Anda di halaman 1dari 10

SHIFT REGISTER

Akhibatul Ismila / 171810201040 / 07


Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam,
Universitas Jember
Akhibatul@gmail.com

Abstrak

Register merupakan kumpulan beberapa Flip-Flop yang digunakan untuk


menyimpan data biner, tiap Flip-Flop dapat menyimpan data biner 1 bit. Pengisian
Register berarti me-set atau me-reset masing-masing FF sehingga sesuai dengan
bit data yang disimpan. Semakin panjang data biner yang disimpan oleh register,
maka jumlah Flip-Flopnya juga semakin banyak. Register akan menyimpan data
baru jika ada data baru diberikan pada masukan dan Clock register diaktifkan.
Rangkaian Shift Register yang digunakan yaitu SIPO, PIPO, dan Bidirection.
Ketiga rangkaian Shift register ini disusun menggunakan beberapa gerbang D
Flip-Flop. Percobaan dilakukan dengan menyambungkan masukan dari gerbang
dan rangkaian kemudian mengamati keluarannya dan membandingkan dengan
table kebenaran. Hasil percobaan menunjukkan bahwa masing-masing rangkaian
memiliki keluaran yang berbeda-beda.
Kata Kunci : Register, Flip-Flop, table kebenaran

1. Latar Belakang biner yang disimpan oleh register,


Register merupakan kumpulan maka jumlah Flip-Flopnya juga
beberapa Flip-Flop yang digunakan semakin banyak. Register akan
untuk menyimpan data biner, tiap menyimpan data baru jika ada data
Flip-Flop dapat menyimpan data baru diberikan pada masukan dan
biner 1 bit. Pengisian Register berarti Clock register diaktifkan.
me-set atau me-reset masing-masing Menyimpan atau mengambil data
FF sehingga sesuai dengan bit data pada Register terdapat dua cara, yaitu
yang disimpan. Semakin panjang data bit per bit secara berurutan dengan
sinkronisasi sebuah pulsa Clock,
yang dinamakan serial dan beberapa
bit secara serentak / paralel (Mismail,
1998).
Menurut Widjanarka (2006),
macam-macam register antara lain :
Gambar 1.2
a. Register penampung merupakan Register penampung terkendali
(Widjanarka, 2006)
register kerjanya hanya sebagai
penyimpan sementara biner. b. Shift Register (register geser)
Rangkaian ini primitif, yang adalah suatu register dimana
diperlukan adalah pengendalian informasi dapat bergeser
dari bit itu sendiri sampai siap (digeserkan). Register geser flip-
untuk disimpan . flop saling dikoneksi, sehingga
isinya dapat digeserkan dari satu
flipflop ke flip-flop yang lain,
kekiri atau kekanan atas perintah
denyut lonceng (Clock). Dalam
alat ukur digit, register dipakai
Gambar 1.1 Register penampung
untuk mengingat data yang
(Widjanarka, 2006)
sedang ditampilkan. Shift Register
Register penampung terkendali terdapat empat macam yaitu:
jika CLR menjadi tinggi maka 1) Register SISO (Serial In Serial
semua flip – flop atau FF meriset Out)
serta kata keluaran menjadi q = Register geser SISO menerima
0000, ketika CLR rendah maka data secara serial, bit-per-bit.
register siap bekerja. Selanjutnya mengeluarkan data
tersebut secara serial pula, bit-
per-bit setiap satu pulsa clock.
Register geser SISO 4-bit yang
dibangun dari 4 buah flip-flop D.
Dapat menyimpan data sampai
4-bit, yang sekaligus Register geser jenis PISO
menunjukkan kapasitas simpan, ( Paralel-In-Serial-Out ), bit-bit
yaitu 4-bit. data dimasukkan secara pararel
kedalam masing-masing flip-
flop yang bersesuaian,
selanjutnya data dikeluarkan
secara serial bit-per-bit setiap
satu pulsa clock . Gambar
Gambar 1.3 Rangkaian Register SISO
(Widjanarka, 2006) register geser PISO 4bit
 
dengan 4 jalur masukan data, 1
2) Register SIPO (Serial In Paralel
jalur clock dan 1 jalur masukan
Out)
untuk shift atau load .
Prinsip kerja register geser SIPO
(Serial-In-Paralel-Out) adalah
semua bit-bit data dimasukkan
secara serial, data dikeluarkan
secara paralel setelah semua data
yang akan dikirim tersimpan
Gambar 1.5 Rangkaian Register PISO
dalam masing-masing flip-flop.
(Widjanarka, 2006)
Pada register jenis ini, masing-
masing tingkat flip-flop 4) Register PIPO (Paralel In Paralel
disediakan jalur keluaran. Out)
Proses transfer data jenis ini
adalah data dimasukkan secara
paralel, kemudian dikeluarkan
secara paralel juga.

