containment, spill kit, perbaikan saluran drainase
dll.

Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,


Pedoman Penanganan Bahan/Barang
sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan
25 Kep Menhub No. 17 Tahun 2000 Berbahaya Dalam Kegiatan Pelayaran Di Seluruh Pasal √ √ 1 Divisi SSE
material B3 (Pemasangan simbol dan label sesuai
Indonesia
dengan klasifikasi)

Sertifikat manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran


II 4 1 √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A
dari kapal
26 Permenhub No. PM 45 Tahun 2012 Manajemen Keselamatan Kapal
Membuat dan melaksanakan kebijakan tentang keselamatan dan
II 10 - √ √ Kebijakan lingkungan 2017 1 Divisi SSE
perlindungan lingkungan

II 12 - 19 Pencegahan pencemaran oleh bahan cair beracun dari kapal √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A

Telah dilakukan penyediaan tempat sampah,


Pencegahan pencemaran oleh bahan berbahaya dalam bentuk sosialisasi bersama Mitra terkait pengelolaan
II 20 - 22 √ √ 1 Divisi SSE
kemasan material B3 (Pemasangan simbol dan label sesuai
dengan klasifikasi)

Divisi SSE koordinasi


II 23 - 27 Pencegahan pencemaran oleh kotoran (sewage) dari kapal √ √ Sosialisasi dan penyediaan toilet 1
dengan Div. teknik
27 Permenhub No. PM 29 Tahun 2014 Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim
Sosialisasi, sign & Himbauan pencegahan
II 28 - 29 Pencegahan pencemaran oleh sampah (garbage) dari kapal √ √ 1 Divisi SSE
pencemaran secara berkelanjutan
II 48 - 50 Manajemen air balas √ √ Otoritas Cabang tanjung priok N/A
Sosialisasi, sign & Himbauan pencegahan
IV 74 - 79 Pencegahan pencemaran dari kegiatan pelabuhan √ √ 1 Divisi SSE
pencemaran secara berkelanjutan
Izin Pembuangan koordinasi dengan cabang
VI 82 - 84 Pembuangan limbah (dumping) di perairan √ √ 1
tanjung priok
Syahbandar / Koordinasi dg Kantor Pusat terkait
VII 85 - 86 Sistem informasi pencegahan pencemaran lingkungan maritim √ √ 1
Maritim Preparedness response

PENGELOLAAN KUALITAS UDARA DAN LALU LINTAS

Pengendalian pencemaran meliputi pengendalian dari usaha dan/atau


I 2 kegiatan sumber bergerak, sumber tidak bergerak, yang dilakukan dengan √ √ Analisa dan evaluasi hasil laporan kualitas udara
pengendalian sumber emisi untuk mencegah turunnya mutu udara ambien

Baku mutu udara ambien nasional ditetapkan sebagai batas maksimum


II 4 1 √ √ Lampiran PP No.41/1999 OTP-SSE-03
udara ambien untuk mencegah terjadinya pencemaran udara

5 1 Baku mutu udara ambien daerah ditetapkan di daerah yang bersangkutan √ √ Kep Gub DKI Jakarta NO. 551 Tahun 2001

2 Gubernur menetapkan baku mutu udara ambien daerah √ √ Kep Gub DKI Jakarta NO. 551 Tahun 2001

Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau yang mengeluarkan emisi


28 PP RI No. 41 Tahun 1999 Pengendalian Pencemaran Udara III 21 √ √ Analisa dan evaluasi hasil laporan kualitas udara 1 OTP-SSE-03
wajib menaati baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah

Setiap badan usaha yang melakukan usaha atau kegiatan sumber tak
22 1 bergerak wajib memenuhi persyaratan mutu emisi yang telah ditetapkan √ √ Sertifikat Uji Emisi Sumber takbergerak
Pemerintah
Divisi Teknik
Setiap badan usaha yang melakukan usaha atau kegiatan sumber tak
30 bergerak wajib memenuhi persyaratan mutu emisi yang telah ditetapkan √ √ Sertifikat Uji Emisi Sumber tak bergerak
Pemerintah

Kendaraan bermotor tipe baru dan tipe lama yang mengeluarkan emisi gas
33 √ √ Sertifikat Uji Emisi Sumber Bergerak Divisi Rumah Tangga
buang wajib memenuhi ambang batas gas buang kendaraan bermotor
Pedoman Teknis Dan Persyaratan Kompetensi
Pelaksanaan Retrofit Dan Recycle Pada Sistem
Persyaratan Perusahaan/Bengkel Servis dan Teknisi Refrigerasi
29 Permen LH No. 2 Tahun 2007 Refrigerasi I 2 1 √ √ Refrigator Air Conditioner 1

