Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN KOMUNITAS II

Tugas ini untuk melengkapi tugas kuliah online keperawatan komunitas II

DOSEN PENGAMPU : Ns. Puji Purwaningsih, S.Kep., M, Kep.

Di susun oleh

Fifi Amara Mastia

010117A029

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2020
1. A. Kebijakan pemerintah untuk menghadapi kasus covit- 19
Pemerintah akan menerapkan sejumlah kebijakan baru dalam waktu dekat untuk
mengantisipasi penyebaran virus Corona yang kini sudah menginfeksi ribuan warga di
China dan menyebabkan ratusan kematian. Sejumlah kebijakan baru itu dibahas dalam
rapat ,Setelah mengikuti rapat terbatas itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto menjelaskan sejumlah langkah yang akan dilakukan pemerintah RI
untuk mengantisipasi wabah virus Corona atau Novel Coronavirus (2019-NCov).
 Pertama, menurut Airlangga pemerintah akan membuka layanan hotline di
sembilan kementerian. Layanan hotline ini dibuka agar masyarakat lebih
mudah mendapatkan penjelasan terkait dengan wabah virus Corona dan
dampaknya. "Pemerintah akan membuat hotline dari 9 kementerian terkait
dengan [pemberian] informasi, di Kementerian Perhubungan, Kementerian
Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, Badan POM dan terutama Bea
Cukai," kata Airlangga dalam di Istana Bogor seperti dilansir Setkab.
 Kedua, berdasarkan keterangan Airlangga, pemerintah akan menghentikan
penerbangan rute Indonesia-China untuk sementara waktu,. Kemenhub
sudah berencana membahas pelaksanaan kebijakan penghentian
penerbangan dari dan ke China ini dengan maskapai dari dalam dan luar
negeri pada Rabu besok.
 Ketiga, Airlangga mengatakan pemerintah akan menerapkan pembatasan
terhadap kedatangan orang dari kawasan China. Pembatasan ini akan
dimonitor setiap dua minggu pada bulan Februari 2020. Keempat, sesuai
dengan penjelasan Airlangga, para tenaga kerja asing maupun turis asal
China yang sebelumnya sudah berada di wilayah Indonesia, dan sampai
sekarang belum kembali ke negaranya, akan mendapatkan fasilitas
perpanjangan izin visa untuk overstay sampai satu bulan.
 Kelima, pemerintah akan segera melarang impor hewan hidup dari China.
Airlangga mengatakan kebijakan ini diterapkan karena virus Corona
selama ini tidak hanya menular dari manusia ke manusia, tapi juga melalui
hewan. "Kalau ada [hewan hidup impor dari China] yang sekarang
dikirim, akan dikembalikan," ujar Airlangga. Sementara impor barang dari
China, kata dia, akan terus berlanjut karena tidak terbukti berkaitan
dengan penyebaran virus Corona.

"Termasuk [impor produk] hortikultura, seperti bawang putih dan buah-buahan," tambah
Airlangga. Dia menambahkan pemerintah juga mempersiapkan rencana kebijakan lain
untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus ini maupun dampaknya terhadap
perekonomian nasional. Airlangga mencontohkan, dampak tersebut seperti penurunan
tingkat kunjungan turis, terutama asal China, ke Indonesia. Dampak ini akan diantisipasi
oleh pemerintah dengan mendorong pemberlakuan tarif khusus untuk penerbangan
menuju sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia, seperti Bali, Bintan, Manado dan
lainnya. "Tarif khususnya ini akan dihitung," kata dia. Dalam ratas tersebut, Presiden
Joko Widodo sempat meminta ada kalkulasi secara cermat terkait dampak dari kebijakan
untuk mengantisipasi wabah Virus Corona terhadap perekonomian. “Terkait dengan
sektor perdagangan, kita tahu RRT merupakan negara tujuan ekspor pertama dengan
pangsa pasar 16,6% dari total ekspor Indonesia sangat besar tapi juga sekaligus negara
asal impor terbesar Indonesia,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari laman Sekretariat
Kabinet.

Jokowi juga meminta dampak wabah virus corona dan perlambatan ekonomi di
China terhadap ekspor Indonesia untuk benar-benar diantisipasi."Saya kira di sini ada
peluang memanfaatkan pasar ekspor ke negara-negara lain yang sebelumnya juga hanya
mengimpor produk yang sama dari RRT,” ujar Jokowi.Jokowi menilai saat ini juga ada
momentum bagi industri subtitusi impor Indonesia meningkatkan produksi berbagai
produk yang sebelumnya diimpor dari China.

Kebijakan Pada Covid 19 :


 Indonesia terus memantau laporan perkembangan virus COVID-19 di
dunia yang dikeluarkan oleh WHO.
 Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus
COVID-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara yaitu Iran,Italia dan
Kores Selatan.
 Oleh karena itu, demi kebaikan semua, untuk sementara waktu, Indonesia
mengambil kebijakan baru bagi pendatang/travelers dan ketiga negara
tersebut sebagai berikut :
Pertama,larangan masuk dan transit ke Indonesia, bagi para
pendatang/travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan
di wilayah-wilayah, sebagai berikut :

 Untuk Iran : Tehran, Qom, Gilan


 Untuk Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia
Romagna, Marche dan Piedmont.
 Untuk Korea Selatan : Kota Daegu dan Provinsi
Gyeongsabuk-do.
Kedua, untuk seluruh pendatang/travelers dari Iran, Italia dan
Korea Selatan diluar wilayah tersebut, diperlukan surat
keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas
kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Surat
keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukan
kepada pihak maskapai pada saat check-in.

