Anda di halaman 1dari 10

Getah Bening – Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Cara, Sistem, Fungsi, Pengobatan : Limfa

merupakan limfoid terbesar pada tubuh manusia yang letaknya berada di antara diagframa dan
lambung yang berwarna ungu tua . limfa merupakan kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan cairan tubuh dan berhubungan erat,

Lihat Daftar Inti Pelajaran :

Pengertian Getah Bening (Limfa )

Limfa merupakan limfoid terbesar pada tubuh manusia yang letaknya berada di antara diagframa
dan lambung yang berwarna ungu tua . limfa merupakan kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan cairan tubuh dan berhubungan erat dengan sistem transportasi serta berfungsi
manghancurkan sel-sel darah merah yang sudah tua atau mati. Sistem limfa berkaitan erat
dengan sistem peredaran darah. Sistem limfa terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa, dan
kelenjar limfa.

Cairan limfa mengandung sel-sel darah putih yang berfungsi mematikan kuman penyakit yang
masuk ke dalam tubuh. Cairan ini keluar dari pembuluh darah dan mengisi ruang antarsel
sehingga membasahi seluruh jaringan tubuh. Pembuluh limfa mempunyai banyak katup dan
terdapat pada semua jaringan tubuh, kecuali pada sistem saraf pusat.
Klasifikasi dan Gejala-Gejala Kanker Getah Bening
Hodgkin’s

Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa
tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan
pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat. Faktor resiko terkena kanker getah bening jenis
Hodgkin’s:

 Pria atau wanita usia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun.
 Mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi
antibodi normal.

Dan berikut adalah gejala-gejala terkena kanker getah bening jenis Hodgkin’s:

1. Pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening di sekujur tubuh: Leher, ketiak, dan lipat paha
(tidak terasa nyeri).
2. Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan, dan berat badan turun.
3. Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan
pernafasan.

Semakin berkembang, sel-sel abnormal akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya
dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal.

Ciri-ciri Limfa (Getah Bening)


Ada beberapa perbedaan yang cukup spesifik antara limfa dengan darah, antara lain sebagai
berikut :

1. sistem limfa berasal darah yang keluar dari pembuluh darah.


2. cairan limfa berwarna kuning keputih-putihan menyerupai susu.Cairan ini disebabkan karena
adanya kandungan lemak yang berasal dari usus. Hal ini sangat berbeda dengan darah yang
pada dasarnya berwarna merah karena adanya hemoglobin pemberi pigmen merah pada darah.

3. Limfa hanya tersusun oleh satu sel yang disebut limfosit. Hal ini membedakan limfa dengan
darah, sebab darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan
keping darah (trombosit).
4. Antibodi yang membentuk sistem kekebalan tubuh (imunitas) tubuh pada limfa di bentuk oleh
limfosit, sedangkan antibodi pada darah di bentuk oleh serum.
5. Kandungan protein yang terdapat pada cairan limfa jumlahnya lebih sedikit dari pada
kandungan protein yang terdapat pada plasma darah.

6. Cairan limfa mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus sedangkan pada darah yang sehat
tidak terdapat lemak.
7. Limfa memiliki jumlah katup atau klep yang lebih banyak daripada pembuluh darah kecuali pada
bagian sistem saraf pusat.
8. Bagian ujung pembuluh limfa terbuka sedangkan bagian ujung pembuluh darah tertutup.
9. Disepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar-kelnjar limfa (nodus) yang berfungsi untuk
menyaring atau mematikan kuman-kuman bibit penyakit yang membahayakan kesehatan
tubuh.

Cara- Cara Pemeriksaan

Pemeriksaan limfadenopati memerlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan


penunjang apabila diperlukan.

 Anamnesis

Dari anamnesis dapat diperoleh keterangan lokasi, gejala-gejala penyerta, riwayat penyakit,
riwayat pemakaian obat dan riwayat pekerjaan.

1. Lokasi
2. Gejala penyerta
3. Riwayat penyakit
4. Riwayat pemakaian obat
5. Riwayat pekerjaan

 Pemeriksaan Fisik

KGB dan daerah sekitarnya harus diperhatikan. Kelenjar getah bening harus diukur untuk
perbandingan berikutnya. Harus dicatat ada tidaknya nyeri tekan, kemerahan, hangat pada
perabaan, dapat bebas digerakkan atau tidak dapat digerakkan, apakah ada fluktuasi, konsistensi
apakah keras atau kenyal.

