Anda di halaman 1dari 19

PERENCANAAN MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN

OLEH :

PEBRIANTRIS SITORUS (160204030)

KELAS : 4.2 PSIK

DOSEN PEMBIMBING :

Ns. Erwin Silitonga, M.Kep

PROGRAM STUDI NERS

FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

MEDAN 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmatnyalah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah
Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan yang berjudul
“KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN”.

Namun saya hanyalah manusia yang penuh dengan kekurangan menyadari


akan ketidaksempurnaan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, saya
sangat mengharapkan adanya saran dan kritik dari teman-teman dan dari dosen
mata kuliah yang bersangkutan, demi kesempurnaan makalah saya ini.

Lebih dan kurangnya saya mengucapkan terima kasih.

Medan, 18 Maret 2020

Penyusun

Pebriantris Sitorus
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………

DAFTAR ISI ……………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………

I. Latar Belakang ……………………………………………………

II. Tujuan ……………………………………………………..............

BAB II PEMBAHASAN ………………………………….…………

A. Pengertian Perencanaan.…………………………………………

B. Perencanaan manajemen..................................................................

C. Tipe-Tipe Perencanaan.................................................................

D. Hambatan dalam Penetapan Tujuan Mengatasinya.........................

BAB III PENUTUP ……………………………………………………

A. Kesimpulan ………………………………………………………….

B. Saran …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA …………………............................................


BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam menghadap persaingan bisnis yang semakin ketat seiring dengan


meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini,
menyadarkan kepada semua orang bahwa perubahan lingkungan bisnis dan
organisasi adalah nyata dan sedang berlangsung. Untuk menghadapi persaingan
bisnis yang semakin kompetitif, dinamis, dan cenderung sulit diprediksi pada era
global saat ini membutuhkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
cakap, terampil, berkeahlian, dan responsip terhadap perubahan. Satu hal yang
tidak boleh diabaikan dalam praktek organisasi adalah pentingnya integrasi atau
keterpaduan antara perencanaan bisnis dengan perencanaan SDM. Perencanaan
bisnis yang diikuti dengan perencanaan SDM yang baik akan menghasilkan
tingkat efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi. Sebaliknya,
perencanaan bisnis yang tidak dibarengi dan diikuti perencanaan SDM yang baik
akan mempengaruhi tujuan organisasi,( Walker, 1980:76).

Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen,


terutma dalam menghadapi lingkungan eksternal yangberubah dinamis. Dalam era
globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan
sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).Dalam manajemen,
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi
untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi
manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian,
pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

B. TUJUAN

Untuk mengetahui pengertian perencanaan, SDM, Dan manajemen keperawatan


mengetahui hambatan yang ada dalam perencanaan serta cara mengetahuinya.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian perencanaan

Perencanaan dalam keperawatan merupakan upaya dalam meningkatkan


profesionalisme pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan keperawatan
dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dengan melihat pentingnya fungsi
perencanaan, dibutuhkan perencanaan yang baik dan professional. Perencanaan
yang baik harus berdasarkan sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar,
fleksibel, seimbang, dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia terlebih
dahulu secara efektif dan efisien (Swansburg, 1993).

Dengan demikian perncanaan paling tidak harus memiliki tiga aspek


utama yaitu,

a. Menyangkut masa yang akan dating

b. Harus menyangkut tindakan.

c. Memiliki serangkaian tindakan di masa yang akan dastang

1. Pentingnya Suatu Perencanaan

Perencanaan sangat penting dan perlu untuk setiap usaha mencapai tujuan.
Alasan ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa kondisi masa depan tidaklah
pasti. Lingkungan yang berubah begitu cepat menuntut siapa pun baik
perseorangan maupun lembaga untuk selalu membuat rencana. Tanpa membuat
perencanaan, organisasi akan kehilangan arah dan sulit untuk mengantisipasi
ancaman perubahan lingkungan.

