Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

KEPERAWATAN MATERNITAS
“Bentuk Panggul Wanita”

Dosen : Iis Afrianty. S.,ST., M.Keb

Disusun:

Nama: Sri Murtini

Tingkat: II B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA
KOLAKA
2020
4 Bentuk Panggul Wanita yang Memengaruhi Proses
Persalinan
Banyak orang bilang, wanita dengan panggul besar punya peluang besar untuk
melahirkan normal. Lantas mereka yang panggulnya kecil merasa khawatir bayinya
nggak bisa melewati jalan lahir yang sempit sehingga harus melalui SC. Padahal,
penampakan besar atau kecilnya panggul dari luar nggak serta-merta jadi jaminan
persalinan bisa dilakukan secara normal atau nggak, seperti dituturkan spesialis
kandungan dan kebidanan dari RS Bethsaida, Tangerang, dr Andriana Kumala Dewi,
SpOG, dilansir Health Detik. Jadi, bentuk panggul hanya memberikan informasi
tambahan terhadap risiko bilamana terjadi hambatan dalam
Jangan pesimis dulu, agar lebih bisa memahami dengan baik kondisi panggul
yang kamu miliki termasuk pengaruhnya terhadap proses persalinan.
 4 bentuk panggul menurut medis yang umum dimiliki oleh wanita sebagai
berikut:
1. Ginekoid: merupakan bentuk yang paling ideal untuk
melahirkan secara normal. Hampir 50% wanita memiliki
bentuk panggul seperti ini.

Ginekoid merupakan bentuk panggul yang paling umum dimiliki oleh


wanita. Rongga dalamnya berbentuk oval, jarak dari sisi kanan ke sisi kiri
panggul lebih lebar dibandingkan dengan jarak dari bagian depan ke
belakang. Tulang bawah panggul tumpul (bulat, nggak menonjol atau tajam) dan
lengkungan pubis cukup besar, yaitu sekitar 90 derajat atau lebih lebar.
Bentuk panggul ini menyerupai mangkuk jika dilihat dari atas dan membulat di
bagian dalam sehingga memudahkan bayi bergerak tanpa ada intervensi dari
struktur tulang ibu.

2. Antropoid: bentuk depannya yang lonjong menyerupai telur.


Punya peluang melahirkan normal namun baiknya
mempertimbangkan kondisi lainnya

(menyerupai telur)
Rongga dalam pinggul ini berbentuk oval tapi jarak antara sisi depan dan
belakang lebih lebar dibandingkan sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping
sejajar dan bagian belakang cukup luas untuk menampung bagian belakang
kepala bayi.
Ibu hamil dengan tipe panggul seperti ini punya peluang untuk melahirkan
normal, hanya saja kemungkinan besar mengakibatkan bayi lahir menghadap ke
atas, maka perlu mempertimbangkan kondisi lainnya. 25 % wanita memiliki
bentuk panggul seperti ini.
3. Android: bentuk panggul ini menyerupai segitiga atau hati.
Pelvis ini membuat persalinan normal cenderung lebih lama

(bentuk panggul pria)

Bentuk android merupakan tipikal panggul pria, yang mana ukuran rongga
panggul dan pelvis bagian depannya kecil dan sempit dan menyerupai simbol
hati. Pada tipe panggul ini, tulang bawah panggul cenderung menonjol dan
lengkungan tulang panggul yang tajam. Bentuk ini dimiliki oleh sekitar 20%
wanita. Pelvis ini membuat persalinan normal cenderung lebih lama dan berisiko
mengalami hambatan. Namun masih bisa diusahakan.
4. Platipeloid: panggul dengan bentuk oval yang memipih. Bentuk
panggul ini umumnya berisiko untuk melakukan persalinan
secara normal

(pipih memanjang ke samping)


Sekitar 5% wanita memiliki bentuk panggul tipe platipeloid. Memiliki ciri
bentuk rongga panggul yang oval, namun memipih pada bagian diameter bagian
depan ke belakang. Pintu masuknya berbentuk mirip ginjal, sedang pintu
keluarnya cukup luas karena arcus pubisnya sangat besar. Kondisi tulang
panggul seperti ini bisa disebabkan oleh faktor perkembangan, rakitis atau faktor
keturunan.
Bentuk panggul platipeloid potensinya kecil untuk bisa melahirkan normal
karena kepala bayi akan kesulitan memasuki pintu masuk. Pun harus melintang
posisi kepalanya saat melewati tulang panggul, jadi sangat berisiko.
Karena bentuk panggul turut menentukan langkah terbaik metode
persalinan pada wanita, sebaiknya lakukan pemeriksaan kehamilan termasuk
kondisi panggul rutin sejak awal kehamilan.
Meski bisa memengaruhi proses persalinan normal nantinya, bentuk
panggul ini nggak selamanya jadi patokan kok. Kamu nggak perlu terlalu
mengkhawatirkan perihal bagaimana bentuk panggulmu. Menjaga kesehatan dan
stamina tubuh melalui konsumsi makanan sehat serta olahraga lebih penting
untuk diperhatikan agar janinnya juga sama-sama sehat. Sehingga bisa
mengurangi komplikasi apa pun yang mengancam ibu maupun sang bayi saat
persalinan kelak.