 Pemeriksaan Penunjang
merupakan salah satu teknik yang dapat dipakai untuk mendiagnosis limfadenopati servikalis.
Penggunaan USG untuk mengetahui ukuran, bentuk, echogenicity, gambaran mikronodular,
nekrosis intranodal dan ada tidaknya kalsifikasi.

1. Ultrasonografi (USG)
2. CT Scan

 Evaluasi laboratorium

pemeriksaan darah lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal, urinalisis. Pemeriksaan darah rutin
meliputi 6 (enam) jenis pemeriksaan; yaitu

1. Hemoglobin / Haemoglobin (Hb)


2. Hematokrit (Ht)
3. Leukosit { hitung leukosit (leukocyte count) dan hitung jenis (differential count) }
4. Hitung trombosit / platelet count
5. Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR)
6. Hitung eritrosit (di beberapa instansi)

Sistem Peredaran Getah Bening


Selain sistem peredaran darah, manusia juga memiliki sistem peredaran getah bening (limfa)
yang keduanya berperan dalam sistem transportasi. Sistem limfa berkaitan erat dengan sistem
peredaran darah. Sistem limfa ini terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa, dan kelenjar
limfa. Sistem peredaran limfa mempunyai peran dalam pengangkutan lemak dan pemberantasan
penyakit

1. Cairan limfa

Cairan limfa ini mengandung sel-sel darah putih yang memiliki fungsi untuk mematikan kuman
penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Cairan ini keluar dari pembuluh darah dan mengisi ruang
antarsel sehingga membasahi semua jaringan tubuh. Pembuluh limfa memiliki banyak katup dan
terdapat pada semua jaringan tubuh, kecuali pada sistem saraf pusat.

2. Pembuluh limfa

Pembuluh limfa ini terletak di sela-sela otot, memiliki cabang-cabang halus, dan bagian
ujungnya terbuka. Melalui ujung inilah cairan tubuh masuk ke dalam pembuluh limfa. Struktur
pembuluh limfa mirip dengan vena, tetapi memiliki lebih banyak katup. Pembuluh limfa ini
dibedakan atas 2 macam, yakni :
 Pembuluh limfa kanan

ini berfungsi menampung cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher bagian
kanan, dada kanan, dan lengan kanan. Pembuluh ini bermuara pada vena yang berada di
bawah selangka kanan.

 Pembuluh limfa kiri

ini mempunyai fungsi menampung getah bening yang berasal dari daerah kepala, leher
kiri, dada kiri, dan lengan kiri serta tubuh bagian bawah. Pembuluh ini bermuara pada
vena di bawah selangka kiri.

3. Kelenjar limfa

Kelenjar limfa ini mempunyai fungsi untuk menghasilkan sel darah putih dan menjaga agar tidak
terjadi infeksi lebih lanjut. Kelenjar limfa terdapat di sepanjang pembuluh limfa, terutama
terdapat di pangkal paha, ketiak, dan leher. Alat tubuh yang memiliki fungsi yang sama dengan
kelenjar limfa yakni limpa dan tonsil. Limpa adalah sebuah kelenjar yang terletak di belakang
lambung dan berwarna ungu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Epitel dan Fungsi Jaringan
Epitel

Fungsinya antara lain yaitu sebagai tempat penyimpanan cadangan sel darah, membunuh kuman
penyakit, pembentukan sel darah putih dan antibodi, dan tempat pembongkaran sel darah merah
yang sudah mati. Tonsil atau amandel terletak di bagian kanan dan kiri pangkal tenggorokan.
Tonsil yang berada di belakang anak tekak yakni di dalam rongga hidung disebut polip hidung.
Fungsi tonsil ini yaitu untuk mencegah infeksi yang masuk melalui hidung, mulut, dan
tenggorokan.

Fungsi Sistem Peredaran Getah Bening


 Berfungsi untuk sistem pertahanan tubuh.
 Untuk mengangkut kembali cairan tubuh, cairan plasma darah, sel darah putih yang berada di
luar pembuluh darah, dan mengangkut lemak dari usus ke dalam sistem peredaran darah.

