Anda di halaman 1dari 15

MESIN MESIN LISTRIK AC

Dosen Pengampu :
Ir. Mustamam M.T

DISUSUN : KELOMPOK 5
Henri Hasudungan Sinaga (5181131005)
Fadhli Rahman Siregar (5183131016)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun sebelum waktu yang ditentukan. Tidak lupa Penulis juga mengucapkan banyak
terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah dan berkontribusi.

Harapan Penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengengalaman
bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk makalah menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, Penulis yakin masih banyak


kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu ,Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

i
Medan, 22 Februari 2020

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................................i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..………….….........ii

BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................................1

ii
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................1
1.3 Tujuan..........................................................................................................................................1
BAB II........................................................................................................................................................2
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................2
2.1 Perhitungan tegangan berdasarkan faktor distribusi..........................................................................2
2.2 Efesiensi Generator............................................................................................................................9
BAB III.....................................................................................................................................................10
PENUTUP................................................................................................................................................10
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan generator
listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Kedua fungsi dari masing-masing alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator
akan bekerja dengan di bantu motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.

Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-
hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus searah (DC) dan generator arus
bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan tentang generator yaitu
generator listrik arus bolak-balik, untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus bolak-
balik (AC). Sistem pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator
tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel atau mesin
baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan generator, karena faktor
keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan dua atau lebih generator yang
dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan dan bergiliran untuk generator-generator
tersebut.

Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah suatu hal yang
riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS, untuk memenuhi
peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel antar
generator atau paralel generator dengan sumber pasokan lain yang lebih .

1.2 Rumusan Masalah


a. Menjelaskan perhitungan tegangan berdasarkan faktor distribusi
b. Menjelaskan efesiensi generator

1.3 Tujuan
a. Mengetahui jumlah tegangan berdasarkan faktor distribusi
b. Mengetahui efesiensi generator

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perhitungan tegangan berdasarkan faktor distribusi

Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal antara keadaan beban nol
dengan beban penuh, dan ini dinyatakan dengan persamaan :

Terjadinya perbedaan tegangan terminal V dalam keadaan berbeban dengan tegangan Eo pada
saat tidak berbeban dipengaruhi oleh faktor daya dan besarnya arus jangkar (Ia) yang mengalir.

Untuk menentukan pengaturan tegangan dari generator adalah dengan memanfaatkan


karakteristik tanpa beban dan hubung singkat yang diperoleh dari hasil percobaan dan
pengukuran tahanan jangkar. Ada tiga metoda atau cara yang sering digunakan untuk
menentukan pengaturan tegangan tersebut, yaitu :

 Metoda Impedansi Sinkron atau Metoda GGL.


 Metoda Amper Lilit atau Metoda GGM.

2
 Metoda Faktor Daya Nol atau Metoda Potier.

Metoda Impedansi Sinkron

Untuk menentukan pangaturan tegangan dengan menggunakan Metoda Impedansi


Sinkron, langkah-langkahnya sebagai berikut :

 Tentukan nilai impedansi Sinkron dari karakteristik tanpa beban dan karakteristik hubung
singkat.
 Tentukan nilai Ra berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan.
 Berdasarkan persamaan hitung nilai Xs.
 Hitung harga tegangan tanpa beban Eo.
 Hitung persentase pengaturan tegangan.

Gambar Vektor Diagram Pf “Lagging”

Eo=OC = Tegangan tanpa beban


V =OA = Tegangan terminal
I.Ra=AB=Tegangan jatuh Resistansi Jang-kar
I.Xs = BC= Tegangan jatuh Reaktansi Sinkron.

3
Pengaturan yang diperoleh dengan metoda ini biasanya lebih besar dari nilai sebenarnya.

Metoda Amper Lilit

Perhitungan dengan Metoda Amper Lilit berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan
tanpa beban dan hubung singkat. Dengan metoda ini reaktansi bocor XL diabaikan dan reaksi
jangkar diperhitungkan.

Adapun langkah-langkah menentukan nilai arus medan yang diperlukan untuk


memperoleh tegangan terminal generator saat diberi beban penuh, adalah sebagai berikut :

 Tentukan nilai arus medan (Vektor OA) dari percobaan beban nol yang diperlukan untuk
mendapatkan tegangan nominal generator
 Tentukan nilai arus medan (Vektor AB) dari percobaan hubung singkat yang diperlukan
untuk mendapatkan arus beban penuh generator.
 Gambarkan diagram vektornya dengan memperhatikan faktor dayanya:
 untuk faktor daya “Lagging” dengan sudut (90° + ϕ)
 untuk faktor daya “Leading” dengan sudut (90° - ϕ)
 untuk faktor daya “Unity” dengan sudut (90°). perhatikan gambar 2a,b,c.

4
 Hitung nilai arus medan total yang ditunjukkan oleh vektor OB.

Gambar 2. Vektor Arus Medan

Gambar 3 akan memperlihatkan diagram secara lengkap dengan karakteristik


beban nol dan hubung singkat.

OA = Arus medan yang diperlukan untuk mendapatkan tegangan nominal.

OC = Arus medan yang diperlukan untuk mendapatkan arus beban penuh pada
hubung-singkat.

AB = OC = dengan sudut (90° + ϕ) terhadap OA.

OB = Total arus medan yang dibutuhkan untuk mendapatkan tegangan Eo dari


karakteristik beban nol.

5
Gambar 3. Karakteristik Beban Nol, Hubung Singkat, dan Vektor Arus Medan.

Metoda Potier

Metoda ini berdasarkan pada pemisahan kerugian akibat reaktansi bocor XL dan pengaruh reaksi
jangkar Xa. Data yang diperlukan adalah :
• Karakteristik Tanpa beban.
• Karakteristik Beban penuh dengan faktor daya nol.

