Anda di halaman 1dari 9

Dermal Filler

Ferra O. Mawu

Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Univeristas Sam
Ratulangi Manado
Email: fomawu@gmail.com

Abstract: Dermal filler is a non-surgical procedure to improve facial volume or the anatomy
of other parts of the body. It is also a rejuvenate therapy to achieve a younger appearance.
Besides that, the need of lipodystrophy therapy is increasing. There are several types of
fillers with their superiorities and inferiorities; therefore, it is pretty difficult to determine
and choose the ideal filler. Dermal fillers vary in duration of therapeutic effect, filler
technique, filler origin, and their physical properties. To date, there is no perfect filler so far.
An ideal filler must be non-allergenic, non-carcinogenic, non-teratogenic, as well as has
achievable cost and long acting effect. In case that dermal filler is therapeutical indicated,
good preparation of doctor and patient is essentially needed. Consultation and information
have to cover the therapy indication, filler technique, filler limitation, side effects, outcome,
cost, and informed consent. As the other cosmetic procedures, to achieve optimal satis-
faction, the doctor must be able to provide effective communication to the patient before and
after the dermal filler therapy.
Keywords: dermal filler

Abstrak: Dermal filler adalah prosedur non-bedah untuk penambahan volume wajah atau
anatomi tubuh lainnya. Prosedur ini juga merupakan salah satu terapi rejuvenasi yang
bertujuan untuk tampilan lebih muda. Selain itu, kebutuhan untuk terapi lipodistrofi juga
makin meningkat. Terdapat berbagai jenis filler dengan keunggulan dan kekurangaood
prepnnya masing-masing, sehingga agak sulit menentukan atau memilih produk filler yang
ideal. Dermal filler bervariasi dalam hal lamanya efek terapi yang diperoleh, cara pemberian,
asal filler, dan sifat fisiknya. Sampai saat ini tidak ada produk filler yang sempurna. Untuk
menjadi ideal, produk filler harus nonalergenik, nonkarsinogenik, nonteratogenik, harga
terjangkau dan berefek terapi yang panjang. Saat dermal filler menjadi pilihan terapi atau
tindakan, persiapan yang tepat baik dokter maupun pasien merupakan hal yang esensial.
Konsultasi dan informasi harus meliputi ketepatan indikasi pemberian filler, tehnik
pemberian, keterbatasan filler, efek samping, kemungkinan hasil akhir, biaya, dan informed
consent. Sebagaimana prosedur kosmetik lainnya, untuk kepuasan bersama, dokter harus
mampu dan bersedia memberikan komunikasi efektif kepada pasien sebelum dan sesudah
terapi dermal filler.
Kata kunci: dermal filler

Dermal filler adalah sekelompok produk yang telah bertahun-tahun diklasifikasikan


yang digunakan untuk menghaluskan atau oleh para ahli. Pembagian dermal filler
menyamarkan garis-garis, kerutan, dan dapat berdasarkan dalamnya implantasi
tanda-tanda penuaan di wajah dan tubuh, filler, lama efek terapi, asal filler, dan sifat
serta juga dipakai untuk membentuk ana- fisik filler. Meskipun filler sangat bervari-
tomi sesuai keinginan pasien.1-3 asi, semua bertujuan akhir sama yaitu
Terdapat berbagai tipe dermal filler mengembalikan kontur anatomi yang beru-

71
72 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 10, Nomor 2, Juli 2018, hlm. 71-79