Pengobatan Getah Bening

Pengobatan limfadenopati KGB leher didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus dari
pembesaran KGB leher sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun
selain observasi. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi untuk
dilaksanakan biopsi KGB. Biopsi dilakukan terutama bila terdapat tanda dan gejala yang
mengarahkan kepada keganasan. KGB yang menetap atau bertambah besar walau dengan
pengobatan yang adekuat mengindikasikan diagnosis yang belum tepat.

Antibiotik perlu diberikan apabila terjadi limfadenitis supuratif yang biasa disebabkan oleh
Staphyilococcus. aureus dan Streptococcus pyogenes (group A). Pemberian antibiotik dalam 10-
14 hari dan organisme ini akan memberikan respon positif dalam 72 jam. Kegagalan terapi
menuntut untuk dipertimbangkan kembali diagnosis dan penanganannya. Pembedahan mungkin
diperlukan bila dijumpai adanya abses dan evaluasi dengan menggunakan USG diperlukan untuk
menangani pasien ini.

Jenis-jenis getah bening di bagi menjadi 2 :

 1. Kanker Kelenjar Getah Bening Hodkin

Sebagian besar kanker kelenjar getah bening Hodkin berawal dari nodus-nodus limfa
(komponen dari sistem limfatik yang menyaring partikel asing dan berisi sel darah putih)
yang terletak pada tubuh bagian atas seperti dada, leher, atau bagian dalam lengan.
"Kanker kelenjar getah bening Hodgkin ini satu-satunya kanker yang dokter bisa bilang
sembuh sepenuhnya," kata dokter kelahiran Jakarta, 29 Desember 1974 ini.
Dia pun menjelaskan secara umum, kanker ini menyebar secara bertahap melalui
pembuluh-pembuluh getah bening. Meski jarang ditemukan, ia melanjutkan, pada
stadium lanjut kanker kelenjar getah bening Hodkin dapat menyebar melalui aliran darah
dan menyebar ke organ lain seperti hati, paru-paru, dan sumsum tulang belakang.

2. Kanker Getah Bening Non-Hodgkin


Kanker getah bening non-Hodgkin adalah kanker kelenjar getah bening yang sering ditemukan.
Kanker jenis ini salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel darah putih atau limfosit yaitu
sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri virus
ataupun parasit zat asing lainnya.

Ada dua jenis kanker kelenjar getah bening non-Hodgkin yaitu kanker kelenjar bening agresif
yaitu yang tumbuh dan menyebarnya cepat sehingga menimbulkan banyak gejala. Sementara
kanker gelenjar getah bening nonagresif merupakan kanker limfoma yang kecepatan
pertumbuhan kankernya lambat. Namun, jika dibiarkan  semakin lama-jenis kanker ini bisa
berkembang menjadi kanker kelenjar getah bening agresif.
Fungsi getah bening adalah:

1. Getah bening mengangkut oksigen, bahan makanan, hormon, dan lain-lain, ke sel-sel tubuh
dan membawa karbon dioksida dan limbah metabolik lainnya.

2. Sel tubuh tetap lembab oleh getah bening.

3. Kelenjar getah bening menghasilkan limfosit. Getah bening mengambil limfosit dan antibodi
dari kelenjar getah bening ke darah. ‘

4. Menghancurkan mikroorganisme yang menyerang dan partikel asing di kelenjar getah bening.

5. Menyerap dan mengangkut vitamin yang larut lemak dan lemak dari usus. Kapiler getah
bening ditemukan dalam vili usus disebut lakteal yang berhubungan dengan penyerapan dan
transportasi dari vitamin larut lemak dan lemak.

6. Getah bening membawa plasma makromolekul portein yang disintesis dalam sel-sel hati dan
hormon yang diproduksi di kelenjar endokrin ke darah. Molekul-molekul ini tidak bisa masuk ke
dalam kapiler darah sempit tapi dapat berdifusi ke dalam kapiler limfatik.

7. Getah bening mempertahankan volume darah, segera setelah volume darah mengurangi dalam
sistem vaskular darah, getah bening bergegas dari sistem limfatik ke sistem vaskular darah.

