Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok bahasan : othitis media chronic


Sasaran : Pasien tn. ‘w’
Waktu : 1 jam
Hari/tanggal : jumat 03 april 2016
Tempat : bangsal dahlia 4 (THT) RSUP Dr hardjono

I. Latar Belakang
Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga bagian tengah, tuba
Eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media terbagi atas otitis media
supuratif dan otitis media non supuratif. Masing-masing mempunyai bentuk akut dan kronis.
Pada beberapa penelitian, diperkirakan terjadinya otitis media yaitu 25% pada anak-anak.
Infeksi umumnya terjadi dua tahun pertama kehidupan dan puncaknya pada tahun pertama
masa sekolah.

Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis pada telinga tengah dengan
perforasi membran tympani dan sekret keluar dari telinga terus menerus atau hilang timbul,.
sekret dapat encer atau kental, bening atau berupa nanah. Jenis otitis media supuratif kronis
dapat terbagi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna dan OMSK tipe maligna.

II. Tujuan instruksional


a. Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang penyakit OMC ini diharapkan pasien mengetahui
informasi lebih tentang penyakit OMC.
b. Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang penyakit OMC ini diharapkan pasien mampu
menjelaskan :
1. Definisi OMC
2. Tanda-tanda dan gejala OMC
3. Mengetahui tipe tipe OMC
4. Mengetahui penyebab OMC
5. Mengetahui komplikasi dari OMC
III. Materi
Penyakit OMC
IV. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab
V. Media
 Leaflet
VI. Kegiatan penyuluhan
N KEGIATAN RESPON PESERTA WAKTU
O

1. Pendahuluan
 Menyampaikan salam  Membalas 5 menit
salam
 Menjelaskan tujuan  Mendengarka
 Apersepsi n
 Memberikan
respon

2. Penjelasan materi
1. Definisi OMC  Mendengarka 35 menit
2. Tanda-tanda dan gejala n dan memperhatikan
OMC
3. Tipe tipe OMC
4. Penyebab OMC
5. Komplikasi dari OMC

3. Penutup :
 Tanya jawab  Menanyakan 20. menit
hal-hal yang belum
jelas
 Menyimpulkan hasil  Aktif bersama
penyuluhan dalam menyimpulkan
 Membalas
 Memberikan salam salam
penutup

Evaluasi
Evaluasi proses :
 Pasien hadir tepat waktu
 Pasien aktif dalam bertanya dan menjawab mengenai OMMC
 Acara berjalan tepat waktu dan berjalan lancar
MATERI PENYULUHAN
Definisi
Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga bagian tengah,
tuba Eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media terbagi atas otitis media
supuratif dan otitis media non supuratif. Masing-masing mempunyai bentuk akut dan kronis.
Pada beberapa penelitian, diperkirakan terjadinya otitis media yaitu 25% pada anak-anak.
Infeksi umumnya terjadi dua tahun pertama kehidupan dan puncaknya pada tahun pertama
masa sekolah.
Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis pada telinga tengah
dengan perforasi membran tympani dan sekret keluar dari telinga terus menerus atau hilang
timbul,. sekret dapat encer atau kental, bening atau berupa nanah. Jenis otitis media supuratif
kronis dapat terbagi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna dan OMSK tipe maligna.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan otitis media akut menjadi otitis media
kronis yaitu terapi yang terlambat diberikan, terapi tidak adekuat, virulensi kuman yang
tinggi, daya tahan tubuh yang rendah (gizi buruk) atau hygiene buruk. Gejala otitis media
supuratif kronis antara lain otorrhoe yang bersifat purulen atau mokoid, terjadi gangguan
pendengaran, otalgia, tinitus, rasa penuh di telinga dan vertigo.
OMSK adalah stadium dari penyakit telinga tengah dimana terjadi peradangan kronis
dari telinga tengah dan mastoid dan membran timpani tidak intak (perforasi) dan ditemukan
sekret (otorea), purulen yang hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau
berupa nanah dan berlangsung lebih dari 2 bulan. Perforasi sentral adalah pada pars tensa dan
sekitar dari sisa membran timpani atau sekurang-kurangnya pada annulus. Defek dapat
ditemukan seperti pada anterior, posterior, inferior atau subtotal. Menurut Ramalingam
bahwa OMSK adalah peradangan kronis lapisan mukoperiosteum dari middle ear cleft
sehingga menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan patologis yang ireversibel.

Tipe OMSK
dapat dibagi atas 2 tipe yaitu:
1. Tipe tubotimpani = tipe jinak = tipe aman = tipe rhinogen. .
Secara klinis penyakit tubotimpani terbagi atas:
1. Penyakit aktif
Pada jenis ini terdapat sekret pada telinga dan tuli.
2. Penyakit tidak aktif
Pada pemeriksaan telinga dijumpai perforasi total yang kering dengan mukosa telinga tengah
yang pucat. Gejala yang dijumpai berupa tuli konduktif ringan. Gejala lain yang dijumpai
seperti vertigo, tinitus,atau suatu rasa penuh dalam telinga.
2. Tipe atikoantral = tipe ganas = tipe tidak aman = tipe tulang
Pada tipe ini ditemukan adanya kolesteatom dan berbahaya.

Penyebab OMC
1. Lingkungan
2. Genetik
3. Otitis media sebelumnya.
4. Infeksi
5. Infeksi saluran nafas atas
6. Autoimun
7. Alergi
8. Gangguan fungsi tuba eustachius.

Tanda dan gejala OMC


1. Telinga Berair (Otorrhoe)
2. Gangguan Pendengaran
3. Otalgia (Nyeri Telinga)
4. Vertigo

Komplikasi OMC
A. Komplikasi ditelinga tengah :
1. Perforasi persisten membrane timpani
2. Erosi tulang pendengaran
3. Paralisis nervus fasial
B. Komplikasi telinga dalam
1. Fistel labirin
2. Labirinitis supuratif
3. Tuli saraf ( sensorineural)
C. Komplikasi ekstradural
1. Abses ekstradural
2. Trombosis sinus lateralis
3. Petrositis
D. Komplikasi ke susunan saraf pusat
1. Meningitis
2. Abses otak
3. Hindrosefalus otitis

DAFTAR PUSTAKA

Djaafar ZA. Kelainan telinga tengah. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Ed. Buku ajar ilmu
kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. Edisi kelima. Jakarta: FKUI, 2001. hal. 49-
62