Anda di halaman 1dari 14

CRIITICAL BOOK REVIEW

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN

PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI

( JURNAL PROCEEDING) Skor Nilai:

(PENINGKATAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS


GURU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTUPENDIDIKAN DI
INDONESIA,PAHRUDIN, 2015)

NAMA : Elisabet Putriana Sinurat

NIM ` ` : 4193141028

DUSEN PENGAMPU : Lala Jelita Ananda, S.Pd., M.Pd

MATA KULIAH : Pofesi Kependidikan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

MARET 2020
EXCECUTIVE SUMMARY

Peningkatan dalam kinerja guru akanberdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik
yang tujuannya adalah meningkatkankualitas pendidikan di Indonesia. Kinerja guru tidak
terlepas dari kompetensi seorang guru.Kompetensi merupakan merupakan seperangkat
pengetahuan yang berupa pengetahuan,keterampilan sikap dan kecerdasan yang dimilik oleh
seseorang yang digunakan dalam bertindakdan berperilaku secara baik. Ada empat komptensi
yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitukompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi profesional dan komptensi sosial.Dalam pengembangan profesional guru banyak
hal yang dilakukan seperti pengembanganmutu guru itu sendiri seperti membaca buku atau
kegiatan-kegiatan lain yang menunjangkapabilitas guru, pengembangan, dan peningkatan
skill (kemampuan mengajar, pengembangan danpeningkatan organisasi dan pengembangan
dan peningkatan keperibadian (motivasi berprestasi).Pengembangan professional
(professional development) merupakan. Pengembangan kemampuanprofesional yang akan
memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan/kompetensi guruyang pada akhirnya
akan berdampak pada makin meningkatnya kualitas pembelajaran dan mutupendidikan.

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat yang diberikan-Nya, penulis dapat menyelesaikan Critical Book Review ( CJR) ini
tepat pada waktunya. Adapun judul dari CJR ini adalah "Profesi Kependidikan “ Perspektif
Guru Profesional””. CJR ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Profesi
Kependidikan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya


kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan yang telah memberikan tugas terhadap
penulis.Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang turut
membantu dalam pembuatan CJR yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penyusunan CJR ini jauh dari kata sempurna dan ini merupakan langkah yang baik
dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dan semoga CJR ini dapat berguna bagi penulis maupun pihak lain yang
berkepentingan pada umumnya.

Medan, 16 Maret 2020

Elisabet Putriana Sinurat

ii
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMMARY……………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..……… ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………….……... iii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..……….. 1

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR………………………………………………........... 1


B. Tujuan Penulisan CJR……………………………………………………..……… 1
C. Manfaat CJR……………………………………………………………………….. 2
D. Identitas Journal……………………………………………………………………. 2

BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL…………..……………………………………...… 3

A. Pendahuluan…………………………….…………………………………………..3
B. Deskripsi Isi……………………………………..…………………………………. 4

BAB III PEMBAHASAN / ANALISIS…………….………………………………….... 5

A. Pembahasan Isi Journal…………………….……………………………………….5


B. Kelebihan Dan Kekurangan Isi Artikel Journal….……………………………….. 8

BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………... 9

A. Kesimpulan…………………………………………………………………...……. 9
B. Rekomendasi…………………………………………………………..……………9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..…………. 10

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR

Mengkritik Jurnal ( Critica l J ournal Report ) merupakan kegiatan


mengulas suatu jurnal agar dapat mengetahui dan memahami apa yang disajikan dalam
suatu jurnal. Kritik jurnal sangat penting karena dapat melatih kemampuan kita dalam
menganalisis dan mengevaluasi pembahasan yang disajikan peneliti. Sehingga
menjadi masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan lainnya .Critical Journal
Reportyang berbentuk makalah ini berisi tentang kesimpulan dari jurnal yang sudah
ditentukan dengan judul “Analisa Keseimbangan Sistem P enaw aran dan
P ermintaan Beras D i Indones ia.” Semoga us aha ini dapat bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.

B. Tujuan Penulisan CJR

Megkritik Jurnal (critical journal) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang
bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui
kelebihan dan kekurangan suatu jurnal, menjadi bahan pertimbangan, dan juga
menyelesaikan s alah satu tugas individu mata kuliah P rofes i K ependidikan.

C. Manfaat Penulisan CJR

Manfaat yang di dapat dari Critical Journalini adalah sebagai berikut:

 Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dan


sebuahjumal atau hasil karya tulis ilmiah lainnya secara ringkas.
 Mengetahui kelebihan dan kelemahan jurnal yang dikritik.
 Mengetahui latar belakang dan alasan jurnal tersebut dibuat.
 Memberi masukan kepada penulis jurnal berupa kritik dan saran terhadap
carapenulisan, isi, dan substansi jurnal.

