Anda di halaman 1dari 2

A.

Strategi Pemberdayaan Dalam Pengembangan Masyarakat


Dalam konteks pekerjaan sosial, pemberdayaan dapat dilakukan
melalui 3 aras atau matra pemberdayaan:
1. Aras Mikro
Pemberdayaan dilakukan terhadap klien secara individu melalui
bimbingan, konseling, stres manajemen dan krisis itervensi.
Tujuan utamanya adalah membimbing atau melatih klien dalam
menjalankan tugas-tugas kehidupannya. Model ini sering disebut
sebagai pendekatan yang berpusat pada tugas.
2. Aras Mezzo
Pemberdayaan dilakukan terhadap sekelompok klien.
Pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan kelompok
sebagai media intervensi. Pendidikan dan pelatihan, dinamika
kelompok, biasanya digunakan sebagai strategi dalam
meningkatkan kesadaran pengetahuan, keterampilan dan sikap-
sikap klien agar memiliki kemampuan memecahkan permasalahan
yang dihadapinya.
3. Aras Makro
Pendekatan ini disebut juga sebagai strategi sistem besar, karena
sasaran perubahan diarahkan pada sistem lingkungan yang lebih
luas. Perumusan kebijakan, perencanaan sosial, kampanye, aksi
sosial, lobbiying, pengorganisasian masyarakat, manajemen
konflik, adalah beberapa strategi dalam pendekatan ini. Strategi
sistem besar memandang klien sebagai orang yang memiliki
kompetensi untuk memahami situasi-situasi mereka sendiri, dan
untuk memilih serta menentukan strategi yang tepat untuk
bertindak.

B. Konsep Pemberdayaan Dalam Pengembangan Masyarakat Di


Bidang Kesehatan
Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah proses
pemberian informasi kepada individu, keluarga atau kelompok (klien)
secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti
perkembangan klien, serta proses membantu klien, agar klien tersebut
berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek pengetahuan
atau knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek sikap atau etitut), dan
dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan
(aspek tindakat atau praktek).
Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan suatu
proses aktif, dimana sasaran atau klien dan masyarakat yang
diberdayakan harus berperan serta aktif (berpartisispasi) dalam
kegiatan dan program kesehatan. Ditinjau dari konteks pembangunan
kesehatan, partsipasi masyarakat adalah keikutsertaan dan kemitraan
masyarakat dan fasilitator (pemerintah, LSM) dalam pengambilan
keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian
kegiatan dan program kesehatan serta memperoleh manfaat dari
keikutsertaannya dalam rangka membangun kemandirian masyarakat.

Hapsara, R dan Efendi Sofian. 2018. Penguatan Upaya Kehatan


Masyarakat Dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Di
Indonesia. Yogyakarta: Gadja Mada Universisti Press.
Huraerah, Abu. 2017. Pengorganisasian Dan Pengembangan Masyarakat.
Universiti Sains Malaysia.