Anda di halaman 1dari 13

RESUME MODEL KONSEPTUAL

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Disusun oleh:
Kelompok : 7

Rahmi Maulida

Yuni Nor Ahda

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN REGULER

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHMMADIYAH BANJARMASIN

TAHUN JARAN 2019/2020


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun tugas ini yang
berjudul " Trend dan Issue Keperawatan Jiwa" tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu
dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Banjarmasin,05 Maret 2020

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................................
BAB I............................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN...........................................................................................................................................4
A.   Latar Belakang...................................................................................................................................4
B.   Rumusan Masalah.............................................................................................................................4
C. Manfaat............................................................................................................................................4
BAB II...........................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN...............................................................................................................................................
A.   Pengertian Model Konseptual Keperawatan Jiwa.............................................................................5
B.  Beberapa model konsep keperawatan jiwa:.......................................................................................7
1.   Model Psikoanalisa........................................................................................................................7
2.   Model Perilaku..............................................................................................................................9
3.    Model Eksistensi...........................................................................................................................9
4.    Model Interpersonal...................................................................................................................10
5.    Model Medikal............................................................................................................................10
6.    Model Komunikasi......................................................................................................................10
7.    Model Keperawatan....................................................................................................................11
8.    Model Social................................................................................................................................11
BAB III........................................................................................................................................................12
PENUTUP...................................................................................................................................................12
A.      KESIMPULAN.................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................................13
BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Profesi keperawatan sebagai profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan
prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah
ada. Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir dengan simbol-simbol yang nyata. Sedangkan konsep keperawatan merupakan
ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Model konseptual
keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang
melibatkan perawat didalamnya.

Model konseptual keperawatan jiwa sebagai usaha-usaha untuk menguraikan


fenomena mengenai keperawatan jiwa. Teori keperawatan jiwa digunakan sebagai dasar
dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan dan model konsep keperawatan
digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan.
Model konseptual keperawatan jiwa terdiri dari beberapa pendekatan salah satunya
model prilaku. Model prilaku sebagai suatu proses perubahan tingkah laku sebagai akibat
adanaya interaksi antara stimulus dengan respons yang menyebabkan seseorang
mempunyai pengalaman baru.

B.   Rumusan Masalah

Dalam makalah ini membahas tentang :

1. Bagaimana konsep model Psikoanalisa?


2. Bagaimana konsep model Perilaku?
3. Bagaimana konsep model Eksistensi?
4. Bagaimana konsep model Interpersonal?
5. Bagaimana konsep model Medikal?
6. Bagaimana konsep model Komunikasi?
7.  Bagaimana konsep model Keperawatan?
8. Bagaimana konsep model Sosial?

C. Manfaat

Untuk mengetahui konsep model keperawatan jiwa yang terdiri dari Model Psikoanalisa,
Model Perilaku, Model Eksistensi, Model Interpersonal, Modal Medikal, Modal
Komunikasi, Modal Keperawatan, dan Modal Sosial.
BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Model Konseptual Keperawatan Jiwa

1.    Model Konseptual

Model adalah contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang


fenomena, menggambarkan teori dari skema konseptual melalui penggunaan symbol
dan diafragma ( christensen.2009). Konsep adalah suatu keyakinan yang kompleks
terhadap suatu obyek, benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman
dan persepsi seseorang berupa ide, pandangan atau keyakinan. Model konsep adalah
rangkaian konstruksi yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan secara luas
fenomena-fenomena, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah.
(christensen.2009, hal 29)
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan
kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual
keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan
informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang
terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan. Konsep
keperawatan terus dikembangkan dan diterapkan serta diuji melalui pendidikan dan
praktik keperawatan ( christensen.2009, hal 29 ).

2.    Model Konseptual dalam Keperawatan

Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan
kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual
keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan
informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang
terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan. Konsep
keperawatan terus dikembangkan dan diterapkan serta diuji melalui pendidikan dan
praktik keperawatan ( christensen.2009, hal 29 ).
Tujuan dari model konseptual keperawatan ( christensen.2009, hal 33 )  :
1. Menjaga konsisten asuhan keperawatan
2. Mengurangi konflik, tumpang tindih, dan kekosongan pelaksanaan asuhan
keperawatan.
3. Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan
4. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijaksanaan dan keputusan.
5. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi
setiap anggoa tim keperawatan.