Banyak faktor yang mempengaruhi pentingnya pembuatan suatu


perencanaan antara lain; perubahan ekonomi, kemajuan teknologi, perubahan
iklim, perubahan selera konsumen, gejolak politik, dan sistem keamanaan yang
tidak terjamin memberikan banyak tantangan yang harus dihadapi walaupun
penuh dengan resiko.

Selain untuk lebih memantapkan arah bagi organisasi dalam mencapai


tujuannya, perencanaan juga memiliki peranan penting lainnya, seperti:

a. Untuk mengkooordinasikan usaha-usaha


Didalam suatu organisasi pekerjaan-perkerjaan dilakukan individu dan
kelompok yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda. Maka perlu
dilakukan koordinasi, agar tujuan dan kepentingan itu tidak keluar dari tujuan
organisasi.

b. Untuk mengatasi perubahan

Dengan adanya perencanaan yang matang maka perubahan-perubahan


potensial yang akan terjadi akan dapat diantisipasi secepat mungkin.

c. Untuk pengembangan manajer

Manajer harus bertindak proaktif dan membuat hal-hal terjadi dan bukan
sebaliknya, bertindak rekatif dan membiarkan hal-hal terjadi. Tindakan
perencanaan akan mempertajam kemampuan manajer untuk berfikir ketika
mereka mempertimbangkan gagasan-gagasan abstrak dan kemungkinan-
kemungkinan yang akan terjadi.

d. Untuk pengembangan standar kinerja

Keberhasilan yang dicapai pada masa lalu akan menjadi standar kinerja
untuk masa yang akan datang. Tanpa perencanaan, standar performa mungkin
menjadi tidak rasional dan subjektif.

2. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Manajemen Lainnya .

Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial


lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantungdan berinteraksi.

a. Pengorganisasian dan penyusunan personal

Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya-


sumber daya keuangan, phisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan
menunjukan cara dan menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk
mencapai efektivitas paling tinggi.

b. Pengarahan

Fungsi pengarahan selalu berkaitan dengan perencanaan. Perencanaan


menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan,
sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang di perlukan untuk
mengarahkan dan memotivasi karyawan.

c. Pengawasan
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga
sering d sebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen. Pengawasan adalah
penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan
bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana. Tujuan
setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya secara
positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

B. Perencanaan dalam Manajemen Keperawatan

Planning (Perencanaan)

Fungsi planning (perencanaan) adalah fungsi terpenting dalam manajemen, oleh


karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Menurut
Muninjaya, (1999) fungsi perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi
manajemen secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak mungkin
fungsi manajemen lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan
akan memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan
yang akan dijalankan, siapa yang akan melakukan, dan kapan akan dilakukan.
Perencanaan merupakan tuntutan terhadap proses pencapaian tujuan secara efektif
dan efesien. Swanburg (2000) mengatakan bahwa planningadalah memutuskan
seberapa luas akan dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang
melakukannya.

1) Tujuan Perencanaan

a. Untuk menimbulkan keberhasilan dalam mencapai sasaran dan tujuan

b. Agar penggunaan personel dan fasilitas yang tersedia lebih efektif

c. Membantu dalam koping dengan situasi kritis

d. Meningkatkan efektivitas dalam hal biaya

e. Membantu menurunkan elemen perubahan, karena perencanaan


berdasarkan masa lalu dan akan datang

f. Dapat digunakan untuk menemukan kebutuhan untuk berubah

g. Penting untuk melakukan kontrol yang lebih efektif

2) Tahap Dalam Perencanaan

a) Penting untuk melakukan kontrol yang lebih efektif

b) Analisis situasi, bertujuan untuk mengumpulkan data atau fakta.


c) Mengidentifikasi masalah dan penetapan prioritas masalah

d) Merumuskan tujuan program dan besarnya target yang ingin dicapai

e) Mengkaji kemungkinan adanya hambatan dan kendala dalam pelaksanaan


program

f) Menyusun Rencana Kerja Operasional (RKO)

