Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH FISOLOGI HEWAN DAN MANUSIA

“Sistem Otot dan Gerak”

Oleh Kelompok 3 :

1. Aldy Rohman Haryono (2017-59-032)


2. Rian Asih Findilia (2017-59-012)
3. Eni Kristina Yomaki (2017-59-005)
4. Haryati (2017-59015)
5. Stince Mbaubedari (2017-59-0 )
6. Marleta Berotabui
7. Margrice Bonwefer

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PAPUA

MANOKWARI

2019
Daftar Isi
BAB I.................................................................................................................................2
PENDAHULUAN.............................................................................................................2
A. Latar Belakang.......................................................................................................2
B. Rumusan masalah...................................................................................................3
C. Tujuan....................................................................................................................3
BAB II...............................................................................................................................4
PEMBAHASAN................................................................................................................4
2.1 Fisiologi Sistem Gerak Invertebrata.........................................................................4
2.2 Fisiologi Sistem Gerak pada Vertebrata...................................................................6
2.3 Fisiologi Sistem gerak pada Manusia.....................................................................10
Mekanisme Gerak Pada Hewan Invertebrata................................................................12
2.5 Fisiologi Kontraksi Otot Rangka, Otot Polos dan Otot Jantung........................15
2.6 Prinsip All Or None................................................................................................19
 Macam-macam Kontraksi pada Otot...............................................................20
Kontraksi Isotonik..................................................................................................20
KontraksiKonsentris..............................................................................................20
KontraksiEksentrik................................................................................................20
KontraksiIsometrik................................................................................................21
2.7 Peranan Ion Ca2+, ATP dan fosfagen....................................................................21
A. Kelainan / Gangguan Pada Tulang Belakang / Spinal Manusia...............................24
BAB III............................................................................................................................26
PENUTUP.......................................................................................................................26
3.1 Kesimpulan......................................................................................................26
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Salah satu ciri dikatakan makhluk hidup yaitu dapat bergerak atau
berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Burung berpindah tempat dengan
cara mengepakan sayapnya sehingga dapat terbang di udara. Sedangkan ikan
berpindah tempat dengan cara berenang di dalam air dengan bantuan ekor dan
siripnya. Lain halnya dengan gajah, hewan berpindah tempat dengan berjalan kaki
dengan menggunakan keempat kakinya.

Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua yaitu hewan yang bertulang
belakang (Vertebrata) dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang
(Avertebrata). Sistem gerak yang terdapat pada Vertebrata dan Avertebrata
memiliki fungsi yang sama yaitu berhubungan dengan bentuk rangka dan tubuh
hewan, walaupun hewan tersebut berpindah tempat dengan cara yang berbeda satu
sama lain.
Hewan vertebrata yang dibahas dalam artikel ini yaitu pisces (ikan), aves
(burung), reptil, amfibi (katak), dan mamalia. Ciri khas hewan vertebrata yaitu
memiliki tulang dalam atau endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat
badan hewan tersebut. Otot dan tulang hewan saling menempel membuat struktur
endoskeleton. Dimana bentuk tulang dalam (rangka dalam) masing-masing hewan
vertebrata tersebut berbeda-beda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.
Adapun dalam artikel ini hanya akan dibahas untuk sistem gerak pada hewan
vertebrata saja. Untuk hewan avertebrata akan dibahas dikemudian hari. Setiap
jenis hewan – hewan tersebut memiliki sistem gerak dan bentuk rangka yang
berbeda menyesuaikan dengan tempat hidupnya di alam bebas.
Hewan-Invertebrata Ciri makhluk hidup selain tumbuh dan berkembang ia
juga bergerak. Gerak dapat membuat hewan dapat berpindah tempat dan bergerak
mencari mangsa/makanannya untuk melangsungkan kehidupannya. Hewan
invertebrata adalah pengelompokan hewan yang tidak memiliki tulang belakang
(tulang punggung). Hewan invertebrata memiliki struktur anatomi tubuh yang
lebih sederhana untuk bergerak. Sebagian besar hewan ini melakukan sebuah
gerakan dengan menggabungkan otot-otot tubuhnya seperti kepala, perut, dan
ekor untuk berkontraksi.

Otot adalahsel serabut yang menghasilkan kontraksi yang


menggerakan bagian tubuh, termasuk orgam dalam. Jaringan ikat dalam
otot membawa serabut saraf dan kapiler ke serabut otot. Otot juga
memberi bentuk kepada tubuh dan menghasilkan panas. Dikenal tiga jenis
otot:
 Otot rangka untuk menggerakan tulang dan struktur lain (misalnya
oculus)
 Otot jantung sebagai komponen dinding jantung terbesar
 Otot polos yang membentuk sebagian dinding pembuluh dan organ
yang berongga terbanyak; otot ini memindahkan berbagai zat
melalui visera (misalnya intestinum) dan mengatur aliran melalui
pembuluh darah.

B. Rumusan masalah
1. Apa saja Fisiologi sistem gerak Invertebrata, Vertebrata dan Manusia yang
meliputi gerak Amuboid, gerak Silia dan Flagella?
2. Apa saja Kekhususan otot invertebrate dan juga Fisiologi Kontraksi Otot
rangka otot polos dan otot jantung?
3. Apa yang di sebut prinsip All or none?
4. Apa saja macam-macam kontraksi!
5. Bagaimana Peranan Ion Ca2+, ATP dan Fosfagen pada Kontraksi otot
serta kelainan pada sistem gerak?
C. Tujuan
- Bisa menjelaskan tentang Fisologi sistem gerak invertebrate,
Vertebrata dan manusia meliputi gerak amuboid, gerak silia, dan
flagella, kekhususan otot invertebrate, fisiolog kontraksi otot rangka,
otot polos, dan otot jantung, Prinsip all or none, macam-macam
kontraksi,peranan ion Ca2+, ATP dan fosfagen pada Kontraksi otot
serta kelainan pada sistem gerak.
BAB II
PEMBAHASAN
Salah satu ciri dikatakan makhluk hidup yaitu dapat bergerak atau
berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Burung berpindah tempat dengan
cara mengepakan sayapnya sehingga dapat terbang di udara. Sedangkan ikan
berpindah tempat dengan cara berenang di dalam air dengan bantuan ekor dan
siripnya. Lain halnya dengan gajah, hewan berpindah tempat dengan berjalan kaki
dengan menggunakan keempat kakinya.

