Anda di halaman 1dari 21

c 

Ada delapan mineral yang umum di jumpai di batuan beku dan biasa disebut sebagai mineral
batuan beku (igneous mineral). Mineral-mineral tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok
yaitu:


c 

 
 
   


Mineral-mineral ini tersusun atas unsure silica dan alumina. Mineral ini berwarna cerah dan
umumnya disebut mineral asam (felsik), kecuali plagioklas Ca. Mineral-mineral tersebut adalah:

1. Kuarts

2. Muskovit

3. Feldspar Ortoklas

4. Feldspar Plagioklas


   


 


Mineral-mineral yang tersusun oleh unsure-unsur besi, magnesium dan kalsium, berwarna gelap
dan biasa disebut mineral basa (mafik). Mineral-mineral tersebut adalah:

1. Biotit

2. Olivine

3. Piroksin

4. Hornblende

 


Tekstur adalah kenampakan batuan yang berkaitan dengan ukuran, bentuk dan susunan butir
mineral dalam batuan.

Derajat pengkristalan meliputi :

1. Holokristalin (semua kristal)


2. Hiokristalin (kristal dengan gelas volkanik)
3. Holohialin ( semua gelas volkanik)

Bentuk kristal diklasifikasikan sebagai berikut :

Euhedral : bentuk dan batas kristal baik.


uubhedral : batas kristal ada yang baik ada yang jelek.

Anhedral : bentuk dan batas kristal jelek.

Ukuran butir (menurut William dalam Williams dkk, 1954 : 32) :

1. Halus : < 1 mm


2. uedang : 1 ± 5 mm
3. Kasar : 5 ± 30 mm
4. uangat Kasar : > 30 mm

Tekstur batuan beku yang umum adalah :

þ  


Bila butir mineral dapat dilihat dengan mata telanjang.



Bila butiran-butiran mineral sangat halus sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

þ , dibedakan menjadi dua :

þ      

Bila butiran-butiran mineral yang besar (mineral sulung atau fenokris) dikelilingi oleh mineral-
mineral (masa dasar) yang butirnya berukuran lebih kecil yang mana dapat dilihat dengan mata
telanjang.

þ     

Bila butiran-butiran mineral sulung (fenokris) dikelilingi oleh masa dasar yang aphanitic.

  

Bila batuan beku semata-mata tersusun oleh mineral gelas.



Bila batuan beku tersusun oleh fragmen-fragmen bauan beku hasil letusan (erupsi) gunungapi.


  

uturuktur adalah kenampakan hubungan antar bagian batuan yang berbeda.

Macam-macam struktur :

1. Masif

Bila batuan pejal tanpa retakan maupun lubang-lubang gas.

2. Jointing

Bila batuan nampak mempunyai retakan.

3. Vesikuler

Bila batuan menpunyai lubang-lubang gas.

Ada beberapa macam, yaitu :

 ukoriaan (scoriaceous), bila lubang banyak dan tidak saling berhubungan umumnya
dijumpai pada batuan beku basah.
 Pumisan (pumiceous), bila lubang sangat banyak dan saling berhubungan, umumnya
dijumpai pada batuan beku asam.
 Aliran (flow), bila da kesan orientasi sejajar baik oleh kristal-kristal maupun oleh lubang-
lubang gas.
 Amigdaloidal, bila lubang-lubang gas pada batuan beku terisi oleh mineraineral sekuder (
terbentuk setelah pembekuan magma).

     






=     

 
 
Menurut buku ³The Rock Book´ karangan Fenton, Fenton membagi jenis-jenis batuan beku
berdasarkan beberapa hal, diantaranya:

=   


Berdasarkan warna dan komposisi mineral dominant, Fenton membagi menjadi 2 yaitu:


 


Yang mana mengandung beberapa mineral iron-magnesian. Masih dibagi lagi menjadi 3 bagian
yaitu ortoklas dominant, ortoklas dan plagioklas hamper setara, dan plagioklas dominant.

 
 


Yang mana banyak mengandung mineral iron-magnesian. Masih dibagi lagi menjadi 2 bagian
yaitu ada plagioklas dan tidak ada plagioklas.


  !
 