3) Jenis Perencanaan

a) Perencanaan Strategi

Perencanaan strategis merupakan suatu proses berkesinambungan, proses yang


sistematis dalam pembuatan dan pengambilan keputusan masa kini dengan
kemungkinan pengetahuan yang paling besar dari efek-efek perencanaan pada
masa depan, mengorganisasikan upaya-upaya yang perlu untuk melaksanakan
keputusan ini terhadap hasil yang diharapkan melalui mekanisme umpan balik
yang dapat dipercaya. Perencanaan strategis dalam keperawatan bertujuan untuk
memperbaiki alokasi sumber-sumber yang langka, termasuk uang dan waktu, dan
untuk mengatur pekerjaan divisi keperawatan.

b) Perencanaan Operasional

Perencanaan operasional menguraikan aktivitas dan prosedur yang akan


digunakan, serta menyusun jadwal waktu pencapaian tujuan, menentukan siapa
orang-orang yang bertanggung jawab untuk setiap aktivitas dan prosedur.
Menggambarkan cara menyiapkan orang-orang untuk bekerja dan juga standard
untuk mengevaluasi perawatan pasien. Di dalam perencanaan operasional terdiri
dari dua bagian yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai. Rencana tetap adalah
rencana yang sudah ada dan menjadi pedoman di dalam kegiatan setiap hari, yang
terdiri dari kebijaksanaan, standard prosedur operasional dan peraturan.
Sedangkan rencana sekali pakai terdiri dari program dan proyek.

4) Manfaat Perencanaan

a) Membantu proses manajemen dalam menyesuaikan diri dengan


perubahan-perubahan lingkungan

b) Memberikan cara pemberian perintah yang tepat untuk pelaksanaan

c) Memudahkan kordinasi
d) Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasional
secara jelas

e) Membantu penempatan tanggungjawab lebih tepat

f) Membuat tujuan lebih khusus, lebih rinci dan lebih mudah dipahami

g) Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti

h) Menghemat waktu dan dana

5) Keuntungan Perencanaan

a) Mengurangi atau menghilangkan jenis pekerjaan yang tidak produktif

b) Dapat dipakai sebagai alat pengukur hasil kegiatan yang dicapai

c) Memberikan suatu landasan pokok fungsi manajemen lainnya terutama


fungsi keperawatan

d) Memodifikasi gaya manajemen

e) Fleksibilitas dalam pengambilan keputusan

6) Kelemahan Perencanaan

a) Perencanaan mempunyai keterbatasan dalam hal ketepatan informasi dan


fakta-fakta tentang masa yang akan datang

b) Perencanaan memerlukan biaya yang cukup banyak

c) Perencanaan mempunyai hambatan psikologis

d) Perencanaan menghambat timbulnya inisiatif

e) Perencanaan menyebabkan terhambatnya tindakan yang perlu diambil

1. Perumusan Visi, Misi, Filosofi, dan Tujuan

a. Perumusan Visi

Istilah lain dari visi adalah mimpi, cita-cita. Visi merupakan dasar untuk membuat
suatu perencanaan sehingga harus disusun secara singkat, jelas, dan mendasar,
serta harus ada batasan waktu pencapaiannya. Visi merupakan pernyataan yang
berisi tentang mengapa organisasi pelayanan keperawatan dibentuk. Contoh visi
ruang perawatan “Menjadi Ruang Anak yang Mampu Menyelenggarakan
Pelayanan Keperawatan Secara Profesional Tahun 2015”.

b. Perumusan Misi

Misi adalah uraian yang berisi pernyataan-pernyataan operasional guna mencapai


visi yang telah ditetapkan.

Contoh misi ruang perawatan:

 Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

c. Perumusan Filosofi

Filosofi adalah nilai-nilai dan keyakinan yang menyangkut administrasi


keperawatan dan praktik keperawatan dalam suatu organisasi (Swansburg, 1993).

