Anda di halaman 1dari 13

ENERGI

KELAS 1 D III A

Kesehatan Lingkungan

DISUSUN OLEH :

ADINDA RAHMANNITA

CINDY FADHILAH MURYANTO

FILDZAH NATASYA

IPAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 12120
2019

1
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang berkat rahmat dan karunia-
Nya, memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Pada dasarnya, tujuan pembuatan makalah ini yang berjudul “Energi dan Radiasi” untuk
memenuhi tugas mata kuliah Fisika Lingkungan
Makalah ini berisi tentang pengertian tentang, pengertian energi dan radiasi, macam-
macam energi, Interaksi antara Benda dan Energi, serta Penggunaan Energi dan Pengaruhnya
terhadao Kesehatan Lingkungan. Pada akhirnya penulis menyadari bahwa makalah ini jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
guna memperbaiki makalah ini. Demikianlah makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat
bagi pembaca.

Jakarta, September 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Penulisan 1
Bab II. Pembahasan
2.1 Pengertian Energi................... 2
2.2 Macam-macam Energi 2
2.3 Interaksi antara Benda dengan Energi................... 5
2.4 Penggunaan Energi dan Pengaruhnya terhadao Kesehatan Lingkungan 6

Bab III. Penutup 9


Daftar Pustaka 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Jika membahas energi sebagian besar orang langsung terpikirkan mengenai makanan
sebagai sumber energi bagi tubuhnya. Dan jika membahas radiasi, umumnya langsung akan
terpikirkan mengenai paparan sinar matahari ataupun mengenai sinar. Pemikiran itu tidaklah
salah, akan tetapi secara fisika keduanya bisa dijelaskan secara mendalam. Maka dari itu
disusunlah makalah ini sebagai bahan materi penunjang untuk mendukung pengetahuan dan
wawasan mengenai energi dan radiasi. Makalah ini juga disusun sekaligus sebagai
pemenuhan tugas kelompok mata kuliah Fisika Lingkungan.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan sub pokok pembahasan dalam silabus. Maka kami gunakan sebagai dasar
rumusan masalah, yang diantaranya adalah.
1.2.1. Apakah yang dimaksud dengan Energi dan Radiasi ?
1.2.2. .Apa saja macam-macam Energi ?
1.2.3. Bagaimana interaksi antara benda dan energi ?
1.2.4. Bagaimanakah penggunaan energi dan pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan dalam penyusunan rumusan masalah tersebut adalah untuk
mengetahui beberapa hal berikut ini yaitu:
1.3.1, Mampu menjelaskan mengenai pengertian energi
1.2.2. Mampu menjelaskan mengenai macam-macam energi
1.2.3. Mampu menjelaskan mengenai interaksi antara benda dengan energi dan radiasi
1.2.4. Mampu menjelaskan mengenai penggunaan energi serta pengaruhnya terhadap
kesehatan lingkungan

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Energi dan Radiasi


Energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindahmelalui interaksi
fundamental, yang dapat diubahbentuknyanamun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
Joule adalah satuan SIuntuk energi, diambil dari jumlah yang diberikan pada suatu objek
(melalui kerja mekanik) dengan memindahkannya sejauh 1 meter dengan gaya 1 newton.
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa
sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu
penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.Radiasi dalam
bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang
tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga
termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar
dan handphone.
Dalam fisika, dan khususnya yang diukur oleh radiometri, energi radiasi adalah energi
dari radiasi elektromagnetik dan gravitasi. Sebagai energi, satuan SI-nya adalah joule (J).
Jumlah energi radiasi dapat dihitung dengan mengintegralkan fluks cahaya (atau daya)
terhadap waktu. Simbol Qe sering digunakan pada literatur untuk melambangkan energi
radiasi ("e" untuk "energi", menghindari kebingungan dengan besaran fotometri).
Di cabang-cabang fisika selain radiometri, energi elektromagnetik menggunakan Eatau
W. Istilah ini digunakan terutama bila radiasi elektromagnetik dipancarkan oleh suatu sumber
ke lingkungan sekitarnya. Radiasi ini dapat terlihat atau tidak terlihat oleh mata manusia.

2.2 Macam-macam Energi


Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi dibagi menjadi dua jenis, yaitu sumber
energi terbarukan dan sumber energi yang tidak terbarukan. Sumber energi yang dapat
diperbaharui adalah sumber energi yang tidak pernah habis, contohnya Matahari, angin, dan
air. Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber energi yang hanya dapat
digunakan sekali atau dapat habis, contohnya sumber energi tidak terbarukan antara lain
kayu, batu bara, minyak, dan gas alam.
Sedangkan untuk macam-macam energi, berikut kami sampaikan beberapa macam
energi yang biasa ditemui dalam kehidupan.

2
2.2.1. Energi kimia
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi
kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan
mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan
mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan
sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk
membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas
sehari-hari.
Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa
menyalanya kembang api. Kembang api dibuat dari sejenis
mesiu. Ketika mesiu tersebut terbakar, sejumlah gas
terlepas dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, terjadi
pelepasan energi ke udara. Selain dalam bahan makanan
dan kembang api, energi kimia juga tersimpan di dalam
bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah. Energi kimia yang terkandung dalam
bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil,
pesawat terbang, dan kereta api.

