Anda di halaman 1dari 7

UJIAN TENGAH SEMESTER

PENDIDIKAN PANCASILA

Nama : Rizka Anggie Pratiwi

Nim : M0518047

Kelas : A – S1 Informatika

1. Jelaskan pentingnya Pendidikan Pancasila bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi!

Jawaban:

Peran pemuda sangatlah penting untuk kemajuan suatu bangsa, semangat


memiliki dan cinta tanah air harus dipupuk di kalangan pemuda agar dapat membawa
Indonesia ke era yang lebih sehat dan maju. Selain rasa nasionalisme yang harus
dibentuk, moral dan etika juga sangatah penting ditanamkan dalam diri seorang pemuda.
Jika diperhatikan lagi, hal-hal yang saya sebutkan tadi sangat tipis dimiliki para muda-
mudi Indonesia sekarang.

Mencegah agar pemikiran pemuda semakin jatuh jauh dari nilai-nilai luhur
bangsa Indonesia, maka jelas dibutuhkan nya Pendidikan Pancasila. Pendidikan
Kewarganegaraan memang sudah diterapkan dari pendidikan paling dasar, namun dengan
adanya Pendidikan Pancasila para mahasiswa/I dapat tidak akan lupa materi
kewarganegaraan dan dapat lebih terfokus di pembahasan Pancasila, dimana kita tahu
nilai-nilai Pancasila mengandung semua kriteria-kriteria yang dibutuhkan pemuda
sebenarnya di era sekarang.

2. Jelaskan situasi/suasana kebatinan mengenai sejarah lahirnya sila pertama sampai


sila kelima Pancasila!
Jawaban:
Merumuskan dasar Negara demi kepentingan seluruh masyarakat bangsa
Indonesia bukanlah hal kecil, pasti terapat tekanan dan pemikiran berat ditanggung oleh
para pendiri bangsa kita. Ir. Soekarno mendapatkan ilham mengenai lima sila yang patut
dijadikan dasar negara ketika dia sedang merenung dibawah pohon sukun saat diasingkan
di Flores. Ide bakal sila-sila Pancasila bukanlah pemikiran pendek tanpa keseriusan
didalamnya.
Untuk menjadi Negara yang sepenuhnya merdeka, bangsa Indonesia butuh dasar
Negara yang sesuai dengan luhur Indonesia. Proses diresmikannya Pancasila tidak lah
mudah. Perumusan melalu banyak persidangan alot yang melibatkan banyak pahlawan
pendiri bangsa, serta melibatkan kepanitiaan penting diantara nya BPUPKI, PPKI, dan
Panitia Sembilan.
Kepanitiaan pertama yang terlibat adalah BPUPKI yang mengadakan 3 sidang
penting pada 29 Mei, 31 Mei, dan 1 Juni 1945. Sidang pertama (29 Mei 1945)
Mohammad Yamin menyampaikan lima sila yang dirasa dapat dijadikan asas dasar
Negara Indonesia. Mohammad Yamin memaparkan gagasannya cukup panjang dan
sempat diinterupsi karena Petinggi sidang merasa pembicaraan Yamin semakin melebar.
Padahal Yamin merasa bahwa perlu menyebutkan itu semua karena dasar Negara juga
mencakup soal kependudukan dimana bahasannya memang luas. Sidang kedua (31 Mei
1945) Soepomo giliran berkesempatan untuk berpidato menyampaikan gagasannya.
Soepomo dalam pidato nya menyebutkan mengenai syarat mutlak dari suatu Negara
dimana yang beliau maksud adalah daerah territorial, rakyat, dan pemerintahan berdaulat,
bukanlah merupakan dasar Negara Indonesia merdeka. Lalu belia menyampaikan bahwa
Indonesia haruslah berdasar pada Negara integralistik, syarat mutlak sebuah Negara
adalah pembelaan tanah air. Tidak ada interupsi pada pidato ini, namu juga tidak riuh
tepuk tangan dari anggota sidang tersebut. Sidang ketiga (1 Juni 1945) Ir. Soekarno
secara tegas menyampaikan bahwa yang disampaikan pada pidato-pidato sebelumnya
belum mengandung makna dari dasar Negara Indonesia merdeka yang sebenarnya.
Kemudian beliau menjabarkan pemikirannya mengenai dasar Negara sesungguhnya.
Pada akhirnya, usulan yang diterima adalah hasil dari rapat ketiga, usulan dari Ir.
Soekarno. Usulan tersebut masih harus disempurnakan, hingga terbentuknya lah
Pancasila kita yang sekarang.
Dari uraian yang saya sampaikan di atas, terasa sangat suasana serius dan tulus
dari para pendiri bangsa untuk merumuskan dasar Negara yang menjadi pedoman
masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Semua jerih payah yang dilakukan demi
Indonesia lebih baik.