Gambar 1.4 Rangkaian Register SIPO


(Widjanarka, 2006)

3) Register PISO (Paralel In Serial


Out) Gambar 1.6 Rangkaian Register PIPO
(Widjanarka, 2006)
kaitan yang sangat penting
Register geser adalah antara sistem digital utama
suatu rangkaian yang dan kanal – kanal keluaran.
menggunakan flip-flop yang Register yang paling
saling disambung secara seri sederhana terdiri dari satu
sehingga setiap bit yang flip-flop saja, yang berarti
disimpan di keluaran Q hanya dapat menyimpan data
digeser ke flip-flop terdiri suatu bit bilangan
berikutnya. Pergeseran bit ini biner saja yaitu 0 atau 1 oleh
terjadi pada setiap pulsa sebab itu untuk menyimpan
clock. Pulsa - pulsa clock data yang terdiri empat bit
tersebut dikirim kesemua bilangan bine rmaka
flip-flop dalam register, diperlukan empat buah flip-
sehingga operasinya berjalan flop (Godse, 2009).
secara sinkron. Flip-flop jenis Register geser
apapun yang operasinya merupakan kelas komponen
sesuai ( terpicu tepian ) dapat yang sangat penting dalam
dipakai (Muis, 2007). semua tipe rangkaian digital,
Register merupakan karena keluaran flip-flop
blok logika yang sangat diubah hanya oleh pulsa
penting dalam kebanyakan clock yang dating sesudah
sistem digital. Register sering masukan berubah, maka
digunakan untuk menyimpan penghilangan pulsa clock
(sementara) informasi biner ( tegangan catu tetap ada )
yang muncul pada keluaran tidak mengubah keluaran
sebuah matrik pengkodean. flip-flop selama kondisi ini
Register sering digunakan terjaga. Setiap flip-flop dapat
untuk menyimpan dipakai untuk menyimpan
( sementara ) data biner yang digit biner (bit) selama daya
sedang dikodekan, maka masih dikenakan dan pulsa -
register membentuk suatu pulsa clock ditahan.
Seperangkat bit dapat angka 26 akan bergeser
disimpan dalam register, kesebelah kiri, sehingga
dengan satu flip-flop untuk angka 8 berada pada posisi
setiap bit (Kleitz, 2002). paling kanan dan data 2
Aplikasi pada shift berada pada posisi paling kiri,
register dapat ditemukan data 268 mucul pada peraga
dalam kehidupa sehari-hari ( Ibrahim,1996).
yaitu lampu hias, Tujuan pada praktikum
pennyimpanan sementara di shift register adalah untuk
prosesor, dan kalkulator. memahami konsep dan desain
Masukan maisng-masing rangkain 3 bit untuk
digit pada tombol kalkulator, rangkaian shift register serial
angka akan bergeser kekiri. paralel output (SIPO), 3 bit
Contoh dari aplikasi untuk rangkaian shift register
kalkulator adalah kita paralel input paralel output,
memasukkan data atau angka dan bidirectional register 3
268 dalam melakukannya bit, selain itu untuk
dengan cara pertama kita mengetahui tabel kebenaran
menekan dan melepaskan 2 dan fungsi waktu untuk data
pada papan tombol, maka keluarannya. Memberi
angka 2 akan muncul pada pemahaman yang lebih
posisi paling kanan, tentang rangkaian shift
selanjutnya menekan dan register. Pemahaman yang
melepaskan 6 pada tombol lebih dapat digunakan untuk
maka menyebabkan angka 2 mengaplikasikan dalam
akan bergeser ke sebelah kiri kehidupan sehari-hari. Hal ini
maka angka 6 pada posisi dikarenkan pengaplikasian
paling kanan sehingga data shift register dalam
atau angka 26 muncul kehidupan sehari-hari
setelahnya kita menekan dan sangat banyak, salah
melepaskan angka 8 makan satunya pada perangkat
elektronik seperti handphone 5. Kabel konektor berfungsi
dan komputer. sebagai penghubung kelistrikan
dalam suatu rangakaian
elektronika
2. Metode 6. Adaptor berfungsi sebagai
2.1 Alat dan Bahan sumber tegangan DC.
Alat dan bahan yang digunakan
dalam praktikum shift register adalah 2.2 Desain Percobaan
sebagai berikut: Desain percobaan dari
1. Project board berfungsi sebagai praktikum Shift Register yaitu :
dasar konstruksi sebuah sirkuit
elektronik dan merupakan
prototipe dari suatu rangkaian
elektronik
2. IC berfungsi sebgai komponen
Gambar 2.1 Rangkaian Shift Register
tunggal yang dapat melakukan
SIPO
tugas-tugas tingkat tinggi seperti
amplifikasi, pemrosesan sinyal,
atau perhitungan digital bahkan
secanggih seperti dalam kasus
mikroprosesor.
3. Resistor berfungsi komponen
elektronika yang berfungsi untuk Gambar 2.2 Rangkaian Shift Register

