Anda di halaman 1dari 11

Makalah Perkembangan Teori Manajemen

BAB I

PENDAHULUAN

1.  LATAR BELAKANG

Sesungguhnya mulai kapan teori manajemen itu ada? Yaitu mulai sejak para
pelaku usaha berkecimpung memikirkan upaya terbaik dalam aktifitas manajemen
tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam kurun waktu tertentu.
Manajemen adalah praktik melaksanakan usah terbaik sehingga dari sejarah
pemikiran manajemen kita dapat belajar dari kegagalan dan keberhasilan orang-
orang terdahulu yang menerapkan konsep manajemen berdasarkan pemikiran
pada kurun waktu tertentu dengan kasus tertentu pula.

Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan


sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan
yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan
sebagai individu, agar konsisten dengan istilah administrasi dengan administrator
sebagai pelaksananya dan supervisi dengan supervisor sebagai pelaksananya.
Kepala sekolah misalnya bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban
mis atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan, dan
sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar
(Pidarta: 1988).

Dalam bab ini akan dibicarakan tiga aliran pemikiran manjemen yang ada : aliran
klasik (yang dibagi menjadi dua aliran,manajemen ilmiah dan teori organisasi
klasik),aliran hubungan manusiawi (sering disebut aliran nonklasik),dan aliran
manajemen modern.Juga akan dibicarakan dua pendekatan manajemen yang
berkembang akhir-akhir ini – pendekatan system dan pendekatan kontingen
(contingency approach ) yang bermaksud untuk mengintegrasikan macam-macam
teori manajemen yang ada.

Selain makalah ini memberikan penjelasan tentang sejarah dan gambaran


bagaimana aliran pikiran manusia tentang manajemen masa lalu, diharapkan dapat
bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mempelajari ilmu manajemen lebih
lanjut.

B.TUJUAN

Tujuan dan manfaat setelah membaca makalh ini diharap kn pembaca dapat:
1. Menjelaskan tentang perkembangan teori manajemen
2. Menjelaskan teori manajemen klasik menurut beberapa ahli
3. Menjelaskan teori manajemen ilmiah menurut beberapa ahli
4. Menjelaskan teori manajemen modern menurut beberapa ahli
5.Menjelaskan perbedaan antara manajemen klasik ilmiah dan modern

BAB II

PEMBAHASAN

1. Sejarah Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti


"mengendalikan," Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang
berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni
mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa
Italia.  Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris
menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Sesungguhnya manajemen sudah ada sejak jaman dahulu, salah satu bukti adalah
Piramida Mesir. Adanya bangunan Piramida di Mesir menunjukkan bahwa pada
zaman dulu telah ada serangkaian kegiatan yang diatur sedemikian rupa,
mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang telah disiapkan hingga bangunan
Piramida yang megah di tengah gurun pasir dapat menjadi decak kagum
masyarakat dis seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari sejarah dapat kita ketahui
bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat dalam pembangunan Piramida
di Mesir.

Selain Piramida di Mesir, ada juga benteng raksasa yang berdiri sepanjang ribuan
kilometer di Cina. Benteng ini juga menunjukkan betapa orang-orang Cina dahulu
telah melakukan kegiatan manajemen (dalam bentuk apapun kegiatan manajemen
tersebut sehingga bangunan benteng yang kokoh dapat tetap bertahan hingga hari
ini. Selain itu juga Candi Borobudur di Indonesia, dan masih banyak contoh
bangunan-bangunan kuno yang sangat rumit bisa dibangun oleh nenek monyang
kita. Dari bukti-bukti tersebut dapat dilihat bagaimana orang-orang dahulu telah
menerapkan manajemen.

Secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal
abad 19 Masehi. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan
manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles
Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris
adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia
di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babbage seorang ahli
matematika dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya
efisiensi dalam proses produksi. Dia meyakini akan perlunya pembagian kerja dan
perlunya penggunaan matematika dalam efisiensi penggunaan fasilitas dan
material produksi (Ernie dan Saefullah: 2005). Dengan demikian bisa dikatakan
Robert Owen dan Charles Babbage adalah pionir dalam ilmu manajemen.