1
D. Identitas jurnal
 Jurnal Utama
1. Judul Artikel :Peningkatan Kinerja Dan Pengembangan
Profesionalitas Guru Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di
Indonesia
2. Nama Journal :Jurnal Prosiding Seminar Nasional Pendidikan
Ekonomi dan Bisnis
3. Edisi Terbit :-
4. Pengarang Artikel :Pahrudin
5. Penerbit :Universitas Sebelas Maret
6. Kota Terbit :Surakarta
7. Nomor ISSN :978-602-8580-19-9
8. Alamat Situs :http://snpe.fkip.uns.ac.id
 Jurnal Pembanding
1.Judul Jurnal : Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui
Peningkatan Kompetensi Secara Komprehensif
2.Nama Jurnal : jurnal pendidikan
3.Edisi Terbit : Proceeding Seminar Nasional “Profesionalisme Guru
Dalam Perspektif Global” Tahun 2012
4.Pengarang Jurnal : Ngasbun Egar
5.Penerbit : Universitas Bantara
6.Kota Terbit : Sukoharjo, Indonesia
7.Nomor ISSN : 978-602-18235-0-7
8.Alamat Situs : www.pdffactory.com

2
BAB II

RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Pendahuluan

Pendidikan mempunyai peranan penting untuk menjamin keberlangsungan kehidupan suatu


bangsa. Pendidikan merupakan salah satu cara dalam pembentukan manusia yang cerdas,
berakhlak dan mandiri atau pendidikan merupakan suatu proses pembentukan karakter
(character building), pembentukan sistematika berpikir dan pembangunan suatu bangsa
sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan suatu bangsa dan negara.
Menurut mantan menteri pendidikan Indonesia Wardiman Djoyonegoro dalam Mulyasa
(2011:3), sedikitnya ada tiga syarat yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan
yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di
indonesia yaitu: 1) sarana dan prasaran yang mendukung, 2) bahan ajar yang berkualitas dan
3) guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Dalam kesempatannya mengatakan bahwa
hanya 43% guru yang memenuhi syarat dan sisanya 57% yang belum memenuhi syarat
sebagai tenaga pendidik yang profesional dan tidak berkompeten. Pantas dikatakan bahwa
mutu pendidikan kita jauh dari yang diharapkan. Padahal dalam kapasitasnya bahwa guru
mempunyai peranan penting dalam memanusiakan manusia. Mutu pendidikan di indonesia
rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti negara Malaysia,
Singapura dan Brunei Darussalam. Berdasarkan data United Nations Development Program
(UNDP) 2011, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di urutan 124 dari 187
negara yang disurvei dengan indeks 0,67 persen. Sedangkan Singapura dan Malaysia
mempunyai indeks yang jauh lebih tinggi yaitu 0,83 persen dan 0,86 persen. Hal ini juga
terjadi pada pada indeks tingkat pendidikan tinggi Indonesia juga dinilai masih rendah yaitu
14,6 persen, berbeda dengan Singapura dan Malaysia yang sudah mempunyai indeks tingkat
pendidikan yang lebih baik yaitu 28 persen dan 33 persen. Dalam sebuah survey yang
diadakan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO)
sebagaimana yang dimuat di dalam situs http://van88wordpres.com, bahwa dari 14 negara
yang ada di Asia Pasifik, Indonesia menempati peringkat 10. Sedangkan untuk kualitas para
guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.Inilah salah satu yang
menjadi bagian dari problematika pendidikan yang ada di negara tercinta ini.Salah satu faktor
yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia disebabkan oleh faktor
guru.Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan

3
kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki siswanya. Guru merupakan salah satu faktor
penentu berhasil atau tidaknya proses pembelajaran. Keberhasilan dalam penyelenggaran
pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam memberikan pelajaran bagi siswa. Apabila
guru kurang memeiliki kesiapan dalam memberikan proses penyampaian pembelajaran,
performa kurang maksimal dan cenderung kurang bagus sehingga persepsi siswa terhadap
kurang akan menjadi rendah. Melihat fenomena di lapangan bahwa kompetensi guru di
Indonesia masih rendah. Ini ditunjukkan dengan melihat bahwa banyaknya guru yang
terlambat ke sekolah, banyak guru yang hanya sekedar memberikan catatan pada siswanya,
masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran yang monoton tanpa adanya
inovasi dalam pembelajaran, masih benyak guru yang belum mempunyai kualifikasi S1 dan
masih banyak persolan lainnya. Pengembangan guru di Indonesia juga masih rendah. Banyak
guru-guru dalam bidang skill (kemampuan mengajar) masih kurang, kurangnya
pengembangan dan peningkatan organisasi (melalui Kelompok Kerja Guru untuk guru-guru
Sekolah Dasar dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran, untuk guru-guru SMP dan
SMA/SMK), dan kurangnya pengembangan dan peningkatan keperibadian (motivasi
berprestasi) seperti melakukan action research. Sementara, peran guru demikian penting
dalam peningkatan mutu pendidikan, kondisinya justru dikeluhkan belakangan ini.Misalnya
mengungkapkan bahwa penyebab rendahnya daya serap pendidikan adalah guru yang kurang
profesional.Demikian juga Purwanto (2003:15), mutu pendidikan nasional yang rendah salah
satu penyebabnya adalah mutu guru yang rendah. Profesionalisme guru yang belum
menunjukkan kualitas yang memadai, disebabkan oleh banyak guru yang mengajarkan mata
pelajaran yang bukan bidangnya atau kompetisinya, seperti guru Biologi mengajar Kimia
atau Fisika, guru IPS mengajar Bahasa Indonesia. mengatakan secara kuantitatif jumlah
tenaga guru telah cukup memadai, tetapi mutu serta profesionalismenya belum sesuai dengan
harapan. Banyak di antaranya tidak berkualitas dan menyampaikan materi pelajaran, sehingga
kurang mampu menyajikan dan menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar berkualitas.
Jadi, ketidaksesuaian antara kemampuan guru dengan apa yang diajarkan membuat para
siswa tidak mencapai prestasi yang gemilang.

B. Deskripsi Isi

Guru mempunyai peranan yang signifikan dan penting dalam kemajuan pembangunan
pendidikan yang mendukung pembangunan nasional. Sebagai hasil, guru seharusnya menjadi

4
pusat pembangunan nasional, khususnya sumber daya manusia.Idealnya guru harus
mempunyai kinerja dan kompetensi seperti pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial
untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Dalam kenyataannya, tidak semua hasil dalam
layanan pendidikan dapat tercapai seperti kinerja dan pengembangan. Disisi lain, guru kurang
mempunyai inovasi dalam proses pembelajaran. Dari alasan tersebut, peningkatan kinerja dan
kualitas guru sangat penting. Hasil dari peningkatan kinerja dan pengembangan guru adalah
sebagai petunjuk untuk menciptakan proses pembelajaran lebih efektif dan selanjutnya
peningkatan hasil belajar siswa. Guru mempunyai peran yang signifikan dalam kemajuan
pendidikan nasional, hasil dari peningkatan kinerja dan pengembangan guru akan
memberikan kualitas pendidikan yang tinggi di negeri ini. Tujuan dari makalah ini adalah
menjelaskan kinerja dan pengembangan profesional guru.Metode dalam makalah ini adalah
menggunakan studi kepustakaan berdasarkan pada teori kinerja atau kompetensi dan
pengembangan guru. Hasil menunjukkan bahwa perlunya peningkatkan kinerja atau
kompetensi guru dan pengembangan profesionalitas seperti (1) pengembangan dan
peningkatan skill (kemampuan mengajar), (2) pengembangan dan peningkatan organisasi dan
(3) pengembangan dan peningkatan keperibadian (motivasi berprestasi) yang dapat
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

5
BAB III

PEMBAHASAN / ANALISIS

A. Pembahasan Isi Journal

JURNAL 1

1.Jenis Penelitian :

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Serangkaian


pengumpulan data dilakukan di perpustakaan yang objek penelitiannya digali melalui
beragam informasi seperti dari buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah dan
dokumen).

2.Sumber Data :

Sumber data yang terdapat dalam jurnal ini adalah dengan menggunakan data sekunder.

3.Metode Pengumpulan Data :

Jurnal penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dalam mengumpulkan data.


Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, yang bisa berbentuk tulisan,
gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.

4.Metode Analisis Data :

Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis).

A.Kinerja dan Kompetensi Guru

1. Pengertian Kinerja Guru.

Kinerja adalahsuatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas yang
dibebankankepadanya yang didasarkan kepada kecakapan, pengalaman dan kesungguhan
serta waktu”.Menurut Undang-Undang No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,kinerja
guru adalahkemampuan dasar guru yang menggambarkankompetensi dan profesionalisasi.

2. Kompetensi Guru

Kompetensi merupakan kemampuanseseorang yang meliputipengetahuan, keterampilan, dan


sikap, yang dapat diwujudkan dalamhasil kerja nyata yang bermanfaat bagi diri dan

6
lingkungannya. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No. 74
Tahun 2008, pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi guru sebagaimana yang
tercantum dalam penjelasan pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, yaitu : kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional, dan sosial.