Pengesahan United Nations Framework


30 Undang-undang RI Tahun 1994 Convention on Climare Change (Konvensi PBB Seluruh pasal Batas emisi gas rumah kaca yang mengikat terhadap setiap negara. √ √ Mengurangi emisi gas rumah kaca 1
mengenai perubahan iklim)
Pengesahan Kyoto Protocol To The United
Mengurangi gas emisi rumah kaca dan Zat-zat yang mengurangi lapisan Sasaran dan program lingkungan berkelanjutan
31 Undang-undang RI No. 17 Tahun 2004 Nations Framework Convention On Climate Seluruh pasal
ozon.
√ √
pengantian AC Non HCFC
1
Change (perubahan iklim)
Pemerintah melakukan pelarangan terkait penggunaan HCFC pada
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : Larangan Penggunaan Hydrochloroflourocarbon Sasaran dan program lingkungan berkelanjutan
32 3 pendingin ruangan (AC) karena dapat berpotensi merusak molekul ozon di √ √
pengantian AC Non HCFC
1
41/M-IND/PER/5/2014 (HCFC) di Bidang Perindustrian lapisan stratosfer
Divisi Teknik OTP-TEK-
01
Montreal Amendment To The Montreal Protocol
On Subtance That Deplate The Ozone Layer Bahan-bahan yang merusak lapisan ozon salah satu diantaranya adalah Sasaran dan program lingkungan berkelanjutan
33 Perpres No. 46 Tahun 2005 Seluruh pasal
penggunaan HCFC yang digunakan pada pendingin.
√ √
pengantian AC Non HCFC
1
(Amandemen Montreal tentang Bahan yang
Merusak Lapisan Ozon)

Pengesahan Beijing Amendment To The


Montreal Protocol On Subtance That Deplete The Bahan-bahan yang merusak lapisan ozon salah satu diantaranya adalah Sasaran dan program lingkungan berkelanjutan
34 Perpres No, 33 Tahun 2005 Seluruh pasal
penggunaan HCFC yang digunakan pada pendingin.
√ √
pengantian AC Non HCFC
1
Ozone Layer (amendemen Beijing Atas Protocol
Montreal Tentang Bahan-bahan Merusak Ozon)

Setiap kendaraan bermotor lama wajib memenuhi ambang batas emisi


1 √ √ Sertifikat Uji Emisi
tersebut
4
Setiap kendaraan bermotor lama wajib melakukan uji emisi sesuai dengan
35 PerMen LH No. 05 Tahun 2006 Ambang Batas Emisi Kendaraaan Bermotor Lama 2
peraturan perundang-undangan
√ √ Sertifikat Uji Emisi 1
Pengujian emisi kendaraan bermotor tersebut dilakukan di tempat
5 √ √ Sertifikat Uji Emisi di bengkel yang berizin
pengujian milik Pemerintah atau swasta
3 Prosedur Pengujian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor √ √ Sertifikat Uji Emisi 1
Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Divisi Rumah Tangga
36 PerGub DKI Jakarta No. 31 Tahun 2008 4 Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dievaluasi sekurang- 1
Bermotor kurangnya sekali dalam 5 tahun √ √ Sertifikat Uji Emisi

- 3 - Pentahapan Pembatasan Penggunaan Jenis BBM Tertentu Penghematan sumber daya dengan pemakaian BBM 1
√ √ yang bernilai oktan lebih tinggi
37 Permen ESDM Nomor. 12 Tahun 2012 Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak
- 4 - Pentahapan Pembatasan Penggunaan Jenis BBM Tertentu Untuk Penghematan sumber daya dengan pemakaian BBM 1
Kendaraan Bermotor Ditujukan Untuk Kendaraan Dinas √ √ yang bernilai oktan lebih tinggi
- Baku mutu emisi sumber tidak bergerak untuk jenis kegiatan lain yang
2 2 √ √ Sertifikat laik uji Gencet
beroperasi setelah 1 Januari 2000 wajib memenuhi baku mutu tersebut
3 2 Baku mutu emisi √ √ Sertifikat laik uji Gencet
38 Kepmen LH No. 13 Tahun 1995 Baku mutu emisi sumber tidak bergerak. 1 Divisi Teknik
7 1 Setiap penanggung jawab jenis kegiatan tersebut wajib memenuhi Melakukan pengukuran, dan memelihara genset dan
persyaratan yang telah ditetapkan dalam KepMenLh ini √ √ meyampaikan laporan

Seluruh pasal Mewajibkan kendaraan untuk lolos uji emis gas buang Monitoring uji emisi kendaraan secara berkala
39 SK Gub DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 Baku mutu kualitas udara √ √ 1 Divisi Rumah Tangga

Penetapan Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Baku mutu emisi Hasil laporan pematauan dan pengukuran emisi 1
40 PerGub DKI Jakarta No. 670/2000 Seluruh pasal √ √
Bergerak DiPropinsi DKI Jakarta
Baku Mutu Kualitas Udara Dalam Ruangan Seluruh pasal Koordinasi dg K3 1
41 PerGub DKI Jakarta No. 54 Tahun 2008 Seluruh pasal √ √
(KUDR)
IV 7 1-5 Tempat Kerja Sign, himbauan kesehatan kerja dan kawasan bebas 1
42 PerGub DKI Jakarta No. 75 Tahun 2005 Kawasan Dilarang Merokok √ √ rokok untuk perkantoran
Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Kewajiban pengusaha untuk mematuhi dan memenuhi nilai ambang batas Pemantauan melalui dokumen UKL/UPL /DELH dan
43 Permenaker No. PER13/MEN/X/2011 Seluruh pasal √ √ 1
Tempat Kerja tingkat kebauan sesuai dengan peraturan yang berlaku implementasinya