Tanpa surat keterangan sehat dan otoritas kesehatan yang berwenang,


maka para pendatang/travelers tersebut akan ditolak untuk
masuk/transit di Indonesia.

Ketiga, sebelum mendarat, pendatang/travelers dari tiga negara


tersebut, wajib mengisi Health Care Alert (Kartu Kewaspadaan
Kesehatan) yang disiapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia.

Di dalam kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenal


riwayat perjalanan. Apabila dari riwayat perjalanan, yang
bersangkutan, pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke
salah satu wilayah yang kami sebut tadi, maka yang bersangkutan
akan ditolak masuk/transit di Indonesia.

Keempat, bagi WNI yang telah melakukan perjalanan dari tiga negara
tersebut, terutama dari wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi akan
dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara
ketibaan.

 Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari minggu tanggal 8 Maret 2020
pukul 00:00 wib.
 Kebijakan bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan
perkembangan
B. Kebijakan pemerintah untuk anak stanting
Tingginya angka stunting di Indonesia, yakni dari 34 provinsi hanya ada dua
provinsi yang jumlahnya di bawah 20% (batas angka stunting dari WHO).Untuk
mengatasinya, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting melalui
beberapa kebijakan kesehatan.Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di antaranya Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari
Pertama Kehidupan (HPK). PIS-PK telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan
(Permenkes) RI nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan PIS-PK.
Program ini dilakukan dengan mendatangi langsung ke masyarakat untuk memantau
kesehatan masyarakat, termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka
stunting oleh petugas Puskesmas.

PIS-PK merupakan salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan


sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan
mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat akan terpantau di seluruh wilayah
terutama di daerah dan perbatasan agar penurunan angka stunting bisa
tercapai.Kemudian, terkait PMT sudah di atur dalam Permenkes RI nomor 51 tahun 2016
tentang Standar Produk Suplementasi Gizi.Dalam Permenkes itu telah diatur Standar
Makanan Tambahan untuk Anak Balita, Anak Usia Sekolah Dasar, dan Ibu Hamil.

Pemberian makanan tambahan yang berfokus baik pada zat gizi makro maupun
zat gizi mikro bagi balita dan ibu hamil sangat diperlukan dalam rangka pencegahan Bayi
Berat Lahir Rendah (BBLR) dan balita stunting.Sedangkan pemberian makanan
tambahan pada anak usia sekolah dasar diperlukan dalam rangka meningkatkan asupan
gizi untuk menunjang kebutuhan gizi selama di sekolah dan di usianya saat remaja.
Makanan tambahan yang diberikan dapat berbentuk makanan keluarga berbasis pangan
lokal dengan resep-resep yang dianjurkan.Makanan lokal lebih bervariasi namun metode
dan lamanya memasak sangat menentukan ketersediaan zat gizi yang terkandung di
dalamnya.Suplementasi gizi dapat juga diberikan berupa makanan tambahan pabrikan,
yang lebih praktis dan lebih terjamin komposisi zat gizinya.Selain itu, pemenuhan gizi
anak sejak dini bahkan sejak dalam kandungan atau disebut 1000 HPK perlu
diperhatikan.1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia
2 tahun (730 hari).

antangan gizi yang dialami selama fase kehamilan adalah status gizi seorang
wanita sebelum hamil. Hal itu sangat menentukan awal perkembangan plasenta dan
embrio. Berat badan ibu pada saat pembuahan, baik menjadi kurus atau kegemukan dapat
mengakibatkan kehamilan beresiko dan berdampak pada kesehatan anak dikemudian
hari.Kebutuhan gizi akan meningkat pada fase kehamilan, khususnya energi, protein,
serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu harus memperhatikan kualitas dan
kuantitas makanan yang dikonsumsinya.Janin memiliki sifat plastisitas (fleksibilitas)
pada periode perkembangan. Janin akan menyesuaikan
diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang dimakan oleh ibunya selama
mengandung. Jika nutrisinya kurang, bayi akan mengurangi sel-sel perkembangan
tubuhnya. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada anak di 1000 HPK menjadi sangat
penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada
perkembangan anak akan bersifat permanen. Perubahan permanen inilah yang
menimbulkan masalah jangka panjang seperti stunting.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian
Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo
Kemkes melalui nomor hotline 1500-567,2)