3. Uraikan mengapa pada akhirnya bangsa Indonesia bersepakat menjadikan


Pancasila sebagai dasar negara?
Jawaban:
Nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah ada sebelum kemerdakaan Indonesia
terjadi, terkhusus di masa kerajaan Indonesia. Nilai membahas Ketuhanan Yang Maha
Esa dapat dibuktikan dengan berbagai agama seperti Hindu, Budha, dan Islam hidup
berdampingan pada masa kerajaan terdahulu. Nilai kemanusiaan terwujud dari
persahabatan para petinggi kerajaan yang membangun hubungan baik dengan beberapa
kerajaan lain di luar/dalam negeri. Nilai persatuan terbukti dengan adanya keutuhan
kerajaan, cita-cita mempersatukan nusantara pada jaman kerajaan Majapahit. Nilai
musyawarah dan mufakat dapat terlihat dari musyawarah yang dilakukan oleh petinggi
kerajaan dan penasaehat kerajaan. Nilai keadilan dibuktikan dengan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat yang di pimpin oleh kerajaan dengan Raja adil dan bijaksana.
Lalu datanglah masa penjajahan dimana nilai-nilai tersebut tertutupi dengan
adanya bangsa-bangsa Eropa yang memanfaatkan sumber daya Indonesia. Namun nilai-
nilai tersebut tidak ditinggalkan begitu saja oleh bangsa Indonesia, para pahlawan
bersama masyarakat tetap memperjuangkan nilai-nilai luhur bangsa mereka dengan cara
gigih melawan para penjajah. Kebangkitan nasional bangsa Indonesia mulai terlihat
dengan terbentuknya organisasi-organisasi dengan tujuan kemerdekaan Indonesia,
kemerdekaan bukan hanya terlepas dari penjajahan namun juga kemerdekaan bebas
menerapkan ajaran luhur khas bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah salah satu
bentuk keberanian rakyat untuk menonjolkan perjuangan bangsa dalam mencapai cita-
citanya. Bergantinya perjuangan bangsa Indonesia mengahadapi penjajahan Jepang yang
semakin kejam dan brutal, tidak membuat masyarakat gentar dalam berjuang meskipun
harga yang dibayar tidak dapat ternilai.
Dengan perlahan kemerdekaan Indonesia dapat diraih dengan jerih payah
masyarakat, para petinggi dalam pemerintahan merasa perlu untuk meresmikan nilai-nilai
yang ada pada diri bangsa Indonesia terdahulu, sebagai ciri khas bahwa bangsa Indonesia
berbeda dengan bangsa lainnya. Nilai-nilai ini diresmikan dan diberi nama Pancasila
dasar Negara Indonesia. Dijadikan dasar Negara agar masyarakat diharapkan dapat
menjadikan Pancasila sebagai acuan berkehidupan dan bernegara, sehingga nilai-nilai
luhur khas bangsa Indonesia dapat diterapkan dalam keseharian dan dilestarikan secara
terus-menurus. Diharapkan dengan adanya dasar Negara Pancasila ini, bangsa Indonesia
dapat hidup lebih damai dan sejahtera dengan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa.