2.1 Fisiologi Sistem Gerak Invertebrata


Hewan invertebrata memiliki struktur anatomi tubuh yang lebih sederhana
untuk bergerak. Sebagian besar hewan ini melakukan sebuah gerakan dengan
menggabungkan otot-otot tubuhnya seperti kepala, perut, dan ekor untuk
berkontraksi. Meskipun tergolong kedalam kelompok hewan yang sama yaitu
hewan invertebrata (tidak memiliki tulang belakang), namun alat gerak pada tiap
fillum hewan ini berbeda-beda. Berikut kami bahas mengenai sistem gerak pada
hewan invertebrata berdasarkan fillum:

1. Fillum Porifera

Hewan ini hidup di laut dan tubuhnya berlubang dan berpori-pori, hewan
ini dapat berpindah tempat dengan menggeserkan tubuhnya dan ada pula beberapa
hewan porifera yang tidak memiliki alat gerak. Contoh hewan: Calcarea,
Hexactinellida.

2. Fillum Protozoa

Protozoa adalah hewan yang hidup di air dan hanya memiliki satu sel saja.
Protozoa terbagi kedalam beberapa kelas, berdasarkan alat geraknya Protozoa
terbagi menjadi 4 :

Kelas Rhizopoda: bergerak menggunakan kaki semu.

Kelas Plagel : bergerak menggunakan bulu.

Kelas Cilliata : bergerak menggunakan rambut getar.

Kelas Sporozoa : menggerakkan seluruh tubuhnya.

Contoh hewan: Amoeba.

3. Fillum Ceolenterata
Pada hewan coelenterata tubuhnya memiliki lubang dan menyemburkan
racun untuk memangsa mangsa/makannanya. Hewan ini tidak memiliki sistem
gerak. Contoh hewan coelenterate adalah ubur-ubur dan anemone laut.

4. Filum Annelida

Sistem gerak pada hewan invertebrata jenis Vermes atau bangsa cacing,
mereka bergerak dengan melakukan kontraksi pada otot-otot yang ada pada tubuh
mereka. Contoh: Cacing tanah dan lintah.

5. Fillum Antrophoda

Pada hewan yang memiliki ruas dan tubuh yang bersegmen, mereka
bergerak menggunakan kaki yang berada pada ruas-ruas tubuh mereka. Contoh :
kupu-kupu, serangga, dan kepiting.

6. Fillum Mollusca

Hewan ini memiliki tubuh yang sangat lunak dan memiliki cangkang pada
bagian atas tubuhnya, yang berfungsi sebagai pelindung tubuh bagian luar. Hewan
Mollusca ini terbagi menjadi beberapa kelas, dan pada tiap kelasnya memiliki alat
gerak yang berbeda. Contoh: Gastropoda bergerak menggunakan kaki dan
perutnya. Contoh: siput Cepalophoda alat geraknya ada pada kaki dan kepalanya.
Contoh: cumi-cumi dan gurita. Pelicipoda bergerak menggunakan kaki pipihnya.
Contoh: scaphopoda dan

7. Fillum Echinodermata

Hewan ini memiliki kulit yang berduri dan mempunyai alat gerak yang
digunakan berupa tentakel (berupa organ tubuh yang dapat memanjang dan
bergerak fleksibel). Contoh : landak laut, teripang dan bintang laut.

8. Fillum Platyhelminthes

Hewan ini memiliki badan yang pipih dan tubuh yang melebar dan meluas.
Plathyminthes dapat bergerak dengan melakukan kontraksi otot-otot tubuh.
Contoh: Cacing Pipih.

9. Fillum Nemathelminthes

Nemathelminthes bergerak dengan melakukan kontraksi pada otot-otot


tubuhnya, bentuk tubuh dapat memanjang serta dapat memipih yang membuatnya
dapat melakukan gerakan maju atau mundur. Contoh: Cacing tambang.
2.2 Fisiologi Sistem Gerak pada Vertebrata
Klasifikasi Hewan
Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua yaitu hewan yang bertulang
belakang (Vertebrata) dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang
(Avertebrata). Sistem gerak yang terdapat pada Vertebrata dan Avertebrata
memiliki fungsi yang sama yaitu berhubungan dengan bentuk rangka dan tubuh
hewan, walaupun hewan tersebut berpindah tempat dengan cara yang berbeda satu
sama lain.
Hewan vertebrata yang dibahas dalam artikel ini yaitu pisces (ikan), aves
(burung), reptil, amfibi (katak), dan mamalia. Ciri khas hewan vertebrata yaitu
memiliki tulang dalam atau endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat
badan hewan tersebut. Otot dan tulang hewan saling menempel membuat struktur
endoskeleton. Dimana bentuk tulang dalam (rangka dalam) masing-masing hewan
vertebrata tersebut berbeda-beda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.
Adapun dalam artikel ini hanya akan dibahas untuk sistem gerak pada hewan
vertebrata saja. Untuk hewan avertebrata akan dibahas dikemudian hari. Setiap
jenis hewan – hewan tersebut memiliki sistem gerak dan bentuk rangka yang
berbeda menyesuaikan dengan tempat hidupnya di alam bebas.
1) Sistem Gerak Ikan

Lalu muncul pertanyaan bagaimana cara hewan air (ikan) bergerak berpindah
tempat ? Contoh jenis hewan air ini yaitu ikan. Habitat ikan yaitu hidup di air
dimana air memiliki massa jenis lebih besar daripada massa jenis (berat badan
ikan) ikan itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan ikan – ikan baik yang hidup
di air tawar maupun di air laut memiliki gaya angkat yang lebih tinggi pada saat
berada didalam air. Selain itu ikan juga memiliki sirip yang membuat ikan dapat
berenang leluasa kesana kemari dengan lincah di dalam air dengan hanya
mengeluarkan energi yang sedikit.
Sirip ikan terdiri dari sepasang sirip yang berada di kanan maupun di kiri dan sirip
ekornya. Sirip-sirip ini bermanfaat bagi ikan agar bisa bergerak ke depan dengan
mudah. Selain itu ada lagi sirip tengah, yaitu sirip yang terletak di atas tubuh ikan.
Ikan yang hanya menggunakan sirip tengah dan sirip pasangan biasanya tidak
dapat berenang secepat ikan yang memanfaatkan sirip pasangan dan sirip ekornya.
Contoh ikan jenis ini yaitu ikan yang hidup di terumbu karang (ikan yang tidak
dapat bergerak cepat).