B.PROFESIONALITAS GURU

1.Pengertian Pengembangan Profesional

Pengembangan professional adalah sebuah proses yangberlangsung dimana para anggota


kelompok berupaya untuk mengembangkan kompetensimereka.Pengembangan
profesionalitas guru dimaksudkanuntukmeningkatkan taraf atau derajad keprofesionalan
seorang guru yang menyangkut kemampuanguru, baik penguasaan materi ajar atau
penguasaan metodologi pengajaran, serta sikapkeprofesionalan gurumenyangkut motivasi
dan komitmen guru dalam menjalankan tugas sebagaiguru.

2.Pengembangan Profesional Guru

Adapun langkah-langkah pengembangan profesionalitas guru adalah sebagai berikut :

a. Mengupayakan terjadinya peningkatan status profesi guru agar dapat sejajar dengan
profesilain.
b. Pengembangan profesionalitas guru harus lebih beroroentasi pada peningkatan
kualitas, bukankuantitas. Untuk kepentigan ini maka dperlukan SDM maupun
finansial.

JURNAL PEMBANDING

Upaya mempersiapkan guru agar memiliki berbagai wawasan, pengetahuan,


keterampilan, dan rasa percaya diri yang tinggi untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya
sebagai pengemban tugas profesi, merupakan langkah strategis membangun mutu
pendidikan.
Sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi guru membutuhkan
pengembangan kompetensi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan
mempersiapkan berbagai wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri guru.

7
Guru dituntut terus menerus mengembangkan kompetensinya untuk mengembangkan
profesionalisme, di samping terus berusaha menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak sesuai
dengan amanat profesinya. Sehingga diyakini, guru dengan kompetensi dan profesionalisme
tinggi mampu memberikan pelayanan prima bagi para siswanya.
Yang paling penting dalam pengembangan kompetensi guru adalah peningkatan
profesionalitasnya dimulai dari guru tingkat SD sampai tingkat SMA salah satu caranya yaitu
cara memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

B. Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Journal


a. Kelebihan jurnal
Dalam penelitian pada jurnal pertama dan kedua banyak mengambil teori-teori atau
wacana-wacana dari berbagai sumber. Kemudian nantinya penulis akan
merangkumnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Sumber yang digunakan juga
dapat dipercaya, seperti UU Sisdiknas, UU tentang Guru dan Dosen, pendapat para
ahli, dan lain-lain.
Selain itu, jurnal ini juga dibuat melalui prosiding seminar nasional. Jadi, dapat
dikatakan jurnal ini telah sah dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
ataupunsebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian tentang kinerja dan
profesionalitas guru.
b. Kekurangan jurnal
Karena jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan (studi literatur) maka di
dalam junal ini tidak mencantumkan assesment data. Subjek, lokasi dan alat bahan
yang digunakan juga tidak ada dicantumkan.

8
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Peningkatan dalam kinerja guru akanberdampak pada peningkatan hasil belajar
peserta didik yang tujuannya adalah meningkatkankualitas pendidikan di
Indonesia. Kinerja guru tidak terlepas dari kompetensi seorang guru.Kompetensi
merupakan merupakan seperangkat pengetahuan yang berupa
pengetahuan,keterampilan sikap dan kecerdasan yang dimilik oleh seseorang yang
digunakan dalam bertindakdan berperilaku secara baik. Ada empat komptensi
yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitukompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi profesional dan komptensi sosial.Dalam pengembangan
profesional guru banyak hal yang dilakukan seperti pengembanganmutu guru itu
sendiri seperti membaca buku atau kegiatan-kegiatan lain yang
menunjangkapabilitas guru, pengembangan, dan peningkatan skill (kemampuan
mengajar, pengembangan danpeningkatan organisasi dan pengembangan dan
peningkatan keperibadian (motivasi berprestasi).

B. Rekomendasi

Dalam pengembangan profesional guru banyak hal yang dilakukan seperti


pengembanganmutu guru itu sendiri seperti membaca buku atau kegiatan-kegiatan
lain yang menunjangkapabilitas guru, pengembangan, dan peningkatan skill
(kemampuan mengajar, pengembangan dan peningkatan organisasi dan
pengembangan dan peningkatan keperibadian (motivasi berprestasi).Pengembangan
professional (professional development) merupakan. Pengembangan
kemampuanprofesional yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan
kemampuan/kompetensi guruyang pada akhirnya akan berdampak pada makin
meningkatnya kualitas pembelajaran dan mutupendidikan.

9
DAFTAR PUSTAKA

1. Pahrudin.2015.Peningkatan Kinerja Dan Pengembangan Profesionalitas Guru


Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di Indonesia.Jurnal
prosiding.Universitas Sebelas Maret.Surakarta

2. Ngasbun Egar.Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Peningkatan


Kompetensi Secara Komprehensif.Jurnal prosiding.Universitas
Bantara.Sukoharjo

10