Anda di halaman 1dari 12

BIOGEOGRAFI

“CRITICAL BOOK REPORT”

Dosen pengampu :

Dra.Nurmala Berutu,M.Pd

Disusun oleh :

HAMZAH MAULANA (3183131047)

KELAS A REGULER 2018

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas “Critical Book Report” ini
tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah “Biogeografi” Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang ilmu perbintangan bagi para pembaca dan juga bagi
penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Dra.Nurmala
Berutu,M.Pdselaku Dosen pengampuh mata kuliah “Biogeografi” yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studi yang saya tekini.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan
demi kesempurnaan makalah ini.

Medan,21 Maret 2020

Penulis

1
Daftar Isi

KATA PENGANTAR........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
*Identitas Buku...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang...............................................................................................


1.2 Tujuan penulisan...........................................................................................
1.3 Manfaat penulisan.........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.2 Sinopsis buku................................................................................................


2.2 Kelebihan dan kekurangan buku...................................................................

BAB III KESIMPULAN CRITICAL BOOK.....................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................

2
*Identitas Buku

Judul buku : Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan


BAB : BAB II EKOLOGI
Pengarang : Otto Soemarwoto
ISBN : 979-428-554-4
Penerbit : DJAMBATAN
Tahun terbit : 2004
Kota Terbit : Jakarta
Urutan cetakan : Cetakan Kesepuluh
Dimensi buku : 21cm
Tebal buku : xiii, 381 halaman

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lingkungan hidup makin menarik perhatian masyarakat luas. Baik


kalangan pemerintah, universitas, media massa maupun masyarakat umum
membicarakannya. Namun buku tentang lingkungan hidup masih langka.
Penulisan ini diharapkan membantu mengisi kekurangan itu. Sasaran
pembaca critical book report ini ialah masyarakat umum, walaupun buku ini
dapat digunakan sebagai bahan bacaan pelajaran ekonomi dan lingkungan
hidup di sekolah lanjutan dan perguruan tinggi.
Lingkungan hidup dapat dikata melintasi semua sektor. Karena itu
amatlah sulit untuk menyusun sebuah critical book yang meliputi semua
sektor yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Demikian kehidupan dimulai
di dalam air dalam dan lambat laun menyebar ke lapisan air atas dan akhirnya
ke daratan. Hal ini dimungkinkan oleh lapisan oon yang terbentuk sebagai
hasil samping proses fotosintesis. Nampaklah makhluk hidup itu membentuk
lingkungan hidupnya, tetapi sebaliknya makhluk hidup itu ada karena
lingkungan hidupnya. Terbentuknya lingkungan hidup tidak terjadi secara
linier lurus. Misalnya, pada waktu-waktu tertentu terjadi peristiwa geologi
yang besar yang melipat permukaan bumi, sehingga terbentuklah gunung-
gunung dan aktifitas vulakis. Dengan proses itu tersingkaplah batu-batuan
dari lapisan dalam yang lalu bersentuhan s=dengan atmosfer dan oksidasi.
Proses oksidasi besar-besaran itu menurunkan kadar O2 dalam atmosfer.
Karena itu pada setiap orogenesis, yaitu proses pembentukan pegunungan,
yang kadang-kadang meingkat dan kadang-kadang menurun, terjadilah pula
fluktuasi kadar O2 dalam atmosfer. Tidaklah mustahil fluktuasi ini
mengakibatkan pula fluktuasi dalam tebalnya lapisan ozon, sehingga derajat
perlindungn bumi dari sinar matahari bergelombang pendek oleh lapisan ozon
juga berfluktuasi. Iklim pun berubah-ubah.
Namun dengan demikian makin majunya teknologi masalah
lingkungan antropogenik, yaitu yang disebabkan oleh manusia, makin besar,