PENGELOLAAN TINGKAT KEBISINGAN dan GETARAN


Telah dilakukan indoor inspection, dan koordinasi
Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di
44 Permenaker No. PER13/MEN/X/2011 II 5 1 NAB kebisingan ditetapkan sebesar 85 desibell A (dBA) √ √ dengan cabang PT. Tanjung Priok untuk pemantauan 1
Tempat Kerja pengukuran outsoor
- 2 Telah dilakukan indoor inspection, dan koordinasi 1
Metoda perhitungan Lampiran II,Kep-48/MENLH/11/1996 √ √ dengan cabang PT. Tanjung Priok untuk pemantauan Divisi SSE OTP-SSE-03
pengukuran outsoor

45 Kepmen LH No.48 Tahun 1996 Baku tingkat kebisingan 3 Telah dilakukan indoor inspection, dan koordinasi 1
Baku tingkat kebisingan, Lampiran I Kep-48/MENLH/11/1996 √ √ dengan cabang PT. Tanjung Priok untuk pemantauan
pengukuran outsoor
6 √ √ Laporan DELH/UKL/UPL secara berkala 6 bulan sekali 1
Kewajiban usaha

seluruh Pengelola pelabuhan memelihara atau menambah tanaman-tanaman Sosialisasi pemakaian ear plug dan program 1 Divisi SSE
46 Kepmen LH No.49 Tahun 1996 Baku Tingkat Getaran √ √
pelindung sebagai barrier untuk mencegah kebisingan dari getaran penghijauan

PENGELOLAAN KUALITAS AIR PERMUKAAN DAN KUALITAS AIR LAUT


I 7-10 Hak Guna Air √ √ Pemantauan dan pengukuran uji kualitas air 1
Dilarang melakukan kegiatan merusak sumber daya air Pengelolaan air bersih, telah disediakan
47 UU No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air III 24 √ √ himbauan/sign hemat air 1

IV 26 Setiap orang wajib hemat air √ √ Pengelolaan air bersih, telah disediakan
1
himbauan/sign hemat air
I 2-3 - Pengelolaan Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress Koordinasi Divisi SSE,
√ √ koordinasi dengan cabang 1 Teknik dan Cabang
Pengelolaan Kualitas Air & Pengendalian Tanjung priok
48 PP RI No. 82 Tahun 2001
Pencemaran Air III 25 - 26 Telah terbentuk tim Pengendali keadaan darurat
Penanggulangan darurat √ √ 1

Setiap penanggung jawab bangunan wajib melakukan pemanfaatan


3 1 √ √ Pemeliharaan ruang terbuka hijau
air hujan.

Pemanfaatan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemeilharaan oleh
49 Permen LH No. 12 tahun 2009 Pemanfaatan Air Hujan dilakukan dengan cara membuat: 1 Divisi Rumah Tangga
dan SSE
3 2 a. kolam pengumpul air hujan; √ √ Pemeliharaan ruang terbuka hijau
b. sumur resapan; dan/atau
c. lubang resapan biopori.

Baku Mutu Limbah Cair - - Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress
koordinasi dengan cabang
50 Permen LH No. 5 Tahun 2014 Baku mutu limbah cair √ √ 1

I - IV 2 &13 Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress


Perizinan Pembuangan Limbah Cair Di DKI Tujuan Dan Kewajiban Perizinan Pembuangan Limbah Cair Yang koordinasi dengan cabang
51 KepGub DKI Jakarta No. 30 Tahun 1999 √ √ 1
Jakarta Dibuang Ke Perairan Umum.
Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress
52 KepMen LH No. 112 Tahun 2003 Baku Mutu Air Limbah Domestik √ √ koordinasi dengan cabang 1

Baku Mutu limbah cair domestik.


Setiap usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan air
53 Permen LHK No. 68 Tahun 2016 3 1 √ √ Koordinasi dengan Cabang Tanjung Priok 1 OTP-SSE-04
limbah domestik wajib melakukan pengolahan air limbah domestik
yang dihasilkannya

Penetapan Peruntukan dan Baku Mutu Air smua pasal Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress
koordinasi dengan cabang
54 PerGub No. 582 Tahun 1995 Sungai/Badan Air Serat Baku Mutu Limbah Cair Baku mutu air sungai DKI Jakarta √ √ 1
di Wilayah DKI Jakarta
PerGub DKI Jakarta No. 122 Tahun 2005 Pengelolaan Limbah Domestik DiPropinsi DKI Jakarta smua pasal Pengusaha wajib melakukan pengelolaan limbah domestik Pemantauan dan pengukuran IPAL dalam progress
55 √ √ koordinasi dengan cabang 1

Penetapan Peruntukan Dan Baku Mutu Air Sungai IV 12 Progress koordinasi dengan cabang Tanjung Priok
56 KepGub DKI Jakarta No. 582 1995 Dan Badan Air Serta Baku Mutu Limbah Cair Cair Pengendalian Perlindungan Mutu Air Sungai/Badan Air √ √ 1
Di Wilayah DKI Jakarta
IV 4 1-3 Kewajiban Pembuatan Sumur Resapan Pemeliharaan ruang terbuka hijau & sumur resapan
57 PerGub DKI Jakarta No. 20 Tahun 2013 Sumur Resapan √ √ (dalam otoritas cabang tanjung Priok) 1

Baku Mutu limbah cair domestik.