     



Berdasarkan tekstur dan letak kedalaman, Fenton membagi jenis batuan menjadi lima bagian:

   " 
 
#

Mineral penyusun batuan ini kebanayakan dapat terlihat dengan mata telanjang. Batuan jenis ini
terbentuk didalam (intrusive). Batuan jenis ini memilki 2 jenis tekstur yaitu porfiritik dan bukan
porfiritik.

  $     % "



 &
'
 
#

Berbeda dengan Coarse-Grained, mineral pada jenis batuan ini cenderung sulit terlihat oleh mata
telanjang, karena begitu kecil dan halusnya. Batuan jenis ini rata-rata membeku di permukaan
bumi (ekstrusif). Ada juga yang membeku didalam, tetapi tetap dekat permukaan (intrusive near
surface). Batuan jenis ini juga memiliki 2 jenis tekstur yaitu porfiritik dan bukan porfiritik.

 


" () '   #

Batuan ini memiliki bentuk gelas pada seluruh bagiannya atau hanya pada beberapa bagian saja.

 * +


Batuan jenis ini membeku di luar permukaan bumi. Fenton meninjau batuan ini dari segi letak
pembekuan batu tersebut. Batuan jenis ini pasti porfiritik




 
" 
 #

Bentuk lapisan pada batuan ini memiliki fragmen-fragmen. Batuan jenis ini membeku di
permukaan bumi (ekstrusif).

Contoh Penamaan Batuan Beku Menurut Klasifikasi Fenton

a. Nama Batuan : Riolit

b. Deskripsi Batuan :

1. Warna : berwarna terang (sedikit Fe dan Mg).

2. Komposisi : dominan ortoklas, khususnya kuarsa.

3. Tekstur : teksturnya porfiroafanitik. Yaitu tekstur yang memiliki fenokris (mineral


sulung) dan ground mass (massa dasar), namun massa dasar itu sendiri tidak tampak oleh mata,
sehingga tidak dapat di deskripsikan

c. Kesimpulan

Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa batuan ini disebut Batu Riolit.

a. Nama Batuan : Basalt

b. Deskripsi Batuan :

1. Warna : berwarna gelap (banyak Fe dan Mg).

2. Komposisi : dominan plagioklas

3. Tekstur : teksturnya ialah afanitik (not porphyritic). uehingga mineral-mineral


dalam batuan ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

c. Kesimpulan

Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa batuan ini disebut Batu Basalt.

Kelebihan dan Kekurangan



) 

uistem klasifikasi Fenton dapat menampilkan lebih banyak jenis batuan dan lebih spesifik
dibanding klasifikasi Hamblin. Tabel yang dibuat Fenton dirasa paling simple dan mudah untuk
dipelajari karena tidak serumit table yang dibuat oleh Russell. Keunggulan lainnya, Fenton juga
menampilkan pembagian batuan berdasarkan letak pembentukannya. uehinnga klasifikasi inilah
yang cocok untuk kegiatan lapangan, karena mudah dipahami.


 

Dalam klasifikasi yang dibuatnya, Fenton tidak dapat menampilkan indeks warna seperti
klasifikasi Russell. uelain itu Fenton hanya menuliskan kandungan mineral sebuah batuan secara
garis besar saja, sehingga ada kemungkinan kandungan mineral penting lainnya yang menyusun
sebuah batuan tidak tersebutkan. Fenton juga belum bisa membagi batuan berdasarkan ukuran
mineral, hanya porfiritk dan non porfirtik, tidak seperti klasifikasi Russsell yang telah membagi
ke paneritik, porfiritik, dan afanitik. Dan kesimpulannya ialah, klasifikasi Fenton masih umum
(belum spesifik) dan hanya mengandalkan kemampuan mata telanjang untuk membedakan
batuan.

    

 %    % 
Hamblin dan Howard mengidentifikasi batuan berdasarkan komposisi mineral yang terkandung
didalam batuan tersebut. uelain komposisi mineral, Hamblin dan Howard juga membagi batuan
dengan melihat tekstur dan dimana batuan itu terbentuk. Dengan kata lain, Klasifikasi Hamblin
menekankan pada komposisi mineral yang terkandung dalam batuan dan tekstur dari batuan
tersebut.

Komposisi sangat menentukan jenis batuan, beberapa langkah menentukan komposisi menurut
Hamblin & Howard ialah sebagai berikut:

= 

 

  
' 


(a) Acidic (asam) : sedikit mineral gelap, kebanyakan terang (abu-abu).