4
tekonologi komunikasi pun makin maju. Dengan demikian teknologi
komunikasi, informasi tentang permasalahn lingkungan bersumber dari
negara yang telah maju, antara lain Amerika Serikat. Karena citranya sebagai
negara maju, perbincangan tentang permasalahnn itu diikuti pula oleh negara-
negara yang sedang berkembang. Seringkali ikut sertanya itu secara
membabi-buta , tanpa ditelaah relevansi permasalahannya dengan kondisi
negara yang bersangkutan. Misalnya, pencemaran oleh industri merupakan
masalah utama di negara yang maju dan karena itu pencemaran oleh industri
mendominasi permasalahan lingkungan di negara itu. Tetapi di negara yang
sedang berkembang, seperti Indonesia, umumnya pencemaran oleh industri
belumlah penting, kecuali di tempat-tempat yang terbatas di sekitar kota
besar. Sebaliknya pencemaran oleh limbah domestik, yaitu limbah yang
berasal dari rumah tangga, lebih umum dan mengenai lebih banyak orang dari
pencemaran oleh industri.

1.2 Tujuan penulisan

1. Untuk memenuhi tugas Critical Book Report mata kuliah Pengantar


Geografi.
2. Sebagai pedoman pembaca untuk menafsirkan keabsahan buku yang
dibahas.
3. Sebagai latihan analisis kelebihan dan kekurangan buku bagi pembaca
4. Media penilaian keseluruhan buku. Baik sampul, isi serta gambar
pendukung.

1.3 Manfaat penulisan

1. Dapat membantu pembaca menganalisa identitas, ringkasan buku dan


kelebihan maupun kekurangan buku yang dibahas.
2. Membantu pembaca menemukan hal-hal pokok buku.
3. Membantu pembaca menafsirkan isi buku baik kualitas dan kuantitas
buku.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sinopsis BAB II EKOLOGI dalam buku

Otto Soemarwoto adalah seorang yang memiliki kepakaran dalam


bidang lingkungan. Ia telah melalangbuana ke berbagai wilayah membagikan
pengetahuannya tentang bagaimana berpikir yang selaras antara manusia
dengan alam dan menjaga keseimbangan di antaranya agar interaksi yang
terjalin tetap terjaga. Ceramah-ceramah yang ia bawakan ditulis dan
dikumpulkannya hingga menghasilkan buku sebagaimana judul yang tertulis
di atas. Buku ini merupakan informasi yang disajikan secara populer tetapi ia
sendiri berharap agar tidak kehilangan ruh keilmiahan yang terdapat di
dalamnya, karena buku ini pula sedianya juga dihantarkan dalam berbagai
sesi perkuliahan di perguruan tinggi. Buku ini terdiri atas sepuluh bab, yang
mana masing-masing mengenai pendahuluan, ekologi, lingkungan hidup,
pengelolaan lingkungan hidup, pencagaralaman, ekologi pembangunan,
ekologi kependudukan, ekologi pangan, ekologi pariwisata, dan energi dalam
ekologi pembangunan. Dalam pendahuluan ia menghantarkan latar belakang
pengetahuan lingkungan yang diperkenalkannya dan arah kecenederungan
tentang pengertian lingkungan hidup. Pada bagian ekologi ia memaparkan arti
ekologi yang didefinisikannya sebagai suatu kajian tentang interaksi manusia
dengan alam sekitarnya, lalu konsep ekosistem, materi, energi, informasi,
hukum termodinamika, habitat dan relung, adaptasi, dan evolusi. Pada bab
lingkungan hidup ia menyajikan apa arti dari lingkungan hidup, lingkungan
hidup sebagai sumbernya, kebutuhan dasar yang mencakup kebutuhan dasar
untuk kelangsungan hidup hayati jugamanusia dan dalam hal pemilihan, serta
manfaat dan resiko dari lingkungan. Pada bab pengelolaan lingkugan hidup ia
menggambarkan bagaimana adanya kelestarian keseimbangan lingkungan,
daya dukung lingkungan terlanjutkan, daya lenting, ruang lingkup
pengelolaan lingkungan, serta citra lingkungan. Pada bab pencagaralaman ia
memaparkan mengenai pengertian dari pencagaralaman, manfaat
pencagaralaman jenis, keanekaragaman jenis meliputi teori pulau biogeografi

