Anda di halaman 1dari 23

BAGIAN 4.

HIPERBOLA

A. PERSAMAAN HIPERBOLA

Kompetensi dasar: memahami konsep hiperbola serta menggunakannya dalam


memecahkan masalah yang berkaitan.

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat:


1. Menentukan persamaan hiperbola
2. Mengetahui unsur-unsur yang membangun hiperbola

Persamaan Hiperbola

Hiperbola adalah himpunan titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu
tetap. Untuk mendapatkan persamaan hiperbola dibuat suatu susunan sumbu
sedemikian hingga sumbu−x melalui kedua titik tertentu itu, misalkan F 1 dan F 2
sedangkan sebagai sumbu− y diambil sumbu yang tegak lurus dengan F 1 F 2.
Y

Gambar 4.1

Misalkan F 1( c , 0) dan F 2(−c ,0) dan T ( x1 , y 1) suatu titik pada tempat kedudukan
hiperbola maka T F 2−T F 1=2 a dengan (2 a<2 c ).

60
2 2 2 2
√(x +c) + y − √( x −c) + y =2 a
1 1 1 1

2 2 2 2
√(x +c) + y =2a+ √( x −c) + y
1 1 1 1

x 21+ 2 c x 1+ c2 + y 21=4 a 2+ x 21−2c x1 + c2 + y 21−4 a √( x 1−c)2 + y 21

4 a √( x 1−c )2+ y 21 =4 a2−4 c x 1

a √ (x 1−c)2 + y 21=a 2−c x 1

a 2 ( x 21−2 c x1 +c 2 + y 21 ) =a4 −2 a2 c x 1+ c 2 x 21

a 2 x 21−2 a2 c x 1+ a2 c 2+ a2 y 21 =a4 −2 a2 c x 1+ c 2 x 21

( c 2−a2 ) x 21−a2 y12=a2 (c 2−a2)

Jika c 2−a2=b 2 maka


b 2 x 21−a2 y 21=a 2 b 2

x21 y 21
− =1
a2 b2

Jalankan koordinat-koordinat T, terdapat


x2 y 2
− =1
a2 b2

Persamaan ini disebut persamaan pusat hiperbola.

Dengan cara yang sama dapat dicari persamaan hiperbola yang sejajar sumbu-y

−x 2 y 2
+ =1
a2 b 2

garis h garis g
Y
T
61
M K
b c

a
X
B (-a,0) O A (a,0)

D (-b,0)
N
L

Gambar 4.2

Dari Gambar 4.2 dapat dijelaskan unsur-unsur hiperbola sebagai berikut:

Titik O : titik pusat hiperbola

F 1 dan F 2 : titik api atau fokus dengan panjang c

Garis AB : sumbu nyata. Sumbu yang melalui titik fokus F 1dan F 2 dengan
panjang 2a

Garis CD : sumbu imajiner. Dengan panjang 2b

Sumbu−x : sumbu utama. Sumbu simetri kurva hiperbola yang melalui titik fokus
F 1dan F 2

62
Sumbu− y : sumbu sekawan. Sumbu simetri kurva hiperbola yang melalui titik
pusat dan tegak lurus dengan sumbu utama

Titik A, B : titik puncak dengan A(a , 0) dan B(−a , 0) merupakan titik potong
hiperbola dengan sumbu nyata

KL, MN : latus rectum. Garis melalui titik fokus F 1 dan F 2 yang tegak lurus
2 b2
dengan sumbu nyata. Panjang latus rectum ¿|KL|=|MN |= dengan koordinat
a
b2 −b2 b2 −b2
K (−c , ), L(−c , ), M (c , ), N ( c , )
a a a a

Hubungan a, b, dan c berlaku hubungan pythagoras c 2=a2+ b2

Eksentrisitas : perbandingan jarak dua titik fokus dan panjang sumbu nyatanya
c
e=
a

Garis g, h : direktris. Garis yang tegak lurus dengan sumbu nyata. Persamaan
−a2 a2
garis h: x= , persamaan garis g: x=
c c

Hiperbola yang pusatnya di P (h , k ) dan sumbu simetrinya sejajar sumbu


koordinat, persamaannya ditentukan sebagai berikut

Y Y’

O’ X’