3.    Keperawatan Jiwa

Menurut WHO, Kesehatan Jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak ganguan jiwa,
melainkan mengandung berbagai karakteristik yang adalah perawatan langsung,
komunikasi dan management, bersifat positif yang menggambarkan keselarasan dan
keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang
bersangkutan.
a. Komponen Paradigma Keperawatan Jiwa
Prinsip keperawatan jiwa terdiri dari empat komponen yaitu manusia, lingkungan,
kesehatan dan keperawatan(Sulistiawati dkk,  2008, hal. 5-6)
1) Manusia
Fungsi seseorang sebagai makhluk holistik yaitu bertindak, berinteraksi dan
bereaksi dengan lingkungan secara keseluruhan. Setiap individu mempunyai
kebutuhan dasar yang sama dan penting. Setiap individu mempunyai harga diri
dan martabat. Tujuan individu adalah untuk tumbuh, sehat, mandiri dan tercapai
aktualisasi diri. Setiap individu mempunyai kemampuan untuk berubahdan
keinginan untuk mengejar tujuan personal.
2) Lingkungan
Manusia sebagai makhluk holistik dipengaruhi oleh lingkungan dari dalam
dirinya dan lingkungan luar, baik keluarga, kelompok, komunitas. Hubungan
interpersonal yang dikembangkan dapat menghasilkan perubahan diri individu.
3) Kesehatan
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang menunjukkan
salah satu segi kualitas hidup manusia, oleh karena itu, setiap individu
mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang sama melalui perawatan
yang adekuat.
4) Keperawatan
Dalam keperawatan jiwa, perawat memandang manusia secara holistik dan
menggunakan diri sendiri secara terapeutik. Metodologi dalam keperawatan
jiwa adalah menggunakan diri sendiri secara terapeutik dan interaksinya
interpersonal dengan menyadari diri sendiri, lingkungan, dan interaksinya
dengan lingkungan. Kesadaran ini merupakan dasar untuk perubahan.
B.  Beberapa model konsep keperawatan jiwa:

1. Model Psikoanalisa
Model ini menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi pada seseorang
apabila ego(akal) tidak berfungsi dalam mengontrol id (kehendak nafsu atau
insting). Ketidakmampuan seseorang dalam menggunakan akalnya (ego) untuk
mematuhi tata tertib, peraturan, norma, agama(super ego/das uber ich), akan
mendorong terjadinya penyimpangan perilaku (deviation of Behavioral).
Faktor penyebab lain gangguan jiwa dalam teori ini adalah adanya konflik
intrapsikis terutama pada masa anak-anak. Misalnya ketidakpuasan pada masa oral
dimana anak tidak mendapatkan air susu secara sempurna, tidak adanya stimulus
untuk belajar berkata- kata, dilarang dengan kekerasan untuk memasukkan benda
pada mulutnya pada fase oral dan sebagainya. Hal ini akan menyebabkan traumatic
yang membekas pada masa dewasa.
Proses terapi pada model ini adalah menggunakan metode asosiasi bebas dan
analisa mimpi, transferen untuk memperbaiki traumatic masa lalu. Misalnya klien
dibuat dalam keadaan ngantuk yang sangat. Dalam keadaan tidak berdaya
pengalaman alam bawah sadarnya digali dengamn pertanyaan-pertanyaan untuk
menggali traumatic masa lalu. Hal ini lebih dikenal dengan metode hypnotic yang
memerlukan keahlian dan latihan yang khusus.
Dengan cara demikian, klien akan mengungkapkan semua pikiran dan mimpinya,
sedangkan therapist berupaya untuk menginterpretasi pikiran dan mimpi pasien.
Peran perawat adalah berupaya melakukan assessment atau pengkajian
mengenai keadaan-keadaan traumatic atau stressor yang dianggap bermakna
pada masa lalu misalnya ( pernah disiksa orang tua, pernah disodomi,
diperlakukan secar kasar, diterlantarkan, diasuh dengan kekerasan, diperkosa
pada masa anak), dengan menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik
setelah terjalin trust (saling percaya)

2. Model Interpersonal
Model ini dikembangkan oleh Harry Stack Sullivan. Sebagai tambahan
Hildegard Peplau mengembangkan teori interpersonal perawatan. Pandangan
interpersonal terhadap penyimpangan perilaku, teori interpersonal meyakini bahwa
perilaku berkembang dari hubungan interpersonal. Sullivan menekankan besarnya
pengaruh perkembangan masa anak-anak terhadap kesehatan jiwa individu.
Kecemasan pertama yang sungguh-sungguh dialami sewaktu bayi pada saat
merasakan kecemasan ibu. Selanjutnya kecemasan dihubungkan dengan
penolakan/tidak direstui oleh orang-orang yang dekat/penting bagi individu. Jika
anak hanya menerima stimulus penolakan atau kecemasan atau kritik, maka anak
akan mengembangkan sistem diri yang negatif.
Menurut Sullivan: individu memandang orang lain sesuai dengan yang ada
pada dirinya.
Ada 2 dorongan yang dimiliki pada individu:
a. Dorongan untuk kepuasan
Berhubungan dengan kebutuhan dasar seperti: lapar, tidur, kesepian, nafsu.
b. Dorongan untuk keamanan
Berhubungan dengan kebutuhan budaya seperti penyesuaian norma sosial, nilai
suatu kelompok tertentu

