Anda di halaman 1dari 8

5 Tragedi Nuklir Terparah

Siska Amelie F Deil


18 Mei 2015, 21:29 WIB




75

Ilustrasi Lipsus Nuklir

Liputan6.com, Jakarta - Untuk mewujudkan Pembangkit Listrik Negara Nuklir (PLTN),


pemerintah masih belum yakin 100 persen. Salah satu langkah yang menghalangi
terwujudnya PLTN adalah ketakutan adanya bencana jika pembangkit nuklir mengalami
kebocoran. Efek dari radiasi bocornya reaktor nuklir ditakutkan bisa menimbulkan kanker. 

Banyak peristiwa dalam sejarah yang menuliskan bahwa kebocoran reaktor nuklir membuat
penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat di lokasi tersebut. Sebut saja bencana
Chernobyl, Ukraina. Dalam bencana tersebut, 31 orang tewas dan Lebih dari 200 ribu
penduduk yang bermukim dalam radius 30 kilometer (km) dari tempat ledakan Chernobyl
dievakuasi.

Tragedi terakhir adalah bocornya reaktor nuklir di Fukushima, Jepang. Kebocoran reaktor
ini merupakan bencana nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl. Akibat kebocoran reaktor
di Fukushima tersebut, air radioaktif mengalir ke laut. Ribuan jiwa manusia dikhawatirkan
akan terkontaminasi.

Lengkapnya, berikut 5 bencana nuklir terparah sepanjang sejarah:

2 dari 6 halaman

Windscale Fire, Inggris


Windscale Fire, Inggris

Tragedi Windscale Fire merupakan kecelakaan nuklir pada 8 Oktober 1957. Kecelakaan
tersebut terjadi di reaktor nuklir Windscale, merupakan pabrik yang memproduksi plutonium
di Cumberland, Inggris. 

Kejadian tersebut merupakan kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir paling dahsyat
dan serius di Inggris.

Mengutip laman britannica.com, Senin (18/5/2015), pembangkit Windscale terdiri dari dua


reaktor nuklir. Kecelakaan terjadi saat pemanasan rutin pada reaktor nomor 1  yang tiba-
tiba berada di luar kendali karena terlalu panas yang kemudian menyebabkan penyimpan
uranium yang berdekatan pecah. 

Akhirnya uranium mulai teroksidasi, melepaskan radioaktif dan menyebabkan api yang
membakar pembangkit selama 16 jam sebelum akhirnya dapat dipadamkan. Api dalam
kebakaran itu meninggalkan sekitar 10 ton bahan radioaktif yang meleleh di sekitar reaktor. 
Kebakaran Windscale juga menyebabkan pelepasan sejumlah besar yodium radioaktif ke
atmosfer. Sebagai konsekuensinya, selama beberapa minggu, pemerintah melarang
penjualan susu yang dihasilkan dari kawasan berjarak 200 mil daerah sekitar lokasi
reaktor. 

Sesaat setelah kejadian tersebut, pemerintah Inggris merilis rincian yang tak cukup jelas
mengenai kecelakaan dan pada umumnya mencoba untuk menutupi tragedi yang terjadi. 

Reaktor Windscale yang terkontaminasi kemudian disegel sampai akhir 1980. Kejadian itu
menyebabkan 240 kasus kanker. Sisa kebakaran itu menyisakan 10 ton radioaktif meleleh
yang harus dibersihkan. 

Butuh dana sekitar US$ 30 juta untuk membersihkan kawasan tersebut dari berbagai
radiasi berbahaya. Dana itu setara biaya yang dapat dibelikan 15 turbin angin yang dapat
menghasilkan listrik untuk mengaliri 5.435 rumah per tahun.

3 dari 6 halaman

Three Mile Island, Amerika Serikat

Three Mile Island, Amerika Serikat

Pembangkit listrik tenaga nuklir di Three Mile Island, Amerika Serikat, mengalami
kegagalan fungsi pendingin yang menyebabkan beberapa bagian inti pembangkit meleleh
di salah satu reaktor pada 28 Maret 1979. 

