Anda di halaman 1dari 8

atau bila memerlukan ganti pembalut 2 kali dalam setengan jam).

2) Pengeluaran per vaginam yang berbau menusuk (menyengat).


3) Rasa sakit di bagian abdomen atau punggung.
4) Rasa sakit kepala yang terus menerus, nyeri epigastrik, atau masalah penglihatan.
5) Pembengkakan di wajah atau di tangan.
6) Demam, muntah, rasa sakit waktu buang air kecil, atau jika merasa tidak enak badan.
7) Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan sakit.
8) Kehilangan nafsu makan dalam jangka waktu yang lama.
9) Rasa sakit, warna merah, pembengkakan di kaki.
10) Merasa sedih atu tidak mampu mengasih bayi atu dirinya sendiri.
11) Merasa sangat letih dan nafas terengah-engah.
d. Hubungan Seksual
1) Diawal-awal selesai masa nifas, lakukan hubungan seksual dengan hati-hati karena
biasanya akan nyeri pada perineum.
2) Diskusikan dengan suami mengenai pola dan teknik hubungan seksul yang nyaman.
3) Berikan pengertian pad suami mengenai kemungkinan keluhan yang akan dialami istri
saatberhubungan seksual yang pertama kali setelah melahirkan.
4) Aktivitas seksual yang dapat dilakukan ibu masa nifas harus memenuhi syarat berikut
ini : secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti
dan ibu dapat memasukkan satu-satu dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri,
maka ibu aman untuk memulai melakukan hubungnan suami istri kapan saja ibu siap.
Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa
waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan ini
bergantung pada pasangan yang bersangkutan.
e. Senam Nifas
Setelah persalinan terjadi involusi pada hampir seluruh organ tubuh wanita. Sebagai akibat
kehamilan dinding perut menjadi lembek dan lemas disertai adanya striae gravidarum yang
membuat keindahan tubuh terganggu. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha untuk
memulihkan dan mengencangkan keadaan dinding perut tersebut.
Cara untuk mengembalikan bentuk tubuh menjadi indah seperti semula adalah dengan
melakukan latihan dan senam nifas. Untuk itu beri penjelasan pada ibu tentang beberapa hal
berikut ini :
1) Diskusikan pentingnya otot-otot perut dan panggul agar kembali normal, karena hal ini
akan membuat ibu merasa lebih kuat dan menjadikan otot perutnya mejadi kuat
sehingga mengurangi rasa sakit punggung.
2) Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat membantu.
3) Dengan tidur terlentang dan lengan di samping, tarik otot perut selagi menarik nafas,
tahan nafas dalam, angkat dagu ke dada, tahan mulai hitungan 1-5. Rileks dan ulangi
sebanyak 10 kali.
4) Untuk memperkuat tonus otot jalan lahir dan dasar panggul lakukan latihan kegel.
5) Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot bokong dan pinggul, tahan sampai
5 hitungan. Relaksasi otot dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
6) Mulai menggerakkan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap minggu naikkan jumlah
latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke 6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan
setiap gerakan sebanyak 30 kali.
f. Perawatan Bayi Sehari-hari
1) Memandikan Bayi
Untuk memandikannya pakailah air yang cukup hangat, karena suhu tubuh bayi cepat
terpengaruh dan mudah berubah. Setelah dimandikan bayi sebaiknya diajak berjemur di
sinar matahari pagi, sehingga ia merasa hangat.
2) Cara Memandikan Bayi
Jangan memandikan bayi di bak mandi yang lebar karena bayi mudah tergelincir dari
tangan anda dan terendam dalam bak. Untuk itu sediakanlah ember plastik yang
dangkal, dengan mulut yang lebar. Sediakan juga : sabun bayi, waslap, handuk yang
lebar dan kering serta bersih, talk, cotton buds, baju , popok, selimut, dan ember tertutup
untuk pakaian kotor.
Isi air hangat ke dalam ember, kira-kira 10-15 cm saja dari alasnya. Temperatur air kira-
kira 35-38°C. Ukur suhu air dengan mencelupkan siku anda ke air. Alasi meja dengan
perlak, kemudian bukalah pakaian bayi seluruhnya. Ambil waslap, masukkan tangan
kanan anda ke dalamnya dan celupkan ke dalam air. Basahi dulu muka bayi dan
kepalanya dengan waslap tadi.