6
dan teori bercak, keanekaragaman jenis di daerah yang dibudidayakan, erosi
gen, dan pengelolaan keanekaragaman gen yang meluputi daerah yang
dilindungi, masalah batas dan pengawasan, daerah penyangga,
pengembangan daerah yang dilindungi, kebun raya dan kebun binatang, bank
gen, dan penguasaan sumberdaya gen. Dalam bab mengenai ekologi
pembangunan ia mengemukakan manfaat dan resiko lingkungan dalam
pembangunan, pembangunan yang berkelanjutan yang memuat proses
ekologi, tersedianya sumberdaya yang cukup, serta lingkungan sosial budaya
dan ekonomi yang sesuai. Selanjutnya adalah pola hidup sederhana,
kemampuan ilmu dan teknologi, pengelolaan lingkungan yang adaptif, serta
pengelolaan proyek pembangunan. Pada bab ekologi kependudukan ia
memaparkan arti daya dukung lingkungan, daya dukung lingkungan agraris,
kepadatan penduduk, transmigrasi, kerusakan lingkungan yang terdiri atas
kerusakan lingkungan kota, desa, penanggulangan kerusakan lingkungan serta
prioritas penanggulangannya. Selanjutnya ia menjelaskan pula mengenai
pencemaran dan penyusutan sumberdaya, serta penanggulangan pencemaran
dan penyusutan sumberdaya. Pada bab ekologi pangan ia mengemukakan
bagaimana historikalitas pola mata pencaharian manusia dari fase berburu dan
mengumpul, peladangan berpindah, pertanian menetap. Ia juga memaparkan
sumber pangan, pola pangan, kerentanan pangan, penganekaragaman pangan,
serta pola pangan dan daya dukung lingkungan. Pada bab mengena ekologi
pariwisata ia mengemukakan kaitannya dengan daya dukung lingkungan,
keanekaragaman, keindahan alam, vandalisme, pencemaran, kerusakan hutan,
dampak sosial budaya, serta zonasi. Pada bab terakhir tentang energi dalam
ekologi pembangunan ia mengemukakan tentan pengertian energi,
pemanfaatan energi, peranan energi dalam pembangunan, permasalahan
enegi, dan penganekaragaman energi. Dewasa ini karya-karya dari Otto
Soemarwoto menjadi sumber rujukan utama dan juga bacaan awal bagi
mereka yang hendak memfokuskan diri dalam studi lingkungan pada jenjang
sarjana ataupun magister, hal ini terjadi karena penulis buku tersebut
merupakan salah satu sosok yang merintis perkembangan ilmu lingkungan
pada fase awal di Indonesia. Membaca buku ini dirasakan sangat menarik,

7
karena mampu memberikan kontribusi pengetahuan akan hal ikhwal
hubungan manusia dengan alam sekitar yang tidak begitu diperhatikan tetapi
sangat memegang peranan penting dalam hal kelangsungan hidup manusia.

2.2 Kelebihan dan kekurangan bab II EKOLOGI dalam buku

Buku yang berjudul Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan


karangan Otto Soemarwoto ini dalam BAB II tentang EKOLOGI memiliki
banyak kelebihan antara lain memiliki identitas Ekologi yang lengkap
sehingga tidak menimbulkan keraguan untuk membacanya, buku membahas
tentang analisis pencemaran yang lengkap serta secara keseluruhan,
menggunakan banyak konsep ekologi dalam menganalisis lingkungan hidup
serta peranan didalamnya, dilengkapi gambar yang mendukung penjelasan
dan analisis dari penulis buku, mengkombinasikan isi buku dengan
menggunakan unsur-usnur yang bersal dari alam maupun unsur yang terbntuk
di dalam laboratorium, mengkaitkan lingkungan alam dengan aktifitas
manusia dalam pemenuhan kebutuhannya disegala bidang, dilengkapi dengan
Hukum Termodinamika, meramu segala teori tentang ekologi dan lingkungan
serta pembangunan secara gamblang dan fleksibel, pengunaan bahasa yang
baik serta membawa pembaca dalam kemudahan untuk menerjemahkan
bahasa penulis.