O X

Gambar 4.3

63
Diadakan translasi sumbu sedemikian hingga O ’ berhimpit dengan P (h , k )

x=x ' +h x ' =x−h


}
y= y ' +k
atau
y ' = y −k

Karena O ’ titik pusat hiperbola, maka persamaan hiperbola terhadap susunan


sumbu X ’ O ’ Y ’ adalah

(x ' )2 ( y' )2
− 2 =1
a2 b

Sehingga persamaan hiperbola terhadap susunan sumbu XOY adalah

(x−h)2 ( y −k )2
− =1
a2 b2

Contoh 1

Tentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, panjang sumbu nyata, panjang latus
rectum, persamaan direktris dan nilai eksentrisitas dari persamaan hiperbola berikut

x2 y 2
− =1
9 16

Penyelesaian

x2 y 2
 Persamaan hiperbola − =1 memiliki titik pusat di (0,0)
9 16
a 2=9 → a=3
b 2=16 →b=4
c 2=a2+ b2 → c 2=9+16 →c 2=25 → c=5
 Titik fokus F 1(5,0) dan F 2(−5,0)
Karena a ada di bawah x maka sumbu nyatanya sejajar sumbu−x
 Panjang sumbu nyata ¿ 2 a=2 ( 3 ) =6

64
 Panjang sumbu minor ¿ 2 b=2 ( 4 )=8
2
2 b 2 2 ( 4 ) 32
 Panjang latus rectum ¿ = =
a 3 3
c 5
 Eksentrisitas e= =
a 3
−a 2 −9 a2 9
x= = atau x= =
c 5 c 5
−9 9
 Persamaan direktris x= atau x=
5 5
 Titik puncak pada sumbu nyata
A=( 3,0 ) , B= (−3,0 ).

LATIHAN

Cari eksentrisitas dari hiperbola


x2 y2 y2 x2
1. − =1 2. − =1 3. 6 x 2−2 y 2=2
16 9 9 16

Cari panjang latus rectum dari hiperbola

x2 y 2 y2 x2
4. − =1 5. − =1 6. 5 y 2−10 x 2=1
4 3 9 2

Carilah fokus hiperbola

y2 x2 x2 y 2
7. − =1 8. − =1
7 2 9 7

9. y 2−8 x 2=2 10. 16 x 2−4 y 2=36

Carilah pusat hiperbola

(x +1)2 ( y−2 )2
11. − =1 12. ( y−2 )2 −3 ( x +5 )2 =1
5 4

13. x 2−2 y 2+ 6 x + 4=0 14. y 2−2 x 2−4 y−4 x=0

Carilah pusat dan eksentrisitas hiperbola

65
( y +2)2 ( x−3 )2 (x−2)2 y 2
15. − =1 16. − =1
4 5 7 9

17.( y +1 )2−2 x 2=2 18. 5 x 2−4 y 2−10 x =0

Carilah direktris hiperbola

x2 y 2 y2
19. − =1 20. −¿¿
5 4 9

( y+ 1 )2
21. −¿ 22. x 2− y 2 +2 x =1
3

Carilah pusat hiperbola, titik puncak, dan eksentrisitas dari

( y +1)2 ( x−2 )2
23. − =1 24. 4 x2 − y 2+12 x +3 y−1=0
9 7

25. Cari persamaan hiperbola dengan fokus (5,2), (−3,2) dan eksentrisitas 2

26. Tentukan persamaan hiperbola jika diketahui fokus (−1 ,−3), (−1,5) serta
panjang sumbu imajiner 4

Sketsakan hiperbola

x2 y2 ( y +1)2 ( x +1 )2
27. − =1 28. − =1
16 9 9 4

29. x 2−4 y 2−2 x−2=0 30. y 2−2 x 2−4 y−2=0

66
B. GARIS SINGGUNG HIPERBOLA

Kompetensi dasar: memahami konsep hiperbola serta menggunakannya dalam


memecahkan masalah yang berkaitan.

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat menentukan persamaan garis


singgung hiperbola.

Garis Singgung pada Hiperbola

Garis singgung pada hiperbola dapat ditentukan apabila gradiennya diketahui atau
titik singgungnya diberikan atau bila diketahui titik di luar hiperbola yang dilalui
oleh garis tersebut.