Setiap usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan air
58 Permen LHK No. 68 Tahun 2016 Baku Mutu Limbah Air Domestik 3 1 √ √ Koordinasi dengan Cabang Tanjung Priok 1 OTP-SSE-04
limbah domestik wajib melakukan pengolahan air limbah domestik
yang dihasilkannya

Sertifikat Kompetensi dan Standar Kompetensi


59 Permen Lh No. 3 Tahun 2009 Seluruh pasal Sertifikat MPP √ √ Rencana Pelatihan MPP a.n Asdep K3 1
Manajer Penegendalian Pencemaran Air

I 4 1 Nilai ambang batas faktor fisik dan kimia. √ √ Pemantauan pengukuran nilan NAB secara berkala 1

1 2 1 Setiap industri wajib memenuhi standar dan


menerapkan persyaratan kesehatan lingkungan kerja √ √
industri.
Standard dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan 5 1-5 Setiap industri harus melakukan pemantauan secara berkala.
60 Permen Kesehatan No. 70 Tahun 2016
Kerja Industri dapat bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki √ √ Laporan Pemantauan dan Pengukuran faktor Fisik,
kompetensi di bidang higiene industri, kesehatan kerja Kimia Biologi dan Evaluasi hasil pemantauan dan 1
dan/atau kesehatan lingkungan. Pemantauan dilakukan paling Pengukuran
9 Industri
sedikit 1 harus melakukan
tahun sekali upaya ada
atau setiap pengendalian
perubahan bahaya, upaya
proses dan hasil
kesehatan
pemantauanlingkungan, dan/atau surveilans kesehatan kerja
wajib dievaluasi
apabila tidak memenuhi standar dan persyaratan kesehatan √ √
lingkungan kerja
industri berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi

Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Pengurus dan pengusaha wajib melakukan pengendalian faktor
61 Permenaker No. PER.13/MEN/X/2011 I 2 1 √ √ Telah dilaksanakan 1
Kimia di Tempat Kerja fisika dan kimia ditempat kerja sehingga di bawah NAB

Pengendalian Pencemaran Dan/ Atau Perusakan N/A


62 PP RI No. 19 Tahun 1999 Seluruh pasal Pengendalian pencemaran di laut √ √ Otoritas cabang Tanjung Priok
Laut
Melakukan pemantauan kualitas air laut di PT. Pelabuhan Tanjung Otoritas cabang Tanjung Priok dan bekerjasama dalam N/A
63 KepMen LH No. 51 Tahun 2004 Baku Mutu air laut √ √
Priok dan sekitarnya mengendalikan pencemaran air laut

PENGELOLAAN TIMBULAN SAMPAH

Klasifikasi jenis sampah, pengelolaan sampah yang sejenis dan Penyediaan tempat sampah terpilah (organik,anorganik
2,3,12 √ √
berwawasan lingkungan dan B3), sticker.

IV 13 Pemilahan sampah
√ √ 3R

Divisi SSE OTP-SSE-


64 UU No. 18 Tahun 2008 Pengelolaan Sampah 1
VI 20 1 Pengelolaan sampah Kerjasama pengelolaan sampah dengan penyesia jasa 01 (done)
eksternal
√ √

Larangan mengimpor sampah, pencampur sampah dengan LB3, Pelaporan UKL/UPL


X 29 1 mencemari tanah akibat sampah, membuang sampah sembarangan, √ √
membakar sampah

Sasaran dan program lingkungan melalui penghematan


III 10 1 Mengurangi serta melakukan penanganan terhadap sampah √ √ kertas secara berkelanjutan

12 Produsen wajib melakukan pembatasan timbunan sampah 3R


√ √
Tentang Pengelolaan Sampah Rumah tangga dan
65 PP RI No. 81 Tahun 2012 1
Sejenis sampah Rumah Tangga 14 Produsen wajib melakukan pemanfaatan kembali sampah Penggunaan kertas bekas
√ √

16 Penanganan Sampah meliputi a. Pemilahan, b. Pengumpulan, c. 3R


Pengangkutan, d. Pengolahan, e. Pemrosesan akhir sampah √ √

PENGELOLAAN MATERIAL B3 & PENGELOLAAN TIMBULAN LIMBAH B3


I 4 Kewajiban pengelolaan B3 √ √ Penyediaan tempat sampah terpilah 1
5 1 Pengklasifikasian Bahan Berbahaya dan Beracun √ √ Simbol dan label telah terpasang 1
11 Setiap orang yang memproduksi B3 wajib membuat laporan MSDS √ √ Kontrol MSDS 1
12 Sosialisasi dan himbauan bersama Mitra terkiat 1
Setiap penanggung jawab pengangkutan, penyimpanan dan pengedaran pengelolaan B3 secara berkala melalui Safety
√ √
wajib menyertakan MSDS Environmental Forum

14 Setiap B3 yang dihasilkan, diangkut, diedarkan, disimpan, wajib dikemas Penyimpanan B3 sesuai dengan klasifikasi 1
sesuai dengan klasifikasinya √ √
III
66 PP RI No. 74 Tahun 2001 Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun 15 1-2 Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label sesuai dengan Sosialisasi dan himbauan bersama Mitra terkiat 1
klasifikasinya √ √ pengelolaan B3 secara berkala melalui Safety
Environmental Forum

