Anda di halaman 1dari 13

SIRKULASI DARAH

KELAS 1 D III A

Kesehatan Lingkungan

DISUSUN OEH :

ADINDA RAHMANNITA

CINDY FADHILAH MURYANTO

FILDZAH NATASYA

IPAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 12120
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang berkat rahmat dan karunia-
Nya, memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Pada dasarnya, tujuan pembuatan makalah ini yang berjudul “Sirkulasi Darah” untuk
memenuhi tugas mata kuliah Fisika Lingkungan

Makalah ini berisi tentang pengertian tentang, pengertian. Pada akhirnya penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah ini. Demikianlah makalah ini
dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, September 2019

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

Bab I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan Penulisan 4

Bab II. Pembahasan


2.1 Pengertian Darah 5
2.2 Fungsi Darah 5
2.3 Komposisi Darah 5
2.4 Proses Pembekuan Darah 7
2.5 Pembuluh Darah 8
2.6 Sistem Peredaran Darah 8
2.7 Pembagian Sistem Peredaran Darah 9
2.8 Kelainan/Gangguan pada Sistem Peredaran Darah 10

Bab III.
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11
Daftar Pustaka 11

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen
yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh
dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan
penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.
Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah manusia
berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila
kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein
pernapasan (respiratory protein ) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang
merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki sistem
peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan
disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk
melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui
pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.
Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah
membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh
kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior
dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-
obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk
dibuang sebagai air seni.

3
1.2. Rumusan Masalah
1. Pengertian darah ?
2. Fungsi darah ?
3. Komposisi darah ?
4. Proses pembekuan darah ?
5. Penggolongan darah ?
6. Pembuluh darah ?
7. Sistem peredaran darah ?
8. Pembagian sistem pererdaran darah ?
9. Kelainan/gangguan pada sistem peredaran darah?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Sebagai tugas mata kuliah anatomi
2. Untuk mengetahui tentang darah
3. Untuk mengetahui sistem peredaran darah

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Darah

Darah merupakan cairan yang terdiri dari banyak sel bebas yang membawa zat penting
yang diperlukan oleh tubuh melalui sebuah jalur yang disebut pembuluh darah. Kinerja
darah diatur oleh “master kontrol” yaitu jantung. Zat yang dibawa bisa apa saja, seperti
oksigen, mineral, protein, vitamin dan hormon yang berasal dari sistem endokrin. Hasil
sisa olahan tubuh seperti karbondioksida dibawa oleh darah ke paru-paru untuk ditukar
dengan oksigen. Begitu pula banyak racun dan bahan kimia yang tidak dikehendaki
tubuh dibawa ke hati dan ginjal untuk kemudian dideportasi keluar dari tubuh manusia
melalui feces atau urine.

2.2 Fungsi Darah

Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
b. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan
oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan
melalui ginjal.
c. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang
dilakukan oleh plasma darah.
d. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
e. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
f. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah
g. Menjaga kestabilan suhu tubuh.
2.3 Komposisi Darah

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari
darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang
dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan
kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

5
Korpuskula darah terdiri dari:

a. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai
sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen.
Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang
kekurangan eritrosit akan menderita penyakit anemia.

b. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)


Trombosit bertanggungjawab dalam proses pembekuan darah.
c. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk
memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal
virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap.
Orang yang kelebihan leukosit akan menderita penyakit leukimia, sedangkan orang
yang kekurangan leukosit akan menderita penyakit leukopenia.

2.4 Susunan Darah

Serum darah atau plasma terdiri atas:

a. Air: 91,0%
b. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
c. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor,
kalium
dan zat besi,nitrogen, dll)
d. Garam Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung yaitu
albumin, bahan pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormone, berbagai jenis
protein, dan berbagai jenis garam.

6
2.5 Proses PembekuanDarah

Ketika luka terjadi yang mengakibatkan rusaknya jaringan tubuh, merobek pembuluh
darah hingga darah keluar, maka hati akan menggenjot produksi komponen yang ada di
trombosit maupun plasma darah yang bernama fibrinogen. Fibrinogen adalah sebuah
glikoprotein yang ada dalam plasma darah dalam bentuk cairan dan trombosit dalam
bentuk granula yang semuanya dihasilkan oleh hati. Fibrinogen ini yang kemudian
melakukan proses koagulasi darah dan meningkatkan viskositas darah. Proses ini akan
menghasilkan trombin dan protrombin dengan bantuan CA2+ dan vitamin K. Trombin
yang terbentuk akan memecah fibrinogen menjadi benang fibrin. Bersamaan dengan
proses ini, terjadi pengendapan LDL yang memacau proses terbentuknya plak dan
memicu agregasi trombosit yang pecah mengeluarkan trombokinase untuk merubah
protrombin menjadi trombin dan proses kembali ini menyebabkan semakin banyaknya
benang fibrin yang terbentuk. trombin dan protrombin dengan bantuan CA2+ dan
vitamin K. Trombin yang terbentuk akan memecah fibrinogen menjadi benang fibrin.
Bersamaan dengan proses ini, terjadi pengendapan LDL yang memacau proses
terbentuknya plak dan memicu agregasi trombosit yang pecah mengeluarkan
trombokinase untuk merubah protrombin menjadi trombin dan proses kembali ini
menyebabkan semakin banyaknya benang fibrin yang terbentuk. Berikut adalah gambar
skema proses pembekuan darah: Benang fibrin yang terbentuk lantas menjalin kembali
sel-sel yang terkoyak sehingga menutup jalan keluarnya darah. Fibrinogen akan bertahan
hingga sel di sekitarnya membelah diri dan menutup luka yang terjadi. Fibrinogen
berperan seperti jembatan molekul dalam interaksi antar sel ketika bereaksi dengan
inflamasi atau luka.
7