Contoh filosofi ruang perawatan:

 Pasien adalah manusia sebagai individu yang unik bermartabat

d. Perumusan Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai. Tujuan memberikan arah bagi
organisasi untuk menentukan apa yang harus dilakukan, bagaimana cara
mencapainya, dan bagaimana cara menilainya. Perumusan tujuan dalam
organisasi pelayanan keperawatan merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan.
Untuk merumuskan suatu tujuan organisasi pelayanan keperawatan yang baik, ada
beberapa persyaratan yang harus diperhatikan.

2. Jenis Perencanaan dalam Manajemen Keperawatan

Kegiatan perencanaan dalam manajemen keperawatan adalah membuat


perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Perencanaan
jangka pendek atau disebut juga “perencanaan operasional” adalah perencanaan
yang dibuat untuk kegiatan satu jam sampai dengan satu tahun; perencanaan
jangka menengah adalah perencanaan yang dibuat untuk kegiatan satu hingga
lima tahun (Marquis & Huston, 1998); sedangkan perencanaan jangka panjang
atau sering disebut “perencanaan strategis” adalah perencanaan yang dibuat untuk
kegiatan tiga sampai dengan 20 tahun (Swansburg, 1993).
Dalam ruang perawatan, perencanaan biasanya hanya dibuat untuk jangka pendek.
Menurut Keliat, dkk (2006), rencana jangka pendek yang dapat diterapkan di
ruang perawatan adalah rencana harian, rencana bulanan, dan rencana tahunan.

a. Rencana Harian

Rencana harian adalah rencana yang berisi kegiatan masing-masing perawat yang
dibuat setiap hari sesuai perannya. Rencana harian ini dibuat oleh kepala ruang,
ketua tim/perawat primer, dan perawat pelaksana.

b. Rencana Bulanan

Rencana bulanan adalah rencana yang berisi kegiatan dalam satu bulan. Rencana
bulanan ini harus disinkronkan dengan rencana harian. Rencana bulanan dibuat
oleh kepala ruang dan ketua tim/perawat primer.

c. Rencana Tahunan

Rencana tahunan adalah rencana yang dibuat setiap tahun sekali. Rencana tahunan
disusun berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun sebelumnya. Rencana tahunan
dibuat oleh kepala ruang.

C. Tipe-Tipe Perencanaan

beberapa tipe-tipe perencanaan yang dimaksud yaitu:

1. Perencanaan berdasarkan jangkauan dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Rencana strategic adalah rencana yang diterapakan pada organisasi secara


keseluruhan dan mnetapkan tujuan keseluruhan oraganisasi. Rencana strategis
dapat dipandang sebagai rencana secara umum yang menggambarkan
pengalokasian sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah yang diperlukan untuk
mencapai tujuan strategis.

b. Rencana operasional adalah rencana yang meliputi area operasional


tertentu dari sebuah organisasi.

2. Perencanaan berdasarkan kerangka waktu terbagi menjadi dua yaitu:

a. Rencana jangka panjang adalah rencna yang mempunyai jangka waktu


lebih dari 3 tahun.

b. Rencana jangka pendek adalah rencana yang berjangka waktu kurang dari
1 tahun.
3. Perencanaan berdasarkan spesifisitas terdari dari dua yaitu

a. Rencana spesific adalah rencana yang didefinisikan secara jelas dan tidak
memberikan ruang bagi interpretasi.

b. Rencana fleksibel yang menentukan panduan umum, memberikan fokus


tetapi tidak membatasi manajer padaa tujuan spesifikasi atau serangkaian tindakan

4. Perencanaan berdasarkan frekuensi penggunaan , dibagi menjadi dua


yaitu:

a. Rencana sekali pakai adalah rencana satu kali yang secara spesific didisain
untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi yang unik.

