Anda di halaman 1dari 6

UPAYA MENJAGA KEBERSIHAN TANGAN

Tangan merupakan anggota tubuh yang sering digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-
hari. Terkadang kita melakukan sesuatu menggunakan tangan kita yang tanpa kita sadari
secara langsung, seperti mengangkat barang-barang yang kotor/berdebu, ketika bersin tanpa
disadari tangan reflek menutup mulut, tengan menyentuh keramik, dan lain sebagainya.
Dengan pola hidup yang seperti itu maka besar kemungkinan terdapat banyak bakteri yang
menempel di tangan kita jika tidak diantisipasi dengan baik. Diantaranya yaitu mencuci
tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan serta menjaga kebersihan kuku.

A. Mencuci Tangan

Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah
satu cara untuk meningkatkan kesadaran anak-anak masyarakat lainnya tentang pemeliharaan
kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Berdasarkan fenomena
yang ada terlihat bahwa anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang
memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika di
lingkungan sekolah. Mereka biasanya langsung makan makanan yang mereka beli di sekitar
sekolah tanpa cuci tangan terlebih dahulu, padahal sebelumnya mereka bermain-main.
Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya
penyakit diare. Cuci tangan merupakan tehnik dasar yang paling penting dalam pencegahan
dan pengontrolan penularan infeksi.
Cuci tangan dengan benar tidak hanya dipengaruhi oleh cara mencucinya, tetapi juga
oleh air yang digunakan dan lap tangan yang digunakan. Cuci tangan memakai sabun mutlak
diperlukan, dan menggunakan sabun bukan sekedar lewat saja. Cuci tangan yang benar perlu
teliti sampai ke bagian-bagian sela jari dan sela kuku. Semua bagian tangan jangan ada yang
lupa untuk disabun, kalau perlu diulang berkali-kali, apalagi kalau niatnya untuk makan
menggunakan tangan (tanpa sendok). Terkadang kita sudah benar cara mencuci tangan, tapi
karena lap yang kita pakai kotor, maka sama saja cuci tangan kita tidak berguna, karena kita
bisa terkena bibit penyakit yang berasal dari lap yang kotor. Secara ringkas langkah-langkah
cuci tangan adalah sebagai berikut: Langkah 1: basahi tangan seluruhnya; Langkah 2: pakai
sabun atau antiseptik; Langkah 3: gosok benar-benar semua bagian tangan dan jari selama
10-15 detik, terutama untuk membersihkan bagian bawah kuku, antara jari dan punggung
tangan; Langkah 4: bilas tangan dengan air bersih mengalir; Langkah 5: keringkan tangan
dengan handuk (lap) kertas dan gunakan handuk untuk menutup keran, bila handuk tidak ada
keringkan dengan udara/dianginkan. Namun, adapun langkah-langkah mencuci tangan yang
baik dan tepat sesuai teknis kesehatan yaitu:
1. Gosok telapak tangan
2. Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri dan sebaliknya
3. Gosok kedua telapak kanan dan sela jari
4. Gosok jari-jari sisi dalam kedua dengan posisi tangan saling mengunci
5. Gosok ibu jari kiri secara berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
6. Gosok dengan memutar ujung jari kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

Manfaat pentingnya mencuci tangan :


1. mengurangi resiko diare dan sakit perut
Mencuci tangan akan mengurangi resiko diare dan gangguan infeksi usus
secara signifikan, khususnya pada anak-anak. Sakit diare adalah penyebab
tertinggi kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun di seluruh dunia. Mencuci
tangan dengan sabun dapat mencegah penyakit ini, termasuk mencegah cacingan.
2. mencegah infeksi mata
Penyebaran bakteri yang dapat menginfeksi mata, seperti trachoma, dapat
ditanggulangi dengan mencuci tangan secara rutin. Cuci tangan pun efektif untuk
sakit mata (mata merah). Kondisi-kondisi tersebut dapat meyebabkan mata iritasi,
perih, gatal, dan berair. Infeksi tersebut dapat menyebar melalui banyak cara,
namun yang paling umum adalah melalui virus. cegah berbagai infeksi pada mata
dengan mencuci tangan dengan sabun
3. dapat mencegah infeksi saluran pernapasan

Patogen yang menjadi penyebab utama ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)
sangat umum dijumpai pada jari dan telapak tangan. Kita bisa menurunkan resiko
terkena infeksi penapasan ini dengan rajin mencuci tangan.

4. dapat mencegah berbagai penyakit

Tangan yang tidak bersih dapat menjadi jalan masuknya penyakit ke dalam tubuh.
Mencuci tangan dengan benar dapat melindungi diri dari beberapa penyakit
menular seperti pilek, flu, diare, hingga hepatitis A, dan meningitis.

