Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

GANGGUAN TINGKAH LAKU DENGAN ADHD


DI POLI TUMBUH KEMBANG ANAK
DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR SURABAYA

Oleh :

KELOMPOK GELATIK

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2019/2020
SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)
GANGGUAN TINGKAH LAKU DENGAN ADHD
DI POLI TUMBUH KEMBANG ANAK
DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR SURABAYA

Disusun oleh :

1. Agung Nugroho (193.0002)


2. Aprillia Anggrasari (193.0009)
3. Brahmadya Wiji Lestari (193.0013)
4. Chornelly Vivie Anjari (193.0015)
5. Dwi Hesti Murwaningsih (193.0021)
6. Farida Ayu Isdyaputri (193.0030)
7. Ignatius Erino Septalaksana R (193.0038)
8. Ilham Koirul Anas (193.0042)
9. Merlina Prahara Nita (193.0051)
10. Mita Ayu Lestari (193.0053)
11. Mohammad Fathur A (193.0054)
12. Muhammad Rivky Yuniar W (193.0056)
13. Syoviana Kartikaningrum ( 193.0085)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2019/2020
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


GANGGUAN TINGKAH LAKU ANAK DENGAN
ATTENTION DEFICIT HYPERACIVITY DISORDER (ADHD)
DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR

Surabaya, 30 Desember 2019

Mengetahui,

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

( ) ( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
GANGGUAN TINGKAH LAKU ANAK DENGAN
ATTENTION DEFICIT HYPERACIVITY DISORDER
RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR
Pokok bahasan : Perawatan Anak Dengan ADHD di Rumah
Sasaran : Keluarga dengan anak ADHD
Waktu : 1x30 Menit
Hari / tanggal : Senin , 30 Desember 2019
Tempat : Di Poli RSJ Menur Surabaya

I. Latar Belakang
Prevelensi gangguan kesehatan jiwa di Indonesia menurut hasil study Bahar
dkk (2010) adalah 18,5%, yang berarti lebih dari 1000 penduduk terdapat sedikitnya
185 penduduk dengan gangguan kesehatan jiwa , atau tiap rumah tangga terdapat 1
orang anggota keluarga yang menderita kesehatan gangguan jiwa.
Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa 5% dari populasi usia sekolah
sampai tingkat tetentu dipengaruhi oleh ADHD, yaitu sekitar 1% sangat hiperaktif.
Sekitar 30-40% dari semua anak-anak yang diacu untuk mendapatkan bantuan
professional karena masalah perilaku, dating dengan keluhan yang berkaitan dengan
ADHD (Baihaqi dan Sugiarmin,2006). Di beberapa Negara laon penderita ADHD
jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia. Literature mencatat
jumlah anak hiperaktif di beberapa Negara 1:1 juta. Sedangkan di Amerika Serikat
jumlah anak hiperaktif 1:50. Jumlah ini cukup fantastis karena bila di hiting dari 300
anak yang ada , 15 diantaranya menderita hiperaktif . “Untuk Indonesia sendiri belum
diketahui jumlah pastinya. Namun anak hiperaktif cenderung meningkat”(Pikiran
Rakyat, 2009).
Dewasa ini, anak ADHD semakin banyak. Sekarang prevalensi anak ADHD di
Indonesia meningkat sekitar 5 % yang berarti 1 dari 20 qnqk mnderita ADHD.
Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai factor seperti genetic ataupun pengaruh
alcohol pada kehamilan,kekurangan omega3, alergi terhadap suatu makanan,dll
(Verajanti, 2008).

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan orang tua dengan anak ADHD dapat merawat
anak ADHD dengan baik dan tepat.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan orang tua dengan
anak ADHD mampu :
1. Untuk mengetahui definisi anak dengan ADHD
2. Untuk mengetahui penyebab ADHD
3. Untuk mengetahui macam-macam gejala ADHD
4. Untuk mengetahui kehidupan keluarga anak dengan ADHD
5. Untuk mengetahui tips merawat anak dengan ADHD
6. Untuk mengetahui cara perawatan anak dengan ADHD di rumah