menghambat atau membatasi PIPO

aliran listrik yang mengalir


dalam suatu rangkain
elektronika.
4. Lampu LED berfungsi sebagai
suatu lampu indikator dalam
perangkat elektronika. Gambar 2.2 Rangkaian Shift Register
Bidirection
2.3 Langkah Percobaan Praktikum ini
Langkah percobaan yang dinyatakan berhasil
harus dilakukan saat apabila sistem yang
praktikum yaitu : akan berjalan adalah
2.3.1 Rangkaian Shift Register SIPO sesuai dengan tabel
1. Rangkaian Shift Register kebenaran. Sistem
SIPO disiapkan. akan berjalan dengan
2. Tabel kebenaran baik apabila led bisa
rangkaian disiapkan. hidup dan rangkaian
3. Rangkaian dan tabel yang dirangkat berhasil
kebenaran siap dengan baik. Sistem
direalisasikan. akan berjalan sesuai
dengan prinsip kerja
2.3.2 Rangkaian Shift Register PIPO dari gerbang logika.
1. Rangkaian Shift Register
PIPO disiapkan. 2.4 Analisis Data
2. Tabel kebenaran Tabel 2.1 Shift Register SIPO
rangkaian disiapkan.
3. Rangkaian dan tabel
kebenaran siap
direalisasikan.
2.3.3 Rangkaian Shift Register
Bidirection Tabel 2.2 Shift Register PIPO
1. Rangkaian Shift Register
Bidirection disiapkan.
2. Tabel kebenaran
rangkaian disiapkan.
3. Rangkaian dan tabel Tabel 2.3 Shift Register Bidirection
kebenaran siap
direalisasikan.
Tabel 4.3 Rangkaian Shift Register
Bidirection

clock geser D A B C
1 1 1 1 0 0
2 1 1 1 1 0
3 1 1 1 1 1
4 0 0 1 1 0
3.HASIL DAN PEMBAHASAN 5 0 0 1 0 0
6 0 0 0 0 0
3.1 Hasil
Hasil yang diperoleh dari
3.2 Pembahasan
praktikum Shift Register yaitu
Praktikum yang dilakukan oleh
sebagai berikut :
praktikan yuaitu menggunakan
Tabel 3.1 Rangkaian Shift Register rangkaian Shift Register. Rangkaian
Sipo Shift Register yang digunakan yaitu