Karakteristik Rangka
Beberapa ikan yang habitatnya di air tawar maupun di air laut memiliki bentuk
tubuh yang unik, sebagian besar berwujud mirip torpedo. Ada juga yang
mengatakan bentuk tubuh ikan berbentuk streamline. Ternyata bentuk ikan yang
mirip torpedo (streamline) tersebut memudahkan ikan dalam melakukan
maneuver berbelok ke kanan dan ke kiri lebih cepat dan praktis saat berada di air
tanpa mengalami hambatan atau gesekan dengan air.
Pada saat ikan bergerak di dalam air, terdapat gelembung – gelembung udara yang
naik ke permukaan air. Maksud dan tujuan ikan melakukan ini yaitu agar ikan
memudahkan ikan mengatur saat ikan ingin naik ke permukaan air atau saat
menyelam ke dasar sungai atau laut.
Selain itu bentuk rangka tulang ikan dan otot-otot ikan yang praktis dan efisien
sangat berguna saat ikan ingin bergerak ke depan dengan lincah.
2) Sistem Gerak Burung
Cara bergerak hewan yang ada di udara berbeda dengan cara bergerak hewan
yang ada di dalam air. Hewan udara contohnya yaitu burung. Burung dapat
terbang bebas di udara karena memiliki sayap dan rangka tulang yang
mendukung. Setiap burung memiliki cara terbang yang berbeda antara yang satu
dengan yang lain. Pada umumnya bentuk tubuh burung – burung memiliki bentuk
tubuh yang unik. Burung – burung dapat terbang karena bentuk tubuhnya
memiliki gaya angkat yang lebih besar, sehingga dapat melepaskan dari dari
pengaruh gaya gravitasi bumi.
Karakteristik Rangka
Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang kuat namun ringan. Selain itu
burung juga diperkuat oleh tulang dada dan otot – otot yang solid dan kekar saat
menahan terpaan angin yang kencang pada waktu sedang terbang di udara.
Kontruksinya tulang sayap yang kuat dan ringan memberikan gaya angkat yang
cukup besar bagi burung saat akan terbang.
Bentuk sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini menyebabkan udara yang
mengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat daripada udara yang
mengalir di atas sayap burung. Pada waktu burung akan terbang yaitu dengan
mengepakkan sayapnya, maka udara akan mengalir ke bagian bawah yang
menghasilkan gaya angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara atau terbang.
3) Sistem Gerak Amphibia

Contoh dari Amphibia yaitu kodok atau katak. Kontruksi tulang katak yaitu terdiri
dari tulang badan, tulang anggota gerak dan tulang tengkorak (tulang kepala).
Amfibi memiliki sendi baik itu di lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan
tangan. Sendi ini memudahkan hewan amfibi seperti katak untuk melompat.
Karakteristik Rangka
Selain itu bentuk tulang kepala katak berukuran kecil dan hanya memiliki sedikit
tulang. Hal ini menyebabkan tulang kepala katak sangat ringan namun kuat.
Selain itu postur badan katak juga ditopang oleh tulang belakang yang dapat
menahan berat tubuh bagian belakang dan bagian depan katak.
Katak memiki kaki yang sangat panjang dan otot-otot yang kekar dan solid. Agar
katak mudah saat berenang, kaki katak memiliki selaput renang. Selaput renang
ini sangat berguna bagi katak saat sedang berenang di dalam air. Dengan adanya
selaput renang, katak dapat bergerak lincah di dalam air

4) Sistem Gerak Reptil

Hewan yang termasuk dalam kategori reptil yaitu kadal, kura-kura, ular, buaya,
dan sebagainya. Contohnya ular. Ular bergerak dengan cara merayap atau melata
baik di atas tanah, air maupun pada saat berenang di air.

Karakteristik Rangka
Bentuk tulang ular yaitu terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang
ekor. Pada tulang badan, terdiri dari ratusan buah ruas-ruas tulang belakang.
Sedangkan pada tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang dibalut
dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Dengan bentuk tubuh dan banyaknya ruas-
ruas tulang belakang inilah yang menyebabkan ular bergerak dengan cara meliuk-
liukan badannya ke kanan dan ke kiri dengan cepat
5) Sistem Gerak Mamalia

Contoh dari hewan mamalia yaitu banteng, paus, kucing, anjing, sapi, kerbau, dan
sebagainya. Mamalia hidup di berbagai jenis habitat, ada yang hidup di air, di
darat dan di udara. Salah satu contoh mamalia yang hidup di darah yaitu kuda.
Karakteristik Rangka
Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-
ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya,
menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain

Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda paling belakang memberikan dorongan
agar kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau lambatnya kuda berlari
tergantung pada kuat atau lemahnya saat kaki belakang memberikan gerakan pada
kaki belakangnya.

2.3 Fisiologi Sistem gerak pada Manusia


Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu: Bagian
tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.

A. Bagian Tengkorak
Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang-tulang
pipih yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel darah merah
dan putih. Masing-masing tulang berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang
tengkorak, dan tulang dahi (1 buah).
B. Bagian Badan
Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok yaitu
Ruas-ruas tulang belakang, Tulang rusuk,  Tulang dada,   Gelang bahu, dan
Gelang panggul.

C. Bagian Anggota gerak


Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yaitu :

 Anggota gerak atas


Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri.

 Anggota Gerak Bawah


Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka penyusun kaki kanan
dan kiri. Berdasarkan kepada jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh
manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan tulang yang disusun oleh sel-sel tulang rawan.
Tulang ini bersifat lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang rawan.
Tulang ini mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh tulang rawan
adalah ujung tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring, bronkus, dan di antara
ruas-ruas tulang belakang.