Lalu seluruh tubuh dibasahi. Setelah itu gosokan waslap ke sabun, dan sabunilah
kepalanya dulu. Biasanya muka disabuni. Setelah itu sabuni tubuhnya, paha, kaki dan
kedua lengan bagian belakang. Daerah lipat paha, sekitar pantat, digosok paling akhir.
Setelah itu ganti waslap ditangan anda dengan yang bersih. Celupkan ke dalam air lagi
dan bilaslah sabun dari tubuh bayi. Jika waslap sudah penuh sabun, cuci sebentar di
kran, lalu pakai lagi untuk menggosok tubuh bayi. Peganglah bayi sedemikian rupa,
sehingga lengan kiri anda di bawah tengkuknya sementara jari-jari tangan kiri
mencengkram tubuh di sekitarnya ketiaknya.
Mulailah mengusap lap handuk dari kepala untuk membersihkan sisa-sisa sabun.
Kemudian hati-hati lap leher, tengkuk, telinga luar, tubuh dan anggota tubuh lainnya.
Jangan lupa menggosok semua lipatan tubuh, misalnya lipat ketiak, lipat paha, karena
sabun mudah tertinggal di daerah ini. Setelah selesai dengan bagian depan balikkanlah
bayi dan gosoklah bagian belakang.
Setelah bersih dari sisa-sisa sabun anda dapat melepaskan waslap dan menyiram air
sedikit demi sedikit ke tubuh bayi. Hati-hati agar tidak masuk ke hidung dan telinganya.
Kemudian angkat bayi dari air dan baringkan di handuk yang sudah dihamparkan di atas
meja pakaian di atas alas perlak.
Setelah diangkat dari air, bungkus bayi dalam handuk tadi dan tekan-tekan handuk ke
tubuh bayi dan jangan menggosoknya dengan kasar. Dan beri talk, terutama di lipatan-
lipatan tubuh, kemudian pakaikanlah bajunya. Pada hari-hari pertama, jika pusat belum
lepas, keringkanlah pusat dengan kain kasa steril sehabis mandi dan tutuplah dengan
kain kasa bersih dan steril.
3) Membersihkan Telinga, Mata, Hidung, Mulut dan Kuku
Bersihkan telinga menggunakan cotton buds. Bersihkan kotoran-kotoran di sudut mata
bayi setiap bangun tidur, terutama pagi hari. Anda bisa membersihkan mulut bayi
dengan jari anda yang dibalut kapas basah dan mulut serta gusi dibersihkan
menggunakan kapas tersebut. Kuku dapat dipotong saat bayi tidur dengan gunting kuku.
Hidung dapat dibersihkan dari kotoran-kotorannya sewaktu mandi dengan dengan ujung
handuk yang agak basah.
4) Ingus yang Menyumbat Hidung
Bersihkan dengan cara basahi ingus kering itu dengan ujung handuk basah sampai ingus
kering itu lunak, kemudian korek dengan hati-hati dengan menggunakan cotton buds.
5) Lotion atau Bedak/ Talek
Digunakan untuk mencegah agar kulit bayi tetap kering dan tidak mudah terluka.
Pertahankan lingkungan bayi tetap hangat untuk menjaga supaya tidak terjadi
penurunan suhu bayi. Cegah iritasi kulit bayi dengan selalu menjaga kebersihan tangan
bayi atau pengasuh bayi. Jika bayi mengalami iritasi kulit, hindari pemakaian bedak
pada lokasi iritasi. Olesi kulit yang iritasi dengan salep sesuai dengan resep dokter atau
jika iritasi ringan cukup olesi dengan minyak kelapa bersih atau Virgin Coconut Oil
(VCO).
Jaga kebersihan kulit bayi, hindari kulit lembab dengan mengganti baju bayi minimal 2
kali sehari atau sewaktu-waktu ketika basah oleh keringat atau terkena muntahan.
Hindari menggosok kulit bayi terlalu keras ketika membersihkan daerah anus dan
genital. Jika ditemukan tanda-tanda alergi pada kulit, misalnya kemerahan dan
berbintik-bintik, segera konsultasikan ke dokter dan hentikan untuk sementara produk
sabun bayi yang digunakan.
