Anda di halaman 1dari 5

Laporan Akhir Hari: Senin

Kimia Pangan dan Gizi Tanggal: 2 Maret 2020

Lapran Praktikum Karbohidrat


Disusun oleh:
DIII GIZI TK. 1A
Disusun oleh:

1. Ayu Antasya P031913411007


2. Puji Lestari P031913411028
3. Putri Amirah Ayuni P031913411030
4. Selfira Arifin P031913411037

Dosen Pengampu:
Lidya Novita, S.Si, M.Si
Lily Restusari, M.Farm, Apt
Yuliana Arsil, M.Farm, Apt

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN


KESEHATAN RIAU
JURUSAN GIZI
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan aktifitas, baik yang telah merupakan
kebiasaan misalnya berdiri, berjalan, mandi, makan dan sebagainya atau yang hanya kadang-
kadang saja kita lakukan. Untuk melakukan aktifitas itu kita memerlukan enrgi. Energi yang
diperlukan ini kita peroleh dari bahan makanan yang kita makan. Pada umumnya  bahan
makanan itu mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia, yaitu karbohidrat, protein
dan lemak atau lipid.
Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energi
matahari. Karbohidrat, dalam hal ini glukosa, dibentuk dari karbon dioksida dan air dengan
bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Selanjutnya glukosa yang terjadi diubah
menjadi amilum dan disimpan pada bagian lain, misalnya pada buah atau umbi. Proses
pembentukan glukosa dari karbon dioksida dan air disebut proses fotosintesis.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton,
atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat
mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil.
Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai
rumus(CH2O)n ,yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n
molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian
dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur. Karbohidrat menyediakan
kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa,
merupakan nutrient utama sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran
darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan
mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular
untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monoksakarida juga berfungsi
sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organic kecil lainnya,termasuk asam amino
dan asam lemak. Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4
Kalori. Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya
kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70%-80%. Bahan makanan sumber
karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian
(kentang, singkong, ubi jalar), dan gula.
BAB III
METODA
 Prosedur analisa dengan yodium
- Reagen : larutan Yodium 5%
- Alat : droplet test
- Sampel : Madu, gula pasir, ASI, roti, beras, ketan, susu cair, susu bubuk, biskuit,
bubur sum-sum.

Analisa dengan yodium

Teteskan 1 tetes pati di atas doplet plat, teteskan din atasnya 1 tetes
larutan yodium

Amati warna yang terjadi, ulangi percobaan dengan maltose,


sukrosa dan glikogen

 Prosedur analisa moore

- Reagen : NaOH 10%


- Alat : Tabung reaksi dan penangas air
- Sampel : Madu, gula pasir, ASI, roti, beras, ketan, susu cair, susu bubuk, biskuit,
bubur sum-sum.

Analisa moore

Ambil 5 ml larutan gua masukan kedalam tabung reaksi

Tambahan 1 ml larutan NAOH 10%


Letakkan tabung reaksi dalam air mendidih selama 5 menit.

Tes positif bila terjadi warna coklat trua dan bau yang sedap

 Prosedur analisa benedict

- Reagen : larutan benedict


- Alat : tabung reaksi dan penangas air
- Sampel : Madu, gula pasir, ASI, roti, beras, ketan, susu cair, susu bubuk, biskuit,
bubur sum-sum.

Analisa benedict

5 ml reogent benedict ditambahkan dengan 8 tetes zat yang akan


diperiksa

Panaskan dalam penangas air selama 5 menit atau dalam api


langsung selama 2 – 3 menit

 Prosedur analisa molisch

- Reagen : larutan molisch (10% naphtol dalam etanol absolut) & H2SO4 pekat
- Alat : tabung reaksi
- Sampel : Madu, gula pasir, ASI, roti, beras, ketan, susu cair, susu bubuk, biskuit,
bubur sum-sum.

Analisa molisch
2 ml sampel yang diperiksa di tambahkan 2 tetes 10 % alpha
naphtol.

Tambahkan dengan hati-hati melalui dinding tabung 2 ml H2SO4

Lihatlah pada perbatasan terdapat suatu cincin yang berwarna