Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN SATUAN ACARA PENYULUHAN

GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

Disusun Oleh :

Riska Wahyu Kusumanita

1710092

Kelompok 9

PRODI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

HANG TUAH SURABAYA 2018


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                     : Gangguan Sistem Pencernaan


Sub topic               : Diare
Sasaran                  : Pasien dan keluarga.
Hari/ tanggal         : Kamis, 10 Mei 2018
Jam                        : 09.00 – 09.20
Waktu                   : 20 Menit
Tempat                  : Ruang A2

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarganya
dapat memahami dan mengerti tentang Diare.
2. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan pasien dan keluarga dapat
menjelaskan tentang :
a. Pengertian diare
b. Hal – hal yang bisa menyebabkan diare
c. Akibat dari diare apabila tidak ditangani
d. Cara mencegah diare
e. Pengobatan diare
B. Materi
Terlampir.
C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
D. Media
Leaflat
E. Penatalaksanaan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 3 menit Pembukaan : 1.     
1.      Memberikan salam Menjawab salam
2.      Menjelaskan tujuan 2.      mendengarkan dan
pembelajaran memperhatikan
3.     Menyebutkan materi atau pokok bahasan
yang di sampaikan

2. 10  menit Pelaksanaan materi :


Review Pengetahuan
Menjelaskan materi penyuluhan secara Menyimak dan
berurutan dan teratur. memperhatikan
Materi :
1.      Pengertian diare
2.      Penyebab diare
3.      Pencegahan diare
4.      Pengobatan
3 5 menit Evaluasi :
1.      Menyimpulkan isi penyuluhan Bertanya dan
2.      Memberi kesempatan kepada audience menjawab pertanyaan
untuk bertanya
3.      Memberikan kesempatan kepada udience
untuk menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.

4 2 menit Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan Menjawab salam
mengucapkan salam.
F. Kriteria Hasil

No Kriteria Hasil Hasil


.
1. Kriteria Struktur : a. Pasien jumlah 10 orang. Peseta
a. Peserta hadir minimal 7 orang hadir 7 orang.
b. Penyelenggara penyuluhan dilakukan b. Penyuluhan di Ruang A2 kamar
di Ruang A2 Rumkital Dr. Ramelan 5.
Surabaya. c. Penyaji : Riska
c. Pengorganisasian penyelenggaraan Moderator : Farah
penyuluhan dilakukan sebelum dan saat Fasilitator : Ragil
penyuluhan. Demonstran : Faradila
Observer : Evin
2. Kriteria Proses : a. Peserta antusias dan
a. Peserta antusias terhadap materi memperhatikan.
penyuluhan b. Peserta mendengarkan materi yang
b. Peserta konsentrasi mendengar dijelaskan dengan baik.
penyuluhan. c. Peserta mampu menyampaikan
c. Peserta mampu mempraktikkan bagaimana cara mencegah diare
kembali materi penyuluhan. yang benar.
d. Peserta mengajukan pertanyaan dan d. Peserta mengacungkan jari dan
menjawab pertanyaan dengan benar. bertanya sebanyak 3 orang dan
dapat menjawab pertanyaan penyaji.

3. Kriteria Hasil : a. Peserta mampu menjelaskan tentang


a. Peserta mampu menjelaskan apa tanda dan gejala, penyebab,
saja tanda dan gejala, penyebab, pencegahan serta pengobatan untuk
cara mencegah dan pengobatan pasien diare.
diare yang benar.
G. Lampiran Materi Diare
1. Pengertian Diare
a. Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari
(WHO, 1992).
b. Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang
air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki
kandungan air berlebihan.
c. Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan
atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang
meningkat.

2. Penyebab Diare
a. Infeksi
1. Infeksi enteral adalah  infeksi saluran pencernaan makanan yang
merupakan penyebab diare seperti :
a. Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri,
Yersenia, Aerromonas.
b. Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.
c. Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.
2. Infeksi Parentral adalah infeksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis
media akut (OMA) tonsillitis/Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia,
encepalitis dsb. Keadaan ini terutama tedapat pada anak kurang dari 2
tahun.

Keterangan :
Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus
halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding
usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat
sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan
tinja berair pada diare.
b. Faktor Malabsorsi
1. Malabsorbsi karbohidrat
2. Malabsorbsi lemak
3. Malabsorbsi Protein
c. Faktor makanan: Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
d. Psikologis : rasa takut dan cemas.
e. Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
1. Tidak memadainya penyediaan air bersih
2. Air tercemar oleh tinja
3. Pembuangan tinja yang tidak hygienis
4. Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
5. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
f. Penghentian ASI yang terlalu dini.

3.      Klasifikasi  Diare


a. Menurut perjalanan penyakit :
1. Akut : Jika kurang dari 1 minggu
Penyebab diare akut (diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS,
khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan
berbau asam.
2. Berkepanjangan : Jika antara 1 minggu sampai 14 hari
3. Kronis : Jika > 14 hari dan disebabkan oleh non infeksi.
4. Persisten : Jika >14 hari dan disebabkan oleh infeksi.
b. Menurut patofisiologi :
1. Gangguan absorbsi
2. Gangguan sekresi
3. Gangguan osmotik
c. Menurut penyebab
1. Infeksi : Virus, bakteri, parasit,jamur
2. Konstitusi
3. Malabsorbsi

d. Klasifikasi berdasasarkan gangguan faal :