Mengutip world-nuclear.org, Senin (18/5/2015), gas radioaktif pun terlepas ke udara


beberapa hari setelah kecelakaan tersebut. Namun memang, gas yang dilepaskan ke udara
tersebut tak mencapai pemukiman penduduk. Tak ada masyarakat yang terluka atau
dampak kesehatan dari kecelakaan Three Mile Island.
Pembangkit Three Mile Island berada di dekat Harrisburg, Pennsylvania di Amerika Serikat.
Pembangkit ini memiliki dua pressurized water reactors (PWR), jenis reaktor daya nuklir
yang menggunakan air ringan biasa sebagai pendingin.

Kerusakan pada sirkuit pendingin yang menyebabkan temperatur naik. Kondisi ini
menyebabkan reaktor tersebut mati secara otomatis. 

Para operator tidak dapat mendiagnosa dengan benar kematian reaktor secara otomatis
yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. Kurangnya penjelasan pada ruang kontrol dan
pelatihan tanggap darurat yang tidak memadai terbukti menjadi akar penyebab kecelakaan
reaktor tersebut.

Drama kecelakaan Three Mile Island  tersebut menyebarkan rasa takut, stres dan
kebingungan antara masyarakat di sekitar pembangkit. Karena informasi yang tidak
terbuka, timbullah kabar akan adanya ledakan hidrogen.

Kecelakaan Three Mile Island menyebabkan kekhawatiran dampak kesehatan dari radiasi
nuklir termasuk kanker di area sekitar pembangkit. Lantaran kekhawatiran itu, Departemen
Kesehatan selama 18 tahun melakukan pengawasan pada 30 ribu warga yang tinggal di
kawasan berjarak lima mil dari pembangkit listrik.

Karena tak ada dampak kesehatan berarti, pada 1997, pengawasan tersebut dihentikan.
Tak ada bukti yang menunjukkan kemungkinan radiasi di kawasan tersebut. Satu-satunya
dampak yang terdeteksi adalah stres yang dialami dalam jangka pendek selama kabar
meledaknya reaktor mencuat.

4 dari 6 halaman

Kyshtym, Rusia
Kyshtym, Rusia

Pada tanggal 29 September 1957, bencana mengejutkan terjadi Kyshtym, Rusia, salah satu
bencana nuklir terparah di dunia. Tragedi yang bahkan tak pernah diduga siapapun. 

Bencana nuklir di Kyshtym tampaknya tak begitu terkenal. Memang, bencana tersebut
sengaja ditutup-tutupi pemerintah Rusia. Kala itu, bencana di Kyshtym merupakan
kecelakaan nuklir terburuk yang pernah terjadi dan menyebabkan 8.000 kematian langsung
dan tidak langsung. Meski hingga saat ini tak ada angka pasti berapa korban yang jatuh
akibat kecelakaan nuklir tersebut.

Sejarah Kyshtym tersebut dikaitkan dengan Perang Dingin Rusia. Pada akhir 1940, Stalin
ingin mengejar jumlah senjata nuklir yang dimiliki Amerika Serikat. Alhasil sebuah pabrik
bom nuklir dibangun tidak jauh dari kota Kyshtym, dan sebuah desa tertutup, bernama
Ozyorsk. Di sekitar itu dibangun juga rumah para pekerja dan sejumlah pabrik lain.

Pada 1953, setelah Stalin meninggal, pabrik itu pun kemudian terbengkalai. Seharusnya,
reaktor nuklir tersebut tetap dipelihara dengan mengaktifkan tangki penyangga disertai
sistem pendingin. Namun karena tidak terurus maka pendinginan tidak dilakukan oleh para
pekerja.

4 tahun kemudian, salah satu sistem pendingin yang memang buruk instalasinya
mengalami kegagalan fungsi. Tangki limbah memanas dan air menguap, meninggalkan
debu kimia radioaktif. Saat tangki limbah meledak, awan radioaktif terbentuk di atmosfer.
Hal itu, persis seperti sebuah bom. 

Saat awan menggantung di langit Rusia, bencana berskala besar pada kehidupan manusia
mulai terasa di daratan. Racun-racun berjatuhan dari langit menghujani kawasan
pemukiman yang dihuni 270 ribu orang. 