Penyakit/kelainan/gangguan padagetah bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar yang ada di dalam bagian tubuh manusia yang memiliki
bentuk bulat dan dilingkupi oleh kapsul jaringan ikat. Dalam kondisi normal, kelenjar ini
berperan sebagai penyaring cairan limfa (atau getah bening) yang akan beredar ke seluruh tubuh
melalui pembuluh limfa. Peran dari kelenjar ini hampir mirip dengan darah, yaitu akan mengaliri
bagian organ tubuh lainnya.

Di dalam tubuh manusia ada sekitar 600 buah kelenjar limfa atau getah bening, namun tidak
semua jumlah tersebut dapat dirasakan atau diraba. Hanya pada beberapa bagian saja kelenjar ini
dapat diraba dan dirasakan, misalnya saja seperti di bagian leher, bawah dagu, ketiak, dan sela
paha.

Dalam kondisi abnormal, kelenjar ini dapat menimbulkan adanya pembengkakan. Dimana
pembengkakan kelenjar getah bening merupakan sebuah kondisi terjadinya pembengkakan pada
bagian tersebut yang diakibatkan adanya penggumpakan jaringan kecil di dalamnya.

Kelenjar ini merupakan salah satu bagian dari sistem imun tubuh manusia, khususnya untuk
sistem limfatik. Dimana di dalam kelenjar ini mengandung sel darah putih dan antibodi yang
akan berperan untuk melawan bakteri, virus, infeksi dan beberapa penyakit lainnya. Saat tubuh
manusia terserang infeksi atau penyakit, maka tubuh akan lebih banyak memproduksi sel darah
putih. Meningkatnya jumlah sel darah putih pada kelenjar limfa inilah yang menimbulkan
adanya pembengkakan atau pembesaran pada jaringan tersebut.

Pembengkakan kelenjar limfa atau getah bening ini merupakan kondisi yang umum terjadi.
Bahkan bisa terjadi pada usia berapa pun. Namun, wanita memang memiliki resiko yang lebih
besar dibandingkan pria. Biasanya kelenjar yang mengalami pembengkakan akan mengecil
dengan sendirinya setelah infeksi atau penyakit yang menyerang tubuh terobati. Penyembuhan
biasanya akan memakan waktu sekitar 1 minggu dan bahkan lebih.

Meskipun kelenjar ini sering mengalami pembengkakan seiring adanya infeksi atau penyakit
yang menyerang tubuh. Namun bukan berarti jika terjadinya pembengkakan tersebut tidak
membahayakan. Dalam beberapa kasus yang telah ditemui, terjadinya pembengkakan pada
kelenjar getah bening menandakan adanya penyakit kanker kelenjar limfoma hodgkin dan kanker
kelenjar limfoma non-hodgkin.

Untuk mengetahui duk kemungkinan terjadinya penyakit kanker tersebut, setiap orang harus
melakukan pemeriksaan dokter untuk diagnosis yang lebih lanjut. Namun selain itu,
pembengkakan kelenjar limfa juga ditandai dengan beberepa gejala dan kondisi lainnya.

Baca juga: Diduga Menyerang Ranza Ferdian, Kenali Penyakit Kelenjar Getah Bening

Gejala

Saat kelenjar limfa mengalami pembengkakan, biasanya seseorang akan mengalami beberapa
gejala dan kondisi yang tidak biasa. Berikut gejala pembengkakan limfa yang bisa menjadi tanda
awal adanya penyakit kanker kelenjar getah bening:

- Adanya rasa nyeri saat menekan kelenjar yang mengalami pembengkakan

- Area kelenjar yang mengalami pembengkakan akan terasa lebih peka, misalnya saja seperti
area leher yang menjadi tidak nyaman atau bahkan terasa sakit saat digerakan

- Kelenjar yang mengalami pembengkakan bisa menimbulkan benjolan di leher atau di bagian
lainnya. Untuk ukurannya sendiri memang tidak terlalu besar, mungkin hanya sebesar biji
kacang.

