Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PIJAT BAYI

NAMA KELOMPOK :
1. PUTRI RIZKI PUTRI (1710084)
2. RAMADHANTI SALSABILLA (1710086)
3. RAMDHONIA RAHMAWATI (1710088)
4. RIFKA MUFIDA (1710090)
5. RISKA WAHYU KUSUMANITA (1710092)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUAN ISPA

Bidang Studi : Keperawatan Anak

Topik : Pijat Bayi

Sasaran : Pasien dan keluarga pasien di Ruang Nifas dan VK


Bersalin Puskesmas Jagir

Tempat :Puskesmas Jagir Surabaya

Hari/Tanggal : Kamis, 4 Oktober 2018

Waktu : 1 x 30 menit

I. LATAR BELAKANG
Tanpa disadari ketika memandikan bayi, mengeringkan tubuhnya
dengan menggosok punggungnya, atau bermain-main dengan cara memijat
kakinya, sebenarnya banyak rangsangan yang dilakukan padanya.
Memberikan rangsangan pada bayi memang banyak caranya. Salah
satu diantaranya melalui pijatan (stroking). Pijat merupakan bentuk ideal
untuk merealisasikannya, sebab saat memijat bayi, ibu ”melatih” dirinya
untuk lebih mengenal bayinya. Dengan memijat bagian demi bagian tubuh
bayi secara lembut, ibu belajar mengenali tubuh dan bahasa tubuh bayinya
secara individual. Dari sini akan diketahui pijatan mana yang
menyenangkan bagi bayi dan mana yang tidak disukainya. Lama – lama
kita akan menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam mengurus bayi.
Dikalangan masyarakat Indonesia, ilmu pijat bayi tradisional sudah
lama dikenal, dan sampai saat ini di daerah – daerah masih sering
dilakukan oleh dukun pijat bayi. Ilmu pijat bayi umumnya mudah
dipelajari dengan beberapa kali latihan, orang tua akan mahir
melakukannya. Selain itu pijat bati juga mudah karena hanya
menggunakan minyak (baby oil).
II. TUJUAN
1. Tujuan Intruksional Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan pasien dan
keluarga pasien dapat memahami dan mengerti tentang pijat bayi
sehingga dapat menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan pendidikan kesehatan masyarakat mampu :
1. Menyebutkan pengertian pijat bayi dengan benar.
2. Menyebutkan manfaat pijat bayi dengan benar.
3. Menyebutkan waktu pijat bayi dengan benar.
4. Menyebutkan peralatan pijat bayi dengan benar.
5. Menyebutkan hal yang penting dalam pijat bayi dengan benar
6. Menyebutkan prosedur pijat bayi dengan benar.

III. ALAT MEDIA


1. Leaflet
2. Flipchart

IV. METODE PENYULUHAN


1. Presentasi
2. Ceramah
3. Tanya jawab

V. PENGORGANISASIAN
1. Penyaji : Ramadhanti Salsabilla dan Rifka Mufida
2. Notulen : Ramdhonia Rahmawati
3. Fasilitator : Riska Wahyu Kusumanita
4. Dokumentasi : Putri Rizki apriliani

VI. KEGIATAN PENYULUHAN


Proses Waktu Kegiatan pembelajaran Kegiatan peserta
Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan 2. Memperhatikan
diri
3. Menjelaskan tujuan 3. Memperhatikan
penyuluhan
4. Membagikan leaflet 4. Pasien menerima
leaflet yang
diberikan
Pelaksanaan 30 1. Menjelaskan materi 1. Pasien
menit tentang pengertian memperhatikan
pijat bayi penjelasan tentang
pengertian pijat
bayi.
2. Menjelaskan materi 2. Pasien
manfaat pijat bayi memperhatikan
yang benar penjelasan tentang
manfaat pijat bayi
yang benar
3. Menjelaskan materi 3. Pasien
tentang waktu pijat memperhatikan
bayi yang benar penjelasan tentang
waktu pijat bayi
yang benar
4. Menjelaskan materi 4. Pasien
tentang peralatan memperhatikan
pijat bayi yang benar penjelasan tentang
peralatan pijat bayi
yang benar

5. Menjelaskan materi 5. Pasien memperhatikan


tentang hal – hal penjelasan tentang hal –
yang penting pada hal yang penting pada
pijat bayi. pijat bayi.