(b) Intermediate : hampir 50% mineral yang gelap (abu-abu tua).

(c) Basic (basa) : lebih dari 70% mineral yang gelap(gelap-hitam)


 

 
  



(a) Feldspar merahmuda tergolong potassium-feldspar

(b) Feldspar putih/abu-abu mungkin tergolong potasium-feldspar / plagioklas.

(c) Jika feldspar memiliki garis putih melintang, jelas merupakan plagioklas.

, 
 

 
 - .

(a) 10-40% termasuk keluarga granite-rhyolite

(b) Kurang dari 10% termasuk keluarga diorite-andesite


(c) Tak ada termasuk keluarga gabbro-basalt.

Tekstur batuan yang dibuat Hamblin dan Howard adalah sebagai berikut :

- Faneritik : mempunyai ukuran mineral yang relatif sama dan bisa

dilihat dengan mata telanjang.

- Porfiritik-Faneritik : mempunyai mineral yang berukuran besar (fenokris)

dan kecil (massa dasar) dimana keduanya bisa dilihat

dengan mata telanjang.

- Afanitik : mineral-mineral penyusunnya berbentuk butiran halus

dan tidak dapat lagi dilihat dengan mata telanjang dan

harus menggunakan mikroskop.

- Porfiritik-Afanitik : sama dengan porfiritik faneritik Hanya disini massa

dasar batuan berbentuk butiran yang tak dapat dilihat

dengan mata telanjang.

- Kaca : berstruktur gelas

- Fragmen : batuan ini berasal dari hasil ledakan gunungapi (dapat

merupakan campuran antara mineral dan batuan). Fragmen ini biasa disebut piroklas.

Contoh Penamaan Batuan Beku Menurut Klasifikasi Hamblin-Howard

uebuah batuan bertekstur faneritik. Mengandung 25% mineral olivine, 50% piroksen, dan 25%
plagioklas. Batuan ini tergolong dalamjenis batuan intrusif. uesuai dengan tabel klasifikasi
yang dibuat Hamblin dan Howard maka batuan ini bernama   .

uebuah batuan memiliki struktur mikrokristalin. Tergolong dalam batuan ekstrusif yang dekat
dengan permukaan bumi. Mineral ini berwarna putih, abu-abu, dan merah muda. Mineral ini
setidaknya mengandung sedikit fenokris berupa feldspar atau kuarsa sekitar 2-10%. uelain itu
kandungan plagioklas didalamnya biasanya 0-33% dan biotite sekitar 10-33%. uesuai dengan
tabel yang dibuat Hamblin dan Howard maka batuan ini bernama batuan / .
Kelebihan dan Kekurangan



) 

Tabel klasifikasi yang dibuat Hamblin dan Howard begitu sederhana,

sehingga memudahkan penentuan nama batuan dengan komposisi yang telah tercantum dalam
tabel tersebut.

 
 

Tabel yang terlalu sederhana yang disajikan Hamblin dan Howard membuat masalah warna tidak
disajikan dalam tabel tersebut. Yang kedua, tabel yang dibuat oleh Hamblin dan Howard tidak
dapat memuat semua batuan. Dan yang terakhir, batuan peperti Tuff, Obsidian, dan Breksi belum
dikelompokkan sehingga masuk kedalam kelas khusus.

,     

 /
  +
Pada tahun 1955, Russell B. Travis membuat sebuah klasifikasi batuan beku. Klasifikasi ini
merupakan terdetil dibanding klasifikasi lainnya. Tekstur adalah fitur paling mencolok dari
batuan beku, dan karena tekstur merupakan salah satu dasar pengklasifikasian batuan beku, maka
penting bagi kita untuk memahami definisi dari berbagai tekstur tersebut.

= 
0 
  

A. Ä   : semuanya kristal

B. Ä   : kristal dan gelas vulkanik

C. Ä   : semua gelas vulkanik

1  

A. þ  : terlihat dengan mata telanjang.

- Kasar : diameter lebih dari 5mm.

- uedang : diameter antara 1-5mm.

- Halus : diameter kurang dari 1mm.

B.  : tidak terlihat dengan mata telanjang.

- Mikrokristalin : masing-masing terlihat dengan mikroskop.