B. Menjaga Kebersihan Kuku (Memotong Kuku)


Kuku merupakan bagian tubuh manusia yang terdapat atau tumbuh di ujung jari.
Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk
saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari
kotoran. Kuku pada manusia setiap hari mengalami pertumbuhan. Bayangkan, apabila
kuku kita semakin hari semakin panjang, maka akan semakin mudah kotoran masuk ke
dalam kuku. Kuku yang panjang juga bisa melukai anak (dirinya sendiri) saat bermain.
Maka dari itu kuku perlu dipotong agar tetap bersih dan tidak menyebarkan penyakit
lewat kotoran yang ada di dalamnya.
Dampak utama bila kuku panjang dan tidak bersih, banyak bibit penyakit mudah
bersarang di kuku. Dan jika kuku kurang bersih resiko kotoran akan masuk ke dalam
tubuh ataupun akan terjadi infeksi. Cacingan merupakan penyakit yang paling sering di
sebabkan oleh kuku yang panjang dan kotor. Selain itu kuku yang panjang pun bisa
mengakibatkan timbulnya infeksi pada kulit, paronychia yaitu radang bawah/pinggir
kuku, jamur kuku, dan cacingan. Cacingan merupakan penyakit yang paling sering di
sebabkan oleh kuku yang panjang dan kotor. (Hingky, 2011). Salah satu upaya yang
dapat dilakukan adalah meningkatkan pendidikan kesehatan kuku, pemantauan secara
berkala, dan mempertahankan kebersihan diri yaitu dengan memotong kuku. Berikut
adalah cara menjaga kebersihan kuku dengan memotong kuku:
a. Lakukan setelah mandi, ketika kuku dalam keadaan lunak dan lembut. 
b. Gunakan gunting kuku yang tajam.
c. Potong kuku dengan bentuk lurus, dan sedikit melengkung ke dalam di bagian
pinggirnya. 
d. Haluskan ujung kuku yang telah dipotong dengan pengikir yang ada di bagian
belakang gunting kuku. 
e. Hindari memotong kutikula, kecuali kutikula terlepas. Fungsi kutikula adalah
melindungi akar kuku.

Lakukan pula tips berikut untuk kuku kaki:


a. Ketika membeli sepatu, pastikan ada ruang bergerak yang cukup untuk jari kaki.
Sepatu yang terlalu sempit akan menyebabkan pertumbuhan kuku kaki terhambat.
b. Ganti kaus kaki setiap hari. Kaus kaki yang kotor akan mudah memicu infeksi pada
kuku kaki.
c. Kenakan alas kaki saat ke luar rumah dan di tempat-tempat umum, seperti pantai,
kolam renang, bahkan kamar mandi.

manfaat memotong kuku bagi kesehatan:


1. Menghndari tumbunya kuku ke dalam kulit
Ketika kita tidak memotong kuku kita secara teratur, maka akan
menyebabkan onychocryptosis atau pertumbuhan kuku ke dalam dan menembus
kulit, jika kuku anda sudah menembus kedalam kulit maka akan menimbulkan
rasa sakit dan bisa menjadi bengkak dan infeksi.
2. Mengurangi infeksi oleh bakteri
Jika sering menggunakan alas kaki, maka kuku anda akan cenderung tidak
bisa bernafas dari situ bisa menyebabkan timbulnya bakteri. Biasanya akan
menimbulkan bau pada kaki anda.

3. Menjaga kebersihan kuku


Kuku yang bersih juga akan memberi efek positif pada penampilan kita. Selain
itu dengan memotong kuku, anda mampu menyingkirkan bakteri Tinea, bakteri
ini bisa menyebabkan kutu air dan membuat kuku anda menjadi kekuningan.
4. Menghindari Luka
Kita pasti sering mengalami yang namanya kuku terbentur oleh suatu benda
dan itu rasanya sangat sakit sekali, itu semua disebabkan karena kuku terlalu
panjang. Sehingga untuk menghindari kejadian tersebut, sebaiknya segera untuk
memotong kuku.

Daftar Pustaka

1. Purwandari R., Ardiana A., Wantiyah. 2013. Hubungan Antara Perilaku Mencuci
Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten Jember. Jurnal
Keperawatan. 4(2): 122-130.
2. Mauliyah I., Kartikasari RI. Pengaruh Metode Storyteeling Terhadap Higienitas Kuku
Pada Anak Usia Prasekolah Di Tk Aba Made 2 Lamongan.
http://stikesmuhla.ac.id/wp-content/uploads/jurnalsurya/NoXX/51 57%20IHDA
%20MAULIYAH%20S.ST.,M.%20Kes._artikel.pdf