18 1-4 Simbol label untuk tempat penyimpanan B3 Simbol dan label telah terpasang di tempat 1
√ √ penyimpanan
19 Tanggap darurat untuk B3 √ √ Tersedia fasilitas tangap darurat 1 Divisi SSE OTP-SSE-06
V 22-23 Keselamatan kesehatan kerja terkait kegiatan pengelolaan B3 Tersedia secondary containment dan tim pengendali 1
√ √ keadaarn daruray
VI 24-27 Penangulangan keadaan darurat dan kecelakan √ √ tersdia fasilitas dan sarana prasarana kedaruratan 1
2 1 Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol sesuai dengan klasifikasinya
dan label sesuai dengan jenis dan klasifikasinya. √ √
Sosialisasi dan himbauan bersama Mitra terkiat
Tata Cara Pemberian Simbol dan Label B3
67 PerMen LH No. 03 Tahun 2008 3 Setiap tempat penyimpanan kemasan dan alat pengangkutan B3 wajib
pengelolaan B3 secara berkala melalui Safety 1
√ √ Environmental Forum
diberi simbol B3.
4 1 Tata cara pemberian simbol dan label B3 √ √
Permen Industri No. 23/M-IND/PER/4/2013 Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan - 11 - Kewajiban terkait B3 Pengelolaan pengendalian B3 secara berkelanjutan 1
68 Label pada Bahan Kimia
√ √

KepMenaker No. 187 Tahun 1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di - 2 - Kewajiban mengendalikan bahan kimia berbahaya Himbauan/sign dan sosialisasi secara berkelanjutan 1
69 Tempat Kerja kerja √ √

Setiap pengusaha wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan Pengecekan berkala
II 3 1 √ √ 1
pengelolaan limbah B3

Pengangkut limbah B3 dilakukan oleh badan usaha yang melakukan Surat Ijin Pengangkutan limbah B3 oleh penyedia jasa
1 16 √ √ 1
kegiatan pengangkutan limbah B3 eksternal

Pengendalian penggunaan B3 melalui himbauan sign


III 10-11 1-4 Pengurangan Penggunaan B3 √ √ 1
safety and environement

Setiap kemasan limbah B3 wajib diberi simbol dan label yang menunjukkan
19 2 √ √ Simbol dan label limbah B3 1
karakteristik dan jenis limbah B3

Penyimpanan limbah B3 dilakukan di tempat penyimpanan yang sesuai


13 1 √ √ Surat Ijin TPS limbah B3 1
dengan persyaratan

Penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkan selama Pengecekan berkala
28 1 √ √ 1
90 hari

Penghasil limbah B3 wajib membuat dan menyimpan catatan tentang:


IV jenis,karakteristik,jumlah dan waktu dihasilkannya limbah B3;
PP No. 101 Tahun 2014 Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun 28 2 jenis,karakteristik, jumlah dan waktu penyerahan limbah B3; nama √ √ Pengecekan berkala 1
pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul
atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3

70
IV
PP No. 101 Tahun 2014 Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun

70
Penghasil limbah B3 wajib menyampaikan catatan sebagaimana dimaksud
ayat (1) sekurang-kurangnya sekali dalam 6 bulan kepada instansi yang Pelaporan limbah neraca B3 ke instansi terkait
28 3 √ √ 1
bertanggung jawab dengan tembusan kepala instansi yang terkait dan dilakukan secara berkala
Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II yang bersangkutan

V 32 2 Setiap Pengangkutan limbah B3 wajib disertai dokumen limbah B3 √ √ Manifest sheet 1

Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan,


40 1.a pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan atau penimbunan limbah B3 √ √ Surat Izin TPS limbah B3 1
wajib memiliki ijin operasi dari Kepala instansi yang bertanggung jawab

Pengangkut limbah B3 wajib memiliki ijin pengangkutan dari Menteri


1.b Perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala instansi yang √ √ Izin Transportasi limbah B3 1
bertanggung jawab
√ √
198-216 Penanggulangan pencemaran lingkungan hidup dan/atau kerusakan
XIII lingkungan hidup dan pemulihan fungsi lingkungan hidup √ √ Telah dilakukan perbaikan bersama Mitra PBM 1

XIV 217-236 Sistem tanggap darurat dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan OTP-SS3-06
beracun √ √ APAR dalam proses pengadaan 1 (Pengisian di Bulan
Agustus 2017)

Setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 wajib melakukan


2 1 √ √
pemberian simbol limbah B3 dan Pelabelan Limbah B3 yang dikelolanya
Koordinasi dengan Mitra dan PBM terkait pemasangan
71 Permen LH No. 14 Tahun 2013 Simbol dan Label Limbah B3 6
Karakteristik Limbah B3 meliputi : mudah meledak,mudah menyala, reaktif,
√ √ simbol dan label limbah B3
1
beracun, infeksius, korosif, dan berbahaya terhadap lingkungan
Karakteristik Limbah B3 meliputi : mudah meledak,mudah menyala, reaktif,
7 √ √
beracun, infeksius, korosif, dan berbahaya terhadap lingkungan
Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan 2 Pemanfaatan limbah B3 dapat dilakukan dengan cara Reuse, Recycle hanya sebagai Pengumpul (bukan pelaku pemanfaat) 1
72 Permen LH No. 2 Tahun 2008 dan/atau Recovery √ √
Beracun
KepKa Bapedal No. Kep- Tata Cara Memperoleh Ijin Penyimpanan,
68/BAPEDAL/05/1994 Setiap usaha atau kegiatan dibidang penyimpanan, pengumpulan,
Pengumpulan, Pengoperasian Alat
73 1 pengoperasian alat pengolahan, pengolahan dan penimbunan akhir limbah √ √ Surat Ijin TPS Limbah B3 1
Pengolahan, Pengolahan dan Penimbunan B3 wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Bapedal
Akhir Limbah B3
KepKa Bapedal No. Kep- Tata cara dan persyaratan teknis 5 Tata cara dan persyaratan teknis penimpanan dan pengumpulan limbah
Spesifikasi bangunan TPS sesuai dengan persyaratan
74 01/BAPEDAL/09/1995 penyimpanan & pengumpul limbah B3 B3 diatur dalam Keputusan ini √ √
yang diatur dalam Keputusan ini
1
KepKa Bapedal No. Kep- Dokumen limbah B3 -
Dokumen limbah B3 merupakan dokumen yang selalu dibawa dari tempat Koordinasi dengan Mitra dan PBM terkait pemasangan
75 02/BAPEDAL/09/1995 2
asal pengangkutan limbah B3 ke tempat tujuan
√ √
simbol dan label B3
1

Kep No. 03/BAPEDAL/09/1995 Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 - 1-4 - Persyaratan pengolahan limbah B3 √ √ Koordinasi dengan cabang tanjung Priok 1
5-6 Pelatihan pengelolaan limbah B3 √ √ Pelatihan HW manageant secara berkelanjutan 1
76
7 Laporan pengolahan limbah B3 √ √ laporan UKL UPL 1
8 Pemantauan terhadap baku mutu limbah √ √ laporan UKL UPL 1
77 PerGub DKI Jakarta No. 76 Tahun 2009 Pelaksanaan Pengelolaan Limbah B3 Seluruh pasal Pengelolaan limbah B3 √ √ Penyediaan tempat sampah terpilah 1

PerPres RI No. 109 Tahun 2006 Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan II&IV 2, 8 - 10 Kewajiban, Pelaporan Dan Penanggulangan Tumpahan Minyak Di Laut otoritas cabang Tanjung Priok N/A
78 Minyak Laut √ √

PerMen LH No. 30 Tahun 2009 Tata Laksana Perijinan dan Pengawasan


Pengelolaan Limbah B3 serta Pengawasan Badan usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan sementara wajib
Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah B3 II 5 1 √ √ surat izin TPS 1
mengajukan permohonan ijin kepada bupati/walikota
oleh PemDa.

79 2 Permohonan izin penyimpanan sementara dan/atau pengumpulan limbah otoritas cabang Tanjung Priok N/A
B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh pemohon dengan
mengisi dan melengkapi formulir permohonan izin serta persyaratan
administrasi dan teknis sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan √ √
Lampiran II yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.

KepKa Bapedal No.225/BAPEDAL/08/1996 Tata cara dan Persyaratan Penyimpanan II 2 a-g Tata cara penyimpanan minyak pelumas bekas sesuai dengan persyaratan Surat izin TPS limbah B3
yang telah ditentukan dalam Keputusan ini √ √
Minyak Pelumas Bekas
1
3 Setiap kemasan atau tempat penyimpanan minyak pelumas bekas wajib Simbol dan label B3 pada tanki RF
diberi simbol dan label B3 √ √
80
III 3 Persyaratan bangunan pengumpul √ √ TPS sesuai dengan standard persyaratan 1
IV 4 Kewajiban pengumpul minyak pelumas bekas √ √ Penyediaan spill kit, secondary containment 1
V 5 Simbol dan label, dokumen dan registrasi √ √ Manifest limbah 1
VI 6 Pelaporan √ √ Pelaporan neraca limbah secara berkala 1
Surat Edaran Kepala Bapedal No. Penyerahan Minyak Pelumas Bekas IV Surat Edaran ini merupakan pedoman bagi penghasil minyak pelumas Koordinasi dengan mitra 1
81 08/SE/02/1997 bekas dalam melakukan penyerahannya kepada pengangkut dan/atau √ √
pengolah minyak pelumas bekas.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Izin Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya Ketiga Kewajiban Penanggung Jawab usaha dan/atau kegiatan dalam otoritas cabang Tanjung Priok N/A
Hidup No. 87 Tahun 2011 dan Beracun PT Pelabuhan Indonesia II melaksanakan kegiatan pengumpulan limbah bahan berbahaya dan √ √
beracun
82 (PERSERO) Cabang Tajung Priok
Keempat Syarat Penanggung Jawab usaha dan/atau kegiatan √ √
Kelima Pengawasan √ √
Surat Departemen Perhubungan Surat Ijin Pengangkutan Limbah Bahan Semua Ijin Pengangkutan Limbah B3 berupa Sludge Oil dan minyak kotor kepada N/A
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut No. Berbahaya dan Beracun (B3) kapal TB. TANJUNG VII, TB. TANJUNG V, TONGKANG RF 1, TONGKANG
83 BPP 105, dan TONGKANG DPS √ √ Otoritas cabang Tanjung Priok
GM 765/7/3/DN-10