2. Perkembangan Teori Manajemen

Peristiwa penting yang mempengaruhi Ilmu Manajemen adalah revolusi industri


di Inggris. Revolusi Industri di Inggris ditandai dengan penggunaan mesin
menggantikan tenaga manusia yang berakibat berpindahnya kegiatan produksi
dari rumah-rumah ke tempat –tempat yang disebut pabrik, sehingga dibutuhkan
teori yang dapat membantu meramalkan permintaan, memberikan tugas pada
bawahan dan lain-lain. Sehingga Ilmu Manajemen mulai dikembangkan oleh para
ahli.

Apa yang telah dikenalkan oleh Owen dan Babbage pada akhir abad 19
memberikan kontribusi yang berharga bagi para praktisi manajemen bahwa
organisasi bisnis perlu dikelola secara benar, terutama jika organisasi tersebut
berskala besar dan melibatkan banyak sekali orang dan sumber daya yang harus
dikelola. Kontribusi Owen dan Babbage seolah telah membukakan mata para
praktisi bisnis pada saat itu bagaimana seharusnya bisnis dijalankan. Bermunculan
pula setelah itu berbagai teori-teori dalam ilmu manajemen.

Perkembangan pemikiran manajemen sebagai praktik yang dilandasi konsep teori


(Tim Dosen Administrasi Pendidikan: 2009) adalah sebagai berikut:

TEORI MANAJEMEN ALIRAN KLASIK (1890-1930)

Frederick W Taylor, Henry L Gantt, Frank Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth
adalah tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu
cara meningkatkan produktivitas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga
terampil melalui efisiensi para pekerja.

Taylor disebut sebagai “bapak manajemen ilmiah” dengan karyanya “scientific


management” yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan
ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk
mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar yang dikembangkan Taylor adalah:

1. Pengembangan metode ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat


ditentukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal.
2. Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberika tugas dan
tanggung jawab sesuai keahlian.
3. Pendidikan dan pengembangan karyawan.
4. Kerjasama yang harmonis antara manajemen dan para karyawan.

Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi
gerak dan waktu (time and motion studies), pengawasan fungsional, system tariff
berbeda yaitu karywan yang lebih produktif dan efisien mendapatkna gaji lebih
besar dari yang lainnya.

Kontribusi terbesar dari Gantt adalah dengan menghasilkan metode grafik sebagai
teknik scheduling produksi untu perencanaan, koordinasi dan pengawasan
produksi yang popular dengan sebutan “Bagan Gantt”.
Teori manajemen klasik ini dibagi menjadi dua aliran yaitu manajemen ilmiah dan
teori organisasi klasik
 1. MANAJEMEN ILMIAH
            Aliran manajemen ilmiah ditandai kontribusi-kontribusi dari Frederick W.
Taylor, Frank dan Lillian Gilbert, Henry L Gantt, dan Harrington Emerson, yang
akan diuraikan satu persatu.

 Frederick W. Taylor (1859 – 1915)

                Konsep manajemen ilmiah Taylor menekankan pentingnya struktur dan


desain dalam penyelesaian tugas organisasi.Tylor disebut juga sebagi “bapak
manajemen ilmiah”.Dalam buku-buku literature,manjemn ilmiah sering di artikan
berbeda.Arti pertama,manajemen ilmiah merupakan metode ilmiah pada
studi,analisa dan pemecahan masalah-masalahorganisasi.Sedang kan arti
kedua,manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-
teknik – “a bag of tricks”- untuk meningkatkan kerja efisiensi organisasi.
Taylor menuangkan gagasan-gagasan nya dalam tiga judul makalah,yaitu
Shop Management, The Principle of Scientific Management dan Testimony
Before the Spesial House Comitte yang dirangkum dalam sebuah buku yang
berjudul Scientific Management.
Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar (filsafat) penerapan pendekatan
ilmiah pada manajemen,dan mengembang kan sejumlah teknik-teknik nya dalam
mencapai efisiensi.Empat prinsip dasar tersebut adalah :
1.Pengembangan metode-metode ilmiah dalam managemen,agar sebagai
contoh,metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat
ditentukan.
2.Seleksi ilmiah untuk karyawan,agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung
jawab atas suatu tugas sesuai dengan kemampuan nya.
3. Pendidikan dan pengembangn ilmiah dan pengembangan ilmiah para karyawan
4. Kerja yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Penelitiannya memberi andil bagi pengembangan teknik manajemen dalam


standarisasi kerja, perencanaan tugas, studi waktu dan gerak, piece rate, dan
penghematan biaya dan terbentuknya bidang studi seperti pengawasan, teknik
industri, manajemen industri, dan manajemen personal.

