Anda di halaman 1dari 11

LEMBAR FORMAT TUGAS MANDIRI (LTM)

Topik:

PENGANTAR KEPERAWATAN KOMUNITAS

Disususn untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas 1

Dosen pengampu: Rasdiyanah, S.kep.,M.kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom

Oleh :

ADE NOVIRA: 70300117033

Program studi Keperawatan

Fakultas Kedokteran dan ilmu kesehatan

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

2019
A. Konsep Sehat-sakit

Konsep sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pemahaman kita tentang nilai, Peran,
penghargaan dan pemahaman kita terhadap kesehatan. Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak
terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor Iain diluar kenyataan klinis yang
mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya, Kedua pengertian saling mempengaruhi dan
pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang Iain. Banyak ahli filsafat,
antropologi, sosiologi, kedokteran dan Iain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan
pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah Sehat
dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia
beradaptasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosial budaya (Setyawan,
2017)

Konsep sehat-sakit adalah konsep yang kompleks dan multiinter pretasi. Banyak faktor yang
memengaruhi kondisi sehat maupun sakit. Pengertian sehat-sakit juga beragam. Setiap individu,
keluarga, masyarakat, maupun profesi kesehatan mengartikan sehat/sakit secara berbeda, bergantung
pada paradigmanya (Asmadi, 2009)

1. Definisi Sehat

Berabad-abad lalu, sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami. Karenanya, segala
sesuatu yang tidak normal dan bertentangan dengan alam dianggap sebagai kondisi tidak sehat yang
harus dicegah. Sehat sendiri bersifat dinamis yang statusnya terus-menerus berubah. Kesehatan
memengaruhi tingkat fungsi seseorang, baik dari segi fisiologis, psikologis, dan dimensi sosiokul-
tural. Keadaan sehat/normal sendiri merupakan hal yang sulit di definisikan. Setiap orang atau
kelompok memiliki pemahaman yang berbeda mengenai hal tersebut. Meski rumit dan bervariasi,
suatu keadaan bisa dikatakan normal/sehat setelah memenuhi parameter tertentu. Selanjutnya, konsep
umum tentang keadaan normal/sehat akan menggunakan nilai rata-rata parameter tersebut sebagai
acuannya. Nilai rata-rata tersebut dikenal dengan istilah nilai normal. Sebagai contoh, kadar natrium
normal pada orang dewasa adalah 136-145 mmol/l. Secara umum, ada beberapa definisi sehat yang
dapat dijadikan sebagai acuan (Asmadi, 2009) :

a. Menurut WHO. Sehat adalah keadaan keseimbangan yang sem- purna, baik fisik,
mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.
b. Menurut Parson. Sehat adalah kemampuan optimal individu un tuk menjalankan peran
dan tugasnya secara efektif.
c. Menurut Undang-Undang Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992. Sehat adalah keadaan
sejahtera tubuh, jiwa, sosial yang memungkin kan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial
dan ekonomis

Sehat adalah suatu kondisi terbebasnya tubuh dari gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien atau
komunitas. Sedangkan kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera sempurna yang lengkap meliputi :
kesejahteraan fisik, mental, dan sosial bukan semata-mata bebas dari penyakit dan atau kelemahan
(Mulyanti, 2016)

2. Definisi Sakit
Sakit adalah keadaan tidak normal/sehat. Secara sederhana, sakit atau dapat pula disebut
penyakit merupakan suatu bentuk kehidupan atau keadaan di luar batas normal. Tolak ukur yang paling
mudah untuk menentukan kondisi sakit/penyakit adalah jika terjadi perubahan dari nilai rata-rata
normal yang telah ditetapkan Sebagai contoh, bunyi paru dalam keadaan normal biasanya ada- lah
bronko vesikular. Jika terdengar bunyi mengi, bisa dikatakan bahwa individu tersebut menderita sakit.
Keadaan sakit/penyakit sendiri merupakan hal yang sulit untuk didefiniskan secara pasti Akan tetapi,
ada beberapa definisi mengenai sakit/penyakit yang dapat dijadikan acuan (Asmadi, 2009) :
a. Menurut Parson. Sakit adalah ketidakseimbangan fungsi normal tubuh manusia ,
termasuk sejumlah sistem biologis dan kondisi penyesuaian.
b. Menurut Bauman. Bauman mengemukakan ada tiga kriteria keadaan sakit ,yaitu adanya
gejala,persepsi tentang keadaan sakit yang dirasakan ,Dan kemampuan beraktivitas sehari-hari
yang menurun.
c. Menurut batasan medis . Batasan Medis mengemukakandua bukti adanya sakit,yaitu
tanda dan gejala.
d. Menurut Perkins.Sakit adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa
seseorang sehingga menimbulkan gangguan pada aktivitas jasmani maupun social.
Penyakit berbeda dengan rasa sakit.Penyakit sifatnya objektif karena masing-masing memiliki
parameter tertentu,sedangkan rasa sakit sifatnya subjektif karena merupakan keluhan yang dirasakan
seseorang.Perbedaan ini mempunyai implikasi yang berbeda.Seseorang yang menderita penyakit
belum tentu merasakan sakit.Sebaliknya ,seseorang yang mengeluh sakit belum tentu menderita
penyakit (Asmadi, 2009)
B. Karakteristik dan Perilaku Sehat