1. Dorongan didalam usus normal yang terlalu cepat, yang dapat disebabkan
oleh:
a. Rangsangan syaraf yang abnormal terdapat pada : psycogenic diarrhea
atau keracunan mecholyl.
b. Pengaruh zat kimia terhadap motilitas yang abnormal, misalnya pada:
sindroma karsinoid, penyakit addison’s, thirotoksikosis.
c. Iritasi pada intestine misalnya pada: pemakaian oleum recine, colitis
ulserative, perikolil abses.
d. Hilangnya simpanan di kolon misalnya pada: destruksi sphincter ani,
ileostomi dll.
2. Gangguan pencernaan makanan karena :
a. Hilangnya fungsi reservoit dari lambung, misalnya pada postgastrektom
timbul sindroma dumping.
b. Penyakit pancreas.
c. Insufisiensi sepanjang intestine.
d. Kemungkinan adanya sekresi abnormal dari HCL, misalnya pada
sindroma zollinger Ellison.
3. Absorbsi abnormal pada  pencernaan makanan, misalnya penyakit hati,
penyakit pada intestine, obstruksi mesenteric ( karsinomatosis atau pada
TBC).

4.      Pathogenesis
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah :
a. Gangguan osmotic
Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan
menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi
pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Isi rongga usus yang
berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkanya sehingga timbul
diare.
b. Gangguan sekresi
Akibat rangsang tertentu ( Misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi
peningkatan sekresi, air dan elektrolit kedalam rongga usus selanjutnya timbul
diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
c. Gangguan motilitas usus
Hiperpristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus
menyerap makan seingga timbul diare. Sebaliknya bila pristaltik menurun
akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang menyebabkan diare.

5.      Tanda dan Gejala Diare


a. Gejala diare adalah tinja encer
b. Muntah
c. Badan lesu atau lemah
d. Panas
e. Tidak nafsu makan
f. Darah dan lendir dalam kotoran
g. Nyeri pinggang

Sebelum diare terjadi biasanya penderita merasa mulal dan muntah. Rasa
mual dan muntah ini disebabkan oleh infeksi virus. Selain menyebabkan mual,
muntah dan diare, virus unu dapat menyebabkan demam, tinja berdarah,
penurunan nafsu makan sehinnga dapat menyebabkan penderita lesu.

6. Komplikasi
Akibat diare, kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat
terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut :
a. Dehidrasi
Cara menilai dehidrasi menurut WHO ( 1992)
Tanda dan Gejala  Tidak dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat
Keadaan umum Baik Rewel. Gelisah, Apatis, tidak
lemah sadar
Mata Tidak cekung Cekung dan Sangat cekung
kering
Air mata Jika menangis Jika menangis Jika menangis
masih ada tidak terdapat air tidak ada air
mata mata
Bibir Tidak kering kering Sangat kering
Rasa haus Tidak merasa Haus sekali, jika Tidak bisa
haus diberi minum minum
rakus
Cubitan kulit Jika dicubit Jika dicubit, Jika dicubit,
cepat kembali kembali lambat kembali sangat
lambat.

b. Renjatan hipovolemik
c. Hipoglikemi
d. Intoleransi sekunder akibat kerusakan filimukosa usus dan defisiensi enzim
laktase
e. Hipokalemia
f. Kejang terjadi akibat dehidrasi hipertonik
g. Malnutrisi energi protein

7.      Pencegahan Diare


Diare dapat dicegah dengan cara:
a. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
1. Sebelum makan
2. Setelah buang air besar
3. Sebelum memegang bayi
4. Setelah menceboki anak dan
5. Sebelum menyiapkan makanan
b. Meminum air minum sehat atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara
merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
c. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat,
kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain).
d. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan
jamban dengan tangki septik.

8.      Pengobatan Diare


Prinsip penatalaksanaan diare
a. Mencegah terjadinya dehidrasi
b. Mengobati dehidrasi
c. Memberi makan
d. Mencegah masalah lain

Tips atau cara menanggulangi diare


a. Minum Air Putih yang Banyak
Penderita diare harus minum air putih yang banyak karena dengan sering
buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu
digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah satu atau
dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak.
Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu
pembentukan energi dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari
minum kopi, teh dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam lambung.
b. Makan Makanan Khusus
Menghindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan
buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare.
Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar.
Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus
seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan
menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan
memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat
pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta
makanan yang pedas mengandung cabai dan lada.
c. Istirahat yang Cukup
Seseorang yang mengalami diare akan merasa lemah, lemas, lesu,
kurang bergairah, dan sebagainya. Istirahat sangata dibutuhkan oleh orang
yang menderita diare. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan
waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah
dan berdoa dan lain-lain.
d. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dalam
pengobatan diare. Penderita diare harus memeriksakan sakinya  ke
pelayanan kesehatan agar mendapat obat yang sesuai. Apabila sudah
mendapatkan obat, maka obat harus diminum sesuai ketentuan. Biasanya
dokter akan memberikan obat mules, obat diare, vitamin dan antibiotik.
Untuk obat mules dan diare sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare
saja dan hentikan jika sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk
antibiotik wajib dihabiskan agar kuman dan bibit penyakit lainnya mati
total dan tidak membentuk resistensi. Apabila diare sudah sembuh dan
vitamin masih, maka vitamin boleh diminim ataupun dihentikan. Vitamin
diminum dalam jumlah yang cukup jangan sampai berlebihan.
DAFTAR PUSTAKA
Setyohadi, bambang. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: IPD FK UI.
Suryono. 1998. Diare akut. Jakarta: EGC