b. Rencana siaga adalah rencana berkelanjutan yang memberikan panduan


untuk aktivitas yang dilakukan

2.4 Proses Penyusunan Perencanaan

Proses penyusunan perencanaan itu terdiri dari:

1. Merumuskan misi dan tujuan

2. Memahami keadaan saat ini

3. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya tujuan

4. Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan

2.5 Pendekatan Dalam Perencanaan

Terdapat berbagai macam pendekatan-pendekatan yang dapat


dipergunakan dalam proses penyusunan perencanaan. Pendekatan tersebut
diantaranya adalah:

o Pendekatan perncanaan Inside – out Dan perencanaan outside – in.

o Pendekatan perencanaan Top – Down dan perencanaan bottom – up.

o Pendekatan perncanaan contingency

2.6 Perbedaan Tujuan Dan Rencana


Perencanaan sering disebut fungsi manajemen yang utama karena
menentukan dasar untuk semua hal lainnya yang dilakukan para manajer ketika
mengelola,memimpin,dan mengendalikan.perencanaan melibatkan dua aspek
penting yaitu,tujuan dan rencana.

Tujuan adalah hasil yang diingankan atau target.hal itu memandu


keputusan manajemen dan membentuk kriteria terhadap hasil kerja yang
diukur.karena itulah tujuan sering disebut dasar perencanaan. Sedangkan, rencana
adalah dokumen yang menentukan kerangka bagaimana tujuan itu akan terpenuhi.

2.7 Masalah Kontemporer Dalam Perencanaan

Perencanaan formal organisasi telah menjadi populer pada tahun 1960 an


dan sebagaian besar masih populer hingga dewasa ini.Masuk akal bagi sebuah
organisasi untuk menetapkan target dan beberapa arahan.tetapi kita telah
menentang beberapa asumsi dasar perencanaan :

1. Perencanaan dapat menyebabkan kekakuan.

Perencanaan formal dapat mengunci organisasi ke tujuan spesifik yang


akan dicapai dalam jangka waktu tertentu.

2. Rencana tidak dapat dikembangkan untuk lingkungan yang dinamis.

Lingkungan bisnis saat ini sering kali bersifat acak dan tidak dapat
diprediksi. Mengelola pada kondisi seperti ini akan membutuhkan fleksibiltas dan
hal itu dapat berarti tidak terikat pada rencana formal.

3. Rencana formal tidak dapat mengganti intuisi dan kreatifias.

Organisasi sering kali mengalami kesuksesan karena visi inovatif sesorang


dan usaha perencanaan mungkin menghalangi visi seperti itu.

4. Perencanaan memfokuskan perhatian manajer pada persaingan dewasa


ini,bukan kemampuan bertahan hidup esok.

Perencanaan formal mempunyai kecendurungan untuk berfokus pada


bagaimana mengkapitalisasi peluang bisnis yang ada dalam sebuah industri, tetapi
tidak memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan penciptaan atau
penciptaan-ulang sebuah industri.konsekuensinya, rencana formal dapat
menghasilkan kesalahan yang mahal pada saat kompetitor lain mengambil alih
pimpinan.

5. Perencanaan formal memeperkuat kesuksesan,yang dapat menimbulkan


kesalahan.
Kesuksesan dapat melahirkan kegagalan dalm melahirkan kegagalan
dalam lingkungan yang tidak pasti.sulit untuk mengubah rencana yang telah
terbukti di masa lalu. Rencana yang berhasil dapat memberikan perasaan yang
palsu tentang keamanan, yang mempertebal keercayaan diri atas rencana formal
ketimbang yang dijaminkan

6. Hanya perencanaan belumlah cukup

Tidak cukup bagi manajer cukup hanya merencanakan. Anda harus


mencanangkan rencana ke dalam gerakan dan melakukannya.