Surat Kementerian Lingkungan Hidup No. Rekomendasi Pengangkutan Limbah Bahan Semua Izin Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun PT Pelabuhan N/A
84 B-5281/Dep.IV/LH/07/2010 Berbahaya dan Beracun Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjung Priok √ √ Otoritas cabang Tanjung Priok

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI


setiap kegiatan pengelolaan energi wajib mengutamakan penggunaan
teknologi yang ramah lingkungan dan memenuhi ketentuan yang
8 1 √ √ Melakukan Identifikasi aspek dampak lingkungan 1
disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan
hidup
85 UU RI No 30 Tahun 2007 Energi
setiap kegiatan pengelolaan energi wajib memenuhi ketentuan yang
disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan
8 2 √ √ Melakukan Identifikasi aspek dampak lingkungan 1
yang meliputi standarisasi, pengamanan dan keselamatan instalasi serta
keselamatan dan kesehatan kerja

Pengusaha bertanggung jawab melaksanakan konservasi energi dalam


Energi Konservasi II 7 1.2
setiap pelaksanaan Usaha
√ √

Sasaran lingkungan secara berkelanjutan, Penggantian


86 PP No. 70 tahun 2009 Menggunakan teknologi yang efisien energi Menggunakan teknologi yang memiliki efisien energi yang tinggi √ √
lampu LED
1 Program Divisi Teknik

Menghasilkan produk atau jasa yang hemat


Menghasilkan produk atau jasa yang hemat energi √ √
energi

87 Permen ESDM Nomor. 13 Tahun 2012 Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik II 3 Pemakaian Penghematan Tenaga Listrik √ √ 1
Mengendalikan konsumsi energi agar tercapai pemanfaatan energi yang Telah dilakukan secara berkala untuk Terminal 1 Program Divisi Teknik
I 1 2 √ √ Operasional
88 Permen ESDM Nomor. 14 Tahun 2012 Manajemen Energi efektif dan efisien untuk menghasilkan keluaran yang maksimal
III 12 - 13 Penghematan Energi Oleh Pengguna Sumber Energi √ √ Telah dilakukan 1
seluruh Penghematan energi dan air Sign hemat air dan energi, himbauan 1
89 PerGub No. 156 Tahun 2012 √ √ secaraberkelanjutan

PENGELOLAAN SOSIAL LINGKUNGAN


Pelaksanaan Community Development dan CSR
1 1 3 Tanggung jawab sosial dan lingkungan √ √
secara berkala
Kegiatan perusahaan tidak bertentangan dengan peraturan dan
1 2 √ √ Pelaporan UKL/UPL/DELH secara berkala Divisi Corporate
90 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas perundang undangan 1
Seceretary
Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau
Pelaksanaan Community Development dan CSR
V 74 1 berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung √ √
secara berkala
Jawab Sosial dan Lingkungan.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Setiap Perseroan selaku subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial Pelaksanaan Community Development dan CSR
91 Undang-undang No. 47 Tahun 2012 I 2 1 √ √ 1
Terbatas dan lingkungan. secara berkala

PENGELOLAAN KEANEKAAN HAYATI


Penyediaan dan pemeliharaan tanaman penghijauan di kawasan
seluruh √ √ Program penghijauan secara berkelanjutan 1 Divisi SSE
92 UU No. 11 Tahun 2004 Ruang terbuka Hijau Pelabuhan TanjunG priok

seluruh Perawatan dan penghijauan dan penggantian terhadap tanaman yang mati √ √ Program penghijauan secara berkelanjutan 1 Divisi SSE
serta mempertahankan keberadaan sebagai resapan air sesuai fungsinya
93 Permen Dalam Negreri No 1 tahun 2007 Penataan ruan terbuka hijau Kawasan Perkotaan dan tidak untuk dilakukan perkerasan dan tidak beralih fungsi

B. PERSYARATAN LAINNYA

Pencegahan Pencemaran Lingkungan Laut Oleh Pencegahan Pencemaran oleh Minyak, Pengendalian Pencemaran Massal, Penyediaan spil kit secondary containment dan tempat
International Convention For The Prevention Of
94 Kapal-Kapal Dari Penyebab Operasional Atau Tidak I - VI Polusi oleh Zat Berbahaya, Limbah dari Kapal,Sampah dari Kapal , dan √ √ sampah terpilah serta peningkatan awareness dengan 1
Pollution From Ships (MARPOL) 73/78
Disengaja Udara dari Kapal mitra

Pencegahan Pencemaran Lingkungan Laut Oleh Pencegahan Pencemaran oleh Minyak, Pengendalian Pencemaran Massal, Penyediaan spil kit secondary containment dan tempat
International Convention For The Prevention Of
95 Kapal-Kapal Dari Penyebab Operasional Atau Tidak I - VI Polusi oleh Zat Berbahaya, Limbah dari Kapal,Sampah dari Kapal , dan √ √ sampah terpilah serta peningkatan awareness dengan 1
Pollution From Ships (MARPOL) 73/78
Disengaja Udara dari Kapal mitra