B. SASARAN
Keluarga pasien di Poli Tumbuh Kembang Anak Rumah Sakit Jiwa Menur
Surabaya.

C. MATERI
(Terlampir)

D. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

E. MEDIA
1. Leaflet
2. Lembar Balik

F. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta

1. 5 Menit Pembukaan
1. Memulai penyuluhan dengan 1. Menjawab salam
mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
3. Apersepsi : 3. Menjawab
- Menanyakan tentang definisi
ADHD
- Menanyakan perawatan anak
dengan ADHD
2. 15 Pelaksanaan
Menit 1. Menjelaskan tentang pengertian 1. Menyimak
anak dengan ADHD
2. Menjelaskan tengang penyebab 2. Menyimak
ADHD
3. Menjelaskan macam-macam gejala 3. Aktif bertanya
ADHD
4. Menjelaskan keluarga anak dengan 4. Mendengarkan
ADHD
5. Menjelaskan kehidupan keluaga
anak dengan ADHD
6. Menjelaskan tips merawat anak
dengan ADHD
7. Menelaskan perawatan anak
dengan ADHD di rumah
8. Memberikan kesempatan untuk
bertanya
9. Menjawab pertanyaan peserta
3. 10 Penutup
Menit 1. Menyimpulkan materi yang 1. Menjelaskan
disampaikan oleh penyuluh
2. Memberikan leaflet 2. Menerima
3. Mengevaluasi peserta atas 3. Menjelaskan
penjelasan yang disampaikan
dan penyuluh menanyakan
kembali mengenai materi
penyuluhan
4. Salam penutup 4. Menjawab salam

G. Pengorganisasian
1. Moderator : Dwi Hesti Murwaningsih
2. Pemateri : Syoviana Kartika
3. Observer : Chornelly Vivie. A
4. Fasilitator : Agung Nugroho, Ignatius Erino

H. Deskripsi Tugas
1. Moderator
a. Memimpin jalannya acara
b. Membuka pertemuan
c. Mengatur setting tempat
d. Menutup kegiatan penyuluhan
2. Penyaji
a. Menjelaskan materi
b. Mengganti posisi moderator bila diperlukan
3. Observer
a. Mengobservasi jalannya acara
b. Memberikan penilaian
4. Fasilitator
a. Sebagai pemandu jalannya acara
b. Sebagai tempat bertanya penyaji dan moderator tentang kegiatan yang
akan dilakukan
c. Memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik

I. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Peserta hadir ditempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan Di Rumah Sakit Jiwa
Menur Surabaya
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
b. Evaluasi Proses
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
2) Tidak ada keluarga pasien yang meninggalkan tempat penyuluhaan.
J. SETTING TEMPAT

Keterangan:
:Audience : Pemateri

:Fasilitator : Observer

: Moderator
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder )


ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ) adalah gangguan neurobois
yang ciri-cirinya sudah tampak sejak kecil . anak ADHD sudah mulai menunjukan
banyak masalah ketika SD karena dituntuk untuk memperhatikan pelajaran dengan
tenang, belajar berbagai ketrampilan akademik, dan bergaul dengan teman sebaya
sesuai aturan (Ginanjar, 2009). ADHD adalah gangguan perkembangan dalam
peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak
yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Ditandai dengan berbagai keluhan
perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang dan selalu
meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa
kriteria lain sering digunakan adalah, suka meletup-meletup, aktifitas berlebihan dan
suka membuat keributan (Kklikdokter,2008). Ciri utama anak dengan gangguan
pemusatan perhaian disertai hiperaktif diantaranya :
1. Anak tampak kesulitan dalam memusatkan perhatiannya anak sangat mudah
teralihkan oleh rangsangan yang timbul pada saat itu.
2. Anak melakukan tindakan yang tidak disertai dengan pemikiran. Anak akan
cepat bereaksi terhadap suatu hal tanpa memikirkannya dulu.
3. Anak melakukan gerakan yang berlebihan melebihi gerakan pada anak umum
seusianya. Anak melakukan gerakan terus menerus tanpa lelah sehingga sulit
untuk memusatkan perhatian.
Menurut DSM-IV, gejala harus ditemukan minimal dua keadaan untuk memenuhi
kriteria diagnostic untuk gangguan ADHD. Ciri pembeda lain dari ADHD adalah
rentang perhatian yang pendek dan distraktibilitas yang mudah. Di sekolah, anak –
anak dengan ADHD tidak dapat mengikuti instruksi dan sering kali tidak mematuhi
permintaan orang tua. Mereka berkelakuan secara impulsive, menunjukan labilitas
emosional, eksplosif dan iritabel.

B. PENYEBAB ADHD
Belum diketahui dengan pasti penyebab ADHD, macam-macam teori yang
menyebabkan ADHD diantaranya:
1. Psikodinamika
Anak dengan gangguan ini akan mengalami perkembangan ego.
Perkembangan ego menjadi retardasi dan dimanifestasikan dengan perilaku yang
implusif, seperti ada perilaku terpeetatum yang berat . kegagalan berprwstasi yang
berulang, kegagalan mengikuti petunjuk yanh social dan harga diri rendah.
Beberapa teori menunjukan bahwa anak tetap pada fase simbiotik dan tidak dapat
membedakan dirinya dengan ibunya.

2. Biologis
a. Genetic (resiko meningkat jika ada riwayat keluarga )
b. Factor perkembangan
c. Kelainan fungsi pada jalur inhibisi dilobus parietalis dan frontalis.