4. Jelaskan dan disertai contoh konkret implikasi Yuridis, Etis, dan Politis Pancasila
sebagai dasar negara!
Jawaban:
Dalam aspek Yuridis, implikasi Pancasila terdapat pada pembukaan Undang-
undang Dasar 1945. Pancasila diperlukan sebagai sumber dari segala hukum di
Indonesia, agar demokrasi Indonesia tidak kehilangan arah. Pancasila diteguhkan dalam
ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998, tentang Pencabutan Ketetapan MPR Nomor
II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (Ekaprasetya
Pancakarsa) dan ketetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pancasila
sebagai dasar Negara juga terdapat pada Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang
Pembentukan Perundang-undangan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala
sumber hukum Negara. Ini membuktikan bahwa segala peraturan tertulis ataupun non-
tertulis di Negara Indonesia memuat ideologi Pancasila.
Selain dijadikan sebagai acuan dalam mengambil segala bentuk keputusan,
Pancasila juga digunakan sebagai sistem pejaga etika. Implikasi Etiz Pancasila dapat
dilihat dari aturan mengenai kewajiban, moral, dan tingkah laku. Kewajiban, memandang
segala perilaku berdasar sesuai atau tidaknya dengan kewajiban manusia. Contoh
kewajiban disini antara lain kewajiban dalam melaksanakan perintah beribadah sesuai
agama masing-masing. Moral, dimana baik/buruknya tindakan dilihat berdasarkan
tujuan/akibat dari perbuatan itu sendri. Contoh moral disini antara lain menolong antar
sesame disaat sedang kesusahan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tingkah laku,
dimana watak yang ada disetiap individu memandang sikap dan akhlak. Contoh tingkah
laku disini antara lain kebijaksanaan seseorang dalam mengambil keputusan, keadilan
dalam hak dan kewajiban sesama, bekerja keras dalam menghadapi kehidupan sehari-
hari.
Dikarenakan asas sistem demokrasi konstitusional berasas pada Pancasila,
landasan dalam berkehidupan politik pun ikut menganut Pancasila. Implikasi Politis
disini terlihat pada warga Negara yang berada di sector pemerintahan menjadikan
Pancasila sebagai norma hukum dalam membuat kebijakan publik yang menyangkut
kehidupan banyak orang. Pancasila menjadi penuntun dalam setiap aktivitas sosial politik
para organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan media massa, seharusnya. Dengan
menganut Pancasila, peraturan pemerintah akan selalu berpihak pada kepentingan rakyat
yang bertanggung jawab. Pemerintahan yang bersih dan baik diharapkan dapat terwujud
dengan Pancasila sebagai dasar berpolitik, demi terwujudnya masyarakat yag adil dan
makmur.

5. Uraikan manfaat, fungsi, dan tujuan Pancasila sebagai dasar negara!


Jawaban:
Pancasila merupakan ideology unik yang hanya dianut Negara Indonesia.
Pancasila disepakati oleh para leluhur bangsa Indonesia sebagai dasar, pandangan hidup,
serta kepribadian bangsa. Pancasila juga berperan sebagai sumber dari segala hukum
yang ada di Negara Indonesia.
Manfaat adanya Pancasila sebagai dasar Negara adalah sebagai identitas jiwa
bangsa, kepribadian bangsa, dan cara pandang bangsa. Identitas Jiwa memiliki arti bahwa
bangsa Indonesia menanamkan Pancasila didalam jiwa dan diri masing-masing, bukan
hanya sekedar peraturan yang diresmikan tapi benar-benar melekat didalam diri masing-
masing individu. Kepribadian bangsa berarti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang
memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam segala tatanan dan fungsi Negara, sekaligus
berperan sebagai corak khas pembeda dengan bangsa lainnya. Cara pandang bangsa
bermakna Pancasila sebagai pedoman dalam berkehidupan sehari-hari seluruh warga
Negara Indonesia, menjadikan Pancasila sebagai penyaring cara berpikir dalam
mengambil keputusan hidup berbangsa bernegara.
Fungsi Pancasila sebagai dasar Negara adalah sebagai sumber dari segala hukum,
cita-cita dan tujuan bangsa, perjanjian luhur bangsa, dan falsafah hidup bangsa. Sumber
segala hukum, semua hukum yang ada di Negara Indonesia berpacu kepada Pancasila
maksudnya tidak ada hukum yang bertentangan dengan Pancasila dasar Negara. Cita-cita
dan tujuan bangsa, dengan tujuan menciptakan masyarakat berbangsa yang adil dan
makmur di seluruh wilayah Indonesia. Perjanjian luhur bangsa, ini menunjukkan bahwa
Pancasila adalah bentuk perjuangan para pendiri bangsa dan seluruh masyarakat
Indonesia, yang membela nilai-nilai luhur. Falsafah hidup bangsa, karena pancasila
mengandung nilai-nilai yang mempersatukan rakyat dimana terdapat makna adil dan
bijaksana.
Tujuan Pancasila sebagai dasar Negara adalah sebagaimana disebutkan dalam
pembukaan UUD 1945, disebutkan tujuan Pancasila adalah sebagai landasan dalam
aturan pemerintahan di Indonesia. Pancasila telah diuji sedemikian rupa kebenaran dan
kekuatannya sebagai dasar Negara untuk meraih tujuan rakyat Indonesia yang lebih baik
lagi, di bidang pemerintahan maupun non-pemerintahan. Dengan adanya Pancasila,
sistem pemerintahan di Indonesia tidak akan menyeleweng dari nilai-nilai luhur terdahulu
bangsa yang harus dilestarikan, bukan karena sekedar warisan tetapi memang karena
nilai-nilai luhur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa.