Berikut adalah karateristik sehat (Setyawan, 2017):

a. Adanya peningkatan kemampuan dari masyarakat untuk hidup sehat.


b. Mampu mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya pengangkatan kesehatan
(Health Promotion), pencegahan penyakit (Health Prevention), penyembuhan penyakit (Curative
Health), dan pemulihan kesehatan (Rehabilitatif Health), terutama untuk ibu dan anak.
c. Berupaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan, terutama penyediaan sanitasi
dasar yang dikembangkan dan di manfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu
lingkungan hidup.
d. Selalu meningkatkan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial
ekonomi masyarakat.
e. Berupaya selalu menurunkan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan
penyakit.

3 karakteristik Sehat menurut Yanti (2015) :

a. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia


b. Memandang sehat dalam konteks eksternal dan internal
c. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.

Perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit, perawatan kebersihan diri, penjagaan kebugaran melalui
olah raga dan makanan bergizi.Berikut adalah perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau
kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya.Menurut Setyawan (2017)
Perilaku ini mencakup antara lain :

a. Menu seimbang
b. Olahraga teratur
c. Tidak merokok
d. Tidak minum-minuman keras dan narkoba
e. Istirahat yang cukup
f. Mengendalikan stress
g. Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan
C. Indikator Sehat-sakit
a. Indikator sehat menurut WHO (2014) :
1.) Indikator yang berhubungan dengan keadaan staus kesehatan masyarakat , meliputi :
a) Indikator komprehensif, angka kematian kasar/CDR ( Crue Date Rate) menurun, rasio
angka kematian menurun ( mortlitas) , proporsional menurun dan usia harapan hidup meningkat
(life expectency rate)
b) Indikator spesifik, angka kematian ibu dan anak menurun, angka kematian karena
penyakit menular menurun dan angka kelahiran menurun.
2) Indikator pelayanan kesehatan :
a) Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbangan
b) Distribusi tenanga kesehatan merata
c) Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur dirumah sakit dan fasilitas kesehatan lain
d) Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehatan, diantaranya : RS, Puskesmas,
rumah bersalin, poli klinik dan pelayanan kesehatan lainnya.

D. Konsep Komunitas
1. Definis Komunitas

Ada beberapa definisi komunitas ,sebagai berikut , Halnilawati (2013) :

a. WHO (1974) Komunitas sebagai suatu kelompok sosial yang ditentukan batas-batas
wilayah, nilai-nilai oleh keyakinan dan minat yang sama, serta ada rasa saling mengenal dan
interaksi antara anggota masyarakat yang satu dan yang lainnya.
b. Spradley (1985) Komunitas sebagai sekumpulan orang yang saling bertukar
pengalaman penting dalam hidupnya
c. Koentjaraningrat (1990) Komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia yang
menempati suatu wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat, serta terikat
oleh rasa identitas suatu komunitas.
d. Riyadi (2007) Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi
yang sama dengan di bawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama di ha gan he
mana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama Sumijatun dkk.
(2006)
e. Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan
nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas-batas
geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga.
Keperawatan Komunitas mencakup perawatan kesehatan keluarga juga kesehatan dan
kesejahteraan masyrakat luas, membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatannya
sendiri, serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada
mereka sebelum mereka meminta bantuan kepada orang lain.
2. Tujuan
Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat
melalui upaya-upaya sebagai berikut (Halnilawati, 2013 .
a. Pelayanan keperawatan secara langsung (Direct care) terhadap individu, keluarga, dan
kelompok dalam konteks komunitas.
b. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (Health General
Community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat
memengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.
3. Sasaran
a. Individu adalah anggota keluarga sebagi kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi,
sosial, dan spiritual.
b. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga,
anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam satu rumah tangga karena pertalian
darah dan ikatan perkawinan atau adopsi.
c. Kelompok khusus adalah sekumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis
kelamin, usia, permasalahan.
4. Prinsip
a. Kemamfaatan
Intervensi atau pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas yang dilakukan harus memeberikan
manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas, artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian.
b. Otonomi
Dalam keperawatan komunitas masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih
alternatif terbaik yang disediakan.
c. Keadilan
Hal ini menegaskan bahwa upaya atau tindaka yang dilakukan sesuai dengan kemampuan atau
dengan kapasitas komunitas.
E. Tahap Pencegahan pada Kesehatan Komunitas