3. Dinamika Keluarga
Teori ini menujukan bahwa perilaku yang merusak ini dipelajari anak sebagai
cara untuk mendapatkan perhatian orang dewasa . kemungkinan iritabilitas
implusive ditemukan atau tidak terlihat pada individu ADHD dari saat lahir reaksi
orang tua cenderung menguat dan karenanya mempertahankan atau meningkatkan
intensitas gangguan. Ansietas berasal dari disfungsi system keluarga masalah
perkawinan dan lain sebagainya, dapat juga memberi kontribusi pada gejala ini
orang tua frustasi terhadap buruk anak terhadap keadaan tertentu. Orang tua
mungkin menjadi terlalu sensitive atau menjadi putus asa dan tidak memberi
struktur eksternal.

4. Psikososial
a. Kemiskinan
b. Diet (timbale,teertazine)
c. Penyalahgunaan alkohol oleh orang tua

C. MACAM-MACAM GEJALA ADHD


1. Intensitas (kurang kemampuan untuk memusatkan perhatian)
a. Sering tidak dapat memusatkan perhatian
b. Sering membuat kesalahan karena ceroboh
c. Sulit mempertahankan perhatiannya pada tugas-tugas atau aktivitas
bermain.
d. Segera tidak mendengarkan saat bicara dengan orang lain
e. Sering tidak mengikuti perintah/cenderung menentang dan tidak
memahami perintah
f. Ketahanan mental, sering kehilangan barang dan perhatiannya mudah
beralih
g. Pelupa
2. Hiperaktivitas
a. Kaki dan tangannya tidak dapat tenang
b. Berteriak-teriak ditempat duduknya
c. Sering meninggalkan tenpat duduknya sewaktu dikelas
d. Berlari kesana kemari
e. Sulit melakukan aktivitas
f. Ada saja yang dilakukan
g. Seringkali bicara keras-keras

3. Impulsifitas
a. Menjawab sebelum sesuai pertanyaan
b. Sulit menunggu giliran
c. Sering menginterupsi orang lain (missal orang lain sedang bermain atau
berbicara)

D. Kehidupan Keluarga Anak Dengan ADHD


1. Percaya dan dukungan anak anda
- Temukan hal yang positif, bernilai dan unik tentang anak anda
- Percaya bahwa anak anda akan mampu belajar, berubah menjadi lebih
dewasa dan sukses. Dukung bakat anak yang mampu mengurangi gejala
ADHD yang dialami
- Biarkan anaka anda belajar dari kesalahan yang dilakukan, namun tetap
berada disisi anak ketika anak sedang sedih.
- Tingkakan keyakinan diri anak anda dengan meningkatkan kemampuan
yang ada.
2. Buat segala hal tetap positif
- Ingat bahwa perilaku anaka terjadi karena gangguan yang dialami.
Kebanyakan dari perilaku itu dilakukan tanpa ada niat.
- Coba pertahankan selera humor anda. Hal-hal yang memalukan hari ini
dapat menjadi cerita yang lucu/menyenangkan di masa mendatang.
- Jangan terlalu berekspektasi atau mengharapkan terlalu tinggi pada anak.
3. Perhatikan kondisi saudara anak dengan ADHD
- Beritahu adik/kakak tentang ADHD
- Buat peraturan di rumah yang semua anggota keluarga harus melakukan
- Habiskan waktu bersama seluruh anggota keluarga, harus menyenangkan
bagi semua.
- Biarkan saudaranya tetap menjadi anak-anak, jangan jadikan ia sebagai
asisten untuk menunggui anak lain dengan ADHD.
4. Perhatikan diri anda sendiri
- Perhatikan kesehatan diri anda, temukan cara untuk mengurangi stress.
- Temukan support atau kebutuhan yang diperlukan.

E. Tips Merawat Anak Dengan ADHD


1. Komunikasi
Lakukan komunikasi dengan jelas dan konsisten dengan anak anda, instruksi
satu persatu tidak sekaligus. Berikan secara singkat, jelas dan sederhana.
2. Konsisten
Ekspektasi yang dilakukan harus selalu menjadi ekspektasi setiap hari Jangan
menyerah karena anak anda yang rewel.
3. Berikan contoh yang baik.
Tunjukan perilaku yang baik, sabar, sehat, dan berperilaku yang baik
4. Antisipasi dan hindari masalah
Mengetahui masalah dan hal pencetus dapat mengubah situasi klien.
5. Puji bila klien melakukan hal positif.
6. Konsultasikan mengenai pasiennya dan keluarga
7. Pilih situasi yang perlu perhatian khusus, tidak semua kondisi harus di
intervensi, pilih perlakuan yang tertenu pada masalah yang lebih memerlukan
perhatian.