2.2.2. Energi listrik


Lampu senter yang akan digunakan seseorang dapat
menyala karena adanya energi listrik yang mengalir pada
lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik
yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan
menimbulkan arus listrik.
Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk
menggerakkan mesin-mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga
berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber
energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan
oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih
kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

3
2.2.3. Energi bunyi
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika
kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang
kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini
disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi
merambatkan energinya melalui udara. Contoh pemanfaatan energi bunyi adalah pada
instrumen musik, vokal manusia, maupun suara-suara lainnya.

2.2.4. Energi kalor (panas)


Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat
mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat.
Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan
bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi
kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat
dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan.
Sebagai contoh, ketika kamu menggosokgosokkan telapak tanganmu maka kamu akan
merasakan panas pada telapak tanganmu.

2.2.5. Energi cahaya


Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi
cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan
cahaya, misalnya matahari, lilin, korek api, dan lampu. Energi
cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor
(panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari
dapat diubah menjadi energi listrik.

2.2.6. Energi pegas


Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi
pegas. Contoh benda elastis antara lain pegas, per, busur
panah, trampolin, dan ketapel. Jika kita menekan,
menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah
kita melepaskan gaya maka benda tersebut akan kembali ke
bentuk semula. Ketika benda tersebut kita beri gaya maka benda memiliki energi

4
potensial. Ketika gaya kamu lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi
energi kinetik.
2.2.7. Energi nuklir
 Energi nuklir merupakan energi yang
dihasilkan selama reaksi nuklir.  Reaksi nuklir
terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung
menjadi inti atom yang lain dan partikel-partikel
lain dengan melepaskan energi kalor.Reaksi
nuklir terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan
dalam reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan
sebagai pembangkit listrik.

2.2.8. Energi mekanik


Di dalam ilmu fisika, energi mekanis adalah hasil
penjumlahan energi potensial dan energi kinetik. Energi ini
diasosiasikan dengan gerak dan posisi dari sebuah objek.
Asas energi mekanik mengatakan bahwa dalam sebuah
sistem terisolasi dimana hanya ada gaya konservatif maka besarnya energi mekanik
adalah konstan.
Energi kinetik sebuah benda memiliki definisi sebagai usaha yang diperlukan
untuk menggerakkan sebuah benda dengan massa tertentu dari keadaan diam hingga
mencapai kecepatan tertentu. Energi potensial adalah energi yang memperngaruhi
benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut yang mana kecenderungan tersebut
menuju tak terhingga dengan arah dari gaya yang ditimbulkan dari energi potensial
tersebut. Satuan SI untuk mengukur usaha dan energi adalah Joule (simbol J). Contoh
lain dari energi mekanik, adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air, Mesin Uap, Mesin
pembakaran internal, Kincir Angin, saat benda jatuh dari ketinggian, dan sebagainya.

2.3 Interaksi antara dengan Energi

2.3.1. Interaksi antara dengan Energi. Berikut beberapa contohnya.


a. Rem mobil mengubah energi kinetik menjadi energi kalor
b. Kipas angin listrik mengubah energi listrik menjadi energi gerak/kinetik
c. Lampu neon mengubah energi listrik menjadi energi cahaya

5
d. Setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi kalor
e. Klakson mengubah energi listrik yang berasal dari aki menjadi energi bunyi
f. Mesin cuci mengubah energi listrik menjadi energi mekanik

2.4 Penggunaan Energi dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Lingkungan


Pemanfaatan energi yang dilakukan demi memenuhi kebutuhan manusia menghasilkan
dampak negatif bagi lingkungan dan manusia itu sendiri. Beberapa dampak yang bisa kita
lihat dengan jelas, antara lain:

2.4.1. Pemanasan Global (Global Warming)


Pemanfaatan energi, khususnya dalam bentuk minyak bumi, menghasilkan gas
buang berupa gas carbon dioksida (CO2). Gas ini, bersama lima jenis gas lain
diketahui menjadi penyebab terjadinya efek pemanasan global (global warming).
Diperkirakan diantara tahun 1990-2100 akan terjadi kenaikan rata-rata suhu global
sekitar 1,4 sampai 5,8 derajat celsius [9]. Akibatnya akan terjadi kenaikan rata-rata
permukaan air laut disebabkan mencairnya gunung-gunung es di kutub. Banyak
kawasan di dunia akan terendam air laut. Akan terjadi perubahan iklim global. Hujan
dan banjir akan meningkat. Wabah beberapa penyakit akan meningkat pula. Produksi
tumbuhan pangan pun terganggu. Singkat kata akan terjadi pengaruh besar bagi
kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya.