bah akibat proses menua, skar, atau akibat penggunaannya dilarang,4 namun pada
penyakit tertentu.1 akhir tahun 1990an silikon mendapat perse-
Keuntungan dermal filler ialah hasil tujuan Food and Drug Administration
yang diperoleh cukup cepat dan bila pilihan (FDA) Amerika dan menjadi populer
filler tepat disertai tehnik aplikasi yang kembali karena telah melalui proses pemur-
benar, hasil yang didapat tampak sangat nian dan perbaikan tehnik penyuntikan.1,4
natural. Kemungkinan efek samping dapat Pada tahun 1970an, kolagen binatang
juga terjadi seperti kemerahan, memar, mulai diperkenalkan sebagai dermal filler
pembengkakan, perdarahan, reaksi alergi, oleh para peneliti di Universitas Stanford.
infeksi, jaringan parut, sampai yang mem- Memasuki tahun 1980an, injeksi kolagen
butuhkan penanganan serius meskipun untuk mengatasi kerutan mulai banyak
sangat jarang terjadi yakni ulserasi.4,5 digunakan. Kolagen bovin (Zyderm® I)
Permintaan dermal filler meningkat menjadi bahan filler yang pertama kali
dengan cepat di seluruh dunia sejalan mendapat pengakuan FDA sebagai dermal
dengan peningkatan konsumen terhadap filler temporer.7
pemakaian filler. Survei di tahun 2014 Filler kolagen bovin (Zyderm® dan
melaporkan lebih dari 1.000.000 pasien Zyplast®) sangat populer sampai pada awal
diterapi dengan filler di sejumlah klinik abad ke-21 di Amerika kemudian mulai
dermatologi di Amerika.6 Menurut American diperkenalkan filler kolagen non-bovin
Academy of Aesthetic Plastic Surgeons, di (CosmoDerm® dan CosmoPlast®) yang juga
tahun 2016, sebanyak 1.979.595 pasien bersifat temporer. Ketika pasar Amerika
mendapat tindakan injeksi asam hialuronat berorientasi pada filler berbahan dasar kola-
oleh ahli bedah plastik.1 Jumlah ini belum gen, negara lain mulai bereksperimen
aktual mengingat prosedur ini juga dilaku- dengan filler asam hialuronat seperti
kan oleh dokter estetik maupun dokter Restylane®dan kemudian Hylaform®pada
umum lainnya. pertengahan sampai akhir tahun 1990an.
Lebih dari seperempat abad terakhir, Survei oleh the American Society for
berbagai produk tersedia untuk soft tissue Aesthetic Plastic Surgery di tahun 2004
augmentation atau dermal filler bersamaan menemukan bahwa hialuronat merupakan
dengan makin banyaknya penelitian me- bahan filler yang paling populer.1,7
nyangkut filler. Pemahaman produk-produk Pengenalan, produksi, popularitas dan
filler disertai komunikasi efektif dari dok- tingkat keamanan berbagai filler ini mendo-
ter-pasien yang efektif sangat fundamental rong berbagai penelitian lanjut menyangkut
untuk mencapai manfaat maksimal bagi bahan filler sehingga dipasarkanlah jenis
dokter dan pasien.1 filler sintetik lainnya yang bersifat semi-
permanen antara lain filler yang mengan-
Sejarah Dermal Filler dung poly-L-lactic-acid seperti Sculptra®,
Dermal filler pertama kali dipraktek- atau filler dengan kandungan calcium
kan oleh Neuber di tahun 1893 dengan hydroxylapatite seperti Radiesse®; juga filler
melakukan transplantasi lemak dari lengan permanen seperti minyak silikon atau filler
ke wajah yang cacat. Pada pertengahan dengan bahan aktif polymethyl methacrylate
abad ke-20 dermal filler lebih dikenal seperti Artefill®.7,8
dengan penggunaan silikon. Penggunaan
dermal filler makin merambah di tahun Jenis-jenis Filler
1940an dan 1950an, ditambah publikasi Kedalaman implantasi
Baronders di tahun 1953 tentang telaah Menurut dalamnya implantasi atau
dermal filler permanen menggunakan cair- penempatan ke dalam kulit terdapat jenis
an silikon.7 Namun beberapa tahun kemu- dermis (contoh: kolagen, asam hialuronat)
dian didapatkan bahwa pemakaian silikon dan subkutan (contoh: asam hialuronat,
berhubungan dengan terjadinya granuloma calcium hydroxylapatite) (Gambar 1).
benda asing, sehingga pada tahun 1991
Mawu: Dermal filler 73

Epidermis

Filler dermis superfisial

Filler demis dalam

Filler subkutan

Gambar 1, Penempatan dermal filler. Sumber: Saedi et al., 2010.7

Asal filler semipermanen, dan permanen.


