Anda di halaman 1dari 3

INISIASI 3: TEORI DAN LITERATUR

Antara literatur dan kegiatan penelitian sangat terkait. Melalui literatur, kita dapat menemukan
masalah yang akan diteliti, menyusun latar belakang penelitian, mengidentifikasi masalah-
masalah mengenai topik yang akan diteliti. Melalui litetatur, kita dapat juga mengetahui definisi
tiap variabel yang diteliti, menjelaskan kaitan antara variabel-variabel maupun penelitian yang
relevan mengenai variabel-variabel yang terkait itu. Atas dasar itu, kita dapat menyusun
kerangka pemikiran untuk dijadikan sebagai dasar membuat kesimpulan berupa hipotesis yang
merupakan jawaban teoritis atau sementara atas masalah yang telah dirumuskan. Melalui
literatur, kita dapat juga mempelajari teknik-teknik untuk menguji secara empiris jawaban
teoritis atas masalah yang telah dirumuskan maupun cara mengukur variabel penelitian.

Penggunaan literatur dalam penelitian diawali dengan penelaahan literatur untuk


mengidentifikasi, menilai dan memilih literatur-literatur yang relevan dengan topik yang akan
diteliti. Terkait dengan itu, kita perlu juga mengetahui sumber-sumber literatur yang dapat
ditelusuri.

A. MASALAH PENELITIAN

Tiap karya ilmiah, termasuk hasil penelitian ilmiah, selalu diawali dengan masalah. Dengan
pernyataan lainm, tanpa masalah tak ada karya ilmiah.

Masalah merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dan apa yang senyatanya, antara
apa yang ingin diketahui dan apa yang senyatanya diketahui. Jadi, masalah dapat juga berupa
sesuatu yang belum ada jawabannya, belum ada pengetahuan atau informasi ilmiah untuk
menjawab atau menyelesaikannya.

Masalah penelitian harus dirumuskan dengan baik. Rumusan masalah yang baik memiliki ciri
berikut:

- Menggunakan kata tanya dan dalam kalimat pertanyaan,


- Semua nama variabel yang dipertanyakan harus eksplisit (tertulis), dan
- Tipe atau bentuk keterkaitan antara variabel-variabel yang dipertanyakan harus eksplisit
(tertulis) dan mengacu pada alat analisis yang akan digunakan untuk menyelesaikan atau
menjawabnya.

Masalah penelitian yang akan diteliti mudah diidentifkasi pada bagian akhir laporan-laporan
penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Masalah itu sering bersifat eksplisit dalam
bentuk judul fasal atau ayat berupa “Future Research”.

Rumusan masalah penelitian diawali dengan latar belakang masalah itu. Contoh latar belakang
itu mudah diidentifikasi pada bagian awal laporan-laporan penelitian yang dipublikasikan pada
jurnal ilmiah, yakni pada bagian “Introduction”.

1
Kita perlu menyadari bahwa tidak semua masalah tergolong masalah ilmiah. Terkait dengan itu,
ada beberapa ciri masalah ilmiah. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal
sebelum memutuskan untuk meneliti suatu masalah.

B. DEFINISI VARIABEL

Kita tidak mungkin membicarakan atau menulis sesuatu jika kita sendiri tidak mengetahui
definisi dari sesuatu itu. Hal yang sama juga berlaku untuk penelitian: kita tidak mungkin
membicarakan maupun menuliskan variabel jika kita sendiri tidak mengetahui definisi variabel
itu.

Definisi mengenai variabel yang akan diteliti dapat dicari dari teori terdapat pada buku-buku teks
maupun jurnal ilmiah. Dalam bidang bisnis, tidak jarang variabel yang sama memiliki beberapa
definisi. Terkait dengan itu, kita harus mengulas tiap definisi, mengkaitkan antardefinisi, serta
merumuskan sendiri definisi variabel penelitian kita.