6. Menjelaskan materi 6. Pasien memperhatikan


tentang prosedur penjelasan prosedur
pijat bayi yang benar pijat bayi yang benar.

7. Memberikan waktu 7. Pasien bertanya


untuk pasien
bertanya.

8. Pasien
8. Menjawab
mendengarkan
pertanyaan

9. Menjawab
9. Mengevaluasi
pertanyaan
pengunjung
puskesmas tentang
materi yang telah
diberikan
Penutup 5 menit 1. Mengucapkan 1. Mendengarkan
terimakasih terhadap
peran serta pesan
2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam
penutup

VII. EVALUASI
1. Penyuluh menyimpulkan materi yang telah disampaikan
2. Memberikan penilaian secara langsung berdasarkan tanya jawab yang
berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.

VIII. MATERI
1. Pengertian
Pijat bayi adalah suatu terapi atau seni perawatan kesehatan
yang sudah lama dikenal oleh manusia dan merupakan pengobatan
yang dipraktekan sejak awal manusia diciptakan ke dunia, karena
prosesnya berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran manusia.
Roesli (2001) mengungkapkan bahwa manusia mengalaman
pengalaman pertama dipijat pada saat dilahirkan di dunia dengan
adanya proses kelahiran dimana harus meninggalkan rahim yang
hangat dan melewati jalan lahir yang sempit sehingga menimbulkan
pengalaman traumatik dan kecemasan. Sentuhan dan pijat bayi yang
dilakukan segera setelah lahir akan membuat bayi mempertahankan
rasa aman setelah mendapat jaminan adanya kontak tubuh bayi.
Pijat bayi menurut Prasetyono (2009) yang dikutip dalam Roesli
(2011) berbeda dengan pijat yang dilakukan terhadap orang dewasa.
Perbedaan ini terletak pada besarnya tekanan yang diberikan. Pada
pijat bayi biasanya lebih cenderung berupa sentuhan – sentuhan
lembut, sehingga disebut juga stimulus touch. Pijat bayi bisa dilakukan
sejak bayi baru lahir hingga berusia 7 bulan.
Sentuhan dan pandangan mata yang terjadi pada saat pijat bayi
berlangsung dapat mengalirkan kasih sayang di antara keduanya yang
merupakan dasar untuk meningkatkan rasa aman, mengurangi
kecemasan, menciptakan hubungan emosi yang baik antara keduanya,
dan meningkatkan kemampuan fisik.

2. MANFAAT PIJAT BAYI


Pijat bayi menurut Roesli (2001) juga memiliki efek biokimia
yang positif,antara lain menurunkan kadar hormon stres
(catecholamine) dan meningkatkan kadar serotonin. Selain itu, ada
beberapa hasil laporan penelitian para pakar tentang
manfaat pijat bayi, antara lain :

1 Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan


Berdasarkan penelitian T. Field dan Scafidi dari Universitas
Miami, USA yang dikutip dalam Aminarti (2013) terapi sentuhan
(pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan
berat badan bayi dan peningkatan produksi ASI (Air Susu Ibu). Telah
diamati perubahan berat badan 20 bayi premature setelah mendapat
pijatan secara teratur, bayi mengalami kenaikan berat badan 20-47%
per hari setelah dipijat 3X15 menit selama 10 hari. Sedangkan bayi
berusia 1-3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali semingu selama enam
minggu mengalai kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok
bayi yang tidak dipijat.
Ini disebabkan bayi yang dipijat mengalami peningkatan kadar
enzim penyerapan dan insulin sehingga penyerapan terhadap sari
makanan pun menjadi lebih baik. Alhasil bayi menjadi cepat lapar
dank arena itu lebih sering menyusu sehingga meningkatkan produksi
ASI.