Proses terapinya yaitu mengoreksi pengalaman interpersonal dengan


mengalami hubungan yang sehat dengan terapis, klien akan belajar berhubungan
interpersonal yang memuaskan dengan re-edukasi dan mengembangkan hubungan
saling percaya.

3. Sosial Model
Model ini berfokus pada lingkungan sosial yang mempengaruhi individu dan
pengalaman hidupnya. Pandangan sosial terhadap penyimpangan perilaku, kondisi
sosial bertanggung jawab terhadap penyimpangan perilaku, perilaku yang dianggap
normal pada suatu daerah tertentu mungkin sebagai penyimpangan pada daerah
yang lain.
Individu yang sudah dilabel/dicap jika tidak dapat menyesuaikan diri dengan
norma lingkungan, maka perilaku tersebut memerlukan perawatan/dirawat.
Menurut Szazz, individu bertanggung jawab terhadap perilakunya. Individu
tersebut harus mampu mengontrol untuk menyesuaikan perilakunya dengan yang
diharapkan masyarakatnya. Kaplan, meyakini bahwa situasi sosial dapat
mencetuskan gangguan jiwa. Oleh karena itu, konsep pencegahan primer, sekunder
dan tertier sangat penting. Situasi yang dapat menjadi pencetus:
a. Kemiskinan, situasi keuangan tidak stabil, pendidikan tidak adekuat.
b. Kurang mampu mengatasi stress.
c. Kurang support system.
Situasi tersebut di atas dapat diantisipasi dan dapat dicegah.
Proses terapi:
a. Prevensi primer
b. Kesehatan jiwa masyarakat
c. Crisis intervensi
4. Eksistensi Model
Teori ini berfokus pada pengalaman individu pada saat ini dan disini.
Pandangan model eksistensi terhadap penyimpangan perilaku, penyimpangan
perilaku terjadi jika individu putus hubungan dengan dirinya dan lingkungan.
Keasingan akan dirinya dan lingkungan dapat terjadi karena hambatan ataularangan
pada diri individu. Individu merasa putus asa, sedih, sepi, kurang kesadaran akan
dirinya dan penerimaan diri yang mencegah partisipasi dan penghargaan pada
hubungan dengan orang lain.
Klien sudah kehilangan atau tidak mungkin menemukan nilai-nilai yang
memberi arti pada eksistensinya.
Proses terapi:
a. Rasional Emotif Therapy
Konfrontasi digunakan untuk bertanggung jawab terhadap perilakunya.
Klien didorong untuk menerima dirinya, bagaimana adanya bukan karena
apa yang akan dilakukan.
b. Terapi Logo
Merupakan terapi orientasi masa depan (future orientated therapy). Individu
meneliti arti dari kehidupan, karena tanpa arti berarti tidak eksis. Tujuan:
agar individu sadar akan tanggung jawabnya.

5. Supportive Therapy ( Wermon, Rockland)


Penyebab gangguan jiwa dalam konsep ini adalah: factor biopsikososial dan respo
maladaptive saat ini.
 Aspek biologisnya menjadi masalah seperti: sering sakit maag, migraine,
batuk-batuk.
 Aspek psikologisnya mengalami banyak keluhan seperti : mudah cemas,
kurang percaya diri, perasaan bersalah, ragu-ragu, pemarah.
 Aspek sosialnya memiliki masalah seperti : susah bergaul, menarik diri,tidak
disukai, bermusuhan, tidak mampu mendapatkan pekerjaan, dan sebagainya.
Semua hal tersebut terakumulasi menjadi penyebab gangguan jiwa. Fenomena
tersebut muncul akibat ketidakmamupan dalam beradaptasi pada masalah-masalah
yang muncul saat ini dan tidak ada kaitannya dengan masa lalu.
Prinsip proses terapinya adalah menguatkan respon copinh adaptif, individu
diupayakan mengenal telebih dahulu kekuatan-kekuatan apa yang ada pada dirinya;
kekuatan mana yang dapat dipakai alternative pemecahan masalahnya.
Perawat harus membantu individu dalam melakukan identifikasi coping yang
dimiliki dan yang biasa digunakan klien. Terapist berupaya menjalin hubungan yang
hangat dan empatik dengan klien untuk menyiapkan coping klien yang adaptif.

