Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH KESEHATAN KERJA & ERGONOMI

1. Apa yang dimaksud penyakit akibat kerja?


 Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja,
bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja
merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.  Dalam melakukan
pekerjaan apapun, sebenarnya kita berisiko untuk mendapatkan gangguan
Kesehatan atau penyakit yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut.Oleh karena
itu , penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan,alat
kerja , bahan , proses maupun lingkungan kerja.

2. Jelaskan apa saja jenis penyakit akibat kerja?

 Penyakit yang disebabkan pajanan faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan,
yaitu:
o penyakit yang disebabkan oleh faktor kimia, meliputi 39 (tiga puluh
sembilan) jenis penyakit, antara lain penyakit yang disebabkan oleh
berillium dan persenyawaannya;
o penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika, meliputi 7 (tujuh) jenis
penyakit, antara lain kerusakan pendengaran yang disebabkan oleh
kebisingan; dan
o penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi dan penyakit infeksi atau
parasite, meliputi 9 (sembilan) jenis penyakit, antara lain virus hepatitis.
 Penyakit berdasarkan sistem target organ, yaitu:
o penyakit saluran pernafasan, meliputi 12 (dua belas) jenis penyakit, antara
lain siliko tuberkulosis.
o penyakit kulit, meliputi 3 (tiga) jenis penyakit, antara lain dermatosis
kontak iritan yang timbul karena aktivitas pekerjaan.
o gangguan otot dan kerangka, meliputi 2 (dua) jenis penyakit, antara lain
radial styloid tenosynovitis;
o gangguan mental dan perilaku, meliputi 2 (dua) jenis penyakit, antara lain
gangguan stres pasca trauma.
 Penyakit kanker akibat kerja, meliputi penyakit kanker yang disebabkan oleh 9
(sembilan) jenis zat, antara lain asbestos.
 Penyakit spesifik lainnya, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau
proses kerja, dimana penyakit tersebut ada hubungan langsung antara paparan
dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan
menggunakan metode yang tepat. Contoh penyakit spesifik lainnya,
yaitu nystagmus pada penambang.
3. Bagaimana pencegahan PAK berdasarkan factor penyebab?
 Factor fisik

Perlindungan khusus (specific protection). Misalnya: imunisasi, hygiene


perorangan, sanitasi lingkungan, serta proteksi terhadap bahaya dan kecelakaan
kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) .

 Factor Kimia

Identifikasi zat berbahaya dan Perlindungan khusus (specific protection).


Misalnya: imunisasi, hygiene perorangan, sanitasi lingkungan, serta proteksi
terhadap bahaya dan kecelakaan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri
(APD) dan menjaga/mengamankan bahan kimia berbahaya dalam bentuk padat,
gas, larutan, kabut dan sebagainya di tempat yang aman dan jauh dari para pekerja
dan mengetahui MSDS nya

 Faktor biologis

menjaga tempat kerja tidak terlalu lembab agar tidak adanya jamur/fungus yang
berkembang biak serta menjaga kebersihan tempat kerja agar tetap sehat dan
terlindungi dari virus maupun bakteri dan Perlindungan khusus (specific
protection). Misalnya: imunisasi, hygiene perorangan, sanitasi lingkungan, serta
proteksi terhadap bahaya dan kecelakaan kerja dengan menggunakan alat
pelindung diri (APD) .

 Faktor fisiologis/ergonomi

Cara kerja,penataan tempat kerja dan desain tempat kerja yang sesuai dengan
standar, beban kerja yang tidak dan posisi kerja yang baik dan benar.
 Faktor psikososial
mengurangi tuntuan beban pekerjaan seperti memberikan pekerjaan yang tidak
terlalu banyak dan deadline yang tidak mendadak, membentuk lingkungan kerja
yang tidak monoton dan tidak membuat stress psikisv

4. Apa perbedaan penyakit akibat kerja dan penyakit akibat hubungan kerja?
Penyakit akibat kerja Penyakit akibat hubungan kerja
 Terjadi hanya diantara  Terjadi juga pada
populasi pekerja populasi penduduk
 Sebabnya spesifik  Multi factorial
 Expose di tempat kerja  Expose di tempat kerja
sangat pnting mungkin merupkan
 Dapat kompensasi dan salah satu faktor
tercatat kemungkinan bisa dapat
kompensasi tercatat.