2.4.2. Hujan Asam


Hujan yang bersifat asam dapat mencemari tanah dan perairan, termasuk
perairan sungai dan danau. Akibatnya tanah dan perairan tersebut akan bersifat asam
juga dan mengganggu ekosistem yang hidup di dalamnya.
Terdapat pengaruh laut untuk Jakarta dan Surabaya dari unsur Mg2+ dan Na+.
Pengaruh transportasi, industri dan laut dominan di Jakarta yang berakibat terhadap
terjadinya hujan asam. Pengaruh partikel-partikel aerosol pada musim kemarau dan
peralihan akan memperburuk keasaman air hujan atau berpotensi menurunkan pH.

6
2.4.3. Penipisan Lapisan Ozon

(Lapisan Ozon Bumi tahun 1982 – 2012)


Gambar di atas menunjukkan ketebalan lapisan ozon bumi pada tanggal 27
Januari dari tahun 1982 hingga tahun 2012. Lapisan atmosfer ini melindungi bumi
dari radiasi sinar ultraviolet dalam level berbahaya. Ketebalan ini diukur dalam satuan
Dobson, pada gambar ini, ozon dalam jumlah yang lebih kecil ditunjukkan dengan
warna biru, sedangkan ozon dalam jumlah banyak ditunjukkan dengan warna orange
dan kuning.
Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet
matahari terutama UV-B yang mampu mencapai permukaan bumi”. Banyak dampak
positif dari sinar ultraviolet, antara lain sebagai penghangat, pembentukan vitamin D
untuk tulang, membasmi & membunuh bakteri, menghilangkan depresi, serta sebagai
energi bagi tumbuhan. Permasalahanya, jika lapisan penyaringnya, O3 (Ozon),  tidak
dalam kondisi yang baik atau semakin menipis, akibat perilaku manusia, maka
muncul dampak-dampak negatif bagi manusia maupun bagi alam. Pada tahun 2007,
WHO mengumumkan bahwa 90% kanker kulit yang diakibatkan oleh sinar matahari.
Sinar ultraviolet B yang dapat nenembus lapisan kulit dan dapat menyebabkan
kanker serta kerusakan mata secara permanen. Sinar ultraviolet juga dapat
menyebabkan katarak, kelainan retina ‘Age macular degeneration’, menurunkan
imunitas dan penuaan dini.

2.4.4. Pengaruh Medan Listrik dan Medan Magnet


Hasil penelitian yang sangat memengaruhi pandangan masyarakat dunia tentang
hubungan kanker otak pada anak dengan paparan medan elektromagnetik adalah hasil
penelitian Wertheimer dan Leper tahun 1979. Sejak penelitian tersebut, berbagai studi
epidemiologi dan laboratorium lainnya dilakukan sebagai replikasi dan eskpansi

7
penelitian Wertheimer di berbagai negara. Namun hasil yang didapat justru beragam,
bahkan sebagian besar bersifat kontradiktif.
a. Berdasarkan hasil penelitian Dr. dr. Anies, M.Kes. PKK, pada penduduk di
bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang,
dan Kabupaten Tegal (2004) menunjukkan bahwa besar risiko electrical
sensitivity pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV adalah
5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tidak bertempat tinggal di
bawah SUTET 500 kV. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan
elektromagnetik yang berasal dari SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan
kesehatan pada penduduk, yaitu sekumpulan gejala hipersensitivitas yang dikenal
dengan electrical sensitivity berupa keluhan sakit kepala (headache), pening
(dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome). Hasil penemuan
Anies menyimpulkan bahwa ketiga gejala tersebut dapat dialami sekaligus oleh
seseorang, sehingga penemuan baru ini diwacanakan sebagai “Trias Anies“. [10]
b. Corrie Wawolumaya dari Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia pernah melakukan penelitian terhadap pemukiman
di sekitar SUTET. Hasilnya tidak ditemukan hubungan antara kanker leukemia dan
SUTET.
c. WHO berkesimpulan bahwa tidak banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh
medan listrik sampai 20 kV/m pada manusia dan medan listrik sampai 100 kV/m
tidak memengaruhi kesehatan hewan percobaan. Selain itu, percobaan beberapa
sukarelawan pada medan magnet 5 mT hanya memiliki sedikit efek pada hasil uji
klinis dan fisik. Standar WHO pun menyebutkan bahwa manusia tidak akan
terpengaruh oleh medan magnet dibawah 100 microtesla. Sedangkan untuk medan
listrik, aturan WHO menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada tubuh
manusia dengan standar maksimal 5.000 volt per meter. [10]

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindahmelalui interaksi
fundamental, yang dapat diubahbentuknyanamun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.

3.2 Saran
Diharapkan materi ini dapat dipelajari dengan sebaik-baiknya dan dipahami sehingga
dapat menambah wawasan pengetahuan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_radiasi
http://salsadillanadyasari.blogspot.com/2017/04/energi-dan-macam-macam-contohnya.html
https://benergi.com/contoh-energi-cahaya-yang-ada-di-sekitar-kita
https://www.slideshare.net/nurulfahasya/energi-dan-radiasi
https://dicetalk.wordpress.com/2014/05/15/dampak-lingkungan-akibat-penggunaan-energi-di-
indonesia/

10