1. Garis singgung dengan gradien m

Persamaan garis singgung dapat ditentukan dengan cara yang sama seperti
menentukan garis singgung pada elips.

Jika pada elips persamaan garis singgung tersebut

y=mx ± √ a2 m2+ b2

Maka persamaan garis singgung pada hiperbola yang sejajar sumbu−x menjadi

y=mx ± √ a2 m2−b 2

Jika hiperbola yang sejajar sumbu− y, maka persamaannya

67
y=mx ± √ a2 −b2 m 2

b b
Ini hanya mungkin jika a 2 m 2−b 2> 0, berarti m> atau m←
a a

Jika persamaan hiperbola dengan pusat (h , k ) adalah

(x−h)2 ( y −k )2
− =1
a2 b2

Maka persamaan garis singgungnya adalah

y−k=m(x−h)± √ a2 m2−b2

Jika hiperbola yang sejajar sumbu− y, maka persamaannya

y−k=m(x−h)± √ a2−b 2 m 2

Contoh 2

Tentukan persamaan garis singgung hiperbola

x2 y2
− =1
64 36

Yang tegak lurus dengan garis x−2 y +3=0

Penyelesaian:

68
1
Garis yang sejajar dengan garis x−2 y +3=0 memiliki gradien .
2

Garis singgung hiperbola yang tegak lurus garis x−2 y +3=0 gradiennya −2

Persamaan garis singgungnya adalah

y=mx ± √ a2 m2−b 2

y=−2 x ± √ 64 (−22) −36

y=−2 x ±2 √ 55 atau

2 x+ y −2 √55=0 dan 2 x+ y +2 √ 55=0

2. Garis singgung dengan titik singgung T ( x 1 , y 1 ¿

x2 y 2
Persamaan garis singgung elips + =1 dengan titik singgung ( x 1 , y 1 ) adalah
a2 b 2

x1 x y1 y
2
+ =1
a b2
x2 y 2
Jadi persamaan garis singgung pada hiperbola − =1 dengan titik singgung
a2 b2
( x 1 , y 1 ) adalah

x1 x y1 y
− =1
a2 b2
Jika persamaan hiperbola

(x−h)2 ( y −k )2
− =1
a2 b2

Maka persamaan garis singgungnya adalah

(x ¿¿ 1−h)( x−h) ( y ¿¿ 1−k )( y−k )


− =1 ¿ ¿
a2 b2

Contoh 3

Dari titik T (2 ,−5) ditarik garis-garis singgung pada hiperbola

69
x2 y 2
− =1
8 4

Hitung jarak T ke garis yang menghubungkan titik-titik singgung

Penyelesaian:

(2,-5)

Persamaan garis singgungnya adalah

2 x (−5 ) y
− =1
8 4

x 5y
+ =1
4 4

x +5 y−4=0

Jarak T (2 ,−5) ke tali busur singgung adalah

|a x 1 +b y 1 +c| |1 (2 )+5 (−5 )−4| |−27| 27


d= = = =
√ a2 +b 2 √ 12+ 52 √ 26 √ 26

LATIHAN

Cari persamaan garis singgung dari hiperbola pada titik berikut


x2
1. − y 2=1 ,( 4,1) 2. −x 2+ 2 y 2=1,(−1,1)
8

3. ( x−2)2− y 2=3 ,(0 ,−1)

70
Tunjukkan bahwa garis di bawah ini adalah garis singgung hiperbola yang
disediakan kemudian tentukan titik potongnya

4. x +1=0 , 4 x2 −3 y2 =4 5. x−2 y +1=0 , x 2−6 y 2=3

( 2 x−3 )2
6. x + y−1=0 , − y 2=1
5

7. Carilah persamaan garis singgung dari hiperbola 2 x2 −3 y 2=6 yang sejajar


dengan garis x + y−2=0

8. Carilah persamaan garis singgung dari titik (0,-1) terhadap hiperbola


2 x2 −3 y 2=6

x2 y 2
9. Carilah persamaan garis singgung hiperbola − =1 dan lingkaran x 2+ y 2=1
4 2

5 x2 y 2
10. Tentukan nilai p agar garis y= x + p menyinggung hiperbola − =1
2 9 36

C. SIFAT UTAMA GARIS SINGGUNG

Kompetensi dasar: memahami sifat utama garis singgung hiperbola serta


menggunakannya dalam memecahkan masalah yang berkaitan.