2 Meningkatkan daya tahan tubuh


Menurut Riksani (2011) pemijatan akan meningkatkan aktivitas
neurotransmitter serotonin. Aktivitas ini meningkatkan kerja sel
reseptor yang berfungsi mengikat hormone adrenalin yang merupakan
hormon kecemasan.stres. Proses ini akan menyebabkan penurunan
kadar hormone adrenalin. Penurunan kadar hormon stress ini akan
berpengaruh pada peningkatan daya tahan tubuh terutama
Immunoglobulin M dan Immunoglobulin G (IgM dan IgG). Kejadian
ini diharapkan memiliki dampak yang positif, terutama bagi para bayi
yang menderita ancaman HIV atau kanker. Bagi bayi yang sehat,
penguatan sistem imunitas ini tentu saja akan membuatnya lebih
bertahan dalam berbagai keadaan ketika kuman siap mengancam.
Aminarti (2013) menambahkan bahwa pemijatan mampu
meningkatkan system kekebalan, meningkatkan aliran cairan getah
bening keseluruh tubuh untuk membersihkan zat yang berbahaya
dalam tubuh, mengubah gelombang otak secara positif, memperbaiki
sirkulasi darah dan pernafasan, merangsang fungsi pencernaan serta
pembuangan, meningkatkan kenaikan berat badan, mengurangi depresi
dan ketegangan, membuat tidur lelap, mengurangi rasa sakit,
mengurangi kembung dan kolik (sakit perut), meningkatkan hubungan
batin antara orang tua dan bayinya, meningkatkan volume air susu ibu,
mengembangkan komunikasi, memahami isyarat bayi, meningkatkan
percaya diri.

3 Meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih lelap


Riksani (2011) mengungkapkan bahwa dengan melakukan pijat
bayi, maka peredaran darah si kecil akan menjadi lebih lancar. Darah
pada tubuh manusia akan mengalir ke seluruh bagian tubuh, tidak
terkecuali pada bagian otak. Salah satu zat penting yang diangkut oleh
darah adalah oksigen. Fungsi otak akan semakin optimal ketika asupan
oksigen mencukupi kebutuhan oksigen otak. Jika kebutuhan tersebut
terpenuhi, akan membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi menjadi lebih
baik.

4 Membina ikatan kasih sayang orangtua dan anak


Sentuhan atau pijatan pada bayi menurut Aminarti (2013) dapat
merangsang produksi ASI, meningkatkan nafsu makan dan berat
badannya. Tindakan ini juga akan mempererat tali kasih orang tua dan
si bayi, serta menajdi dasar positif bagi pertumbuhan emosi dan fisik
bayi. Kontak fisik secara positif antar orang tua dan anaknya dapat
membuat anak merasa berharga dan dicintai. Penelitian menunjukkan
bahwa bayi yang dipijat dengan penuh kasih sayang jarang sekali
menangis dan sakit daripada bayi yang tidak dipijat. Pijat seperti yang
diungkapkan Heath dan Bainbridge (2007) mampu meningkatkan
relaksasi dan menenangkan bayi yang menangis.
Untuk kasus tertentu, pijat bayi juga dapat memberikan manfaat
tambahan. Bagi pasangan yang masih remaja (teenage parents), pijat
bayi mendongkrak rasa percaya diri dan rasa penerimaan atas
keadaannya menjadi orang tua, serta meningkatkan harga diri sebagai
orang tua. Bagi orang tua angkat, pijat bayi membantu menciptakan
ikatan yang lebih kuat dengan bayinya.

3. WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMIJAT BAYI


Pijat bayi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Bayi akan
mendapat keuntungan lebih besar bila pemijatan dilakukan tiap hari
sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan. Aminarti (2013)
mengungkapkan bahwa pemijatan dapat dilakukan kapanpun sesuai
keinginan orang tua. Namun, waktu yang dianjurkan
adalah :

1. Pagi hari
Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi, sebab sisa-
sisa minyak pijat akan lebih mudah dibersihkan, selain itu
pemijatan pada pagi hari memberikan nuansa ceria bagi bayi. Yang
harus diperhatikan, jangan langsung memijat bayi segera setelah
bayi makan/menyusu. Janga membangunkan bayi hanya untuk
dipijat, atau memijat bayi saat ia sakit, memijat paksa dan
memaksakan posisi saat memijat.