Pemerintah mengevakuasi para warga di sekitar kota beberapa minggu kemudian. Para
warga yang dievakuasi tak pernah diberitahu apa yang sedang terjadi. Langkah tersebut
disengaja karena reaktor tersebut merupakan pabrik dengan rahasia tingkat tinggi dan
warga tak pernah tahu apa yang sedang terjadi.

Seiring dengan efek radiasi yang terus meluas, tanpa peringatan, masyarakat mulai panik
melihat berbagai penyakit misterius membuat kulit warga mengelupas dan memperlihatkan
isi tubuhnya.

Selama beberapa tahun ke kemudian, bencana mulai terasa di area Kyshtym. Selama
bertahun-tahun sekitar 8.000 korban menderita kanker.

5 dari 6 halaman

Chernobyl, Ukraina
Chernobyl, Ukraina

Bencana nuklir ini terjadi pada 26 April 1986 di Pusat Tenaga Nuklir Chernobyl, Ukraina.
Ledakan di tempat tersebut membuat sejumlah besar partikel radioaktif dilepaskan ke
atmosfer dan tersebar dari Uni Soviet hingga Eropa Barat. 

Mengutip laman world-nuclear.org, Senin (18/5/2015), radioaktif yang dilepaskan 400 kali


lebih banyak dibanding nuklir pada bom atom Hiroshima. 100.000 kilometer persegi wilayah
terkontaminasi.

Bencana Chernobyl dianggap bencana nuklir terparah sepanjang sejarah. 31 orang tewas
sedangkan ratusan yang selamat namun mengidap kanker dan cacat tubuh. Pembersihan
di tempat ini menghabiskan biaya hingga US$18 miliar.

Tragedi ini menyebabkan kontaminasi radiasi meluas di Ukraina, hingga sampai ke Belarus
dan Rusia. Tragedi ini juga membuka mata dunia, melalui Badan Energi Atom Internasional
(IAEA), bahwa dunia perlu menjalin kerja sama dan berbagai informasi dalam penggunaan
energi nuklir.

Hingga saat ini, rehabilitasi untuk korban-korban Chernobyl masih terus berlanjut. Rusia,
Ukraina dan Belarus masih terus dibebani dengan biaya dekontaminasi dan perawatan
kesehatan bagi korban. 
Kota ini seperti terhenti pada 1986 dan kini seperti museum hidup. Semua dibiarkan dan
ditinggalkan.

6 dari 6 halaman

Fukushima, Jepang
Fukushima, Jepang

Tragedi bocornya reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, akibat gempa yang terjadi pada
Senin 5 Desember 2011. Akibatnya, kebocoran tersebut, air radioaktif dari pabrik tersebut
kemungkinan mengalir ke laut. Hal itu juga memicu kekhawatiran krisis nuklir. 

Tokyo Electric Power Company (TEPCO), operator dari reaktor tersebut menyatakan
bahwa sekitar 45 ton air yang terkontaminasi dengan zat radioaktif cesium dan yodium
cenderung mengalir ke laut dari sistem selokan yang juga terkontaminasi dari unit
kondensasi.

Air yang bocor tersebut mengandung radioaktif caesium 134 sekitar 16.000 becquerels per
liter dan cesium 137 sekitar 29.000 becquerels, yang melebihi batas keselamatan oleh
pemerintah.

Media lokal melaporkan, air yang terkontaminasi juga mungkin mengandung zat-zat
radioaktif lain seperti strontium, diketahui dapat menyebabkan kanker tulang pada manusia.

Air yang terkontaminasi itu bocor dari unit desalinasi melalui celah di dinding beton ke
selokan. Selokan itu menghubungkan pipa saluran air yang mengalir bebas ke Samudera
Pasifik. Air yang terkontaminasi juga merupakan sisa bocoran dari unit desalinasi hasil
pompaan dari bangunan.

Kantong-kantong pasir akan digunakan sebagai sarana darurat untuk mencegah kebocoran
lebih lanjut dari unit tersebut, tetapi itu bisa memakan waktu hingga tiga minggu untuk
mengetahui jumlah yang tepat dari air radioaktif yang bocor. Tak ada korban jika dalam
kebocoran tersebut namun ratusan ribu warga dievakuasi.