Sifat Utama Garis Singgung

Garis singgung suatu titik pada hiperbola membagi dua sama besar sudut antara
garis-garis yang menghubungkan titik singgung dengan titik-titik fokus.

Bukti

X
O
P

71
Gambar 4.3

c a2 a2
T F1 d 1
= = =
a( )
x 1−
c c
x 1−
2
T F2 d 2 c a 2
a
a
x+
c
x 1
( )
+
c

Persamaan garis singgung di T ( x1 , y 1) adalah

x1 x y1 y
2
− =1
a b2

Ordinat P adalah nol, maka

x1 x y 1 .0
2
− =1
a b2

x1 x a2
=1 → x p =
a2 x1

a2 a2
c− 2 x 1−
P F1 x 1 cx1 −a c T F1
= 2
= 2
= =
P F2 a c x1 +a a2 T F 2
c+ x1 +
x1 c

P F1 T F1
=
P F2 T F2

Jadi TP merupakan garis bagi ∠ F 2 T F 1 atau ∠ F 2 TP=∠ PT F 1

72
D. TEMPAT KEDUDUKAN TITIK

Kompetensi dasar: memahami tempat kedudukan titik hiperbola serta


menggunakannya dalam memecahkan masalah yang berkaitan.

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat:


1. Mengetahui garis tengah sekawan
2. Mengetahui lingkaran orthoptis atau lingkaran monge
3. Mengetahui dalil apollonius I
4. Mengetahui dalil apollonius II
5. Mengetahui lingkaran titik kaki

1. Garis Tengah Sekawan

Kedua garis tengah sekawan hiperbola terletak pada kuadran I dan III atau pada
kuadran II dan IV

73
Bukti

x2 y 2
Misalkan persamaan hiperbola − =1 dan garis y=mx, maka tempat
a2 b2
kedudukan titik-titik tengah tali busur hiperbola yang sejajar dengan garis y=mx
dimulai dengan mencari titik-titik potong garis-garis y=mx+n, n parameter dengan
hiperbola kemudian kita mencari titik tengahnya
2
x2 ( mx+n )
− =1 atau ( b 2−a2 m 2 ) x 2−2 a2 mnx−a2 n2−a2 b 2=0
a2 b2

Absis dari titik-titik potongnya adalah akar-akar dari persamaan kuadrat di atas.
Misalkan titik tengah tali busurnya adalah T, maka

x 1−x 2 2 a2 mn a2 mn
x T= = = 2 2 2
2 2 ( b 2−a2 m 2) b −a m
a2 mn n b2
( )
y T =m x T + n=m 2 2 2 + n= 2 2 2
b −a m b −a m
xT b 2
Berarti = 2
yT a m

b2
Sehingga persamaan y= x merupakan persamaan suatu garis tengah hiperbola
a2m

b2
Garis-garis tengah y=mx dan y= x disebut garis-garis tengah sekawan dan
a2m
2
b
m1=m dan m 2= disebut arah-arah sekawan.
a2 m

2. Garis Orthoptis atau Garis Monge

Garis orthoptis atau garis monge adalah tempat kedudukan titik-titik potong garis-
x2 y 2
garis singgung pada hiperbola − =1 yang tegak lurus sesamanya adalah
a2 b2
lingkaran x 2+ y 2=a2 −b2 dengan a> b

Bukti

74
Misalkan gradien garis singgungnya adalah m, maka persamaan garis singgungnya
adalah y=mx ± √ a2 m2−b 2

−1
Garis singgung yang tegak lurus pada garis singgung ini mempunyai gradien ,
m
a2
sehingga persamaan garis singgungnya adalah y=
−1
m

m 2
√−b2

Karena m suatu parameter, maka tempat kedudukan titik potong kedua garis
singgung diperoleh dengan mengeliminasi m dari kedua persamaan di atas menjadi

y−mx=± √ a2 m 2−b2

my+ x=± √a 2−b2 m2

Setelah kedua persamaan dikuadratkan kemudian dijumlahkan, diperoleh:

( 1+m2 ) y 2+ ( 1+ m2 ) x 2=( 1+m2 ) a2−( 1+ m2 ) b2 atau x 2+ y 2=a2 −b2


Jadi tempat kedudukan yang dicari memiliki persamaan x 2+ y 2=a2 −b2

Persamaan ini adalah persamaan lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari
√ a2−b2. Lingkaran ini disebut lingkaran orthoptis atau lingkaran monge.