Berdasarkan asalnya, terdapat bebera-
pa jenis bahan filler. Xenogenous filler Filler temporer
berasal dari hewan (contoh: kolagen bovin, Filler jenis ini dapat bertahan selama
kolagen porsin, animal derived hyluronic ± 6 bulan-2 tahun. Terdapat beberapa jenis
acid). Allogenous filler diambil dari manu- filler temporer, yaitu: kolagen dan asam
sia tetapi bukan pasien (contoh: kolagen hialuronat.10-24
kadaverik, bioengineered human collagen).
Autologous filler dibuat dari tubuh pasien Kolagen
sendiri (contoh: autologous fat transfer). Kolagen adalah protein natural
Synthetic filler dibuat dari bahan atau mate- terbanyak dalam tubuh manusia khususnya
rial tertentu sehingga menyerupai filler pada kulit, yang merupakan kekuatan dan
alami (contoh: silikon, non-animal stabi- penopang kulit. Kolagen juga merupakan
lized hyaluronic acid) sedangkan semi- protein natural terkuat yang memper-
synthetic filler merupakan gabungan bahan tahankan elastisitas kulit, dan menempati
sintetik dan matriks organik (contoh: sampai 70% massa kulit yang kering.
calcium hydroxylapatite).9 Struktur kolagen seperti serabut bersusun
tidak beraturan yang terdiri atas lebih dari
Sifat fisik filler 20 tipe, 11 diantaranya ditemukan di kulit.
Penggolongan filler lainnya ialah Kolagen tipe I (80-85%) dan tipe III (10-
berdasarkan sifat fisik filler yaitu: biode- 15%) merupakan kolagen primer yang
gradable dan nonbiodegradable. Biodegra- menyusun matriks dermis pada kulit orang
dable filler terserap oleh tubuh sehingga dewasa. Fibroblas dermis memroduksi pre-
cenderung memiliki efek terapi lebih pen- kursor kolagen yaitu α prokolagen yang
dek (contoh: asam hialuronat) sedangkan menghasilkan kolagen tipe I dan III.1,10
nonbiodegradable filler tidak diserap tubuh Jenis-jenis filler kolagen ialah kolagen
karena molekulnya tidak mengalami degra- bovin (bovine), kolagen porsin (porcine),
dasi sehingga efek filler bertahan lebih serta kolagen manusia yang terdiri dari
lama (contoh: silikon, autologous fat kolagen kadaverik dan bioengineered human
transfer).4,7,9 collagen. Kolagen bovin berasal dari sapi
dan merupakan substansi alami yang dite-
Lama efek terapi mukan pada kulit, otot, tendon, dan tulang
Menurut lamanya efek terapi filler sapi. Melalui monitor terkontrol, diperoleh
terdapat dua jenis filler yaitu temporer, pasokan kolagen siap pakai untuk kebu-
74 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 10, Nomor 2, Juli 2018, hlm. 71-79

