Anda di halaman 1dari 3

2.

1 Pengendalian Pelarut Organik

2.6.1. Upaya-upaya Pengendalian Keracunan Pelarut Organik


Langkah pengendalian yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan pengetahuan pekerja mengenai bahaya potensial yang ada dan
kesadaran penggunaan alat pelindung diri yang sesuai.
b. Monitoring lingkungan kerja. Monitoring lingkungan kerja adalah metode untuk
menilai pajanan bahaya potensial di area kerja dengan cara mengukur keberadaan
pajanan tersebut di udara, air dan tanah.
c. Monitoring biologi (Biomonitoring). Biomonitoring adalah metode untuk
menilai pajanan bahaya potensial tempat kerja dan atau efeknya pada tubuh pekerja
dengan cara mengukur keberadaan pajanan (umumnya bahan kimia), metabolit atau
produk reaksi yang terdapat dalam jaringan atau specimen tubuh seperti darah, urin
atau rambut.
d. Pemeriksaan berupa Medical Check Up (MCU) sebelum kerja, berkala/tahunan,
dan pemeriksaan khusus
e. Dengan berbagai ancaman bahaya pelarut organik, sebaiknya penggunaannya
diminimalisasi. Salah satu produk yang umum digunakan masyarakat awam seperti
cat berpelarut organik harus diminimalisisasi. Bisa digunakan produk cat berpelarut
air atau water based. Jenis cat dan bahan-bahan lainnya yang menggunakan pelarut
air memiliki tingkat toksiksitas yang sangat rendah, apalagi bila dibanding dengan
produk berpelarut organik.

2.6.2. Sistem Monitoring


a. Monitoring Biologis
Salah satu jenis monitoring biologis yang dapat dilakukan adalah pengukuran
fenol dalam urin. Yang merupakan salah satu biomarker yang telah
digunakan secara rutin untuk menilai paparan benzena dalam industri.
Pengukuran paparan benzena dilakukan dengan mengukur metabolit hasil
biotransformasinya yaitu fenol dalam urin. Ini didasarkan asumsi bahwa
antara 20-40 % benzena dalam darah dimetabolismekan menjadi fenol. Di
antara indikator biologis dari paparan benzene, fenol dalam urin merupakan
cara yang paling sering digunakan meskipun mungkin akan kalah dalam hal
sensitivitas dan spesifisitasnya dengan benzena dalam darah. Hal ini mungkin
karena urin lebih tersedia dan lebih mudah didapat dari pekerja dibandingkan
darah vena. Namun hasil penelitian telah mempercayakan bahwa kadar
benzena yang belum dimetabolisme seperti di udara pernapasan, benzena
dalam darah atau urin sama baiknya dengan mengukur metabolit benzena
dalam urin (Peter et al., 2000). Ketika menginterpretasikan data monitoring
biologi, harus dipertimbangkan kontribusi dari variasi individu dalam
merespon paparan. Hal ini karena ada perbedaan antar individu dalam hal
fungsi penyerapan di paru, komposisi tubuh, efikasi dari organ eksresi,
aktivitas sistem enzim yang berperan dalam metabolisme bahan kimia.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah faktor personal (umur, jenis
kelamin, kehamilan, status kesehatan), gaya hidup (merokok, penggunaan
obat, kebiasaan makan, dan personal higiene) serta paparan di luar
lingkungan kerja.
b. Monitoring lingkungan kerja
Monitoring lingkungan kerja bisa melalui pengukuran keberadaan pajanan di
udara, air dan tanah dan penilaian bahaya kerja yang mungkin terjadi.
Monitoring ini tidak lepas dari 3 konsep dasar dalam hyigene perusahaan.
1) Pengenalan Lingkungan, untuk mengetahui secara kualitatif tentang faktor
bahaya lingkungan, dalam hal ini mengenai keracunan ataupun kerugian
akibat pelarut organik. 2) Penilaian Lingkungan, mengetahui secara kualitatif
tingkat bahaya dari keracunan pelarut organik terhadap manusia dan
lingkungan yang timbul lalu dilaksanakan dengan melakukan pengukuran,
pengambilan sampel, dan analisa laboratorium yang mungkin telah dilakukan
pada monitoring biologis sebelumnya. 3) Pengendalian Lingkungan,
Penerapan metode teknik tertentu untuk menurunkan tingkat faktor bahaya
yang ditimbulkan dalam keracunan pelarut organik sampai batas yang masih
dapat ditolerir oleh manusia dan lingkungannya.

DAFTAR PUSTAKA
Peter, P.E. Rogelio, T.V., Stephen, M.R. 2000. Environmental, and Biological Monitoring of
Benzene during Self-Service Automobile Refueling. Environmental Health
Perspectives,108 (12)
Chen M, Chan A. “China’s Market economic in command”: Footwear worker’s health in
jeopardy. International Journal of Health Services, Volume 29, Number 4, Pages 793–
811, 1999
https://prodiaohi.co.id/bahaya-pelarut-organik-pada-pekerja-2
https://keslingmks.files.wordpress.com/2009/01/monitoring-lingkungan-kerja.pdf