2. Tulang Keras
Seperti namanya, tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat dan bersifat
keras daripada tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh osteoblas (sel
pembentuk tulang). Terdapat banyak zat kapur diantara sel tulang keras dengan
sedikit zat perekat. itulah yang membuat jenis tulang ini menjadi keras. Di dalam
tulang keras kita dapat menjumpai saluran havers. di dalam saluran havers ini
terdapat pembuluh-pembuluh darah. Diantara contoh tulang keras adalah: tulang
kering, tulang lengan, dan tulang selangka.

Tulang dibedakan menjadi 3 macam jika didasarkan kepada bentuknya, yaitu:

1. Tulang Pipa
Bentuk tulang ini panjang dan bulat dengan rongga di tengahnya seperti pipa.
contoh tulang pipa adalah tulang jari tangan, tulang paha, dan tulang lengan atas.

2. Tulang Pipih
Bentuk tulang ini gepeng atau pipih. contohnya adalah tulang dada, tulang
belikat,dan tulang rusuk.
3. Tulang Pendek
Tulang yang berbentuk bulat dan pendek. contohnya adalah: ruas-ruas tulang
belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan. Tulang pipih
memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah
dan putih.

ALAT GERAK AKTIF

Mekanisme Gerak Pada Hewan Invertebrata


a. Gerak Amoeboid dan Siklosis

Gerak amoeboid merupakan bentuk gerakan Amoeba yang dapat dijumpai


pada Amoeba, Porifera, leukosit pada Vertebrata dan pada proses umum gerakan
sitoplasmik. Gerak amoeboid merupakan gerakan disebut dengan gel yang
disebabkan oleh perubahan kekentalan dari sitoplasma. Beberapa bagian dan
protoplas lebih kental, keadaan semacam ini disebut dengan sol dan sebagian lagi
lebih cair. Perubahan sol ke gel dan gel ke sol merupakan mekanisme penting
pada gerak amoeboid ini. Dalam protoplasma sudah ditemukan filamen aktin dan
miosin. Untuk pergerakan aktin dan miosin diperlukan ATP. Adanya penambahan
ATP, kalsium dan magnesium akan meningkatkan kontraksi ektoplasma di dalam
sel, bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa hal tersebut meningkatkan interaksi
antara filamen aktin dan miosin. Mekanisme perubahan ini membantu
menjelaskan adanya perubahan sitoplasma dari sol menjadi gel.

b. Gerak Silia dan Flagella


Gerak silia dan flagella lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan
gerak amoeboid dan siklosis karena struktur silia dan flagella sudah lebih jelas.
Struktur silia dan flagella hampir sama, yang berbeda hanya ukuran dan
jumlahnya, biasanya flagella lebih panjang dan silia pendek, tetapi jumlah silia
biasanya lebih banyak dan flagella sedikit. Silia adalah semacam rambut
protoplasma yang menonjol dari permukaan sel hewan yang bersilia. Biasanya
panjangnya kurang lebih 3-4 mikron. Bagian luar dan silia ditutupi oleh membran
sel dan ditopang oleh 11 microtubular filamenHewan yang bersilia disebut juga
Ciliata misalnya Paramecium sp. (Gambar 2), selain Ciliata ada juga hewan yang
mempunyai semacam silia dan ukurannya panjang yaitu kelompok hewan
Flagelata. Paramecium, sp. bergerak menggunakan silia yang terdapat pada
permukaan tubuhnya. Jika silia digerakkan ke depan atau ke belakang akan
mendorong hewan bergerak ke depan atau ke belakang secara beraturan.
Meskipun pergerakan silia biasanya secara otomatis tetapi gerakan tersebut bisa
juga dipengaruhi oleh berbagai pengaruh dari luar misalnya cahaya, makanan,
arus Iistrik, O2, dan CO2.

2.4 Kekhususan Otot Invertebrata


Pada Invertebrata sistem otot tidak serupa dengan hewan-hewan
vertebrata, pada hewan-hewan rendah seperti pada protozoa, porifera, dan
coelenterate tidak memiliki sistem tersebut.
Pada sistem otot Invertebrata dibagi menjadi dua yaitu Eksoskeleton dan
Sistem Rangka Hidrostatik. Invertebrata lain membutuhkan sistem rangka luar
untuk menutupi tubuh mereka. Masalah ini diatasi dengan rangka luar atau
Eksoskeleton. Eksoskeleton dibagi menjadi dua yaitu:
a. Body chase, merupakan eksoskeleton yang menutup seluruh
permukaan tubuh hewan.
Terdiri dari sejumlah kepingan yang disatukan pada sendi-sendi
tertentu yang fleksibel.
Contoh pada Arthropoda (Serangga, Udang, Laba-laba, dll)
b. Shell, merupakan eksoskeleton yang tidak ditutupi seluruh tubuh
hewan.
Terdiri dari satu atau dua bagian kepingan yang tumbuh bersama
dengan tubuh hewan pemiliknya.
Contoh Hewan Bivalvia dan Molusca
Sedangkan pada sistem rangka Hidrostatik, Rangka Hidrostatik merupakan
Rangka tubuh invertebrata yang bentuknya tergantung pada tekanan cairan tubuh.
Ex: cacing pipih, cacing gilig, hewan golongan annelid dan coelenterata.Adanya
rangka hidrostatik memungkinkan gerakanp eristaltis. Gerakan peristaltis adalah
Pergerakan yang dihasilkan oleh kontraksi otot yang ritmik dari kepala
sampaiekor. Gerakan ini dapat terjadi karena otot sirkuler dan otot longitudinal.
Pada Platyhelminthes terdapat sistem otot yang juga berfungsi sebagai alat
gerak aktif terutama berfungsi dalam mengatur gerakan tubuhnya. Pada
Nemathelminthes kita mengenala danya otot-otot longitudinal yang mengontrol
gerakan tubuh membengkok kearah dorsoventral. Sementarapada Annelida kita
bisa menemukan adanya otot longitudinal dan otot melingkar pada dinding tubuh
dan saluran pencernaanya. Otot-ototinilah yang berperan dalam mengatur gerakan
pada cacing tanah, mislanya ketika memendek, memanjang dan merayap
bekerjasama dengan setae.
Otot rangka Arthropoda hampir identik dengan otot rangka vertebrata.
Akan tetapi. Otot terbang pada serangga mampu melakukan kontraksi independen
danritmik (berirama), sehingga sayap serangga sesungguhnya dapat mengibas
lebih cepat dari potensialaksi yang tiba di sistemsarafpusat. Mollusca, pada
kelompok hewan ini sudah memiliki jenis otot bergaris melintang. Yang menarik
pada sistem otot pada kijing atau remis, kemampuan otot yang menahan
cangkangnya agar tetap dalam keadaan menututp. Filamen tebal pada serabut otot
ini mengandung suatu protein unik yang disebut paromiosin, yang memungkinkan
otot tetap berada dalam kondisi kontraksi dengan laju konsumsi energy yang
rendah selama sekitar satu bulan (Sonic, 2008).
1. Sistem otot pada cacing pipih (Platyhelminthes)
Serabut otot terbagi atas Sirkular, Longitudinal, Serong atau vertical yang
mana Sirkular terdapat di bawah epidermis dan berkontraksi memanjang kan
tubuh nya, longitudinal yangberfungsi memperpendek tubuh nya ,dan otot
serong atau vertical yang berfungsi untuk bergerak seperti membalik,melipat
dan merentangkan diri nya keseluruh arah.
2. Sistem otot pada Molusca
Sebagian otot besar otot berupa otot halus yang berkontraksi lambat
namunyang dapat aktif berenag menggerakkan cangkang nya terdapat otot
halus atau lurik. Otot halus yang berfungsi untuk menutup cangkang pada saat
istirahat dan otot lurik yang berfungsi untuk menimbulkan gerakan berenang.
3. System otot pada Arthropoda
Pada mosculer sangat kompleks ukuran maupun otot-otot tubuh yang banyak
jumlah nya dan bersendi dan otot melekat pada permukaan dalam rangka luar.