2. Malam hari
Pemijatan pada malam hari sangatlah baik. Sebab, setelah
pemijatan, biasanya bayi akan santai dan mengantuk, hal ini
berguna untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak. Gerakan
pemijatan sebaiknya dilakukan sesuai dengan perkembangan usia
bayi menurut Riksani (2011), yaitu :

a. Usia bayi 0-1 bulan, bayi cukup dipijat dengan gerakan-gerakan


halus seperti mengusap-usap. Perlu diingat bahwa sebelum tali
pusat bayi lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah
perut.

b. Usia bayi 1-3 bulan, dilakukan gerakan halus sambil sedikit


memberikan tekanan ringan dalam waktu yang singkat.
c. Usia bayi > 3 bulan, tekanan pemijatan semakin meningkat.
Pemijatan dimulai dari kaki, bagian dada, tangan, muka, dan
diakhiri pada bagian punggung. Total waktu pemijatan disarankan
sekitar 15 menit.

4. PERALATAN UNTUK MELAKUKAN PIJAT BAYI


Aminarti (2013) mengungkaapkan peralatan yang dibutuhkan
sebelum melakukan pemijatan antara lain:
1. Alas yang empuk dan lembut
Misalnya kasur atau busa yang dilapisi dengan kain lembut. Luas alas
ini sebesar ukuran bayi agar ibu dapat bergerak dengan bebas. Alas ini
sebaiknya dalam posisi datar.

2. Handuk atau lap, popok dan baju ganti


Handuk atau lap digunakan untuk membersihkan sisa-sisa minyak
yang menempel dikulit bayi. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi
setelah dipijat. Menyiapkan popok hendaknya tidak terlambat (setelah
dipijat baru disiapkan popok) sebab, bayi harus menunggu waktu
sehingga kedinginan. Baju ganti untuk mengganti baju lama usai
pemijatan.

3. Minyak untuk memijat


Minyak digunakan sebagai pelumas (lubricant) bersifat melicinkan
permukaan kulit bayi dan tangan ibu sehingga memudahkan ibu dalam
berbagai gerakan urut dan membuat bayi merasa nyaman. Tujuan
pelumas ini adalah merawat kulit si kecil agtar tetap lembut dan sehat
tanpa terpengaruh oleh bekas gesekan pijat. Jadi, gunakan minyak
ketika memijat untuk menghindari luka akibat gesekan yang dapat
terjadi karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok adalah minyak
zaitun (olive oil), minyak dara (virgin coconut oil), minyak telon (baby
oil), minyak kelapa (minyak klentik), minyak kelapa sawit, bias juga
menggunakan losion. Hal ini karena sifatnya yang lembut dan
melembabkan. Jangan menggunakan minyak aroma terapi karena
terlalu keras untuk kulit bayi.

4. Air dan waslap


Siapkan air hangat beserta handuk kecil dan washlap untuk menyeka
bayi dari bekas minyak usai pemijatan.

5. HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM


PIJAT BAYI
Beberapa hal yang perlu ditambahkan selama pemijatan
berlangsung untuk menciptakan suasana pemijatan tenang dan
nyaman, diantaranya adalah :
a. Menyediakan waktu khusus yang tidak diganggu oleh hal lain
minimum 15 menit untuk melakukan keseluruh tahapan pemijatan
b. Duduklah dengan posisi nyaman dan tenang.
c. Minta ijin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara
membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajak bicara.
d. Pandang mata bayi selama pemijatan berlangsung.
e. Bernyanyilah atau putarkan lagu-lagu yang tenang atau lembut
untuk menciptakan suasana tenang selama pemijatan.
f. Awali pemijatan dengan sentuhan ringan, kemudian secara bertahap
tambahkan tekanan pada sentuhan tersebut, terutama bila anda sudah
yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang
dilakukan.
g. Jika suatu saat bayi tampak merasa tidak nyaman segera hentikan
pemijatan. Dalam memijat kita harus membangun toleransi dengan
mulai beberapa gerakan, sedikit demi sedikit dengan durasi waktu
yang bertahap dari 2-3 menit hingga 5-10 menit.
h. Tanggaplah pada isyarat yang diberikan bayi. Bila bayi menangis
cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan pemijatan
Tindakan yang tidak dianjurkan selama pemijatan antara lain :
a. Hindarkan mata bayi dari percikan atau lelehan minyak atau baby
oil/lotion.
b. Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan.
c. Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan.
d. Jangan memijat bayi pada saat bayi dalam keadaan tidak sehat.
e. Jangan memijat bayi pada saat bayi tidak mau dipijat.
f. Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi.
Wajib diingat! Lakukan konsultasi pada dokter atau perawat untuk
mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemijatan bayi.

6. PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI


Menyentuh bayi sama artinya dengan memijat atau mengurut.
Semua sentuhan akan menimbulkan efek positif. Jika sentuhan yang
dilakukan oleh tangan ibu melibatkan batin, dapat menimbulkan ikatan
yang lebih dekat dengan bayi. Pemijatan sebaiknya dimulai dari kaki
bayi, sebab umumnya bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah
kaki. Permulaan seperti ini akan memberi kesempatan pada bayi untuk
membiasakan diri dipijat sebelum bagian lain disentuh. Berikut urutan
teknik pemijatan bayi :
1) Melakukan pemijatan pada daerah kaki
a.Perahan cara India, Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti
memegang pemukul soft ball, Gerakkan tangan ke bawah secara
bergantian, seperti memerah susu.

b. Peras & putar, Pegang kaki bayi pada


pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan, Peras & putar
kaki bayi dengan lembut dimulai dari pangkal paha ke arah mata kaki.

c. Telapak kaki, Urutlah telapak kaki


dengan kedua ibu jari secara bergantian dimulai dari tumit kaki menuju
jari-jari di seluruh telapak kaki.

d. Tarikan lembut jari, Pijatlah jari-jarinya satu persatu dengan gerakan


memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan tarikan kasih yang
lembut pada tiap ujung jari.
e. Gerakan peregangan, dengan mempergunakan sisi dari jari telunjuk,
pijat telapak kaki mulai dari batas jari – jari ke arah tumit, kemudian
ulangi lagi dari perbatasan jari ke arah tumit, Dengan jari tangan lain
regangkan dengan lembut punggung kaki pada daerah pangkal kaki ke
arah tumit.

f. Titik tekanan, Tekan-tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan di


seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari.

g. Punggung kaki, Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara


bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki ke arah jari-jar
secara bergantian.

h. Peras & putar pergelangan kaki, Buatlah gerakan seperti memeras


dengan mempergunakan ibu jari & jari-jari lainnya di pergelangan kaki
bayi.

i. Perahan cara swedia, Peganglah pergelangan kaki bayi, Gerakkan tangan


anda secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha.

j. Gerakan menggulung, Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda,


Buatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki.

k. Gerakan akhir, Setelah gerakan diatas dilakukan pada kaki kanan & kiri,
rapatkan kedua kaki bayi, Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan
pada pantat & pangkal paha, Usap kedua kaki bayi dengan tekanan lembut
dari paha ke arah pergelanga kaki. Ini merupakan gerakan akhir bagian
kaki.

2) Melakukan pemijatan pada daerah perut


Catatan : hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.
Pada bayi baru lahir sebaiknya hindari memberikan gerakan-gerakan yang
berlebihan sebab tali pusat belum lepas.
a Mengayuh sepeda, Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti
mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan
tangan kanan & kiri.
b Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat, Angkat kedua kaki bayi dengan
salah satu tangan, Dengan tangan yang lain, pijat perut bayi dari peru
bagian atas sampai ke jari – jari kaki.

c Ibu jari kesamping, Letakkan kedua ibu jari di samping kanan & kiri
pusar perut, Gerakkan kedua ibu jari ke arah tepi perut kanan & kiri.