2.8 Perencanaan Yang Efektif Dalam Lingkungan Dinamis

Dalam lingkungan yang tidak pasti, manajer harus mengembangkan


rencana yang spesifik tetapi fleksibel. Walaupun hal ini mungkin terlihat bertolak
belakang, namun rencana membutuhkan spesifikasi. Rencana berfungsi sebagai
peta jalan, walaupun tujuannya dapat berubah karena kondisi pasar yang dinamis.
Manajer harus siap untuk mengubah arah apabila kondisi lingkungan
mengharuskannya.

D. Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perencanan dan Cara


Mengatasinya

1. Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perencanaan

Efektifitas penting bagi seorang manajer, seringkali dalam pengembangan


perencanaan yang efektif manajer mengalami hambatan – hambatan. Terdapat dua
hambatan utama dalam pengembangan rencana yang efektif, yaitu :

a. Penolakan dari dalam diri perncanaan terhadap penetapan tujuan dan


pembuatan rencana untuk mencapainya.

David A. Kolb dan kawan – kawan mengemukakan beberapa alasan


mengapa manajer ragu – raguatau seringkali gagal dalam menetapakan tujuan
organisasi

a) Keengganan melepaskan tujuan alternatif

b) Ketakutan akan kegagalan

c) Minimnya pengetahuan tentang organisasi

d) Minimnya pengetahuan tentang lingkungan


e) Kurangnya percaya diri

b. Keengganan yang lazim dari para anggota organisasi untuk menerima


rencana karena perubahan yang akan ditimbulkan.

Terdapat tiga alasan mengapa anggota organisasi dapat menolak


perubahan – perubahan yang akan terjadi.

a) Ketidakpastian mengenai sebab dan akibat dari perubahan

b) Kengganan untuk melepaskan keuntungan yang ada

c) Kesadaran akan kelemahan dalam perubahan yang diusulkan

2. Mengatasi Hambatan dalam Penetapan Tujuan dan Perncanaan

1. Pemahaman Maksud Tujuan dan Rencana

Salah satu cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses
perencanaan adalah dengan maksud dasarnya. Manajer seharusnya juga
mengetahui bahwa terdapat keterbatasan pada efektivitas penetapan tujuan dan
pembuatan rencana Dan penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak
selalu memastikan keberhasilan, penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari
waktu ke waktu.

2. Komunikasi dan Partisipasi

Meskipun mungkin dibuat pada tingkat tinggi, tujuan dan rencana tersebut
harus dikomunikasikan kepada pihak yang lain dalam organisasi. Setiap orang
yang terlibat dalam proses perencanaan seharusnya tahu landasan apa yang
mendasari strategi fungsional, dan bagaimana strategi-strategi tersebut
diintegrasikan dan dikoordinasikan. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk
mencapai tujuan dan mengimplementasikan rencana harus didengar pendapatnya
dalam mengembangkan strategi tersebut. Setiap orang hampir selalu memiliki
informasi yang berharga untuk disumbangkan / dan karena mereka yang akan
mengimplementasikan rencana / keterlibatan mereka sangat penting orang
biasanya lebih berkomitmen pada rencana yang pembentukannya mereka bantu
.bahkan ketika suatu organisasi agar bersifat sentralistis atau menggunakan staf
perencanaan, manajer dari berbagai tingkan dalam organisasi seharusnya
dilibatkan dalam proses perencanaan.

3. Konsistensi /revisi /dan pembaruan


Tujuan seharusnya konsisten baik secara horizontal maupun secara
vertikal .konsistensi horizotal berarti bahwa tujan seharusnya konsisten diseluru
organisasi / dari satu departemen ke departemen lainnya. Konsistensi vertikal
berarti bahwa tujuan seharusnya konsisten dari atas hingga ke bawah organisasi
: tujuan stategis, taktis, dan operasional harus selaras. Karena penetapan tujuan
dan perencanaan merupakan proses yang dinamis, tujuan dan perencanaan juga
harus direvisi dan diperbarui secara berkala. Banyak organisasi melihat perlunya
merevisi dan memperbarui dengan frekuensi yang semakin sering.