2.5 Fisiologi Kontraksi Otot Rangka, Otot Polos dan Otot Jantung.

1. Otot Polos Manusia

Sel Otot Polos memiliki bentuk yg memanjang dgn kedua ujungnya yang
runcing serta nukleus yang terletak pada bagian tengah sel otot. Serat miofibril pd
otot polos memiliki sifat homogen serta lebih kecil dari serabut otot lurik. Otot
polos terdapat pada bagian dinding pembuluh darah, dinding saluran pencernaan,
ovarium, dan paru – paru. Otot polos memiliki sifat lambat reaksinya dalam hal
menerima rangsangan, akan tetapi tahan terdapat kelelahan dan dapat bekerja
dibawah pengaruh saraf tidak sadar. Ciri – Ciri Otot Polos Manusia antara lain :

– Memiliki bentuk yang runcing pada bagian ujungnya


– Mempunyai bentuk gelondong.
– Hanya memiliki satu jumlah inti sel.
– Letak inti sel berada pada bagian tengah sel.
– Sistem kerja dilakukan secara tidak sadar.
– Reaksi terhadap gerakan adalah lambat.
– Gerakannya tidak cepat lelah.
– Posisinya terdapat pada bagian sistem organ.
3. Otot Rangka Manusia
Otot rangka adalah jaringan otot lurik yang melekat pada tulang. Otot rangka
terdiri dari serat yang terlihat seperti campuran pita gelap dan terang dibundel
bersama yang berjalan di sepanjang tulang.

Otot-otot ini bertanggung jawab untuk kontraksi dan relaksasi ketika seseorang
bergerak. Otot rangka adalah otot yang dapat kita lihat dan rasakan melalui kulit
kita.

Sebuah otot rangka individual dianggap sebagai organ dalam sistem otot tubuh.
Otot rangka bekerja dengan jaringan saraf, jaringan ikat dan pembuluh darah atau
jaringan darah. Otot rangka bervariasi dalam berbagai ukuran dan bentuk serta
susunan serat otot. Ukuran otot rangka yang berbeda mulai dari sekecil otot dalam
telinga sampai otot yang cukup besar pada paha. Otot rangka mungkin luas atau
sempit, tetapi tidak peduli apa ukuran, masing-masing otot rangka terdiri dari
banyak serat otot yang dibungkus dan dibundel bersama-sama dan ditutupi oleh
jaringan ikat.

Penutup jaringan ikat disebut dengan epimysium. Epimisium tumbuh ke dalam


untuk membagi otot dalam kompartemen yang berbeda yang berisi bundel serat
otot. Setiap bundel otot, yang disebut fasikulus, dikelilingi oleh perimisium.
Setiap sel otot dalam fasikulus yang dilindungi oleh jaringan ikat yang disebut
lebih Endomisium.

Setiap otot rangka menempel pada tulang pada salah satu ujungnya, membentang
pada sendi dan melekat ke ujung tulang lain. Mereka memegangi tulang dengan
tendon yang bekerja dan bergerak bersama dengan otot rangka dan tulang saat kita
menggerakan daerah-daerah tertentu dari tubuh kita. Sementara serat otot rangka
dilindungi berat dalam setiap lapisan, otot rangka sangat rapuh. Berbagai jaringan
ikat bekerja untuk melindungi otot rangka ketika berkontraksi dan memberikan
jalan bagi darah mengalir dan saraf berfungsi dengan benar. Saraf dan pembuluh
darah yang berlimpah yang disediakan dalam setiap otot rangka memungkinkan
pergerakan yang tepat.

Sistem saraf merangsang dan mengontrol otot rangka. Sebuah otot rangka tidak
akan bergerak kecuali sistem saraf mengatakan untuk melakukan itu. Jika saraf
yang rusak, ini dapat membatasi gerakan di seluruh atau berbagai bagian tubuh
kita. Misalnya, jika sumsum tulang belakang seseorang rusak, kakinya mungkin
lumpuh permanen.