d Bulan-matahari, Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri
mulai ambardari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) keatas,
kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seolah membentuk gambar
matahari {M}) beberapa kali, Gunakan tangan kanan untuk membuat
gerakan setengah lingkaran mulai dari bagian bawah perut bayi sampai
bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan {B}), Lakukan
kedua gerakan ini secara bersama-sama. Tangan kiri selalu membuat
bulatan penuh (matahari), sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan
setengah lingkaran (bulan).

e Gerakan I Love You, ”I”, pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas
ke bawah dengan menggunakan jarijari tangan kanan membentuk huruf
”I”, ”LOVE”, pijatlah perut bayi membentuk huruf ”L” terbalik, mulai
dari kanan atas ke kiri atas, kemudian dari kiri atas ke kiri bawah, ”YOU”
pijatlah perut bayi membentuk huruf ”U” terbalik, mulai dari kanan bawah
(daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah, berakhir di perut
kiri bawah.

f Gelembung atau jari-jari berjalan, Letakkan ujung jari-jari satu tangan


pada perut bayi bagian kanan, Gerakkan jari-jari anda pada perut bayi dari
bagian kanan ke bagian kiri guna mengeluarkan gelembung – gelembung
udara.

3) Melakukan pemijatan pada daerah dada


a Jantung besar, Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan
meletakkan ujung-ujung jari kedua telapak tangan anda di tengah dada/ul
hati, Buat gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di
atas tulang selangka, lalu ke bawah membentuk bentuk jantung dan
kembali ke ulu hati.

b Kupu – kupu , Buatlah gerakan diagonal seperti gambaran kupu-kupu


dimulai dengan tangan kanan membuat gerakan memijat menyilang dari
tengah dada/ulu hati kearah bahu kanan, & kembali ke ulu hati,
Gerakkan tangan kiri anda ke bahu kiri dan kembali ke ulu hati.

4) Melakukan pijatan pada daerah tangan


a Memijat ketiak, Buatlah gerakan memijat pada daerah ketiak dari atas ke
bawah. Perlu diingat, kalau terdapat pembengkakan kelenjar di daerah
ketiak, sebaiknya gerakan ini tidak dilakukan.

b Perahan cara India, Peganglah lengan bayi bagian pundak dengan tangan
kanan seperti memegang pemukul softball, tangan kiri memegang
pergelangan tangan bayi, Gerakkan tangan kanan mulai dari bagian
pundak kearah pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kiri dari
pundak kearah pergelangan tangan, Demikian seterusnya, gerakkan tangan
kanan & kiri ke bawah secara bergantian & berulang-ulang seolah
memeras susu sapi.

c Peras & putar, Peras & putar lengan bayi dengan lembut mulai dari
pundak ke pergelangan tangan.

d Membuka tangan, Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari
pergelangan tangan kearah jari-jari.

e Putar jari-jari, Pijat lembut jari bayi satu persatu menuju ke arah ujung
jari dengan gerakan memutar, Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut
pada tiap ujung jari.

f Punggung tangan, Letakkan tangan bayi di antara kedua tangan anda,


Usap punggung tangannya dari pergelangan tangan ke arah jari-jari dengan
lembut.
g Peras & putar pergelangan tangan, Peraslah sekeliling pergelangan
tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk.

h Perahan cara swedia, Gerakan tangan kanan & kiri anda secara
bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi kearah pundak,
Lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi ke arah pundak.

I Gerakan menggulung, Peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan


kedua telapak tangan, Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan
menuju kearah pergelangan tangan/jari-jari.

5) Melakukan pemijatan pada daerah muka


Umumnya tidak diperlukan minyak untuk daerah wajah.
a Dahi : menyetrika dahi, Letakkan jarijari kedua tangan anda pada
pertengahan dahi, Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari
tengah dahi keluar ke samping kanan & kiri seolah menyetrika dahi atau
membuka lembaran buku, Gerakan ke bawah ke daerah peilpis, buatlah
lingkaranlingkaran kecil di daerah pelipis, kemudian gerakkan ke dalam
melalui daerah pipi di bawah mata.

b Alis : menyetrika alis, Letakkan kedua ibu jari anda diantara kedua
alis mata, Gunakan kedua ibu jari untuk memijat secara lembut pada alis
mata & diatas kelopak mata, mulai dari tengah ke samping seolah
menyetrika alis.