tuhan medis terutama bidang kosme- rutan dalam. Saat ini Hylaform® tidak lagi
tik.4,7,11,12 Kolagen porsin (porcine) ialah dipasarkan.1,4,7,19 Non-animal stabilized
kolagen filler yang berasal dari tendon hyaluronic acid diproduksi dari proses
babi. Jenis kolagen kurang dibahas dalam fermentasi streptokokus dan terbagi dalam
literatur dan tidak digunakan secara luas; tiga kelompok. Kelompok pertama ialah
lebih ditujukan untuk mengembalikan Restylane® yaitu Restylane® Fine Line dan
kontur anatomi pasca trauma.4,13-15 Kolagen Perlane®. Restylane® dan Perlane® sudah
manusia terdiri dari kolagen kadaverik dan diakui FDA dan tersedia di Amerika.
bioengineered human collagen. Contoh Masing-masing memiliki konsentrasi HA
kolagen kadaverik ialah Dermalogen® dan yang sama yaitu 20 mg/ml dengan perbe-
Cymetra®; keduanya mendapat persetujuan daan hanya pada ukuran partikel gel.20-23
FDA di tahun 2000. Kolagen ini berasal Kelompok kedua ialah Juvederm® yang
dari jaringan manusia yang diambil dari memiliki tiga macam sediaan yaitu:
jaringan kadaver yang disimpan di bank Juvéderm® dengan konsentrasi HA seba-
organ terakreditasi.1,4 Bioengineered human nyak 18 mg/ml untuk dermis superfisial;
collagen yaitu antara lain Cosmoderm® dan Juvéderm® Ultra dengan konsentrasi HA
Cosmoplast® yang telah disetujui oleh FDA sebanyak 24 mg/ml untuk kelainan mid-
untuk dipasarkan pada tahun 2003. Kedua- dermis; dan Juvéderm® Ultra Plus yang
nya berasal dari kolagen alami manusia mengandung 30 mg/ml HA untuk koreksi
yang dikultur dan ditumbuhkan di labora- kontur kulit pada lapisan paling dalam. Dua
torium.4,7 sediaan terakhir mendapat pengakuan FDA
Sejak tahun 1970-an sampai akhir pada Januari 2007. Kelompok ketiga ialah
tahun 2010 kolagen sebagai bahan filler Captique® yang merupakan reproduksi
dianggap sebagai baku emas, namun karena sediaan Hylaform® dengan kandungan 5,5
sering terjadi efek samping seperti reaksi mg/ml HA non-animal derived. Produk ini
hipersensitivitas, ekimosis, nekrosis lokal, mendapat pengakuan FDA untuk defek
formasi nodul, kista, abses, granuloma dan mid-dermis, namun sudah tidak dipasarkan
infeksi bakteri maupun infeksi virus lagi karena perusahaan induknya lebih
pemakaian kolagen sebagai filler tidak mengutamakan untuk promosi Juvéderm®.
1,11
dianjurkan lagi dan ditarik dari pasar
Amerika.2,16-18 Produk lainnya yang juga termasuk
golongan NASHA yang diekstraksi dari
Asam hialuronat (hyaluronic acid /HA) fermentasi bakteri Streptococcus equi
Pada dekade terakhir filler HA menjadi dengan campuran lidokain 0,3% ialah
baku emas baru yang melampaui penggu- Elevess® dan Pravelle Silk®. Kedua produk
naan bahan filler lainnya. Asam hialuronat ini jarang digunakan karena hasilnya yang
merupakan glicosaminoglikan (GAG) non- berdurasi pendek yaitu 3-6 bulan meskipun
sulfat yang terbentuk secara natural pada injeksinya kurang atau tidak nyeri,7,11
kulit dan jaringan lainnya (jaringan pengi- bahkan khusus Elevess sudah tidak
kat, epitelial, dan neural) yang menempati diproduksi lagi.24
matriks ekstrasel. Terdapat dua kategori
HA filler yaitu animal derived hyaluronic Filler semi-permanen
acid dan non-animal stabilized hyaluronic Filler ini dapat bertahan selama 2-5
acid (NASHA). tahun dan terdiri atas Calcium hydroxyl-
Asam hialuronat yang diekstraksi dari apatite dan poly-L-lactic acid (PLLA).25-29
jenis avian (jengger ayam) didistribusikan
dengan nama dagang Hylaform® yang Calcium hydroxylapatite (CaHa)
tersedia dalam tiga konsentrasi yaitu: Calcium hydroxylapatite adalah bioke-
Hylaform® Fine Lines untuk garis dan ramik non-alergenik dengan struktur yang
kerutan superfisial, Hylaform® untuk kerut- sama dengan mineral primer yang didapat-
an sedang, dan Hylaform® Plus untuk ke- kan di dalam tulang dan gigi. Produk
Mawu: Dermal filler 75