- Kriptokristalin : terdiri dari butir-butir yang tak terlihat dengan mikroskop,tetapi
bentuknya kristalin.

-  : sebagian besar terdiri dari struktur seperti

kaca/mengkilap.

, %  c   

A. 
 : terdiri dari butir-butir equidimensional / dengan

dimensi yang sama.

B. 

: terdiri dari butir-butir dengan ukuran yang hampir

sama.

C.  : hypidiomorphicgranular.

D. þ : terdiri dari butiran-butiran dengan satu atau lebih

ukuran, dengan groundmass yang lebih halus.

E. : terdiri dari piroksen anhedral (atau   ),

terletak di antara plagioklas yang tak teridentifikasi.

F.  : terdiri dari plagioklas laths yang mendekati piroksen.

G. þ: terdiri dari butir2 yang memperlihatkan kisaran

ukuran yang luas, tetapi jelas lebih besar dari batuan- batuan sebelumnya.

H. :   


, 
 (berbutir halus).

¢ 
0 $
     
 "
  #

A. Yang mewakili dalam bentuk butir:

- 
 (idiomorphic, automorphic) : bentuk dan batas kristal baik

- 
  : hanya sebagian yang dibatasi permukaan kristal (batasnya ada yang baik ada yang
jelek)

-   (xenomorphic) : tak dibatasi permukaan kristal.


B. Yang mewakili tekstur batuan beku

- Panidiomorphic : terutama terdiri dari butir-butir euhedral.

- Hypidiomorphic : campuran antara anhedral dan subhedral dan atau euhedral.

- Allotriomorphic : terutama terdiri dari butir-butir anhedral.

Ñ 

 
   &  ' 1

A. Vesicular : mempunyai lubang-lubang tubular

B. Amygdaloidal : memiliki amygdule (pengisi lubang-lubang yang

terdiri dari secondary mineral / accessory mineral)

C. Pumiceous : berlubang-lubang banyak, halus, dan tubular.

(banyak terdapat di batuan vulkanis silika)

D. ucoriaceous : berlubang-lubang banyak, kasar, dan spherical (banyak terdapat di


batuan vulkanis dasar)

E. upherulitic : dengan unsur/material kristalin (spherulites).

Menurut Russell B. Travis selain dengan melihat teksturnya, komposisi batuan seperti
mineral utama, mineral tambahan khas menjadi factor untuk menentukan batuan secara detil.
uelain itu, Russell memberikan indeks warna bagi masing-masing batuan, yang mana menjadi
nilai lebih bagi pengklasifikasian batuan oleh Russell tersebut.

Contoh Penamaan Batuan Beku menurut Klasifikasi Russell B. Travis

1. Nama Batuan : Granit


2. Deskripsi :

1) Komposisi Mineral

- Potash feldspar > 2/3 feldpsar total

- Kuarsa > 10 %

- Mineral utama : hornblende, biotit, piroksen, muskovit.

- Mineral tambahan : sodic amphiboles, aegirine, cancrinite, sodalit, tourmaline.

2) Index Warna = 10
3) Tekstur

Granit memiliki tekstur Equigranular. Mineral-mineral yang terkandung di dalamnya dapat


dilihat langsung oleh mata.

a. Nama Batuan : Diorit

b. Deskripsi :

1) Komposisi Mineral

- Plagioklas > 2/3 feldspar total

- Potash feldspar < 10% feldpsar total

- uodic plagioklas

- Kuarsa < 10 % ; Feldspatoid < 10 %

- Mineral utama : hornblende, biotit.

- Mineral tambahan : sodic amphiboles, piroksen, feldspatoid.

2) Index Warna = 25

3) Tekstur

Diorit memiliki tekstur Equigranular sehingga mineral-mineral yang terkandung di dalamnya


dapat dilihat langsung oleh mata.

Kelebihan dan Kekurangan



) 

Kelebihan yang dimiliki klasifikasi batuan beku yang dibuat Russell B. Travis adalah penyajian
klasifikasi yang dibuat secara lengkap dan detail untuk setiap batuan. Ditambah lagi apabila kita
melihat tabel yang dibuat Russell B. Travis sebuah batuan dapat dijelaskan secara rinci. Russell
B. Travis juga membagi komposisi mineral penyusun menjadi 2 yaitu mineral primer dan
sekunder. uelain itu Russell B. Travis membuat rincian warna yang lebih jelas karena dia
mencantumkan nomor indeks warna dari setiap batuan sehingga hal ini akan lebih memperjelas
kita saat mempelajari warna dari mineral penyusun batuan beku.