Khusus untuk karakteristik beban penuh dengan faktor daya nol dapat diperoleh dengan cara
melakukan percobaan terhadap generator seperti halnya pada saat percobaan tanpa beban, yaitu
menaikkan arus medan secara bertahap, yang membedakannya supaya menghasilkan faktor daya
nol, maka generator harus diberi beban reaktor murni. Arus jangkar dan faktor daya nol saat
dibebani harus dijaga konstan.

Langkah-langkah untuk menggambar Diagram Potier sebagai berikut :


1. Pada kecepatan Sinkron dengan beban reaktor, atur arus medan sampai tegangan nominal dan
beban reaktor (arus beban) sampai arus nominal.
2. Gambarkan garis sejajar melalui kurva beban nol. Buat titik A yang menunjuk-kan nilai arus
medan pada percobaan faktor daya nol pada saat tegangan nominal.
3. Buat titik B, berdasarkan percobaan hubung singkat dengan arus jangkar penuh. OB
menunjukkan nilai arus medan saat percobaan tersebut.
4. Tarik garis AD yang sama dan sejajar garis OB.
5. Melalui titik D tarik garis sejajar kurva senjang udara sampai memotong kurva beban nol
dititik J. Segitiga ADJ disebut segitiga Potier.
6. Gambar garis JF tegak lurus AD. Panjang JF menunjukkan kerugian tegangan akibat reaktansi
bocor.

6
7. AF menunjukkan besarnya arus medan yang dibutuhkan untuk mengatasi efek magnetisasi
akibat raeksi jangkar saat beban penuh.
8. DF untuk penyeimbang reaktansi bocor jangkar (JF).

Gambar 4. Diagram Potier.

Dari gambar Diagram Potier diatas, bisa dilihat bahwa :


• V nilai tegangan terminal saat beban penuh.
• V ditambah JF (I.Xl) menghasilkan tegangan E.
• BH = AF = arus medan yang dibutuhkan untuk mengatasi reaksi jangkar.
• Bila vektor BH ditambah kan ke OG, maka besarnya arus medan yang dibutuhkan untuk
tegangan tanpa beban Eo bisa diketahui.

Vektor diagram yang terlihat pada diagram Potier bisa digambarkan secara terpisah seperti
terlihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Vektor Diagram Potier

7
2.2 Efesiensi Generator                             

      Generator adalah suatu sistem yang menghasilkan tenaga listrik dengan masukan tenaga
mekanik . Jadi disini generator berfungsi untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Daya masukan untuk generator berupa daya mekanik dan daya keluarannya berupa daya listrik,
sebaliknya untuk motor, daya masukkannya berupa daya listrik dan daya keluarannya berupa
daya mekanik, sehingga harus ada konversi daya mekanik yang berupa daya kuda (hp) dengan
daya listrik yang berupa watt. Karena , daya masukkan dalam watt (Pi) = daya keluaran dalam
watt (Po) di tambah dengan rugi – rugi daya dalam watt (Pr) maka efisiensi untuk generator
dapat di tuliskan :                             

Dimana ; ƞ ; regulasi (%)

Pi ; daya input( W )

Pr ; daya rugi-rugi (W)

Efisiensi generator merupakan perbandingan antara daya keluaran atau daya yang
dibangkitkan generator dengan daya masukan generator. Daya masukan generator sama dengan
gaya yang dihasilkan oleh turbin karena turbin dengan generator dikopel dan bekerja bersama.
Untuk menghitung daya yang dihasilkan oleh turbin dapat dihitung dengan dengan perhitungan
penurunan entalpi.

Efisiensi dari generator akan mempengaruhi kinerja dari sistem Pembangkit Listrik.
Semakin besar efisiensi generatornya maka keandalan sistem juga semakin baik. Selama 5
8
tahun beroperasi, diperkirakan efisiensi generator mengalami penurunan akibat beberapa faktor
seperti sering terjadinya derating (penurunan beban) atau trip (unit shutdown), faktor lamanya
pemeliharaan, kesalahan dalam pengoperasian dan perawatan serta faktor-faktor lain. Oleh
karena itu perlu dilakukan analisa terhadap efisiensi generator apakah generator masih dalam
batasan kondisi yang andal atau tidak.

Ketika sebuah generator listrik menimbulkan kerugian, efisiensi turun dari 100 persen.
Efisiensi generator ditentukan oleh kekuatan sirkuit beban dan total watt yang dihasilkan oleh
generator menurut sewa genset. Hal ini dinyatakan sebagai persentase karena Anda membagi
unit kekuasaan oleh unit kekuasaan. Bagi kebanyakan generator listrik komersial, rasio ini dapat
ke atas dari 95 persen. Kerugian yang timbul biasanya timbul dari transformator, gulungan
tembaga, magnetizing kerugian dalam inti dan gesekan rotasi generator.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal antara keadaan beban nol
dengan beban penuh. Ada tiga metoda atau cara yang sering digunakan untuk menentukan
pengaturan tegangan tersebut, yaitu :

 Metoda Impedansi Sinkron atau Metoda GGL.


 Metoda Amper Lilit atau Metoda GGM.
 Metoda Faktor Daya Nol atau Metoda Potier.

9
Efisiensi generator merupakan perbandingan antara daya keluaran atau daya yang
dibangkitkan generator dengan daya masukan generator. Daya masukan generator sama dengan
gaya yang dihasilkan oleh turbin karena turbin dengan generator dikopel dan bekerja bersama.
Untuk menghitung daya yang dihasilkan oleh turbin dapat dihitung dengan dengan perhitungan
penurunan entalpi.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://alvenant.blogspot.com/2016/03/efisiensi-generator.html

https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/62155/1/F12nur.pdf 

11