Menurut Leavel dan Clark, tingkat pencegahan dalam keperawatan komunitas dapat dilakukan
pada tahap sebelum terjadinya penyakit (tahap prepatogenesis prepathogenesis phase) dan pada tahap
terjadinya penyakit (tahap patogenesis-pathogenesis phase) (Harnilawati, 2015)

1. Tahap Prepatogenesis

Pada tahap ini dapat dilakukan pencegahan primer (primary preventation). Pencegahan primer ini
dapat dilaksanakan selama masa prepatogenesis suatu kejadian penyakit atau masalah kesehatan.
Pencegahan primer dilakukan melalui dua kelompok :

a. Peningkatan kesehatan (health promotion)

b. Perlindungan umum dan khusus (general and specific protection)

2. Tahap Patogenesis

Pada tahap pathogenesis dapat dilakukan dua kegiatan pencegahan, yaitu:

a. Pencegahan sekunder (secondary preventation), yaitu pencegahan terhadap masyarakat yang masih
sedang sakit dengan dua kelompok kegiatan berikut ini :

1) Diagnosis dini dan pengobatan segera/adekuat (early diagnosis and prompt treatment)

2) Pembatasan kecacatan (disability limitation).

b. Pencegahan tersier (tertiary prevention) yaitu usaha pencegahan terhadap masyarakat yang telah
sembuh dari sakit serta mengalami kecacatan.

F. Perilaku Sehat menurut Al Qur’an dan Hadist

1. Makan Dengan Tangan Kanan


Berdasarkan penelitian ilmuwan, makan dengan tangan memang bermafaat. Diantaranya dapat
melancarkan pencernaan, membuat makan tidak tergesa-gesa, dan bakteri baik dalam tangan juga akan
ikut masuk. Bakteri baik ini dalam membantu memerangi bakteri jahat di usus. Sehingga tubuh akan
lebih sehat. Namun tetap harus cuci tangan terlebih dahulu.

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan menggunakan tangan kanan, dan jika
ia minum, maka minumlah dengan menggunakan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan
dan minum dengan menggunakan tangan kiri.” (HR. Muslim)

4. Mengonsumsi Makanan Tinggi Gizi


Di jaman dahulu belum ada makanan cepat saji ataupun makanan kemasan yang mengandung zat
aditif. Maka itu, tak heran jika orang-orang jaman dulu cenderung panjang umur. Begitupun
dengan Rasululullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau gemar mengonsumsi makanan tinggi gizi,
seperti:
a. Kurma.
b. Delima.
c. Buah Tin.
d. Madu.
e. Zaitun.
f. Gandum.
g. Sayuran.
h. Susu.
i. Daging.
j. Ikan laut.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda: “Barangsiapa setiap pagi mengkonsumsi tujuh
butir kurma ‘Ajwah, maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Dari Aisyah radhiya Allahu‘anha : “Sesungguhnya minuman yang paling disukai oleh Rasulullah
SAW adalah Al Hulwa Al Barid (minuman manis yang dingin).” (H.R. Tirmidzi).
5. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Kebersihan itu pangkal kesehatan. Apabila kita bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan
sekitar, maka insyaAllah kita juga tidak akan mudah sakit. Hal ini juga diterapkan Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam. Beliau senang berwudhu, bersiwak, memakai wewangian,
menggunting kuku dan membersihkan lingkungannya.
Sebagaimana sabdanya: “Sesungguhnya Allah itu bersih, Dia cinta kebersihan”. (HR. Tirmidzi).
“Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi
dan memakai harum-haruman.” (HR. Muslim).
“Hal yang fitrah itu ada lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut
kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari)
“Sesungguhnya, Allah Swt. baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah
hati dan senang pada kemurahan hati, serta dermawan dan senang pada kedermawanan. Karena
itu, bersihkan halaman rumahmu dan jangan meniru orang-orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi (2009).Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta :Buku Kedokteran EGC

Babussalam Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Riau, 3(2), 1-15.

Harnilawati (2013).Pengantar Ilmu Keperawatan.Takalar:Pustaka As Salam.

Mubarak, Wahid Iqbal, dkk. 2011. Ilmu Keperatan Komunitas Pengantar dan Teori.Jakarta: Salemba
Medika

Mubarak, Wahid Iqbal, dkk. 2009. Ilmu Kesehatan Komunitas Teori dan Aplikasi.Jakarta: Salemba
Medika

Setyawan, F. E. B. (2017). Paradigma sehat. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Keluarga, 6(1).
Mulyanti, M., & Jonyanis, J. (2016). Latar Belakang Pemilihan Pengobatan Tradisional Pada
Masyarakat Di Desa Rantau Panjang Kiri Hilir Kecamatan Kubu