1. C. Kebijakan pemerintah terbaru mengenai pasien diare


Kebijakan pengendalian penyakit diare di Indonesiabertujuan untuk menurunkan
angka kesakitan dan angka
kematian karena diare bersama lintas program dan lintas sektor terkait.Kebijakan yang
ditetapkan pemerintah dalam menurunkanangka kesakitan dan kematian karena diare
adalah
sebagai berikut :
 Melaksanakan tata laksana penderita diare yang
 sesuai standar, baik di sarana kesehatan maupun dirumah tangga
 Melaksanakan surveilans epidemiologi &Penanggulan Kejadian Luar Biasa
 Mengembangkan Pedoman Pengendalian PenyakitDiare
 Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas
 dalam pengelolaan program yang meliputi aspekmanejerial dan teknis medis.
 Mengembangkan jejaring lintas sektor dan lintasprogram
 Pembinaan teknis dan monitoring pelaksanaan
 pengendalian penyakit diare.
 Melaksanakan evaluasi sabagai dasar perencanaan
selanjutnya.
Strategi pengendalian penyakit diare yang dilaksanakan
pemerintah adalah :
 Melaksanakan tatalaksana penderita diare yang
 standar di sarana kesehatan melalui lima langkah
 tuntaskan diare ( LINTAS Diare).
 Meningkatkan tata laksana penderita diare di rumah
 tangga yang tepat dan benar.
 Meningkatkan SKD dan penanggulangan KLB diare.
 Melaksanakan upaya kegiatan pencegahan yang
 efektif.
 Melaksanakan monitoring dan evaluasi.

2. A. Perndapat saya dalam berbagai aspek mengenai virus corona

 Aspek promotif :
Membuat tim untuk melakukan kegiatan edukasi, pemantauan, dan penanganan
Covid-19 yang berbasis komunitas perlu diperkuat,dan dikenalkan kepada
masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui tentang virus corona , Selain itu,
fokus lain tim tersebut adalah pembuatan atau pengawalan strategi komunitas,
informasi, dan edukasi yang jelas, benar, dan tidak membuat kepanikan, serta
mendukung kegiatan mobilisasi masyarakat untuk menghadapi Covid-19. Ede
mengatakan, upaya ini sekaligus menjadi momentum memperkuat upaya promotif
dan preventif
 Aspek prefentif :
Mengajarkan pada masyarakat tentang pencegaha kesehatan masyarakat
melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan dan penyebarluasan informasi
pencegahan Covid-19 ke masyarakat, menyediakan informasi terkini yang ilmiah
dan berbasis kuat, serta meluruskan berbagai berita bohong yang beredar di
masyarakat.

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat dan berbagai upaya
kesehatan masyarakat lainnya sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing .
 Aspek rehabilitasi :
1. Pemulihan kesehatan melalui cara pemberian pelayanan kesehatan padsa
pasien yang sudah terinfeksi virus corona
2. Memberikan dukungan penuh pada penderita agar memepunyai semangat
tinggi dan tetap produktif untuk hidup

2.B. beberapa pada kasus stanting

 Aspek promotif :
Kita bekerjasama dengan puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan
mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah masyarakat untuk
memberikan pendidikan tentang meteri stanting , status gizi dan indikasi
terjadinya sytanting ,dengan mendatangi keluarga. Diharapkan gizi masyarakat
akan terpantau di seluruh wilayah terutama di daerah dan perbatasan agar
penurunan angka stunting bisa tercapai.
 Aspek preventif :
Mengajarkan pada masyarakat tentang pencegaha kesehatan masyarakat
masyarakat tantang penanganan stanting serta pemenuhan gizi anak dan ibu hamil
untuk mencegah terjadinya stanting pada anak ,meliputi nutriri pengenalan
program isi piringku pada masyarakat .
 aspek rehabilitative
1. memberikan pemulihan pada anak anak serta ibu hamil dengan menerapkan
program pemerintah isi piringku
2. memberikan dukungan agar ibu hamil dserta anak anak mampu memperbaiki
status gizi mereka

2.C .beberapa aspek pada kasus diare

 aspek promotif :
melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat untuk memaparkan materi
tentang diare agar masyarakat mengetahui tentang masalah diare,selain itu
membuat tim untuk melakukan penyuluhan berbasis media agar masyarakat ikut
serta serta dapat menerima materi yang diberikann,materi meliputi
a) pengertian diare
b) penyebab terjadinya diare
c) hal hal yang harus dilakukan saat diare
 aspek preventik :
tim membuat gerakan cuci tangan unytuk dikenalkan pada masyarakat agar
mereka dapat mengetahuin teknik cuci tangan yang benar dan baik,serta
mengenalkan pencegahan diare dengan mengonsumsi makanan yang bersih dan
bergizi,pada bayi memberitahun penangan diare menggunakan asi ekslisif
 aspek rehabilitative
a) menyediakan sarana kesehatan yang mendukung untuk pasien diare
b) menyediakan obat obatan untuk penderita diare
c) memberikan peralatan cuci tangan ditempat umum
d) membuat poster langkah langkah cuci tangan
DAFTAR PUSTAKA
https://kemlu.go.id/portal/id/read/1104/berita/kebijakan-pemerintah-indonesia-terkait-
perkembangan-covid-19

https://www.kemkes.go.id/artocle/view/18052800005/pemerintah-komit-turunkan-stunting.html

https://www.slideshare.net/mobile/homeworkping3/196910295-slffdiarepadabalita