 Frank dan Lillian Gilbert (1868 – 1924 dan 1878 – 1972)


Kontributor utama kedua dalam aliran manajemen ilmiah adalah pasangan suami
istri Frank Bunker Gilbert dan Lillian Gilbert. Frank Gilbert lebih tertarik
menciptakan berbagai teknik manajemen yang mengupas masalah efisiensi.
Sedangkan Lillian Gilbert lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja,
seperti seleksi, penempatan, dan latihan personalia.Dia mengemukakan gagasan
nya dalam bukunya yang berjudul the psychology of managemen.bagi nya
manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir : membantu para karyawan
mencapai seluruh potensi nya sebagai mahluk hidup.

 Henry L. Gantt (1861 – 1919)


Seperti Taylor, Henry L.Gantt mengemukakan gagasan-gagasan kerjasama yang
saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, seleksi ilmiah tenaga
kerja, sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan
instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
Kontribusi nya yang terbesar adalah penggunaan metoda grafik,yang dikenal
sebagai “bagan gantt” ( Gantt Chart ),untuk perencanaan,koordinasi dan
pengawasan produksi.Teknik-teknik scheduling modern dikembangkan atas
metoda scheduling produksi dari Gantt.

 Harrington Emerson (1853 – 1931)

Pemborosan dan ketidak-efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson


sebagai penyakit sistem industri.Oleh karena itu Emerson mengemukakan 12
prinsip-prinsip efisiensi sebagai berikut:
1.Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal
3. Adanya staf yang cakap
4. Disiplin
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan-laporan yang terpecaya,segera,akurat dan ajeg-sistem informasi dan
akuntansi
7. Pemberian perintah-perencanaan dan pengurutan kerja
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul-metoda dan waktu setiap kegiatan
9. Kondisi yang standardisasi
10. Opearasi yang standardisasi
11. Intruksi-intruksi praktis tertulis standar
12. Balas jasa efisiensi-rencana insentif
Metoda-metoda manajemen ilmiah telah banyak diterapkan pada macam-macam
organisasi,terutama dalam usaha peningktan produktifitas.Teknik-teknik efisiensi
manajemen ilmiah,seperti studi gerak dan waktu,telah menyebabkan kegiatan
dapat dilaksanakan lebih efisian.Gagasan seleksi dan pengembangan ilmiah para
karyawan menimbulkan kesadaran akan penting nya kemampuan dan latihan
untuk meningkat kan efektivitas karyawan.
Setelah “revolusi mental” yang dicanangkan Taylor terjadi dalm praktek,timbul
maslah-masalah sebagai keterbatasan penerapan manajemen
ilmiah.aaaaaakenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan
pendapatan.Perilaku manusia yang bermacam-macam menjadi
hambatan.Pendekatan “rasional”hanya memuaskan kebutuhan-kebutuhan
ekonomis dan phisik,tidak memuaskan kebutuhan-kebutuhan social karywan.

2. TEORI ORGANISASI KLASIK

 Henri Fayol (1841 – 1925)

Henry Fayol , seorang industrialis Perancis merupakan tokoh teori manajemen


operasional manajemen dikenal dengan julukan Bapak teori manajemen modern.
Dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et Generale
(Administrasi Industri dan Umum). Dalam teori administrasinya, Fayol memerinci
manajemen menjadi lima unsur, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.

Fayol membagi aktifivtas-aktivitas industrial dalam enam klompok yaitu


teknikal, komersial, financial, keamanan, kepastian, akunting dan manajerial. Ia
adalah perumus empat belas prinsip manajemen yaitu:

1) Pembagian kerja
2) Wewenang
3) Disiplin
4) Kesatuan perintah
5) Kesatuan pengarahan
6) Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum
7) Balas jasa/imbalan
8) Sentralisasi
9) Rantai scalr/khirarki
10) Order/susunan
11) Keadilan
12) Stabilitas staf organisasi
13) Inisiatif
14) Esprit de corps (semangat korps)

Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan dan prinsip dasar


manajemen orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang baik.