biokompatibel ini tidak mengandung Autologous fat transfer


material manusia, bakteri, atau hewan Filler ini merupakan pilihan praktis
sehingga tidak berisiko hipersensitif.2,4 untuk pasien yang menginginkan peru-
Pada tahun 2006 CaHa diakui FDA bahan lebih dramatik untuk penampilan
sebagai terapi untuk pasien-pasien HIV wajah. Penelitian anatomi baru-baru ini
yang mengalami atrofi wajah, dan beberapa menjelaskan bahwa lemak wajah meng-
tahun kemudian (2009) diakui kembali oleh gambarkan kompartemen lemak yang
FDA sebagai bahan filler untuk terapi berubah secara morfologik dengan berja-
kosmetik pasien non-HIV terutama untuk lannya waktu.31,32 Oleh karena itu penggu-
lipatan nasolabial dengan lama efek berki- naan lemak sebagai filler ditujukan untuk
sar 2-5 tahun.7,11,25-28 restorasi sehingga dapat diperoleh kembali
kompartemen lemak yang telah hilang atau
Poly-L-Lactic Acid (PLLA) berubah tersebut. Filler AFT memberikan
Food and Drug Administration menga- rejuvenasi yang lebih luas untuk wajah
kui PLLA di tahun 2004 sebagai terapi menua akibat hilangnya volume massa
koreksi defisiensi kontur dan bentuk wajah.2,32
beberapa bagian wajah dan tubuh akibat
konsumsi HAART-associated lipoatrophy Filler silikon
pada pasien HIV. Lima tahun kemudian Sampai saat ini, silikon merupakan
PLLA diakui untuk koreksi kosmetik filler yang paling digemari pasien karena
kerutan wajah terutama lipatan nasolabial sering memberikan hasil yang memuaskan.
dangkal maupun dalam. Juga dapat diguna- Injeksi silikon banyak dipasarkan dan yang
kan untuk menambah volume wajah dan paling sering digunakan ialah Silicone® oil
tangan.2,7,8,29 yang diakui FDA untuk penanganan tam-
pon retina. Silikon tidak diakui untuk peng-
Filler permanen gunaan dermal filler sebelum tahun 2001.
Filler jenis ini dapat bertahan selama ≥5 Setelah studi klinik preparat SilSkin®, yaitu
tahun dan terdiri atas expanded poly tetra- minyak 1000 cs (centistoke; suatu ukuran
fluoroethylene (ePTFE), autologous fat viskositas minyak) yang diproses dengan
transfer (AFT), dan silikon.2,7,30-33 pemurnian tinggi, silikon disetujui untuk
terapi lipatan nasolabial, Marionette lines,
Filler ePTFE dan mid-malar depression. Pada tahun
Filler ini merupakan sejenis material 2003, FDA juga menyetujui penggunaan
sintetik yang lembut, lentur, dan kuat bila SilSkin® sebagai studi untuk penanganan
diregangkan. Sifat ini membuat ePTFE lipoatrofi akibat terapi antiretroviral.2,7,33
sangat baik digunakan untuk graft vaskular
jantung, uroginekologik, oftalmologik, dan Konsultasi dan Pemilihan Pasien
berbagai rekonstruksi bedah plastik sejak Pada awal pertemuan dokter-pasien
tahun 1975. Pada tahun 1993, filler ini beberapa evaluasi harus dilakukan. Riwa-
mendapat persetujuan FDA sebagai filler yat kesehatan pasien harus dicatat untuk
kosmetik dan saat ini tersedia dalam dua menilai kontraindikasi, seperti riwayat aler-
sediaan, yaitu GoreTex® dan SoftForm®. gi, herpes fasialis, kehamilan/laktasi, predis-
Keduanya berguna sebagai filler tunggal posisi keloid, penyakit-penyakit autoimun,
atau digunakan bersamaan dengan filler dan penggunaan obat-obatan yang meng-
lainnya, untuk terapi lipatan nasolabial hambat proses pembekuan darah.5
dalam, bibir atrofi, dan lipoatrofi akibat Kepuasan pasien ialah hasil akhir yang
terapi antiretroviral. Dengan kombinasi paling penting dalam hal peremajaan
blok saraf dan anestesi lokal, insisi masuk wajah. Edukasi pasien yang tepat, informed
dan keluar dibuat untuk melakukan consent, dan perkiraan realistik ialah hal-
implantasi ePTFe.7,30 hal yang wajib dilakukan oleh para dokter
untuk pelaksanaan terapi dermal filler.1,4,16
76 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 10, Nomor 2, Juli 2018, hlm. 71-79