clock input A B C rangkaian SIPO, PIPO, dan


1 1 1 0 0 Bidirection. Ketiga rangkaian ini
2 1 1 1 0
menggunkan IC D flip flop dengan
3 1 1 1 1
4 0 0 1 1 output 3 bit. Hasil dari Praktikum
5 0 0 0 1 dapat dilihat pada table 3.1 sampai
6 0 0 0 0
Tabel 3.3.
Rangkaian pertama yang
Tabel 3.2 Rangkaian Shift Register
digunakan yaitu rangkaian SIPO.
PIPO
Rangkaian SIPO yaitu rangkaian
cloc D D D Q Q Q yang memiliki satu input dan tiga
k 1 2 3 1 2 3 output. Cara kerja dari rangkaian
1 0 0 0 0 0 0
2 1 0 0 1 0 0 Sipo ini yaitu ketika input diberikan
3 1 1 0 1 1 0 input high maka output disebelah kiri
4 1 1 1 1 1 1
sendiri akan bernilai high dan
5 0 0 1 0 0 1
6 0 1 0 0 1 0 lainnya akan bernilai nol, dan apabila
0 1 1 0 0 1 1 input kedua diberikan lagi dengan
nilai haigh, maka output akan
bergeser kekanan sehingga akan kiri. Cara kerja dari rangkaian
keluar output dengan nilai 110, dan Bidirection hamper sama dengan
seterusnya. Rangkaian SIPO hanya cara kerja pada rangkaian SIPO,
bergeser ke satu arah yaitu bergeser yang memebedakan yaitu pada
kearah kanan. Output SIPO rangkaian Bidirection arah
tergantung pada nilai inputan yang pergeseran dapat diatur. Rangkaian
diberikan. Hasil dari Rangkaian bidirection juga memiliki satu input
SIPO sesuai dengan Tabel dan tiga output. Arah pergeserannya
Kebenaran. yaitu apabila input pergeseran diberi
Rangkaian Kedua yaitu input high maka akan bergeser ke
Rangkaian PIPO. Rangkaian PIPO kanan dan apabila diberikan input
yaitu rangkaian yang memiliki tiga low maka arah pergeseran akan
inputan dan tiga outputan. Nilai bergeser kekiri. Output dari rangkana
output dari PIPO sama dengan nilai Bidirection sesuai dengan table
inputan yang diberikan pada PIPO. kebenaran.
Rangkaian PIPO bekerja ketika clock
diaktifkan, apabila clock tidak
diaktifkan maka rangkaian PIPO 4. PENUTUP

tidak akan berjalan. Output dari 4.1 Kesimpulan

rangkaian PIPO apabila Input yang Kesimpulan yang diperoleh dari

diberikan yaitu bernilai 101 maka praktikum Shift Register yaitu :

output yang akan keluar yaitu 101, 1. output dari rangkaian Sipo yaitu

dan seterusnya. Hasil daroi rangkaian ketika input diberikan input

PIPO sesuai dengan Tabel high maka output disebelah kiri

kebenaran. sendiri akan bernilai high dan

Rangkaian ketiga yaitu rangkaian lainnya akan bernilai nol, dan

Bidirection. Rangkaian Bidirection apabila input kedua diberikan

ini yaitu sebuah rangkaian penggeser lagi dengan nilai haigh, maka

yang dapat diatur arah output akan bergeser kekanan

pergeserannya. Rangkaian ini dapat sehingga akan keluar output

bergeser kearah kanan dan kearah


dengan nilai 110, dan bergeser ke kanan dan apabila
seterusnya. diberikan input low maka arah
2. Nilai output dari PIPO sama pergeseran akan bergeser kekiri.
dengan nilai inputan yang
diberikan pada PIPO.
Rangkaian PIPO bekerja ketika DAFTAR PUSTAKA

clock diaktifkan, apabila clock


tidak diaktifkan maka rangkaian Godse, D.A. 2009. Elektronika
Digital. Jakarta : Erlangga.
PIPO tidak akan berjalan.
Ibrahim, K. 1996. Teknik Digital .
3. Cara kerja dari rangkaian Yogyakarta : ANDI.
Bidirection hampir sama Kleitz, William. 2002. Elektronika
Digital. Jakarta : PT. Pustaka
dengan cara kerja pada
Media.
rangkaian SIPO, yang
Mismail, Budiono. 1998. “Dasar-
memebedakan yaitu pada
dasar Rangkaian Logika
rangkaian Bidirection arah
Digital”. Bandung. ITB.
pergeseran dapat diatur.
Muis, S. 2007.Teknik Dasar Digital
Rangkaian bidirection juga
Pendekatan
memiliki satu input dan tiga
Praktis. Yogyakarta:
output. Arah pergeserannya
GrahaIlmu.
yaitu apabila input pergeseran
Widjanarka, W. 2006. Teknik
diberi input high maka akan Digital. Jakarta : Erlangga.