 James D. Mooney

Menurut Mooney untuk merancang organisasi perlu diperhatikan empat kaidah


dasar, yaitu (1) koordinasi – syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang,
saling melayani, perumusan tujuan dan disiplin, (2) prinsip scalar – proses scalar
mempunyai prinsip , prospek dan pengaruh sendiri yang tercermin dari
kepemimpinan, delegasi dan definisi fungsional, (3) prinsip fungsional – adanya
fungsionalisme bermacam-macam tugas, dan (4) prinsip staf – kejelasan
perbedaan antara staf dan lini.

 Mary Pokker Follet (1868 – 1933)

Follet adalah ahli ilmu pengetahuan social pertama yang menerapkan psikologi
pada perusahaan, industri, dan pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar
dalam bidang manajemen melalui aplikasi ilmu-ilmu social dalam administrasi
perusahaan.Dia brtindak sebagai “jembatan”antara teori klasik dan hubungan
manusiawi,karena pemikiran mereka berdasrkan kerangka klasik,tetapi
memperkenalkan beberapa unsure-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan
manusiawi.

 Chaster I. Barnard (1886 – 1961)

Chaster Barnard, presider perusahaan Bell Telephone di New Jersy, memandang


organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi
utama manajemen menurut pandangan Barnard adalah perumusan tujuan dan
pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Barnad menekankan penting nya peralatan komunikasi untuk pencapai tujuan
kelompok.Dia juga mengemukakan teori penerimaan wewenang.Menurut teori
nya, bawahan akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan mampu
serta berkeinginan untuk menuruti atasan.Barnard adalah pelopor dalam
penggunaan”pendekatan system”untuk pengelolaan organisasi.

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI


            Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusiawi atau neoklasik) muncul
karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak
sepenuhnya mengabaikan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja.Para
manager masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan
tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku rasional.Sehingga pembahasan “sisi
perilaku manusia”dalam organisasi menjadi penting.Beberapa ahli mencoba
melengkapi teori organisasi klasik dengan pandangan sosiologi psikologi.

 Hugo Munsterberg (1863 – 1916)

Sebagai pencetus psikologi industry Hugo Munsterbeg sering disebut “bapak


psikologi industri”.Dalam buku nya Psikology and Industrial Efficiency,dia
banyak menguraikan penerapan peralatan-paralatan psikologi untuk membantu
pencapaian produktifitas.Munsterberg mengemukakan bahwa untuk mencapai
peningkatan produktifitas dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu, (1) penemuan
best possible person, (2) penciptaan best possible work, dan (3) penggunaan best
possible effect untuk memotivasi karyawan.

 Elton Mayo (1880 – 1949)

Menurut Mayo untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus
mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-
faktor social dan psikologi apa yang memotivasi mereka.
Penekanan kebutuhan-kebutuhan social dalam aliran hubungan manusiawi
melengkapi pendekatan klasik sebagai usaha untuk meningkatkan
produktivitas.Aliran hubungan manusiawi mengutarakan bahwa perhatian
terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan.Mayo menekankan penting
nya gaya manager dan oleh karena nya organisai perlu mengubah latihan
manajemennya.Disamping itu manajer diingatkan penting nya perhatian terhadap
proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan
secara individual.
Konsep “mahluk social” tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu
dalam tempat nya bekerja.Hal ini merupakan salah satu keterbatasan teori
hubungan manusiawi.Disamping itu perbaikan-perbaikan kondisi kerja dan
kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatic
seperti yang diharapkan.Lingkungan social ditempat kerja hanya salah satu dari
beberapa factor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktifitas.

ALIRAN MANAJEMEN MODERN


            Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda.
Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang
dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar
manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif (operation research dan
management atau manajemen operasi).
1. PERILAKU ORGANISASI
Perkembangan aliran perilaku organisasi ini antara lain dipengaruhi oleh
pemikiran beberapa tokoh di bawah ini:

1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya ”hirarki kebutuhan” dalam


penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamakan proses motivasi.
2. Douglas McGregor dengan teori X dan teori Y nya.
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori
dua factor.
4. Robert Blake dan Jane Mouton yang membahas lima gaya kepemimpinan
dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)
5. Rensis Likert yang telah melakukan mengidentifikasi dan melakukan
penelitian secara ekstensif mengenai empat system manajemen,dari system
1 : exploitif-otoritatif sampai system 4 : partisipatif kelompok.
6. Fried Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi
kepemimpinan.
7. Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai system social atau
system antar hubungan budaya
8. Edgar Schein yang banyak meneliti dinamiaka kelompok dalam organisasi
dan lain-lain.