2.6 Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah keseluruh
tubuh. Pembuluh darah di bagi menjadi tiga bagian yaitu:

a. Pembuluh Darah Arteri atau Nadi Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang
berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.
- Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya
mengangkut oksigen untuk disebar keseluruh tubuh.
- Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis
yang bertugas membawa darah yang terkontaminasi karbondioksida dari setiap
bagian tubuh menuju ke paru-paru.
b. Pembuluh Darah Vena atau Balik Pembuluhdarah vena adalah pembuluhdarah yang
dating menuju serambij antung yang bersifat tipis danelastis.
- Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas
tubuh.
- Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian
bawah tubuh.
c. Pembuluh Darah Kapiler Pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling
akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu
anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih
sekitar 2000 kapiler darah. Pasokan Darah Ke Jantung Otot jantung (miokardium)
sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengali rmelalui
atrium dan ventrikel. Suatu sistem arteri dan vena (sirkulasikoroner) menyediakan
darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan
darah yang tidak mengandung oksigen kedalam atrium kanan. Arteri koroner kanan
dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta. Vena kardiak mengalirkan
darah ke dalam sinurs koroner, yang akan mengembalikan darah kedalam atrium
kanan. Sebagian besar darah mengalir kedalam sirkulasi koroner pada saat jantung
sedang mengendur diantara denyutnya (selamadiastolventrikuler).

8
2.7 Sistem Peredaran Darah

Sistem Transportasi/Peredaran Darah pada Manusia

Sistem transportasi manusia Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang
diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk
dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam
tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh
darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah
bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalah
cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan
bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

2.8 Pembagian Sistem Peredaran Darah

Peredarah darah manusia dibagi menjadi dua kelompok yaitu peredaran darah besar dan
peredaran darah kecil. Nama lain peredaran darah besar dalah peredaran darah sistemik
sedangkan nama lain peredaran darah kecil disebut dengan peredaran darah pulmonalis.
Jalur Peredaran darah kecil meliputi jantung kemudian ke menuju paru-paru dan kembali
lagi ke janung. Sedangkan peredaran darah besar mengambil jalur dari jantung
kemudian menuju seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung. Peredaran darah
sistemik dimulai dari bilik kiri ke bagian semua bagian tubuh dan berakhir di serambi
kanan. Sedangkan peredaran darah pulmonaris dimulai dari bilik kanan menuju paru-
paru dan berakhir di serambi kiri.Karena darah mengalir dua kali melewati jantung maka
peredaran darah tipe ini disebut peredaran darah ganda. Selain itu karena darah selalu
beredar di dalam pembuluh darah maka disebut dengan peredaran darah tertutup.

2.9 Kelainan/Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

a. Hemofilia : penyakit keturunan dimana darah sukar membeku

b. Anemia : penyakit kekurangan darah yang mungkin disebabkan oleh Hb

yang kurang mengandung zat besi (Fe), dapat juga karena


kekurangan air sel darah merah

c. Eritroblastosis fetalis : kerusakan sel darah pada bayi yang baru lahir akibat
kemasuk aglutinin dari luar.
9

d. Leukimia : penyakit yang disebabkan penambahan leukosit yang tidak


terkendali

e. Trombus/embolus : disebabkan adanya gumpalan darah pada nadi tajuk atau arteri
koronaria.

f. Sklerosis : penyakit karena pengerasan pembuluh darah (ada dua macam,


yaitu aterosklerosis yang disebabkan endapan lemak dan
Arteriosklerosis yang disebabkan oleh endapan zat kapur).

g. Varises : pelebaran pembuluh balik pada kaki.

10
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi
memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh
(bagiandari homeostasis).Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang
membawa darah dari jantung.Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik
yang membawa darah menuju jantung.Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang
membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida.Jantung
(bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darahlewat
pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti
berhubungandengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah
satu organ manusiayang berperan dalam sistem peredaran darah.

Saran

Meningkatkan pemahaman Sistem Peredaran Darah pada Manusia guna terwujudnya pelaksanaan


proses belajar yang baikkhususnya pembelajaran bahasa di kampus AKG Ditkesad.Kami menyadari
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh sebab itu kamimenyarankan kepada pembaca
untuk tetap terus menggali sumber-sumber yang menunjangterhadap pembahasan yang akan
datang.Dengan ini kita mempelajari Sistem Peredaran Darah pada Manusia agar dapat di mengerti
danmudah diterima.

DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org/wiki/darah guruneblog.wordpress.com
semangatku.com/322/kesehatan/pengertian-fungsi-darah-dan-proses-pembekuan-darah/

https://www.academia.edu/35964015/makalah_anatomi_fisiologi_darah
11