Otot Rangka Mengangkat beban dan bekerja memperkuat otot-otot rangka dan
membuat mereka lebih kuat. Tergantung pada variasi olahraga, seseorang dapat
membuat otot-otot mereka lebih ramping atau lebih besar. Otot rangka bekerja
sama dengan tulang untuk memberikan kekuasaan dan kekuatan.

3. Otot Jantung Manusia


Otot jantung merupakan otot yang terdapat pada bagian dinding jantung, struktur
otot jantung sendiri menyerupai otot lurik. Akan tetapi nukleusnya terletak pada
posisi tengah sel serta memiliki percabangan. Setiap percabangan yang terdapat
pada otot jantung terdapat jaringan pengikat yg disebut dengan discus interkalaris.
Otot jantung sendiri bekerja dibawah pengaruh saraf tidak sadar, dan reaksi saraf
ini cepat terhadap rangsangan dan tahan terdapat kelelahan. Ciri – Ciri Otot
Jantung Manusia antara lain :

– Memiliki bentuk silinder, memanjang, dan bercabang.

– Jumlah inti sel lebih dari satu.

– Sistem kerjanya terjadi secara tidak sadar.

– Reaksi terhadap gerakannya lambat.

– Gerakannya tidak cepat lelah.

– Posisinya atau letaknya terdapat pada jantung

Otot jantung sebagai sinsisium. Daerah-daerah gelap bersudut yang menyeberangi


serabut otot jantung dalam gambar, dinamakan diskus interkalaris; akan tetapi,
mereka sebenarnya adalah membran sel yang memisahkan sel-sel otot jantung
satu sama lainnya. Kenyataanya, serabut-serabut otot jantung adalah sekelompok
sel-sel otot jantung yang dihubungkan satu sama lainnya. Resistensi listrik melalui
diskus interkalaris hanya 1/400 resistensi melalui membrane luar serabut otot
jantung, karena membrane sel bergabung satu dengan yang lain membentuk “tight
junction” yang memungkinkan difusi ion yang hampir benar-benar bebas. Oleh
karena itu, dipandang dari segi fungsional, ion-ion mengalir relatif mudah
sepanjang aksis serabut otot jantung sehingga potensial aksi berjalan dari satu sel
jantung ke sel lainnya, melalui discus interkalaris tanpa halangan yang berarti.
Oleh karena itu, otot jantung adalah sinsisium, tempat sel-sel otot jantung sangat
kuat berikatan sehingga bila salah satu sel-selnya terangsang, potensial aksi
menyebar ke seluruh kisi-kisiyang saling berhubungan.

Jantung terdiri dari dua sinsisium yang terpisah, sinsisium atrium dan sinsisium
ventrikel. Sinsisium ini satu sama lain dipisahkan oleh jaringan fibrosa di sekitar
cincin-cincin katup, tetapi potensial aksi dapat dihantarkan dari sinsisium atrium
ke sinsisium ventrikel melalui system penghantar khusus, berkas A-V.

Otot jantung merupakan otot “istimewa”. Otot ini bnetuknya seperti otot lurik
perbedaannya ialah bahwa serabutnya bercabang dan bersambung satu sama lain.
Berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kmauan. Kontraksi tidak di
pengaruhi saraf, fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontraksi
karena itu disebut otot tak sadar. Otot jantung ditemukan hanya pada jantung
(kor),mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan
gerakan tanpa tergantung pada ada tidsknya rangsangan saraf. Cara kerja otot
jantung ini disebut moigenik yang membedakannya dengan neurogonik.

(sumber : Guyton, Arthur C. 1990. Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit


edisi 3. Jakarta: EGC. )

2.6 Prinsip All Or None


Otot sebagai alat gerak aktif memilliki sifat iritabilitas yang ditunjukkan
dengan proses menanggapi rangsang( mengenal dan merespon rangsang/stimulus)
yang mengenainya secara langsung. Tanpa tergantung pada jaringan saraf yang
biasa mengatifkannya. Kondisi iribilitas otot dapat melemah jika otot telah
mengalami kelelahan dan kembali kekondisi maksimum apabila tersuplainutrisi
dan oksigen yang cukup. Perlu diperhatikan bahwa prinsip all or none pada otot
berlakuhanya pada otot rangka. Bukan pada gumpal otot secara umum serta pada
selotot jantung. Hal ini berarti bahwa apabila suatu sel otot rangka atau serabut
otot diberikan stimulus di atas ambang ataupun ambang. Maka sel otot akan
berkontraksi penuh. Tetapi sebaliknya apabila stimulus yang mengenai sel otot
berada dibawah ambang/subminimal maka sel otot tidak akan berkontraksi sama
sekali.stimulus bawah ambang dapat menimbulkan respon kontraksi dengan
syarat diberikan secara berkali-kali dengan rentang waktu yang cepat (sumasi
stimulus)
Sangat berbeda pada otot atau jaringan otot,prinsip all or non e tidak bisa berlaku
pada jaringan ini. Pada selotot makink uat stimulus yang diberikan maka kekuatan
kontraksinya tetap, sedangkan pada jaringan otot makin kuat stimulus yang di
berikan maka makin kuat pula kekuatan kontraksinya. Hal ini terkait dengan
adanya unit-unit motoric pada jaringan otot dimana setiap unit motoric ( serabut
saraf motoric) tunggal akan bercabang>100 cabang kecil yang masing-masing
cabangakan mensyarafi sel otot. Bagian ujung saraf yang melekat pada otot
biasanya disebut dengan motor end plate atau myoneural junction. Satu serabut
saraf motor maka semakin banyak unit motor yang aktif sehingga kontraksi otot
semakin kuat.