c Hidung : Senyum I, Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan alis,
Tekankan ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi
hidung ke arah pipi dengan membuat gerakan ke samping & ke atas seolah
membuat bayi tersenyum.

d Mulut bagian atas : Senyum II, Letakkan kedua ibu jari anda di atas
mulut di bawah sekat hidung, Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke
samping & ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
e Mulut bagian bawah : Senyum III, Letakkan kedua ibu jari anda ditengah
dagu, Tekankan kedua ibu jari pada dagu dengan gerakan dari tengah ke
samping, kemudian ke atas kearah pipi seolah membuat bayi tersenyum.

f Lingkaran kecil di rahang, Dengan jari kedua tangan, buatlah lingkaran


lingkaran kecil di daerah rahang bayi.

g Belakang telinga, dengan mempergunakan ujung-ujung jari, berikan


tekanan lembut pada daerah belakang telingan kanan dan kiri,
gerakan dilanjutkan kearah pertengahan dagu di bawah dagu.

6) Melakukan pemijatan pada daerah punggung


a Gerakan maju mundur (kursi goyang), Tengkurapkan bayi melintang di
depan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan anda,
Pijatlah sepanjang punggung bayi dengan gerakan maju mundur
menggunakan kedua telapak tangan, dari bawah leher sampai ke pantat
bayi, lalu kembali lagi ke leher.

b Gerakan menyetrika, Pegang pantat bayi dengan tangan kanan, Dengan


tangan kiri, pijatlah mulai dari leher ke bawah sampai bertemu dengan
tangan kanan yang menahan pantat bayi seolah menyetrika punggung.

c Gerakan menyetrika & mengangkat, Ulangi gerakan menyetrika


punggung, hanya kali ini tangan kanan memegang kaki bayi & gerakan
dilanjutkan sampai ke tumit kaki bayi.

d Gerakan melingkar, Dengan jari-jari kedua tangan anda, buatlah


gerakangerakan melingkar kecil-kecil mulai dari batas tengkuk turun ke
bawah di sebelah kanan & kiri tulang punggung sampai di daerah pantat,
Mulai dengan lingkaran-lingkaran kecil di daerah leher, kemudian
lingkaran yang lebih besar di daerah pantat.

e Gerakan menggaruk, Tekankan dengan lembut kelima jari-jari tangan


kanan anda pada punggung bayi, Buat gerakan menggaruk ke bawah
memanjang sampai ke pantat bayi.
DAFTAR PUSTAKA

Aminati, Dini, 2013, Pijat dan Senam Untuk Bayi dan Balita, Briliant Books,
Sleman
Heath dan Bainbridge, 2007, Baby Massage, Dian Rakyat, Jakarta

Yahya, Nadjibah, 2011, Spa Bayi dan Anak, Tiga Serangkai, Solo

Lee Naurah, 2009, Cara Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, CV Solusi Distribusi,
Yogyakarta

Nadesul, Handrawan, 2009, Membesarkan Bayi Jadi Anak Pintar (Panduan Bagi
Ibu), Kompas, Jakarta

Prasetyono, 2009, Teknik-teknik tepat memijat bayi sendiri, Penerbit DIVA Press,
Yogyakarta

Riksani, Ria, 2012, Cara Mudah dan Aman Pijat Bayi, Dunia Sehat, Jakarta
Timur

Roesli, Utami, 2009, Pedoman Pijat Bayi, PT Trubus Agri Widia, Jakarta

Sunarsih, Tri, 2010, “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi
Umur 0-3 Bulan di BPS Saraswati Sleman Yogyakarta”, [Thesis], Jurusan
Magister Keperawatan Anak Universitas Gadja Mada, Yogyakarta

Zainiyah, Zakkiyatus dan Susanti, Eny, 2010, “Hubungan Pijat Bayi Dengan
Perkembangan Motorik Kasar Bayi Usia 6-12 Bulan di BPS Sri Retno
Wahyuningsih, S.ST (Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan)”, [Artikel
Kesehatan], Akademi Kebidanan Ngudia Husada Madura, Madura