Pasien harus selalu diingatkan kemung- sukkan dengan menggunakan jarum kecil
kinan terjadinya perdarahan saat injeksi, sedangkan viskositas tinggi memerlukan
menghentikan sementara konsumsi obat- jarum lebih besar. Aplikasi filler disaran-
obatan yang menyebabkan pengenceran kan pada dermal (superfisial, mid, dan
darah seperti vitamin E, aspirin, dan deep) dan subdermal. Tehnik yang sering
NSAID, serta hanya dengan persetujuan digunakan ialah linear threading, serial
medis dapat diberikan antikoagulan seperti puncture, radial fanning, cross-hatching,
warfarin atau clopidogrel bisulfate.1,4,16 dan push ahead. 2,36
Pada linear threading jarum suntik
Persiapan Pasien dipegang paralel dengan panjang kerutan
Tes alergi dilakukan dengan menyun- atau lipatan yang akan diterapi. Kulit
tikkan bahan filler kolagen ke volar lengan disuntik kemudian sambil jarum ditarik
bawah secara intradermal. Reaksi dinilai keluar, secara perlahan filler dimasukkan
mulai dari 6 jam pasca injeksi intradermal ke dalam kulit. Tekanan dilepaskan sesaat
sampai 2 minggu kemudian. Pasien diha- sebelum menarik jarum keluar dari kulit
rapkan memperhatikan dan mencatat setiap untuk menghindari kebocoran filler atau
minggu keadaan kulit di sekitar tempat filler terbuang percuma. Tehnik ini juga
suntikan. Setelah 2 minggu kemudian dila- disebut dengan tehnik tunnelling karena
kukan tes kedua. Bila dalam 4-6 minggu membentuk saluran filler. Beberapa ahli
hasilnya negatif, terapi filler dapat dilaku- menggunakan sudut 300 atau 450 arah
kan.7,12,16,34 jarum dengan kulit, ahli lain memilih lebih
Selain reaksi hipersensitif atau alergi paralel dengan kulit. Hal ini tergantung
terhadap bahan filler, kontraindikasi lain- kenyamanan masing-masing.36
nya ialah alergi terhadap lidokain, nekrosis Pada serial puncture/depot dilakukan
glabela, dan adanya infeksi di area terapi. injeksi multipel sepanjang kerutan sehingga
Studi menemukan tidak ada hubungan sangat penting untuk mempertahankan
antara penyakit autoimun tertentu seperti posisi kanula dan filler yang cukup serta
dermatomiositis, polimiositis, lupus erite- kuantitas yang sama di setiap injeksi untuk
matosus, reumatoid artritis, dan sklero- hasil augmentasi yang merata. Bila hasil
derma dengan terapi filler. Keadaan imuno- akhir tampak nyata augmentasi terpisah,
supresi juga ditemukan tidak meningkatkan sebaiknya dilakukan pemijatan perlahan
risiko komplikasi terhadap penggunaan untuk menyatukan filler.36
filler selain PLLA.29,35 Radial fanning merupakan lanjutan
Posisi pasien yang tepat untuk injeksi dari tehnik linear threading. Filler dima-
sangat penting. Pasien berbaring bersandar sukkan sambil menarik jarum keluar namun
dengan posisi menghadap atas dan pada sebelum sampai keluar dari kulit, jarum
sudut injeksi 450. Berbaring telentang dapat dimasukkan kembali ke arah radial mem-
merubah efek gravitasi kulit dan merubah bentuk garis baru. Deposit filler diulangi
kelainan sehingga meningkatkan kemung- lagi dengan cara yang sama sampai hasil
kinan koreksi yang tidak akurat. Diagnosis yang diinginkan tercapai. Tehnik ini sering
pasien dan pemetaan pre-terapi dengan pen digunakan untuk augmentasi regio malar.36
marking atau pensil alis dengan posisi Cross hatching juga merupakan variasi
tegak dapat membantu injeksi yang lebih dari linear threading dengan tehnik deposit
tepat.4,36 filler sama hanya pada tehnik ini dicipta-
kan beberapa garis paralel yang melawan
Tehnik Injeksi area terapi sehingga terbentuk persilangan.
Semua filler dimasukkan mengguna- Injeksi dibuat dalam beberapa paralel,
kan jarum yang biasanya sudah tersedia sehingga terbentuk pola grid, karena itu
dengan produknya. Ukuran jarum yang diperlukan pena surgikal untuk membuat
digunakan bervariasi menurut viskositas pola tersebut agar hasilnya seragam saat
filler. Viskositas rendah akan mudah dima- mengisi kontur yang diinginkan. Tehnik ini
Mawu: Dermal filler 77