4. Sistem Penghargaan yang Efektif

Secara umum, orang seharusnya diberi penghargaan baik karena


menetapkan tujuan dan rencana yang efektif, maupun karena berhasil
mencapainya. Karena kegagalan terkadang berasal dari faktor-faktor di luar
pengendalian manajemen, orang seharusnya dipastikan bahwa kegagalan dalam
mencapai tujuan tidak akan selalu memiliki konsekuensi hukuman.

Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam


menjalankan tafsuatu kegiatan diorganisasi. Didalam manajemen tersebut
tercakup kegiatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) terhadap
staf, sarana, dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant dan Massey,
1999). Manajemen juga diartikan sebagai suatu organisasi bisnis yang
memfokuskan pada produksi dan dalam banyak hal lain untuk menghasilkan
suatu keuntungan.

E. Proses Manajemen dalam keperawatan nasional dan internasional

1. Pengkajian (pengumpulan data)

Pada tahap ini, seorang manajer dituntuk tidak hanya mengumpulkan informasi
tentang keadaan pasien, melainkan juga mengenai institusi (Rumah
sakit/Puskesmas); tenaga keperawatan, administrasin dan bagian keuangan yang
akan memengaruhi fungsi organisasi keperawatan secara keseluruhan.

2. Perencanaan

Perencanaan dimaksudkan untuk menyusun suatu perencanaan yang strategis


dalam mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

3. Pelaksanaan
Karena manajemen keperawatan itu memerlukan kerja melalui orang lain, maka
tahap implementasi dalam proses manajemen terdiri bagaimana manejer
memimpinorang lain untuk menjalankan tindakan yang telah direncanakan.

4. Evaluasi

Tahap akhir proses manajirial adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah
dilaksanakan. Tujuan evaluasi untuk bagaimana menilai kinerja staf dalam
melaksanakan perannya sesuai dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan
serta mengidentifikasi factor-faktor yang menghambat dan mendukung dalam
pelaksanan .

a. Manajer harus mengerti struktur organisasi, termasuk pemahaman tentang


siapa yang akan terkena dampak dalam pengmbilan keputusan yang telah dibuat

b. Komunikasi bukan hanya sebagai perantara, akan tetapi sebagai bagian


proses yang tak terpisahkan dalam kebijaksanaan organisasi.

c. Komunikasi harus jelas, sederhana, dan tepat. Dalam buku Nursalam


2001 ditekankan bahwa prinsip komunikasi seorang perawat profesional adalah
CARE : complete, acurate; dan English yang artinya adalah sebagai berikut :

ciri khas perawat profesinal di masa depan dalam memberikan pelayanan


keperawatan harus dapat berkomunikasi secara lengkap, adekuat, dan cepat.

d. Manajer harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima


secara akurat.

e. Menjadi pendengar yang lebih baik adalah menerima semua informasi


yang disampaikan orang lain, dan menunjukkan rasa menghargai dan ingin tahu
terhadap pesan yang disampaikan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam


menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Didalam manajemen tersebut mencakup
kegiatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) terhadap staf,
sarana, dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant dan Massey, 1999
dalam Nursalam, 2011).

Perencanaan merupakan tuntutan terhadap proses pencapaian tujuan secara efektif


dan efesien. Swanburg (2000) mengatakan bahwa planning adalah memutuskan
seberapa luas akan dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang
melakukannya
DAFTAR PUSTAKA

Swansburg, Russel C. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan;


alih bahasa, Suharyati Samba; editor, Monica Ester. Jakarta : EGC, 2000

Nursalam. 2008. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam prektik


Keperawatan Profesional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika

. Suarli S dan Bahtiar nYanyan. 2007. Manajemen Keperawatan dengan


Pendekatan Praktis. Jakarta: Erlangga