Usahakan menjemur bayi tiap pagi antara pukul 06.30 sampai dengan 07.00 WIB.
Untuk kenyaman bayi, pijat kaki dan tangan bayi menjelang tidur menggunakan baby
oil. Bersihkan selalu sekitar mulut bayi setiap kali memberikan minum pada bayi.
Hindari memijat daerah perut bayi. Untuk menghindari trauma kulit bayi karena kuku
bayi yang tajam dan panjang, usahakan selalu memakaikan sarung tangan pada bayi.
Pilih bahan baju yang tidak kaku dan menyerap keringat untuk bayi. Sediakan selalu
minyak telon/ kayu putih sebagai antisipasi jika bayi mengalami gangguan perut
(kembung) atau kedinginan.
g. Membantu Ibu Untuk Menyusui Bayi
Menyusui adalah cara terbaik bagi ibu dan bayinya. Jika ibu merasa kebingungan apakah dia
menyusui atau tidak, mintalah dia untuk mencoba menyusui hanya untuk minggu-minggu
atau bulan-bulan pertama. Sedikit saja waktu untuk menyusui masih lebih baik daripada
tidak sama sekali.
1) Upayakan berada dalam posisi yang senyaman mungkin saat menyusui.
2) Payudara dalam keadaan bersih.
3) Lebih efektif jika posisi ibu duduk.
4) Usahakan perut bayi menempel perut ibu.
5) Sendawakan bayi setiap selesai menyusui.
6) Menyusui minimal setiap 3 jam sekali atau setiap bayi meminta (on demand).
h. Memfasilitasi Menjadi Orang Tua
Memberikan bimbingan terhadap orang tua baru karena orang tua baru tentu saja belum
berpengalaman dalam merawat dan mendidik anaknya. Naluri orang tua biasanya akan
muncul sendiri untuk merawat anaknya, yang terpenting adalah curahan kasih sayang
terhadap anak tersebut dari orang tua. Biasanya orang tua cenderung mendidik anaknya
sama sepertidulu mereka dididik orang tuanya sendiri.
1) Berikan dukungan dan keyakinan pada pasangan akan kemampuan mereka sebagai
orang tua.
2) Upaya untuk belajar merawat bayi yang selama ini telah dilakukan sudah cukup bagus.
3) Perlu persiapan mental dan material karena anak adalah suatu anugrah sekaligus
amanah yang harus dirawat sebaik-baiknya.
4) Dengan adanya anak akan mengubah beberapa pola dan kebiasaan sehari-hari, misalnya
waktu istirahat, perhatian terhadap pasangan, komunikasi, tuntutan dan tanggung jawab
orang tua sebagai pendidik bagi anak.
i. Persiapan Pasien Pulang
1) Ibu
a) Pastikan kondisi ibu siap untuk dibawa pulang (KU baik, vital sign normal,
orientasi terhadap lingkungan baik, interaksi dengan bayi sudah ada peningkatan).
b) Obat-obatan yang harus diberikan sudah siap, termasuk penjelasan aturan
minumnya.
c) Penjelasan kapan ibu harus kontrol kesehatannya dan bayinya.
d) Penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya dan apa yang harus dilakukan untuk
antisipasi.
e) Kapan dan siapa yang harus dihubungi jika ia mengalami tanda-tanda bahaya
(nomor telpon RS atau bidan).
2) Suami
a) Ikut berperan serta dalam perawatan ibu dan bayi.
b) Selalu siaga dan waspada jika terdapat tanda-tanda bahaya, serta siap untuk
mengantar istri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
c) Sebagai pembuat keputusan kapan istri harus beristirahat (gangguan istirahat bagi
ibu menyusui akan menyebabkan produksi ASI berkurang dan depresi ibu nifas).
3) Bayi
a) Kondisi yang baik, tidak ada gangguan pernafasan, badan kuning dan gangguan
eliminasi.
b) Pastikan reflek isap baik, proses menyusui tidak ada masalah.