Sosialisasi dengan mitra melalui safety environmental


96 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Standaridasasi Pengemasan Barang Berbahaya ( B3 ) seluruh pasal / article √ √ 1
forum

Oil tankers of 150 gross tonnage and above shall be provided with slop Sosialisasi dengan mitra melalui safety environmental
Regulation 29 1 √ √ 1
tank arrangements forum
97 Marpol Annex I Regulations for the prevention of pollution by oil
Sosialisasi dengan mitra melalui safety environmental
Regulation 38 1 ships have oily residues to discharge √ √ 1
forum

Regulations for the prevention of pollution by Sosialisasi dengan mitra melalui safety environmental
98 Marpol Annex V Regulation 7 1 Facilities at ports and terminals for the reception of gabage √ √ 1
garbage from ships forum

99 Customer ensuring environmental management system Prevention pollution √ √ ISO 14001 1


100 Insurance ensuring insurance for asset and ………….
101 Bank Asset management

Sudah Belum
On Process Total
terpenuhi Terpenuhi
Status Pemenuhan
91 8 0 99

Persentase 92% 8% 0 100%

DIBUAT OLEH, DISETUJUI OLEH,


ASDEP K3 DEPUTY SSE

YESSI SEVRYANI AGOES SOERYANTO


NIPP : 275098131 NIPP : 26508726
FORM PEMANTAUAN PERUBAHAN

PERATURAN PERUNDANGAN DAN PERSYARATAN LAINNY

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNG

Periode Pemantauan: 01 Januari 2017-31 Desember 2017

NO. TANGGAL METODE PERATURAN BARU

PERMENAKER NO.33/MEN/2015 tentang Keselamatan dan


1 1-Jan-17 Konsultasi dan website
Kesehatan Kerja Listrik di Tempat Kerja

PERMENAKER NO.32/MEN/2015 tentang Syarat-Syarat


Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift Untuk Pengangkutan
2 1-Jan-17 Konsultasi dan website Orang dan Barang

PERMENAKER NO.31/MEN/2015 tentang Pengawasan Instalasi


3 1-Jan-17 Konsultasi dan website Penyalur Petir

4 1-May-17 Via Website PP No. 101 Tahun 2014

5 1-May-17 Via Website UU No. 17 Tahun 2004

6 1-May-17 Via Website PP No 40 Tahun 2007

7 1-May-17 Via Website UU No.6 Tahun 1994

8 1-May-17 Via Website Perpres No.46 Tahun 2005

9 1-May-17 Konsultasi dan website PerMen Perind No .33 Tahun 2007

10 1-Apr-17 Konsultasi dan website Permen Peind No. 41 Tahun 2014

11 1-Apr-17 Konsultasi dan website PP No.47 Tahun 2012

11 1-Apr-17 Konsultasi dan website Perpres 33 Tahun 2005

12 1-May-17 Via Website Pasal 121 UU No. 32 Tahun 2009

13 1-May-17 Via Website PerMen LH No. 14 Tahun 2010


14 3 Juni 2017 Via Website Permenaker No. 38 Tahun 2016

15 3 Juni 2017 Via Website Permenaker No. 39 Tahun 2016

16 3 Juni 2017 Via Website Permen LHK No. 68 tahun 2016

17 3 Juni 2017 Via Website Permenkes No. 70 Tahun 2016

18 3 Juni 2017 Via Website Permenkes No. 48 Tahun 2016

19 3 Juni 2017 Via Website Permenkes No. 57 Tahun 2016

20 25 Juli 2017 Via Website Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011

21 25 Juli 2017 Via Website Perda DKI Jakarta No.36 tahun 2014
PERMENAKER NO.31/MEN/2015 tentang Keselamatan dan
22 7-Jun-18 Via Website
Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
PEMANTAUAN PERUBAHAN
NO. DOK.:

REV: 00
NDANGAN DAN PERSYARATAN LAINNYA Date : 1 April 2017

Review Date: JUNI 2017

ESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNGAN

PERATURAN LAMA TERKAIT Keterangan

PERMENAKER NO,12/MEN/2015 tentang Keselamatan dan


perubahan / revisi peraturan pemerintah
Kesehatan Kerja Listrik di Tempat Kerja

PERMENAKER NO.03/MEN/1999 tentang Syarat-Syarat


Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift Untuk Pengangkutan Orang
dan Barang perubahan / revisi peraturan pemerintah

PERMENAKER NO.02/MEN/1989 tentang Pengawasan Instalasi


Penyalur Petir perubahan / revisi peraturan pemerintah

PP RI No. 18 Tahun 1999 perubahan / revisi peraturan pemerintah

- Update

- Update

- Update

- Update

- New

- New

- New

Kepres RI No.92 Tahun 1998 perubahan / revisi peraturan pemerintah

- Penambahan Pasal

- New
- New

- New

- New

- New

- New

- New

Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 perubahan / revisi peraturan pemerintah

- New

- New

DIBUAT OLEH, DISETUJUI OLEH,


ASDEP K3 DEPUTY SSE

YESSI SEVRYANI AGOES SOERYANTO


NIPP : 275098131 NIPP : 26508726