 Macam-macam Kontraksi pada Otot


Beberapa jenis kontraksi otot terjadi dan mereka di definisikan oleh perubahan
panjang otot selama kontraksi.
Kontraksi Isotonik
Kontraksi isotonic mempertahankan ketegangan konstan dalam otot sepanjang
perubahan otot. Hal ini dapat terjadi hanya ketika kekuatan maksimal otot yang
berkontraksi melebihi total beban pada otot. Kontraksi otot isotonic dapat berupa
konsentris (otot lebih pendek) atau eksentrik (otot memanjang).
KontraksiKonsentris
Kontraksi konsentrik adalah jenis kontraksi otot di mana otot-otot mempersingkat
untuk menghasilkan kekuatan. Ini biasanya terjadi pada otot yang berkontraksi
karena mechanism fila mengeser, dan itu terjadi di seluruh otot. Kontraksi
tersebut juga mengubah sudut sendi dimana otot melekat, karena mereka
dirangsang untuk kontrak sesuai dengan mekanisme fila mengeser.
Hal ini terjadi di sepanjang otot, menghasilkan kekuatan di persimpangan
musculo-tendon; menyebabkan otot untukmempersingkat dan sudut sendi
berubah. Misalnya, kontraksi konsentris bisepakan menyebabkan lengan menekuk
di sikuk etika tangan bergerak mendekati bahu (curl bisep). Kontraksi konsentris
triceps akan mengubah sudut sendi dalam arah yang berlawanan, meluruskan
lengan dan tangan bergerak menjauhi bahu.
KontraksiEksentrik
Hasil kontraksi eksentrik dalam pemanjangan otot. Kontraksi seperti mengurangi
kecepatan sendi otot (bertindak sebagai “rem” untuk kontraksi konsentris) dan
dapat mengubah posisi kekuatan beban. Kontraksi ini dapat menjadi suka rela dan
tidak suka rela.
Selama kontraksi eksentrik, otot memanjang sementara di bawah ketegangan
karena kekuatan lawan yang lebih besar dari gaya yang dihasilkan oleh otot.
Daripada bekerja untuk menarik bersama dalam arah kontraksi otot, otot bertindak
untuk mengurangi kecepatan sendi pada akhir gerakan atau mengontrol reposisi
beban.
Hal ini dapat terjadi tanpa sengaja (ketika mencoba untuk memindahkan beban
yang terlalu berat untuk diangkat oleh otot) atau secara sukarela (ketika otot
adalah “merapikan” gerakan). Selama jangka pendek, latihan kekuatan yang
melibatkan kontraksi eksentrik baik dan konsentris tampaknya meningkatkan
kekuatan otot lebih dari pelatihan dengan kontraksi konsentris saja.
KontraksiIsometrik
Berbeda dengan kontraksi isotonik, kontraksi isometric menghasilkan kekuatan
tanpa mengubah panjang otot. Ini biasanya terjadi pada otot yang ditemukan di
tangan dan lengan bawah: panjang otot tidak berubah, dan sendi tidak bergerak,
sehingga berlaku untuk pegangan cukup.
Contohnya adalah ketika otot-otot tangan dan lengan bawah memegang obyek;
sendi tangan tidak bergerak, tapi otot-otot menghasilkan kekuatan yang cukup
untuk mencegah objek jatuh.
2.7 Peranan Ion Ca2+, ATP dan fosfagen.
Peranan ATP dalam metabolisme

ATP adalah singkatan adenosin trifosfat, bahan kimia penting dalam metabolisme
manusia yang telah disebut “mata uang kimia” karena sel-sel menggunakannya
sebagai sumber energi langsung. Anda membuat ATP ketika Anda membakar
gula dan nutrisi lainnya, dan sel-sel Anda mengkonsumsi ATP ketika mereka
terlibat dalam kegiatan seperti membangun molekul yang lebih besar dan
menghasilkan gerakan.

Kimiawi ATP

ATP adalah molekul yang relatif kecil yang berfungsi sebagai “energi menengah”
dalam metabolisme manusia. Pada dasarnya, sel-sel Anda mengekstrak energi
kimia dari berbagai molekul nutrisi seperti protein, karbohidrat dan protein, dan
menggunakan energi kimia untuk membuat ATP.

Sel-sel kemudian memecah ATP, melepaskan energi, karena mereka terlibat


dalam berbagai kegiatan, penjelasan Drs. Reginald Garrett dan Charles Grisham
dalam buku mereka “Biokimia.”

Pembakaran nutrisi

Bila Anda mengkonsumsi makanan, usus Anda menyerap molekul nutrisi ke


dalam aliran darah. Sel kemudian mengambil nutrisi dan membakar mereka secara
kimia untuk membebaskan energi.

Misalnya, salah satu sumber yang paling penting dari energi sel adalah glukosa,
molekul yang berasal dari pati dan kebanyakan gula. Saat sel memecah glukosa,
mereka menghasilkan produk-produk limbah karbon dioksida dan air. Mereka
menggunakan energi yang dibebaskan dari memecah satu molekul glukosa untuk
membuat sekitar 30 molekul ATP.

Pemecahan ATP

Setelah sel telah membuat ATP, dapat menggunakan ATP untuk memenuhi salah
satu kebutuhan energinya. Sel membutuhkan energi untuk membuat molekul
besar, seperti hormon. Sel-sel otot menggunakan ATP untuk menghasilkan
gerakan. Saat sel membuat sebuah molekul hormon, itu memecah molekul ATP
dan menggunakan energi untuk membuat ikatan baru antara molekul yang lebih
kecil untuk menghasilkan satu yang lebih besar, penjelasan Drs. Garrett dan
Grisham. Ketika sel otot berkontraksi, menggunakan jumlah besar ATP untuk
bahan bakar kontraksi.

Strategi metabolik

Meskipun sel-sel manusia dapat membuat sekitar 30 ATP per molekul glukosa –
dan juga dapat membuat sejumlah besar dan bervariasi dari ATP dari pembakaran
protein dan lemak – tidak semua hasil metabolisme glukosa dapat memproduksi
banyak ATP. Anda hanya bisa membuat dua molekul ATP per glukosa jika Anda
membakar gula tanpa oksigen, proses yang disebut metabolisme anaerobik. Dr.
Lauralee Sherwood, dalam bukunya “Fisiologi Manusia,” menjelaskan bahwa sel
beroperasi secara anaerob selama selama berolahraga keras.