sering digunakan pada area yang lebih luas dengan eritema dan pembengkakan,
seperti kerutan Marionette (nasolabial) dan bahkan dapat terjadi beberapa tahun
prejowl sulcus.36 kemudian.37
Push ahead menggunakan metode
yang hampir sama dengan linear threading, Simpulan
namun disini filler dideposit lebih padat di Dermal filler adalah prosedur non-
area terminal kerutan dan dilanjutkan peng- bedah untuk penambahan volume wajah
isian secara statis ke arah keluar jarum. atau anatomi tubuh lainnya. Prosedur ini
Tehnik ini sering digunakan untuk augmen- juga merupakan salah satu terapi rejuvenasi
tasi area di bawah alis dan area periorbital. yang bertujuan untuk tampilan lebih muda.
Push ahead merupakan tehnik yang cukup Terdapat berbagai jenis filler dengan
sulit sehingga untuk kerutan yang memer- keunggulan dan kekurangan masing-ma-
lukan tehnik ini sebaiknya dilakukan oleh sing. Dermal filler bervariasi dalam hal
yang sudah berpengalaman.36 lama efek terapi, cara pemberian, asal filler,
dan sifat fisik. Dermal filler yang ideal
Komplikasi dan Penanganan harus nonalergenik, nonkarsinogenik, non-
Komplikasi biasanya berhubungan teratogenik, harga terjangkau, dan berefek
dengan insersi jarum suntik dan material terapi yang panjang.
yang disuntikkan. Terdapat bermacam-ma- Saat dermal filler menjadi pilihan
cam komplikasi yang dapat terjadi dalam terapi atau tindakan, persiapan yang tepat
waktu cepat maupun lambat. Setiap reaksi baik dokter maupun pasien adalah hal yang
yang terjadi memerlukan pendekatan esensial. Konsultasi dan informasi harus
spesifik.1,5,37 Beberapa komplikasi yang meliputi ketepatan indikasi pemberian
paling sering terjadi ialah infeksi akut, filler, tehnik pemberian, keterbatasan filler,
diskolorasi kebiruan, dan granuloma.37 efek samping, kemungkinan hasil akhir,
Infeksi akut biasanya terjadi akibat biaya, dan informed consent.
luka pasca injeksi yang meradang atau
bersamaan dengan reaktivasi virus herpes DAFTAR PUSTAKA
simpleks. Antibiotik yang direkomendasi- 1. Baumann L, Blyumin M, Saghari S. Dermal
kan ialah antibiotik khusus infeksi kulit, Fillers. In: Baumann L, Saghari S,
biasanya berupa antibiotik topikal. Kultur Weisberg E, editor. Cosmetic Derma-
bakterial untuk identifikasi juga sering tology, Principles and Practice (2nd
ed). New York: McGraw Hill, 2009; p.
disarankan. Bila terjadi reaktivasi virus
191-209.
herpes simpleks, terapi oral antivirus dapat 2. Donofrio LM. Soft tissue augmentation. In:
mempercepat proses penyembuhan namun Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI,
hal ini masih kontroversi.37 Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ,
Diskolorasi kebiruan sering terjadi editors. Fitzpatrick’s Dermatology In
pasca injeksi superfisial HA. Tidak ada General Medicine (8th ed). New York:
penanganan khusus untuk komplikasi ini McGraw Hill, 2012; p. 3044-52.
dan akan hilang sendiri seiring dengan ber- 3. Song HW. Dermal fillers. 2009. Available
jalannya waktu. Steroid tidak dianjurkan from: http://omnihealthpro.com/
karena dalam hal ini tidak terdapat ebooks/DermalFillers.pdf.
inflamasi.37 4. De Maio M, Rzany B. Injectable Fillers in
Hampir semua filler dilaporkan pernah Aesthetic Medicine (2nd ed). Germany:
Springer, 2014; p. 1-85.
menyebabkan granuloma meskipun keja-
5. Lafaille P, Benedetto A. Fillers: Contra-
dian ini sangat jarang. Sering terjadi lambat indications, side effects and pre-
dan umumnya di area perioral. Umumnya cautions. J Cutan Aesth Surg. 2010;
pasien yang mengalami efek samping ini 3(1):16-9.
sudah mengalami infeksi virus atau trauma 6. Cosmetic Surgery National Data Bank 2016
wajah sebelumnya. Pembentukan granulo- Statistics (American Society of
ma dapat asimtomatis atau berhubungan Aesthetic Plastic Surgery website).
78 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 10, Nomor 2, Juli 2018, hlm. 71-79