6. “Pancasila mengizinkan atheism”. Apakah anda setuju dengan pernyaatan


tersebut? Jelaskan mengapa anda setuju atau mengapa anda tidak setuju!
Jawaban:
Pertanyaan tersbut datang dari interpretasi pada sila kedua yang berbunyi
‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’. Sila ini dapat diartikan bahwa seluruh rakyat
Indonesia memiliki keadilan sejajar, termasuk dalam bidang agama, dimana seseorang
dapat memilih agama mana yang sesuai dengan pribadi masing-masing. Lalu bagaimana
jika seorang memilih untuk tidak beragama? Bukankah keadilan juga berarti keputusan
perindividu yang memiliki kebebasan dalam memutuskan hal pribadinya?
Atheisme dilegalkan oleh Mahkamah Konstitusi Indonesia karena mengacu pada
konstitusi bahwa kebebasan harus dianggap setara, dengan demikian siapapun berhak
untuk memiliki/tidak memiliki agama berdasarkan keputusan per individu. Keputusan ini
disahkan karena jelas pada Pancasila bahwa Indonesia menjunjung tinggi keadilan yang
setara. Atheism diperbolehkan di Indonesia juga bukan berarti bahwa seluruh rakyat
dianjurkan untuk menganut ajaran tersebut.
Namun dengan adanya sila pertama Pancasila yang bernilai ketuhanan, seluruh
hukum di Indonesia selalu memasukkan kehidupan beragama dalam sistem
pemerintahannya. Belum ada memang peraturan perundang-undangan yang tegas
melarang atheism, namun dengan seseorang menganut ajaran ini dampaknya akan terasa
pada hak-hak mereka di mata hukum, contohnya pada pembuatan ktp, melangsungkan
perkawinan, dan sebagainya.
Menurut saya, Pancasila mengizinkan atheism adalah tidak benar, karena jelas
tertera pada sila pertama berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, dimana bangsa
Indonesia menganut nilai keagamaan di dalam dirinya. Ini dapat menepis pernyataan
dimana ‘Pancasila mengizinkan atheisme’ yang pada dasarnya sendiri arti dari atheism
adalah tidak mempercayainya keberadaan tuhan. Karena jika kita ingin menerapkan
semua sila Pancasila, tentunya kita harus menerapkan sila yang paling pertama dengan
kedudukan paling tinggi. Atheism juga salah satu ajaran yang merugikan, menurut saya,
karena dengan seseorang tidak beragama, dalam kesehariannya tidak memiliki aturan-
aturan tidak tertulis sebagaimana ajaran agama lainnya ada. Maka dari itu saya tidaka
setuju jika Pancasila mengizinkan atheism.
Namun kembali lagi, ini adalah pandangan saya mengenai pernyataan tersebut.
Tidak dijelaskan secara detail apakah Pancasila mendukung atau menentang atheism, ini
semua tergantung presepsi orang dan bagaimana cara berpikir individu dalam
menanggapi niali-nilai Pancasila.

Anda mungkin juga menyukai