Prinsip- prinsip dasar Perilaku Organisasi adalah sebagai berikut :

1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu teknik secara ketat.


2. Manajemen harus sistematik.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan.
4. Pendekatan motivational yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap
tujuan organisasi sangat dibutuhkan.

Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai riset
perilaku adalah:
1. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian
tujuan organisasi
2. Manajer masa kini harus diberi pelatihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan
konsep manajemen.
3. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangkan kesempatan bagi
karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan mereka.
4. Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipati dan keterlibtan para
karyawan.
5. Pekerjaan setiap karyawan harus disusun yang memunngkinkan mereka
mencapai kepuasan diri dari pekePola-pola pengawasan dan manajemen
pengawasan dibangun atas dasar pengertian positif yang menyeluruh mengenai
karyawan dan reaksi mereka terhada pekerjaan

2. ALIRAN KUANTITATIF ( MANAGEMENT SCIENCE )


            Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi
dalam pemecahan masalah-masalah industri. Prosedur-prosedur riset operasi
tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science.
Teknik-teknik manajemen science digunakan dalm banyak kegiatan seperti
penganggaran modal,manajemen aliran kas,scheduling produksi,pengembangan
strategi produk,perencanaan program pengembangan sumber daya manusia,dan
penjagaan tingkat persediaan yang optimal.Penggunaan teknik-teknik untuk
pemecahan masalah dan pembuatan keputusan telah terbukti banyak membantu
manajer dalam kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengawasan.
Langkah-langkah pendekatan management science biasanya adalah sebagai
berikut:

1. Perumusan masalah
2. Penyusunan suatu model matematis
3. Mendapatkan penyelesaian dari model
4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model
5. Penetapan pengawasan dari hasil-hasil
6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.

Ada dua pendekatan manajemen yang berkembang akhir-akhir ini yaitu


pendekatan sistem dan pendekatan kontingen yang bermaksud untuk
mengintegrasikan bermacam-macam teori manajemen yang ada.
PENDEKATAN SISTEM
            Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang
organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling
berhubungan. Hampir setiap fenomena dapat dianalisa dan disajikan dengan sudut
pandang sistem. Seperti sistem-sistem biologis, phisik, ekonomi, social budaya,
dan sebagai nya.Pendekatan system memberi manajer cara memandang organisasi
sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang
lebih luas.

Sebagi suatu prinsip fundamental,pendelkatan system adalah sangat


mendasar.Berarti bahwa segala sesuatu saling berhubungan dan saling
tergantung.Pendekatan system umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan
konsep-konsep organisasi formal dan teknis,filosofis dan
sosiopsikologis.Sedangkan analisis system manajemen spesifik meliputi bidang-
bidang seperti struktur organisasi,deasin pekerjaan,akuntansi,system informasi
serta mekanisme-mekanisme dan pengawasan.

PENDEKATAN KONTINGENSI

            Pendekatan Kontingensi (contingency approach) dikembangkan oleh para


peneliti untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam
situasi kehidupan nyata. Menurut pendekatan ini tugas manajer adalah
mengidentifikasikan tekhnik mana, pada situasi tertentu, di bawah keadaan
tertentu, dan pada waktu tertentu, akan membantu pencapaian tujuan manajemen.
Ada tiga bagian utama dalam kerangka konsepsual menyeluruh untuk pendekatan
kontingensi yaitu : lingkungan, konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen, dan
hubungan kontingensi antara keduanya.

Pendekatan kontigensi telah berkembang dibeberapa bidang manajemen


seperti perencanaan organisasi,kepemimpinan motivasi perencanaan strategi dan
dinamika kelompok.Pendekatan ini bermaksud untuk menjembatani gap yang ada
diantara teori praktek.jadi pendekatan system muncul sebagai tanggapan atas
ketidakpuasan terhadap tanggapan universalitas,dan kebutuhan untuk memasukan
sebagi variable lingkungan kedalam teori praktek dan manajemen.