4) Keluarga
a) Adanya dukungan yang positif bagi ibu nifas untuk keberhasilan proses adaptasi
dan menyusui.
b) Penentuan pengambilan keputusan yang dominan dalam keluarga mengenai kapan
pasien harus beristirahat dan jenis makanan apa yang boleh dimakan.
j. Petunjuk Antisipasi (Anticipatory Guidance)
Anticipatory guidance adalah bantuan perawat terhadap orang tua dalam mempertahankan
dan meningkatkan kesehatan melalui upaya pertahanan nutrisi yang adekuat, pencegahan
kecelakaan dan supervisi kesehatan.
1) Ibu
Perawatan perineum, perawatan payudara untuk ibu yang menyusui, perawatan
payudara selama pembesaran (distensi), latihan pengencangan abdomen, latihan
perineum, aktivitas/ latihan, nutrisi, istirahat, personal hygiene, dan normalitas baby
blues.
Tanda-tanda bahaya, meliputi : demam atau kedinginan, perdarahan berlebih, nyeri
abdomen, nyeri berat atau bengkak payudara, nyeri atau hangat pada betis, dengan tanpa
edema tungkai dan depresi.
2) Bayi
 Informasi edukasi bagi ibu yang menyusui.
 Penyiapan dan penyimpanan susu formula.
 Perawatan dan penyiapan botol dan dot susu.
 Bagaimana memegang bayi ketika memberi susu dengan botol.
 Bagaimana memegang botol ketika memberi susu.
 Menyendawakan.
 Memandikan bayi termasuk mengeramasi.
 Bagaimana memakai pakaian.
 Beberapa banyak pakaian yang harus disediakan suami dengan keadaan lingkungan
dan suhu.
 Membersihkan dan merawat penis bagi bayi laki-laki.
 Perawatan perineum bagi bayi wanita.
 Perawatan tali pusat.
 Bagaimana mengangkat, memeluk dan menggendong bayi.
 Bagaimana mengganti popok dan apa yang harus dilakukan dengan popok tersebut.
 Pencegahan dan penanganan ruam popok.
 Bagaimana mengukur suhu tubuh bayi dan bagaimana membaca termometer.
 Memberikan dot daripada membiarkan bayi menghisap jempol atau telapak tangan.
 Arti menangis.
 Lapar.
 Perlu diganti popoknya.
 Perlu diubah posisi atau posisi yang tidak nyaman.
 Nyeri, misalnya sakit tertusuk peniti popok.
 Perlu kasih sayang (digendong atau dibelai).
 Pakaian atau pembungkus terlalu ketat.
 Panggil orang yang memberikan perawatan pediatrik atau bawa ke dokter jika
terjadi hal-hal berikut :
 Demam
 Diare
 Kongesti pernafasan
 Pemberian makan buruk
 Menangis akibat gelisah yang terus menerus
 Ikterus (bayi kuning)
 Perilaku lesu, tidak ada perhatian saat terjaga.
 Pentingnya check up dan imunisasi

F. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan


1. Tindakan Mandiri
Pelayanan kebidanan mandiri adalah layanan Bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Bidan itu sendiri. Pelayanan tersebut biasanya dilaksanakan di rumah bidan
praktik swasta atau klinik-klinik bersalin milik bidan. Dalam melaksanakan asuhan
bidan dituntut harus profesional dan kompeten agar dapat mencegah terjadinya
komplikasi atau masalah selama pemberian asuhan pada masa nifas.
Contoh tindakan mandiri yang biasa dilakukan bidan dalam pemberian asuhan masa
nifas dapat dilihat dalam peran bidan dalam membantu ibu proses pasca persalinan.
Tindakan tersebut antara lain :
a. Bidan harus tinggal bersama ibu untuk memastikan bahwa keduanya stabil.
b. Periksa fundus setiap 15 menit pertama dan setiap 20-30 menit pada jam kedua, jika
kontraksi tidak kuat masase uterus sampai menjadi keras.
c. Periksa tekanan darah, kandung kemih, nadi, dan perdarahan setiap 15 menit pada
jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
d. Anjurkan ibu untuk minum agar mencegah dehidrasi.
e. Bersihkan perineum ibu dan pakaikan ibu pakaian bersih dan kering.
f. Biarkan ibu istirahat dengan nyaman.
g. Biarkan ibu meningkatkan hubungan erat dengan bayinya.
h. Jika ibu ke kamar mandi bantu ibu.