BAB II tentang Ekologi dalam buku yang berjudul Ekologi Lingkngan


Hidup dan Pembangunan ini juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya :

1. Dalam tampilan BAB II EKOLOGI , jarak antara BAB II dengan


penjelasan 1. Arti Ekologi sangat jauh. Sehingga terlihat kurang baik
2. Pengunaan font yang masih sederhana sehingga tada font yang tebal dan
ada yang tipis. Menimbulkan ketidaknyamanan ketika membacanya.
3. Dalam kalimat “.... dapat juga dikatakan ekonomi alam, yang melakukan
transaksi dalam bentuk materi, energi dan informasi” yang masih
abstrak, sehingga masih timbul keraguan dalam kalimat tersebut.(hal=22)

8
4. Dalam kalimat “Mula-mula tumbuhan tingkat rendah, seperti lumut dan
paku-pakuan. Kemudian tumbuhan tingkat tinggi.”. Dalam kalimat ini
tidak di jelaskan contoh-contoh dari tumbuhan tingkat tinggi (hal=24)
5. Dalam kalimat “Demikian pula seperti bumi ini dapat dianggap sebagai
kumpulan ekosistem”. Faktanya adalah dunia adalah sebuah kumpulan
dari bioma-bioma yang relatif lebih besar dari ekosistem. (hal=24)
6. Terdapat kalimat yang kurang ilmiah seperti “Didunia yang fana ini.....”
7. Gambar yang digunakan dalam menjelaskan analisis dari penjelasan
penulis masih sangat sederhana. Karena gambar yang digunakan berwarna
hitam putih. Sehingga kurang jelas.
8. Terdapat kalimat yang masih rancu atau masih meragukan. “Disamping
itu terdapat unsur yang dibentuk di dalam laboratorium,....” Unsur yang
seperti apa masih belum jelas. (hal=26)
9. Kalimat “Ulat adalah herbivora”. Menurut penelitin dari National
Animal dari National Geographic Amerika bahwa 24 spesies ulat
merupakan kanibal.
10. Dalam gambar 2.2 B (hal=29) Penjelasan bahwa manusia bernafas dan
menghasilkan CO2 dan uap H2O, CO2 dan H2O digunakan untuk
tumbuhan berfotosin tesis tidak sinkron dengan dalam gambar 2.2 B
(hal=29)
11. Penjelasan mengenai ekologi lingkungan daerah masih belum spesifik
artinya isi BAB masih menjelaskan ekologi daerah secara umum.

9
BAB III
KESIMPULAN CRITICAL BOOK REPORT

Buku yang berjudul Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan


karangan Otto Soemarwoto ini memiliki banyak kelebihan dan kekurangan.
Kekurangan itu dapat ditutupi dengan kelebihan kelebihan yang mendukung
kelengkapan isi buku. Sehingga penulis Critical Book Report ini dapat
menyimpulkan bahwa buku yang berkualitas ini patut dijadikan referensi bagi
dosen dan mahasiswa fakultas ilmu budaya, fakultas ilmu pendidikan dan
keguruan pengambil program studi sejarah dan tentunya masyarakat umum yang
memiliki minat pada masalah sejarah. Buku ini sangat layak untuk dibaca karena
pembahasan yang ringan serta fleksibel membawa pembaca dengan kemudahan
untuk menterjemahkan maksud dari penulis buku.

10
DAFTAR PUSTAKA

Soemarto,Otto.,(2004), Ekologi, Lingkungan Hidup Dan Pembangunan,


DJAMBATAN,JAKARTA

11