5. Apa saja akibat kecelakaan kerja?


 Kerusakan
Kecelakaan kerja yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan terhadap mesin, alat kerja,
bahan, proses, tempat, dan lingkungan kerja.
 Kekacauan organisasi
Kecelakaan akibat kerja dapat mengganggu konsentrasi pekerjaan bahkan menghambat
aktivitas pekerjaan dalam perusahaan.
 Keluhan dan kesedihan
Kecelakaan kerja tidak hanya dirasakan oleh karyawan yang tertimpa musibah saja akan
tetapi keluarganya pun ikut merasakan dan menanggung kesedihan, karena kecelakaan kerja
dapat mengakibatkan kelainan tubuh atau cacat fisik.
  Kelainan dan cacat
Tidak hanya luka-luka saja yang dapat disebabkan oleh kecelakaan kerja, tetapi juga bisa
berakibat pada cacat tubuh bahkan gangguan mental.
 Kematian
Pekerjaan dengan resiko tinggi tidak hanya membahayakan karyawan yang bekerja pada
perusahaan tersebut secara fisik, lebih jauh lagi dapat merenggut nyawa karyawan yang
bersangkutan.

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesehatan kerja?


 Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan / kedokteran beserta
prakteknya yang bertujuan, agar pekerja, masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, atau metal, maupun sosial, dengan usaha-
usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit / gangguan-gangguan
kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta
penyakit-penyakit umum.

7. Jelaskan regulasi yang terkait tentang Jenis PAK?


 Perarturan Presiden RI No.7/2019 Tentang Penyakit Akibat Kerja, antara lain:
A. Pasal 2 Ayat 3 & 4 (Jenis PAK yang disebabkan pajanan factor yang timbul
dari aktivitas pekerjaan, berdasarkan system target organ, kanker akibat kerja
dan spesisifik lainnya)
B. Pasal 3 (Diagnosis jenis PAK dilakukan oleh dokter atau dokter spesialis yang
berkompeten di bidang kesehatan kerja)
C. Pasal 4 Ayat 1 (Jenis PAK harus memiliki hubungan ;angsung dengan pajanan
yang dialami pekerja)
D. Lampiran Perarturan Presiden RI No.7/2019 Tentang Penyakit Akibat Kerja

8. Perhatikan contoh study kasus berikut berkaitan dengan pengelolaan PAK ditempat kerja?

Kasus:
Seorang pekerja, datang dengan keluhan sesak nafas yang dibarengi batuk-batuk. Batuk ini sering
tidak dibarengi dengan dahak. gejala sesak nafas yang dibarengi terlihat pada kontrol fototoraks
kelainan paru-parunya mudah sekali dilihat.
Apa ia menderita Penyakit Akibat Kerja?

Pengelolaan PAK
Pendekatan individu :
1. Menentukan Diagnosis Klinis
 Sesak nafas
 Pemeriksaan fisik
 Silicosis

2. Tentukan dulu pajanan apa yang dialami ……


 Dimana ia bekerja? (pabrik baja)
 Apa pajanannya ? (debu silika)

3. Hubungan pajanan dengan penyakit (referensi/pengalaman)


 Debu silika  sesak nafas dan batuk batuk

4. Pajanan cukup besar…..


 kadar debu melebihi NAB (nilai ambang batas) debu
 Tidak menggunakan masker

5. Peranan faktor individu


 Apa gejala sesak nafas (silicosis) hanya kena pada pekerja tersebut saja ?
 Adakah teman satu bagian yang sakit spt pekerja tersebut ?

6. Faktor lain selain pekerjaan


 Apa selain di pabrik baja pernah terpajan debu-debu lainnya ?
(tidak pernah)

7. Apa ini PAK atau bukan PAK ?


 PAK, karena terpajan debu silika yang berlebihan saat bekerja di pabrik baja yang
menyebabkan pekerja tersebut mengidap penyakit silicosis.