3. Dalil Apollonius I

Selisih kuadrat garis-garis tengah sekawan suatu hiperbola sama dengan selisih
kuadrat sumbu-sumbunya

Bukti

Misalkan A ( x 1 , y 1 ) salah satu ujung dari suatu garis tengah. Persamaan garis yang
x2 y 2
menyinggung hiperbola − =1 di titik A ( x 1 , y 1 ) adalah
a2 b2

75
x1 x y1 y
2
− =1
a b2

b2 x 1
Gradiennya m1= 2
a y1

Misal A, B, dan C, D dua garis tengah yang sekawan maka

b2
m AB mCD = 2
a

y1 b2 b2 x1
m = ⇔ mCD = 2
x 1 CD a 2 a y1

Ternyata garis tengah CD sejajar dengan garis singgung hiperbola di titik A

b2 x 1
CD ≡ y= x
a2 y 1

Akan ditentukan koordinat C sebagai titik potong hiperbola b 2 x 2−a2 y 2 +a2 b2=0
b2 x1
dengan garis y= x
a2 y1

2
b2 x1
b 2 x 2−a2
( ) a2 y1
x =−a2 b2

2 b4 x 21 x 2
2 2
b x −a 4 2
=−a2 b2
a y1

b2 x 21 x 2
x 2− 2 2
=−a2
a y1

b2 x12
( 1−
a y 2 2
1
) x 2=−a2

−( b 2 x 21−a 2 y 21 )
2 2
x 2=−a2
a y 1

76
a2 b 2 2 2
x =a
a2 y 21

x2 b2 2
2
=a
y1

a2 y 21
2
x= 2
b

a y1
x=±
b

b2 x 1 a y 1 b x1
y 1= 2
a y1
±(b ) =±
a

C ( aby , bax ) ⟺0 A =a =x + y
1 1 2 2
1
2
1
2
1

2 b2 x21 a2 y 21
2
O C =b = 2 + 2 1
a b

b2 2 a2 2
a 21−b21= 1− ( ) ( ) a2
x 1 + 1−
b2
y1

x 21 2
2 2 2 2 y1
¿ ( a −b ) 2 −( a −b ) 2
a b

x 21 y 21
¿ ( a 2−b2 ) ( −
a2 b 2 )
a 21−b21=a2−b 2
2 2 2 2
( 2 a1 ) − ( 2b 1 ) =( 2 a ) −( 2 b )
Jadi terbukti Dalil Apollonius I

4. Dalil Apollonius II

Luas jajargenjang pada garis-garis tengah sekawan sama dengan luas persegi
panjang pada sumbu-sumbu hiperbola

77
Y

Q
C

A
O X
F2 F1
B

D
S

Gambar 4.4

Bukti

y1 x bx ay
sin α = ; cos α = 1 ; sin β = 1 ; cos β= 1
a1 a1 a b1 b b1

θ=β−α

sin θ=sin ( β−α )=sin β cos α −sin α cos β

b x1 x1 y 1 a y 1
¿ . − .
a b1 a1 a1 b b1

2 2
1 b x 1 a y1
¿ (
a1 b 1 a

b )
2 2 2 2
1 b x 1−a y 1
¿
a1 b1 (ab )

78
1 a2b2
¿ .
a1 b1 ab

ab
¿
a1 b1

Luas jajar genjang OAQC =OAOC sin θ

ab
a 1 b1 =ab
a1 b 1

Luas jajargenjang PQRS = 4 Luas jajargenjang OAQC

¿ 4 ab

¿( 2a)(2 b)

Jadi terbukti Dalil Apollonius II

5. Lingkaran Titik Kaki

Tempat kedudukan titik-titik kaki garis-garis yang melalui titik fokus dan tegak
lurus garis-garis singgung ialah suatu lingkaran x 2+ y 2=a2 yang disebut lingkaran
titik kaki.