- Timbulnya rasa sakit di bagian perut dan terjadi pembengkakan

- Merasa lebih cepat kenyang padahal hanya makan sedikit

- Mengalami sesak nafas atau batuk yang tak kunjung sembuh

- Demam

- Terjadinya penurunan berat badan secara drastis padahal tidak sedang menjalani program diet
- Sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas lebih

- Berkeringat di malam hari

- Anemia atau kekurangan sel darah merah

Penyebab

Terjadinya pembengkakan kelenjar limfa atau getah bening yang bisa menjadi tanda awal adanya
penyakit kanker kelenjar getah bening ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut
penyebab pembengkakan kelenjar limfa atau getah bening:

1. Infeksi Virus

Ada banyak sekali jenis virus yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit kelenjar limfa.
Dimana lokasi pembengkakan akan menjadi tanda bahwa area tersebut sedang terserang virus.
Beberapa jenis virus yang dapat menyerang tubuh manusia dan menyebabkan terjadinya
pembengkakan pada kelenjar limfa adalah Varicella Zoster virus yang menyebabkan cacar air,
HIV virus yang menular pada penderita AIDS, Herpes Simplex virus yang menyebabkan
penyakit herpes, dan virus flu yang menyebabkan influensa.

2. Infeksi Bakteri

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan timbulnya infeksi. Dimana
infeksi bakteri ini akan menimbulkan beberapa gejala yang salah satunya adalah pembengkakan
kelenjar limfa. Beberapa bakteri yang dapat menyerang tubuh manusia dan menyebabkan
terjadinya pembengkakan kelenjar limfa adalahStreptococcus bakteri yang menyebabkan radang
tenggorokan, Staphylococcus bakteri yang menyebabkan tubuh mengalami keracunan,
Mycobacterium bakteri yang menyebabkan penyakit tuberkolosis (TBC).

3. Infeksi Telinga

Terjadinya pembengkakan di area telinga dan leher menjadi tanda bahwa kelenjar limfa di
bagian tersebut sedang melawan virus dan bakteri yang menyerang organ pernafasan. Biasanya
hal ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa.

4. Infeksi Gigi

Adanya masalah seperti infeksi pada bagian gigi dan gusi dapat menimbulkan adanya
pembengkakan di bagian kelenjar limfa. Biasanya terjadinya infeksi ini disebabkan oleh abses
gigi atau penumpukan nanah di sekitar area gigi dan gusi yang disebabkan adanya bakteri.

5. Infeksi HIV/AIDS

Terjadinya pembengkakan kelenjar limfa juga bisa menjadi tanda awal akan penyakit kelamin
yang satu ini. Dimana Humam Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan virus yang
menyebabkan seseorang terkena penyakit AIDS.

6. Infeksi Kulit

Beberapa penyakit kulit juga dapat menimbulkan pembengkakan pada kelenjar limfa, seperti
eksim, abses kulit, kutu rambut, dan dermatitis kontak. Dimana beberapa infeksi ini dapat
menimbulkan adanya gejala seperti ruam pada kulit, kulit menjadi merah, terasa panas dan perih,
dan lain-lain.

7. Mononukleosis

Mononukleosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Dimana virus ini akan
ditularkan melalui air liur yang membuar penderitanya pengalami sakit tenggorokan, gatal-gatal,
demam, mimisan, sakit kuning, sesak nafas, hingga tubuh terasa lebih lemas.

8. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Terjadinya pembengkakan kelenjar limfa juga dapat disebabkan sistem kekebalan tubuh yang
mengalami penurunan. Dimana sistem kekebalan tubuh berperan untuk mempertahankan diri
dari serangan virus dan bakteri yang menyebabkan timbulnya penyakit.

Baca juga:

6 Penyakit yang Bisa Menyerang Kelenjar Getah Bening

Pengobatan

Jika kondisi pembengkakan belum mengarah pada kondisi kronis, maka beberapa pengobatan
kelenjar getah bening seperti mengkonsumsi obat antibiotik bisa menjadi solusi terbaik. Namun
jika kondisinya sudah kronis dan mengarah pada penyakit kanker kelenjar getah bening. Maka
segera periksakan diri ke dokter untuk diagnosis yang lebih lanjut. Biasanya dokter akan
memberikan serangkaian pengobatan dan penanganan yang lebih serius.