6. Medical ( Meyer, Kraeplin)


Menurut konsep ini gangguan jiwa cenderung muncul akibat multifactor
yang kompleks meliputi: aspek fisik, genetic, lingkungan dan factor sosial. Sehingga
focus penatalaksanaannya harus lengkap melalui pemeriksaan diagnostic, terapi
somatic, farmakologik dan teknik interpersonal. Perawat berperan dalam
berkolaborasi dengan tim medis dalam melakukan prosedur diagnostic dan terapi
jangka panjang, therapist berperan dalam pemberian terapi, laporan mengenai
dampak terapi, menentukan diagnose, dan menentukan jenis pendekatan terapi yang
digunakan. (therapy, repport effects, diagnose illness, therapeutic approuch).

7. Model Perilaku
Konsep ini ikembangkan oleh H.J Esyenk, J.Wolpe dan B.F Skiner. Teori
ini menyakini bahwa perubahan perilaku akan merubah koognitif dan avektif.
a. Proses terapi
1. Desenlisasi / pengalihan
2. Teknik relaksasi
3. Asertif training
4. Reforcemen/memberikan penghargaan
5. Self regulation/mengamati perilaku klien : self standar ketrampilan,self
observasi , self evaluasi , self reforcemen.
b. Peran pasien dan terapis
 Pasien :
- Mempraktikkan teknik perilaku yang digunakan untuk mengerjakan
pekerjaan rumah
- Penggalakan latihan

 Terapis :
- Mengajarkan kepada klien tentang pendekatan perilaku
- Membantu mengembangkan hirarki perilaku
- Menguatkan perilaku yang diinginkan

8. Model Komunikasi
Teori ini menyatakan bahwa gangguan perilaku terjadi apabila pesan tidak
dikomunikasikan dengan jelas. Bahasa dapat digunakan merusak makna, pesan
dapat pula tersampaikanmungkin tidak selaras.
Fase komunikasi ada 4 yaitu : pra interaksi , orientasi , kerja , terminasi.
a. Proses terapi
1) Memberi umpan balik dan klarifikasi masalah
2) Memberi penguatan untuk komunikasi yang efektif
3) Memberi alternatif kolektif untuk komunikasi yang tidak efektif
4) Melakukan analisa proses interaksi

b. Peran pasien terapis


 Pasien : memperhatikan pola komunikasi , bermain peran,bekerja untuk
mengklarifikasi komunikasinya sendiri , memvalidasi peran dari oarang
lain
 Terapis : menginterpretasikan pola komunikasi kepada pasien dan
mengajarklan prinsip komunikasi yang baik.

9. Model Keperawatan
Teori ini mempunyai pandangan bahwa askep berfokus pada respon individu
terhadap masalah kesehatan yang actual dan potensial dengan model pendekatan
berdasarkan teori sistem , teori perkembangan , teori interaksi , pendekatan holistik
dan teori keperawatan. Fokus pada :
1) Rentang sehat sakit
2) Teori dasar keperawatan
3) Tindakan keperawatan
4) Hasil tindakan

a. Proses terapi
1) Proses keperawatan
2) Terapi keperawatan : terapi modalitas

b. Peran pasien dan terapis


 Pasien : mengemukakan masalah
 Terapis : memfasilitasi dan membantu menyelesaikan
BAB III

PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Kesehatan Jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak ganguan jiwa, melainkan
mengandung berbagai karakteristik yang adalah perawatan langsung, komunikasi dan
management, bersifat positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan
kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan
kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual keperawatan
memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar
mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu
saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan.
Model konseptual keperawatan kesehatan jiwa terdiri dari 8 model yang terdiri
dariModel Psikoanalisa, Model Perilaku, Model Eksistensi, Model Interpersonal, Model
Medikal, Model Komunikasi, Model Keperawatan, dan Model Sosial.
DAFTAR PUSTAKA

1. Stuart Gail. 2007 . buku saku keperawatan jiwa edisi 5. Jakarta:EGC


2. Suliswati dkk. 2008.  Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta:EGC
3. Isaacs ann. 2008.panduan belajar keperawatan kesehatan jiwa dan psikiatri edisi 3.
Jakarta:EGC
4. Yosep Iyus. 2010.keperawatan jiwa.bandung:Refika aditama
5. Budi Anna Keliat, dkk 2008. Proses keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta:EGC