Available from: http://www.surgery. term adverse effects associated with the


org/sites/default/files/2016stats.pdf . use of chemically-modified animal and
7. Saedi N, Rotunda AM, Jones DH, Narins nonanimal source hyaluronic acid
RS, Matarasso SL, Sadick NS. Soft dermal fillers. Clin Interv Aging. 2007;
tissue augmentation. In: Bolognia- 2(4):509-19.
Dermatology (3rd ed). Spain: Mosby 20. Hofmann RJ. Restylane injection for the
elsevier, 2010; p. 2548-55. lower eyelid tear trough. In: Hartstein
8. Gold MH. What’s new in fillers in 2010. J ME, Holds JB, Massry GG, editors.
Clin Aesth Derm. 2010;3(8):36-45. Pearls and Pitfalls in Cosmetic
9. Weinkle SH. The science of dermal fillers. Oculoplastic Surgery. New York:
Medscape Education Dermatology. Springer, 2008; p. 362-363.
August 2010. Available from: http: 21. Gold MH. Use of hyaluronic acid fillers for
//www.medscape.org/viewarticle/7272 the treatment of the aging face. Clin
87. Interv Aging. 2007;2:69-376.
10. Shoulders MD, Raines RT. Collagen 22. Dayan SH, Arkins JP, Somenek M.
structure and stability. Annu Rev Restylane persisting in lower eyelids
Biochem. 2009;78:929-58. for 5 years. J Cosm Derm. 2011;11:
11. Bader RS. Dermal fillers. In: Medscape 237-38.
Reference Drugs, Diseases & Proce- 23. Dover JS, Rubin MG, Bhatia AC. Review
dures. July 2011. Available from: of the efficacy, durability, and safety
http://emedicine.medscape.com/article/ data of two nonanimal stabilized
1125066-overview. hyaluronicacid fillers from a prospec-
12. Alam M, Gladstone H, Kramer EM, tive, randomized, comparative, multi-
Murphy JP Jr, Nouri K, Neuhaus center study. Dermatol Surg. 2009;35:
IM, et al. ASDS guidelines of care: 322-31.
injectable fillers. Dermatol Surg. 2008; 24. Rohrich RJ, Nguyen AT, Kenkel JM.
34 (Suppl 1):S115-48. Lexicon for soft tissue implants.
13. Saray A. Porcine dermal collagen (Permacol) Dermatol Surg. 2009;35S2:605-12.
for facial contour augmentation: 25. Berlin AL, Hussain M, Goldberg DJ.
preliminary report. Aesthetic Plast Calcium hydroxylapatite filler for facial
Surg. 2003;27(5):368-75. rejuvenation: a histologic and immune-
14. Catena F, Ansaloni L, Gazzotti F, histochemical analysis. Dermatol Surg.
Gagliardi S, Di Saverio S, 2008;34 Suppl 1:S64-7.
D’Alessandro, Pinna AD. Use of 26. Lizzul PF, Narurkar VA. The role of
porcine dermal collagen graft calcium hydroxylapatite (Radiesse) in
(Permacol) for hernia repair in nonsurgical aesthetic rejuvenation. J
contaminated fields. Hernia, 2007;11: Drugs Dermatol. 2010;9(5):446-50.
57-60. 27. Carruthers A, Carruthers J. Evaluation of
15. Evolence. Drug information online. February injectable calcium hydroxylapatite for
2012. Available from: http://www. the treatment of facial lipoatrophy
drugs.com/evolence.html. associated with HIV. Dermatol Surg.
16. Eppley BL, Dadvand B. Injectable soft 2008;34:1486-99.
tissue fillers: clinical overview. Plast 28. Pindaro C. Utilizing dermal fillers can
Reconstr Surg. 2006;118:98e-106e. literally change the face of HIV/AIDS.
17. Requena L, Requena C, Christensen L, HIV Clinician. 2010;22(4):5.
Zimmermann US, Kutzner H, 29. Butterwick K. Understanding injectable
Cerroni L. Adverse reactions to poly-L-lactic acid. Cosmet Dermatol.
injectable soft tissue fillers. J Am Acad 2007;20:388-92.
Dermatol. 2011;64(1):1-34. 30. Ngan V. Polytetrafluoroethylene implants.
18. Sadick N, Sorhaindo L. The utility of soft July 2011. Available from: http:
tissue fillers in clinical dermatology: //dermnetnz.org/procedures/polytetraflu
treatment of fine wrinkles and skin oroethylene.html.
defects. Expert Rev Med Devices. 31. Rohrich RJ, Pessa JE. The fat compartments
2007;4(4):559-66. of the face: anatomy and clinical
19. Edwards PC, Fantasia JE. Review of long- implications for cosmetic surgery. Plast
Mawu: Dermal filler 79

Reconstr Surg. 2007;119:2219-27. 35. Flaharty P. Radiance. Facial Plast


32. Lam SM, Glasgold AJ, Glasgold RA. Surgery. 2004;20:65-9.
Complementary fat grafting of the face. 36. Hinski JM, Cohen SR. Volumetric use of
In: Shiffman MA, editor. Autologous injectable fillers in the face (Chapter 7).
Fat Transfer: Art, Science, and Clinical In: Techniques in Aesthetic Plastic
Practice. New York: Springer, 2010; p. Surgery Series: Facial Rejuvenation
209-12. with Fillers. Available from: http:
33. Vedamurthy M, Vedamurthy A, Nischal //www.radiesse.eu/professionals/produc
KC. Dermal fillers: Do’s and dont’s. J t.cfm
Cutan Aesth Surg. 2010;3(1):11-5. 37. Sherman RN. Avoiding dermal filler
34. Bellman B. Immediate and delayed hyper- complications. Clinics in Dermatology.
sensitivity reactions to Restylane. 2009; 27:S23-S32.
Aesthetic Surg J. 2005;25:489-91.