C. TEORI (PENJELASAN) MENGENAI KAITAN ANTARA VARIABEL-


VARIABEL

Pada Inisiasi 1 telah disajikan bahwa Tugas dan Proposal TAPM harus memiliki paling sedikit
dua hipotesis. Dalam pengertian tertentu, tiap hipotesis mencakup paling sedikit dua variabel
yang berkaitan.

Terkait dengan itu, kita harus mencari dan menggunakan teori untuk menjelaskan kaitan
antarvariabvel pada tiap rumusan masalah penelitian yang dipertanyakan. Teori itu, secara
sederhana, merupakan penjelasan yang rinci, bertahap serta masuk akal mengenai kaitan
antarvariabel tersebut. Penjelasan itu seringkali lebih rinci pada buku teks atau tulisan di jurnal
yang khusus membahasnya.

D. PENELITIAN YANG RELEVAN MENGENAI KAITAN ANTARA


VARIABEL-VARIABEL

Teori merupakan penjelasan yang logis mengenai kaitan antarvariabel atau antarkonsep. Toeri
dapat dideduksi untuk membuat kesimpulan sementara berupa hipotesis. Selanjutnya, hipotesis
itu diuji secara empiris. Hasil pengujian itu, kemudian diinduksikan pada teorinya.

Jika hasil pengujian secara empiris mendukung kebenaran logis yang ada pada suatu teori, maka
teori itu semakin baik. Pengujian itu lazim dilakukan berulangkali.

Peneliti berkewajiban mempelajari dan menggunakan hasil-hasil penelitian empiris yang relevan
dengan rumusan masalah penelitiannya. Hasil penelitian yang relevan itu dapat berupa
mendukung atau tidak mendukung kebenaran logis suatu teori. Dalam keadaan yang demikian,
peneliti harus memiliki sikap mengenai hasil mana yang digunakannya. Sikap itu, tentu saja,
harus didasarkan pada argumentasi yang masuk akal.

2
E. KERANGKA PEMIKIRAN

Kerangka Pemikiran merupakan dasar berpikir dalam membuat suatu kesimpulan mengenai
kaitan antarvariabvel yang terdapat pada rumusan masalah penelitian. Kesimpulan itu adalah
hipotesis, yakni jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Disebut sebagai
“sementara” karena kebenaran empirisnya masih harus diuji.

Kerangka pemikiran merupakan argumentasi yang rinci, bertahap serta masuk akal yang akan
digunakan untuk membuat kesimpulan berupa hipotesis penelitian. Kerangka Pemikiran harus
didasarkan pada definisi mengenai variabel-variabel, teori (penjelasan yang logis mengenai
kaitan antarvariabel), serta penelitian yang relevan mengenai kaitan antarvariabel yang terdapat
pada rumusan masalah penelitian.Kerangka pemikiran lazim didasarkan pada silogisme.

F. HIPOTESIS

Hipotesis merupakan jawaban atau kesimpulan sementara, teoritis, atas rumusan masalah
penelitian. Kesimpulan itu didasarkan pada Kerangka Pemikiran yang telah diajukan. Terkait
dengan itu, tiap hipotesis harus didasarkan pada kerangka pemikiran.

Rumusan hipotesis yang baik sama dengan rumusan masalah yang baik kecuali untuk satu hal.
Sebagai jawaban, hipotesis dirumuskan dalam kalimat pernyataan dan tanpa menggunakan kata
tanya.

G. CATATAN

Persiapkan sejak sekarang materi yang diperlukan untuk membuat Tugas 2 pada Insiasi 4, yakni
BAB I dan BAB II Proposal Penelitian. Untuk itu, peserta harus telah membaca Buku TAPM
dan Modul Metode Penelitian Bisnis dan sumber bacaan lain yang diperlukan.

Perlu diingatkan kembali bahwa semua tugas didasarkan pada laporan penelitian, sebagaimana
telah disajikan pada PENGANTAR, sebelum Inisiasi 1.