F. Cara Perawatan Anak Dengan ADHD di Rumah


Memiliki anak dengan gangguan ADHD dapat menjadi sangat melelahakan
ketika anak tidak mendengarkan perkataan, tidak menuruti yang dikatakan, atau
tidak menyelesaikan apa yang telah dimnulainya. Terkadang hal tersebut membuat
orang tua merasa stress dan membuat orang tua selalu melihat kekurangan
anaknya.
Akan tetapi selain berbagai kesulitan yang dialami, dalam merawat anak
dengan ADHD di rumah dapat memberikan banyak manfaat bagi kondisi anak.
tinggal di rumah dan mendapatkan banyak kasih saying dari anggota keluarga
lainnya dapat membantu anak untuk mengntrol ADHD yang dialalminya.
Keluarga harus mampu sabar, memberi kasih sayang dan semangat agar dapat
terbiasa dengan anak serta menciptakan kondisi rumah yang menyenangkan.
1. Cara meningkatkan komunikasi dengan anak
- Lakukan kontak mata langsung dengan anak sebelum memberikan
instruksi.
- Dengarkan hal yang diungkapkan oleh anak
- Cek apakah anak mengerti dengan instruksi yang diberikan dengan
mengatakan “coba apa yang tadi mama bilang?”.
- Berikan instruksi pada anak satu per satu.
- Kontak fisik dapat membuat anak lebih focus ( sentuhan, merangkul,
memeluk ).
2. Cara mengatur jadwal
- Lakukan penjadwalan hal yang rutin dilakukan anak pada pagi dan sore
hari
- Buat anak anda tetap sibuk dengan jadwal aktivitasnya, tapi jangan
berikan jadwal diluar kemampuan anak.
- Kekurangan tidur dapat mempengaruhi konsentrasi anak menjadi lebih
buruk, jadi fasilitas anak memiliki jam tidur yang teratur dan cukup.
3. Cara untuk meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen waktu
- Kondisikan rumah menjadi tempat yang rapi dan teratur
- Fasilitasi anak agar tidak mendapat gangguan apapun saat di rumah
- Siapkan pakaian sekolah anak dari satu malam sebelumnya, pastikan
semua barang yang akan dibawa sekolah sudah disiapkan.
- Gunakan jam apada seluruh posisi rumah, agar anak tetap memerhatikan
jam.
- Berikan waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti mengerjakan
PR, siap-siap ke sekolah.
- Selipkan waktu istirahat di sela-sela jadwal yang serius seperti saat
mengerjakan PR
4. Gunakan teknik penghargaan dan hukuman untuk meningkatkan perilaku
yang baik
- Beri penghargaan pada anak dengan menlakukan aktivitas yang
disukainya bila melakuakn hal yang baik, daripada diberikan makanan
atau minuman.
- Jelaskan mengenai peraturan yang ada dan konsekuensi bila dilakukan
perilaku yang tidak sesuai.
- Selalu konsisten dengan yang dilakukan dengan yanag diucapkan baik itu
pemberian reward atau konsekuensi.
5. Bantu anak berinteraksi dengan orang lain
- Ajarkan anak untuk menjadi pendengar yang baik, untutk menunggu
gilirannya berbicara.
- Ajarkan cara untuk membaca ekspresi wajah temanya.
- Bantu anak cara interaksi dengan cara yang sederhana
6. Temukan dukungan komunikasi dalam merawat anak ADHD
- Memperlihatkan pada anak bahwa tidak hanya dirinya yang menjalani itu.
- Mengajarkan anak untuk berinteraksi dalam menghadapi teman-temannya
- Orang tua sebaikanya bergabung dengan komunitas khusus anak dengan
ADHD agar bisa menghubungkan orang tua yang memiliki masalah
serupa.
DAFTAR PUSTAKA

American Academy of Child & Adolescenaronson, P.I & Ward, J.P.T. 2010. At A
Glance Cardiovascular System. Jakarta : Erlangga.
Alimansur, M & Anwar, MC. 2013. Efek Relaksasi Terhadap Penurunan Tekanan
Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 2 No. 1 ISSN :
2303-1433.
Johnson, J.Y. 2005. Prosedur Perawatan Di Rumah, Pedoman Untuk Perawat. Jakarta
: ECG.
Muttaqin, A. 2009. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Kardiovaskular
Dan Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2007). Basic Nursing Essentials For Practice. USA:
Elsevier.
Pudiastuti, RD. 2012. Penyakit Pemicu Stroke. Cetakan Pertama. Yogyakarta : Nuha
Medika.
Purwanto, B. 2012. Hipertensi (Patogenesis, Kerusakan Target Organ dan
Penatalaksanaan). Cetakan Pertama. UPT Penerbitan dan Percetakan UNS
(UNS press). Jawa Tengah.
DAFTAR HADIR PENYULUHAN

Hari/tanggal :
Materi :
Ruangan :

No. Nama Tanda Tangan

Anda mungkin juga menyukai