Bukti

Misalkan gradien garis singgungnya adalah m, maka persamaan garis singgungnya


adalah y=mx ± √ a2 m2−b 2

Persamaan garis yang melalui titik api dan tegak lurus garis singgung di atas adalah
−1
y= (x ± c)
m

Dengan mengeliminasi m dari kedua persamaan di atas,

y−mx=± √ a2 m 2−b2

my+ x=± c=± √ a 2+ b2

Setelah kedua persamaan dikuadratkan dan dijumlahkan, diperoleh

79
( 1+m2 ) y 2+ ( 1+ m2 ) x 2=( 1+m2 ) a2 atau x 2+ y 2=a2
Jadi tempat kedudukan yang dicari mempunyai persamaan x 2+ y 2=a2

Persamaan ini merupakan persamaan lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari
lingkaran ini disebut lingkaran titik kaki.

RANGKUMAN

1. Hiperbola adalah himpunan titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik
tertentu tetap.
2. Hiperbola tersusun dari titik pusat, titik puncak, titik api atau fokus, garis
sumbu, latus rectum, garis arah atau direktris, serta eksentrisitas.
x2 y 2 −x 2 y 2
3. Persamaan hiperbola dengan pusat di (0,0) adalah 2 − 2 =1; 2 + 2 =1
a b a b
2 2
x y
4. Persamaan garis singgung hiperbola 2 − 2 =1 dengan gradien m adalah
a b

y=mx ± √ a2 m2−b 2

5. Persamaan garis singgung hiperbola dengan titik singgung T (x1 , y 1) adalah

x1 x y1 y
2
− =1
a b2

6. Garis singgung hiperbola membagi dua sama besar sudut-sudut antara garis-
garis yang menghubungkan titik singgung dengan titik fokus.
7. Tempat kedudukan titik-titik potong garis-garis singgung pada hiperbola
x2 y 2
− =1 yang saling tegak lurus adalah berupa lingkaran dengan pusat O
a2 b2
(0,0) dan jari-jari √ a2−b2
8. Kedua garis tengah sekawan hiperbola terletak pada kuadran I dan III atau
pada kuadran II dan IV
9. Garis orthoptis atau garis monge adalah tempat kedudukan titik-titik potong
x2 y 2
garis-garis singgung pada hiperbola 2 − 2 =1 yang tegak lurus sesamanya
a b
2 2 2 2
adalah lingkaran x + y =a −b dengan a> b

80
10. Dalil Apollonius I membuktikan bahwa selisih kuadrat garis-garis tengah
sekawan suatu hiperbola sama dengan selisih kuadrat sumbu-sumbunya
11. Dalil Apollonius II membuktikan bahwa luas jajargenjang pada garis-garis
tengah sekawan sama dengan luas persegi panjang pada sumbu-sumbu
hiperbola
12. Tempat kedudukan titik-titik kaki garis-garis yang melalui titik fokus dan
tegak lurus garis-garis singgung ialah suatu lingkaran x 2+ y 2=a2 yang disebut
lingkaran titik kaki.

LATIHAN

1. Cari persamaan hiperbola yang titik-titik fokusnya terletak pada sumbu-x,


8 3
simetris terhadap O, jarak antara kedua direktrisnya dan eksentrisitasnya e=
3 2
2. Garis 2 x− y−4=0 menyinggung hiperbola yang titik fokusnya F 1(−3,0) dan
F 2( 3,0). Tentukan persamaan hiperbola tersebut.
3. Dari titik A(−1,2) dibuat garis-garis singgung pada parabola y 2=10 x .
Tentukan persamaan garis yang menghubungkan titik-titik singgungnya
x2 y2 x2 y2
4. Tunjukkan bahwa titik potong elips + =1 dan hiperbola − =1 adalah
20 5 12 3
titik-titik sudut suatu persegi panjang dan tentukan persamaan sisi-sisi persegi
panjang tersebut.
5. Tentukan titik-titik pada parabola y 2=16 x yang jaraknya 13 satuan dari titik
fokus.

81
Kemukakan apa yang dapat kalian temukan dari gambar di atas!

82