Peranan ATP dalam metabolisme

Pensinyalan ATP

Salah satu peran penting akhir ATP dalam tubuh adalah untuk melayani sebagai
sinyal seluler. Misalnya, karena sel-sel Anda dapat membakar nutrisi baik segera
atau menyimpannya untuk digunakan kemudian, sel-sel menggunakan ATP untuk
membantu mereka menentukan yang harus mereka lakukan. Jika sel memiliki
banyak ATP, ATP memberi sinyal sel untuk menyimpan nutrisi daripada
membakar mereka. Namun jika sel dalam keadaan rendah ATP, sinyal akan
menunjukkan bahwa sel harus membakar nutrisi segera.

Peranan Ion Kalsium Ca++

- Peran ion Kalsium Ca dalam memulai peristiwa pergeseran miofilamen.


Jika kemudian implus syaraf motorik berhenti, maka ion Ca dalam
sitoplasma akan kembali ke retikulum sarkoplasma melalui kanal ion oleh
kegiatan pompa aktif.
Ketiadaan ion Ca di sitoplasma mengakibatkan binding sites di filamen aktin
tertutup kembali, ikatan aktin dan myosin terlepas sehingga terjadilah relaksasi
otot.

Pelepasan Ca2+ dari retikulum sarkoplasmik meningkatkan konsentrasi Ca2+ di


sitosol kira-kira dari 10-7 menjadi 10-5 M.

Berikut kerja retikulum sarkoplasma menagtur kadar ion Ca2+ intraselular dalam
otot rangka.

- Kalsium membantu semua pergerakan tubuh, kepadatan kalsium


merupakan standar dasar yang mengatur kontraksi otot dan meregang dan
bergerak.
Infiny Cal – Infiny Cal adalah suplemen Kesehatan terbuat dari kulit kerang
mutiara dari laguna yang kaya akan sumber nutrisi serta ion kalsium (CA++)
bersifat basa atau alkali.

Fosfagen
ATP -ase ADP + H3PO4+ energi untuk kontraksi + energi panas

Pada proses ini selain energi untuk kontraksi,dihasilkan jug energi panas,
sehingga pada saat terjadi aktivitas otot, suhu tubuh akan meningkat. Selain ATP,
didalam otot tersimpan senyawa fosfat berenergi tinggi lain yang disebut fosfagen
yang dapat berupa fosfakreatin,fosforilarginin, fosforiltaurosiamin,
fosforilglikosianin, atau fosforilambisin.Apabila satu dan hal lain hal dalam
persediaan otot menipis, misalnya pada saat olahraga dalam waktu lama maka
sumber energi dapat diperoleh dari fosfagen.Fosfagen akan memberikan gugus
fosfatnya kepada ADP untuk resintesis ATP.Sebagi contoh fosfagen, kita ambil
fosfokreatin reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut: Fosfokreatin + ADP
ATP-ase Kreatin + ATP.

Sistem Gerak Manusia.

Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki banyak fungsi
untuk menunjang kehidupan manusia. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia
akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah beberaa
bentuk kelainan / gangguan tulang dan sendi pada orang dari organisasi.

2.8 Kelainan / Gangguan Pada Tulang Belakang / Spinal Manusia


1. Kiposis / Kyphosis
Kiposis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok.

2. Lordosis

Lordosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok
ke belakang.

3. Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis

Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang
melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk
kesamping.

4. Sublubrikasi

Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang
menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke
kanan.

B. Kelainan / Gangguan Pada Sendi Manusia

1. Keseleo / Terkilir / Sprained

Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak
biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa
menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.

2. Dislokasi / Dislocation

Dislokasi adalah gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari
kedudukan awal.

3. Artritis / Arthritis

Artritis adalah radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi
perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik.

4. Ankilosis / Ankylosis

Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat


digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.

C. Kelainan/Gangguan Retak Tulang / Patah Tulang / Fraktura / Fracture


Fraktura tulang adalah ratak tulang atau patah tulang yang umumnya terjadi akibat
benturan, kelebihan beban, tekanan, dan lain sebagainya. Fraktura tulang
sederhana yaitu keretakan tulang yang tidak melukai organ-organ yang ada di
sekelilingnya. Fraktura kompleks adalah keretakan tulang yang menyebabkan luka
pada organ di sekitarnya.

D. Kelainan / Gangguan Fisiologik

1. Mikrosefalus / Microcephalus

Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan terkorak kepala yang menyebabkan


kepala penderita terlihat lebih kecil dari normal.

2. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang rapuh. keropos dan mudah patah.
Umumnya osteoporisis disebabkan oleh hormon jantan / betina yang kurang
sempurna atau akibat kekurangan asupan kalsium untuk tulang.

3. Rakitis / Rachitis / Rakhitis

Rakitis adalah penyakit tulang yang terjadi akibat kurang vitamin D sehingga
umumnya menyebabkan bentuk tulang kaki bengkok membentuk huruf O atau X.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Salah satu ciri dikatakan makhluk hidup yaitu dapat bergerak atau berpindah dari
satu tempat ke tempat yang lain. Burung berpindah tempat dengan cara
mengepakan sayapnya sehingga dapat terbang di udara. Sedangkan ikan
berpindah tempat dengan cara berenang di dalam air dengan bantuan ekor dan
siripnya. Lain halnya dengan gajah, hewan berpindah tempat dengan berjalan kaki
dengan menggunakan keempat kakinya.

Hewan vertebrata yang dibahas dalam artikel ini yaitu pisces (ikan), aves
(burung), reptil, amfibi (katak), dan mamalia. Ciri khas hewan vertebrata yaitu
memiliki tulang dalam atau endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat
badan hewan tersebut. Otot dan tulang hewan saling menempel membuat struktur
endoskeleton. Dimana bentuk tulang dalam (rangka dalam) masing-masing hewan
vertebrata tersebut berbeda-beda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.
Adapun dalam artikel ini hanya akan dibahas untuk sistem gerak pada hewan
vertebrata saja.

Hewan-Invertebrata Ciri makhluk hidup selain tumbuh dan berkembang ia juga


bergerak. Gerak dapat membuat hewan dapat berpindah tempat dan bergerak
mencari mangsa/makanannya untuk melangsungkan kehidupannya. Hewan
invertebrata adalah pengelompokan hewan yang tidak memiliki tulang belakang
(tulang punggung).