 
 

Kekurangan yang dimiliki Russell adalah penyajian tabel yang terlalu detil dan lengkap
kadangkala membuat tabel ini sulit untuk dipelajari apalagi untuk diingat. Padahal kita ketahui
bahwa kita harus cepat dapat menyimpulkan nama sebuah batuan saat kita menemukan sebuah
batu yang ada dilapangan tanpa harus menunggu waktu yang lebih lama.

[  
  

ð +

2 cð¢"ð%#


2Dark green crystals of olivenite on matrix.
!  2Majuba Hill mine, Pershing County, Nevada, UuA. 
2Not Given.
3 Lou Perloff / Photo Atlas of Minerals


ð 

A 

ð +

2 cð¢"ð%#
c 
' .
2" ( ( #c ,"cð¢($ð¢# "ð%(#Ñ "% ð#


2White micro-botryoids of arsenogoyazite with light green acicular crystal
sprays of olivenite and dark green malachite on brown limonite.
!  2Centennial Eureka Mine, Juab County, Utah. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies


ð 

A 

ð +
2"(
# ð¢
 

2 ð¢


2Peridot (Forsterite) recrystallized at the base.
!  2ukardu, Nooristan, Pakistan. 
22.5 x 2.7 cm.
3 Fabre Minerals


O     



h 

A 


2"(
44#,5c ,ð="ð%(#


2Brown book of pseudohexagonal biotite crystals in matrix.
!  2uattleberg, Laacher uee, Rhineland-Palatinate, Germany. 
2uize Not
Given.
3 Lou Perloff / Photo Atlas of Minerals

h 

A 


2"(
44#,5c ,ð="ð%(#


2uharp hexagonal plates of dark brown biotite to 2.5 cm. across, with white
albite.
!  2Brazil. 
26.9x5.5x3 cm.
3 Richard Dale / Dale Minerals


h 

A 


2"(
44#,5c ,ð="ð%(# 
c ))' 
25678ð "ð%#


2Fibrous mass of anthophyllite as a shell around biotite.
!  2Hermanov, ueverocesky, Czech Republic. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies


h 

A 


2"(
44#,5c ,ð="ð%(# 
)

2  "9 (# ð7"ð(ð%(#


2Prismatic wohlerite crystals with lepidomelane (Fe-rich biotite).
!  2Langevannet, Tvedalen, Telemark, Norway. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies

þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
c 
2 c ,ð8


2Colorless, lustrous blocky albite crystals to 3 cm in size with a thick
dusting of micaceous green micro chlorite.
!  2Acushnet Quarry, Bristol Co., Massachussetts, UuA. 
217 x 15 x 7.5
cm matrix.

3 Dan Weinrich

þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
c 
2 c ,ð8


2Crystal group of bladed albite (variety cleavelandite) crystals.
!  2Taquaral, Minas Gerais, Brazil. 
27.4 x 5 cm.
3 John Veevaert


þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
!   
2" ( #"(c #¢ð8


2Dual view of a cleavage fragment of labradorite showing the multi-
colored labradorescence (schiller effect) and the same area viewed without the color.
The color is due to optical interference on Bøggild exsolution lamellae.


!  2Ihosy, Betroka district, Toliara Province, Madagascar. 


2Picture size
3x3 cm.
3 Dave Barthelmy
þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
ð  
2" ( #"(c #¢ð8


2Rectangular cleavage fragment of salmon-orange oligoclase (sunstone)
feldspar.
!  2Norway. 
247x30x7 mm.
3 John Betts - Fine Minerals


þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
c  )
2 c  ð8


2Opaque white crystal of anorthite with dark brown solidified lava coating.
!  2Miyake-jima, uhizuoka, Japan. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies

þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
c 

2" ( #"(c #¢ð8


2Translucent andesine crystal twin.
!  2Maeyama Ueda shi, Nagano, Japan. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies

þ
 

A 
$  
2" ( #"(c #¢ð8
' 
2" ( #"(c #¢ð8


2Translucent crystalline bytownite.
!  2Crystal Bay, Hennepin County, Minnesota, UuA. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies


þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8
ð  
2" ( #"(c #¢ð8


2Clear glassy crystalline oligoclase with milky quartz and muscovite.
!  2Bakersville, Mitchell County, North Carolina, UuA. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies

þ
 

A 

$  
2" ( #"(c #¢ð8


2Plagioclase, variety kenyite, crystals in volcanic rock.
!  2Kirinyaga (Mount Kenya), Central Province, Kenya. 
2uee Photo.
3 Jeff Weissman / Photographic Guide to Mineral upecies


ð 

A 

ð ) 
2c ,ð8
!
.

2   ð


2utriated, dark violet crystal of lorenzenite in cream-colored orthoclase.
!  2Khibiny Massif, Kola Peninsula, Russia. 
21.3 x 1.2 cm.
3 John Veevaert



ð 

A 

ð ) 
2c ,ð8


2Carlsbad twinned crystal of orthoclase. Former Martín Oliete Fontela
collection.
!  2Zarzalejo, Madrid. 
25.2x4.6x2.2 cm.
3 Fabre Minerals


ð 

A 

ð ) 
2c ,ð8


2Gemmy, twinned adularia (orthoclase) specimen on matrix. Former Bally
Museum collection.
!  2Rhonegletscher, uwitzerland. 
2Crystal size 3 x 2 cm.
3 Fabre Minerals

   O 




 

A 

ë .2ð 
 
2 ð,


2Purple-colored druse of amethystine quartz and white calcite.
!  2Rio Grande do uul, Brazil. 
2uample size 20 cm.


3 Dave Barthelmy

 

A 

ë .2ð 
) ' 
2



2Well-formed crystals of chalcopyrite and quartz.
!  2Boldut mine, 61 level (350 meters deep), Cavnic, Maramures, Rumania.


25.5 x 3.5 cm.
3 Fabre Minerals

 

A 

ë .2ð 
: + 
2 
44 
444 ð7ð"ð%#


2Black, prismatic ilvaite with quartz.
!  2First uovietskij mine, Dalnjegorsk, Russia. 
23.5 x 4.5 cm.
3 Fabre Minerals




 

A 

ë .2ð


2Crystal druse of transparent quartz crystals.
!  2Hot uprings, Arkansas, UuA. 
2upecimen size 6 cm.
3 Dave Barthelmy

 

A 

ë .2ð 
c 
;" #2 Ñ"$ð¢#,


2Purple crystal of fluorapatite on slightly smoky quartz crystals. Former Dr. E.E.
David and Houston Museum collections.
!  2Pech, Kunar Province, Nuristan, Afghanistan. 
2Crystal size 3.0 x 2.1 x 1.7
cm.
3 Ed Rosenzweig


 

A 

ë .2ð 
* 
2 c <ð=< Ñ"% ð#


2White epistilbite cluster 25 mm across on amethyst quartz crystal matrix.
!  2uawda, Jalgaon, Maharashtra, India. 
210x8x5 cm.
3 John Betts - Fine Minerals



 

A 

ë .2ð


2ulightly smokey quartz overgrown with rose quartz. Note the exceptional
transparency of the rose quartz.
!  2Lavra da Ilha, Taquaral, Minas Gerais, Brazil. 
210 cm by 5.2 cm.
3 Kevin Ward

 

A 

 
2 ð,
ë .2ð


2Purple-colored druse of amethystine quartz and white calcite.
!  2Rio Grande do uul, Brazil. 
2uample size 20 cm.


3 Dave Barthelmy

 

A 

 
2 ð,

' 2
,c <ð=8


2Transparent emerald, the green variety of beryl on calcite (marble) matrix.
!  2Coscuez, Boyacá, Colombia. 
22.5 x 2.5 cm.
3 Fabre Minerals

 

A 
 
2 ð,


2White, divergent calcite scalenohedral crystals.
!  2uanta Eulalia, Chihuahua, u.A., Mexico. 
28 cm.
3 Dave Barthelmy

 

A 

 
2 ð,


2Cream-colored crystalline aggregate of calcite crystals.
!  2Rio Grande do uul, Brazil. 
220 cm.
3 Dave Barthelmy